
Siang ini di kota Batu, tepatnya di Villa milik Birong yaitu ketua geng tengkorak sedang berlangsung pertemuan antara Birong sebagai tuan rumah bersama Togar, juga ada Jordan bersama Ronggur, Beni, Strongkeng, Togi dan juga ada Tumpal.
Kedelapan orang ini sengaja mengadakan pertemuan bagi membahas isu terkini tentang proyek pembangunan yang digagas oleh Tigor dengan mendapat persetujuan dari Martin serta izin dari pemerintah daerah ini.
Layaknya seperti Seekor kambing bandot, apa saja berita tentang organisasi kucing hitam dan Tigor, akan selalu membuat para pimpinan geng tengkorak ini merasa kebakaran jenggot.
Seperti halnya hari ini. Mereka sengaja berkumpul untuk membahas rencana serta langkah yang akan mereka ambil guna menghambat jalannya pengerjaan proyek itu.
Ronggur, anak dari Jordan yang selama sebulan ini terus mengintip pergerakan Tigor selama berada di kota Kemuning, hari ini menjadi pusat perhatian.
Ini karena selain menjadi salah satu dari sekian banyak yang merasa tidak senang dengan Tigor, dia juga adalah orang yang banyak tau tentang proyek yang akan dikerjakan di kota kelahirannya itu.
Sebagai seorang tuan muda dari penguasa kota Kemuning, bagaimana mungkin dia bisa kalah dengan Tigor yang dia kenal dulu sebagai seorang gelandang.
Rasa sakit hati, iri serta dengki membuat dirinya kini sudah tidak tahan lagi. Kali ini dia sengaja menahan diri untuk tidak bertindak semata-mata karena ingin menunggu keputusan dari pertemuan ini. Apa pun hasilnya, dia akan segera bertindak mengikut caranya sendiri.
"Ronggur! Kau adalah orang yang paling tau tentang proyek yang akan dibangun oleh Tigor ini. Apakah kau bisa menceritakan kepada kami apa saja rencana proyek itu?!" Tanya Birong sambil diperhatikan oleh yang lainnya.
"Begini Ketua. Tigor ini sekarang berencana ingin membangun panti asuhan, panti jompo, sekolah sembilan tahun dan rumah sakit. Aku menduga ini hanyalah akal-akalan si Tigor ini saja untuk mengelabui pemerintah dan wakil rakyat. Sebenarnya dia ingin di kenal sebagai orang yang dermawan. Tapi di belakang, busuk." Kata Ronggur menjawab pertanyaan Birong.
"Hmmmm.... Lalu, apakah proyek itu sudah berjalan?" Tanya Birong lagi.
"Untuk saat ini belum, Ketua. Tapi untuk alat-alat berat seperti Crane, excavator, serta TowerCrane semuanya sudah di pasang dan sebagian ada yang sudah dirakit di lokasi konstruksi." Jawab Ronggur.
"Gila benar Tigor ini. Belum dua bulan dia berada di kota Kemuning, dia sudah membuat gebrakan besar. Apa dia sama sekali tidak memandang padamu Jordan?" Tanya Beni.
"Sebenarnya ini karena Ayah ku terlalu lamban bertindak. Dari awal aku sudah ingin menyerang orang-orang Tigor di kota Kemuning. Tapi ayah selalu melarang." Kata Ronggur dengan sangat kesal.
"Kau diam jika tidak di tanya!" Kata Jordan membuat Ronggur langsung tertunduk dengan kesal.
"Begini. Sebenarnya aku ingin menghalangi niat Tigor itu atau bergerak menyerang komplotan mereka. Namun aku khawatir jika apa yang akan aku lakukan ini akan merusak rencana yang telah kalian susun. Kau dan Birong sudah membuat rencana untuk menaikkan Marven sebagai ketua. Jika aku menggangu Tigor di kota Kemuning, maka Martin akan menarik Tigor ini untuk kembali ke kota Tasik Putri. Kan bisa tambah runyam rencana kalian. Sementara kau sendiri yang menginginkan agar Tigor segera di buang ke kota Kemuning." Kata Jordan kepada Beni.
"Semuanya jadi serba salah untuk kita. Mengapa Tigor ini begitu licin seperti belut?" Kata Beni sambil mengurut-urut keningnya.
"Tetap tenang. Rencana yang telah kita susun akan tetap berjalan sesuai kesepakatan kita. Itu kita tunda dulu. Sekarang apakah kalian tidak bisa berfikir bagaimana caranya untuk mengganggu kelancaran berdirinya proyek milik Tigor ini?" Tanya Birong.
"Ronggur. Kau kan sering mengintai pergerakan Tigor. Apakah kau tau dengan siapa dia melakukan kerja sama. Maksud ku, dengan perusahaan kontraktor mana dia memberikan proyek itu?" Tanya Togar.
"Yang aku ketahui, Tigor ini telah mengadakan kerja sama dengan perusahaan konstruksi dari luar negri bernama R2D MegaTown di bantu oleh Tuan Ivan Patrik dari Metro City." Jawab Ronggur.
"Gawat." Kata Tumpal mendadak bersuara.
"Apa maksudmu dengan gawat?" Tanya Birong.
"Jika itu adalah Ivan Tuan muda dari keluarga Patrik, kemungkinan R2D MegaTown ini adalah milik pengusaha yang beberapa tahun belakangan ini sempat merajai dunia bisnis global. Buka ponsel kalian lalu cari di pencarian dengan kata kunci, Jerry William. Kalian akan tau siapa lawan yang akan kita hadapi." Kata Tumpal.
"Jerry William, Future of Company." Kata Birong bergumam.
"Ada banyak yang berhubungan dengan nama Jerry William ini. Ada kelompok Tiger, Dragon empire, Future of Company, Smith Group, William Group. Yang mana satu yang benar ini. Pusing aku." Kata Jordan sambil memelototi layar ponsel nya.
Hening seketika.
Saat ini semua orang masing-masing khusuk menatap layar ponselnya masing-masing.
Beberapa hembusan nafas berat kini terdengar di setiap orang yang ada di ruangan pertemuan itu.
Tiba-tiba dengan tarikan nafas yang sangat panjang, Birong berkata, "mati kita kalau begini. Ini bukan lawan yang sepadan."
"Mati bagaimana ketua?" Tanya Ronggur.
"Nah! Coba kau baca ini. R2D MegaTown ini adalah perusahaan konstruksi milik Jerry William yang dijalankan oleh ketiga sahabatnya bernama Ryan, Riko dan Daniel. Mereka ini di dukung oleh sebuah organisasi bawah tanah bernama Dragon empire yang memiliki ratusan ribu orang di dalam organisasi itu." Kata Birong membuat Ronggur hanya tersenyum tidak percaya.
"Benar kataku kan Ketua. Kita harus berfikir seribu kali untuk mencari masalah dengan mereka ini. Dragon empire itu, jangankan hanya geng kecil seperti kita ini. Yakuza pun tidak berani sembarangan dengan mereka." Kata Tumpal.
"Tigor ini. Ilmu hantu apa yang dia pakai sehingga bisa menggandeng perusahaan internasional seperti ini. Padahal proyek yang mereka miliki tidaklah sebesar mana. Bahaya jika begini terus."
"Aku tidak percaya sebelum menyaksikan langsung kekuatan mereka ini."
Tiba-tiba Ronggur bangkit berdiri dan berkata seperti itu dengan nada kesal.
"Apa maksudmu Ronggur?" Tanya Beni.
"Kalian mungkin sudah terlalu tua. Darah kalian sudah tidak panas lagi seperti dulu. Namun aku. Aku masih muda dan memiliki darah panas. Aku tidak akan membuang waktu ku dengan percuma di sini. Selalu mengadakan pertemuan tapi tidak ada paedah sama sekali."
"Duduk Ronggur! Jaga bahasa mu. Kau tidak tau dengan siapa kau berhadapan." Tegur Jordan.
"Aku tidak perlu tau dan memang tidak mau tau. Kalian hanya duduk di sini sambil membahas hal-hal yang berhubungan dengan Tigor dan geng kucing hitam. Tetapi kalian tidak bertindak sedikitpun. Jika kalian tidak mengambil tindakan, biar aku yang bertindak. Dan kalian jangan membuang waktu ku dengan menghalang-halangi ku!" Kata Ronggur semakin kesal.
"Apa yang akan kau lakukan Ronggur?" Tanya Jordan.
"Aku akan Sedaya upaya untuk mencegah agar proyek itu tidak terealisasi. Apa pun caranya. Aku pamit!" Kata Ronggur dengan kesal lalu keluar dari ruangan itu.
Duaaar....!
Terdengar suara pintu di banting dengan keras oleh Ronggur.
Suasana hening keketika.
Semua tampang-tampang sangar itu mendadak jadi kuyu seperti ayam sayur.
"Maafkan atas kelancangan anak ku, Birong dan kalian semua." Kata Jordan dengan riak wajah tak enak.
"Jordan, anak mu benar. Kita hanya membuang waktu di sini tanpa mendapatkan jalan keluar. Dulu, ketika aku masih seumuran anak mu itu, aku bahkan lebih gegabah dari dirinya. Jangan salahkan dia. Sebaiknya mari kita dukung usahanya." Kata Birong.
"Terserah kalian saja lah. Aku pun sudah buntu." Kata Jordan yang mulai tampak seperti orang yang tidak memiliki semangat hidup.