BLACK CAT

BLACK CAT
Episode akhir



...Berita pagi ini....


Sepasukan anggota kepolisian dari polres kota Batu berhasil menangkap seorang buronan internasional yang dikenal dengan julukan Black Cat.


Menurut laporan dari wartawan kami, Setelah di telusuri, ternyata Black Cat ini bernama Acun yaitu warga negara Singapore yang juga telah lama menjadi incaran pihak kepolisian dari negara singa itu atas beberapa kasus kriminal yang dia lakukan.


Selain sindikat pensuplai obat-obatan terlarang, Acun ini juga bekerja sama dengan Birong melakukan pemerdagangan gadis-gadis yang akan mereka jadikan sebagai pemuas nafsu lelaki hidung belang dengan dalih, akan mempekerjakan mereka sebagai asisten rumah tangga dengan upah yang sangat besar.


Sementara itu, di bukit batu, polisi yang diketuai oleh AKBP Rio Habonaran berhasil menangkap salah satu orang besar di organisasi kucing hitam yaitu Tigor dan juga berhasil menangkap Marven yang ternyata adalah pembunuh dari Martin yang beberapa waktu yang lalu sempat di duga mati terbunuh oleh anggota geng mafia lain atas unsur balas dendam.


Pihak kepolisian kota batu juga berhasil menembak Birong di tempat kejadian karena di duga melakukan perlawanan terhadap anggota kepolisian yang sedang menjalankan tugas.


Sampai saat ini, pihak wartawan kami melaporkan, atas kejadian bentrok antara dua geng besar itu telah memakan ribuan korban dan pihak kepolisian sedang melacak sebagian orang yang sempat melarikan diri.


Setelah itu, tampak Rio sedang sibuk melayani pertanyaan dari beberapa wartawan sebelum menggelar konferensi pers.


Pemirsa, sebelum kita memulai siaran langsung dari konferensi pers yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian, ada baiknya kami menyarankan agar Anda selalu berhati-hati karena kejahatan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.


Sekian berita dari stasiun TV hitam putih bersemut. Dan..,


Wassalam.


Saat ini tampak beberapa sahabat Tigor sedang serius menonton acara berita pagi ini.


Mereka juga akan bersiap-siap untuk mengikuti acara sidang dan ingin tahu berapa lama Tigor akan menjalani masa hukumannya.


...*****...


Beberapa hari kemudian, pengadilan telah memberikan bocoran kepada wartawan sebelum merilis berita bahwa Tigor terancam hukuman tujuh belas tahun penjara.


Sedangkan untuk Marven sendiri, terancam 20 tahun penjara. Ini karena beberapa kasus yang telah dia lakukan antaranya adalah, membunuh Martin, memeras pengacara bernama Burhan serta memalsukan surat kepemilikan seluruh aset peninggalan mendiang Martin yang berada di kota Tasik Putri serta berusaha untuk merebut surat-surat kepemilikan seluruh aset nya di kota Kemuning


Sementara itu, untuk Black Cat atau Acun sendiri, dia akan di deportasi atas permintaan dari negara Singapore dan kemungkinan akan menjalani hukuman mati di sana atas beberapa tuduhan kejahatan baik itu lokal maupun internasional yang dia lakukan.


...*********...


Tiga bulan kemudian.


Seorang petugas lapas kota Batu tampak mendatangi ruang tahanan kemudian membuka pintu terali besi itu dan kemudian memerintahkan kepada seorang tahanan untuk segera menuju ke ruang besuk karena ada seorang wanita yang ingin menemui dirinya.


Seorang narapidana bernama Tigor itu pun mulai bangkit dari duduknya lalu mengikuti petugas tadi dan dari kejauhan dia melihat seorang wanita muda yang sangat cantik yang sangat dia kenal itu.


Wanita itu adalah istrinya yang dia nikahi sekitar lebih tiga bulan yang lalu.


Dengan perasaan serba salah karena menahan kerinduan, Tigor pun langsung berjalan mendekati sebuah kursi yang disediakan bagi pembesuk yang ingin membesuk para tahanan.


"Kau datang menjenguk ku Mirna?" Tanya Tigor sambil menatap ke arah wajah istrinya yang sangat dia rindukan itu.


"Iya bang. Aku datang menjenguk mu untuk membawakan makanan kesukaan mu sekaligus membawa kabar gembira untuk mu." Kata Mirna dengan senyum lembut tampak di wajahnya.


"Kabar gembira apakah itu?" Tanya Tigor seperti orang tidak sabaran.


"Duduk dan makan lah dulu. Nanti waktu nya keburu habis." Kata Mirna sambil membuka rantang empat tingkat dan meletakkan satu persatu dari rantang itu di atas meja.


Melihat yang di bawa oleh Istrinya itu, nafsu makan Tigor seketika meluap dan kini mereka berdua pun sama-sama makan.


Entah mengapa dia merasa bahwa perkawinan nya dengan Mirna hanya sebuah alasan agar orang-orang dari Dragon Empire bisa memiliki alasan untuk datang tanpa mengundang kecurigaan dari orang-orang setempat.


Jika mengingat sampai di sini, hal ini lah yang membuat Tigor di buru oleh rasa bersalah yang sangat dalam.


"Apa salah Mirna? Mengapa dia bisa terlibat dalam dendam ku? Apakah Mirna ini tidak memiliki hak untuk bahagia? Celakanya aku ini." Kata Tigor dalam hati.


Dia berfikir kembali kebelakang bagaimana Mirna dulu sangat menderita dibawah pengawasan Monang sebelum dia menebus harga diri gadis itu dengan uang sebanyak dua ratus juta rupiah.


Bahkan setelah itu, Mirna ini belum sempat merasakan kebahagiaan. Namun gadis itu tidak pernah mengeluh. Bahkan terkesan ikhlas menerima semuanya. Hal ini lah yang membuat Tigor mengutuk dirinya sendiri habis-habisan.


"Sayang ku. Aku bersumpah jika masih ada umur yang panjang, aku Tigor Habonaran akan berusaha membahagiakan dirimu. Tunggu Abang bebas ya sayang. Kita akan bersama-sama lagi seperti dulu." Kata Tigor sambil membelai kerudung merah jambu yang dikenakan oleh istrinya itu.


Setetes demi setetes air mata nya mulai berjatuhan.


"Kami berdua akan menunggu kepulangan mu Bang!" Kata Mirna sambil menunduk menatap ke arah perutnya.


"Kami? Kami siapa maksud mu?" Tanya Tigor dengan heran.


"Itu lah kabar gembira yang akan aku sampaikan kepada mu. Saat ini aku sudah tidak datang bulan lagi. Setelah di periksa, ternyata aku sudah hamil selama tiga bulan." Kata Mirna sambil menatap penuh kasih sayang kepada Tigor.


"Hah? Kau hamil? Be-be-berarti?"


"Ya. Sebentar lagi Abang akan menjadi seorang Ayah." Jawab Mirna.


"Ternyata benar juga saran dari Andra. Hahahaha. Benih ku benih yang sangat unggul." Kata Tigor yang langsung melupakan makanan kesukaannya itu.


"Sayang ku. Kau temui Rio, lalu suruh dia mengadakan acara selamatan dan syukuran empat bulan lagi. Mengerti kan?" Kata Tigor.


"Dia sudah tau Bang. Dia yang menemani aku ke dokter. Abang jangan khawatir. Semenjak Abang berada di penjara, aku telah mengajak nenek dan kakek ku pindah ke kota Kemuning. Abang bisa tenang di sini untuk menjalani hukuman." Kata Mirna.


"Ya. Aku tenang sekarang. Kakek dan nenek mu sudah bersama di rumah kita. Sementara itu adik ku juga ada. Malah seorang polisi pula. Seharusnya aku tidak perlu khawatir. Anak-anak buah ku yang setia masih sering mengawasi mu. Pokoknya tunggu aku keluar dari tahanan ini." Kata Tigor dengan penuh semangat.


"Pasti bang. Aku pasti akan menunggu mu."


"Maaf bang Tigor. Waktu besuk sudah habis."


"Iya iya. Terimakasih." Kata Tigor lalu memeluk sekali lagi istrinya itu kemudian berbalik mengikuti petugas tadi sambil sesekali menoleh kebelakang.


...TAMAT...


Teman-teman. Terimakasih yang tak terhingga dari saya karena telah Sudi memberikan dukungan dan setia dengan karya receh saya ini.


Kalian para readers lah alasan terbesar saya untuk tetap menulis dan berusaha memberikan suguhan cerita yang menarik menurut kemampuan saya sebagai manusia biasa yang sangat banyak kekurangan.


Mohon maaf jika ada kata yang tidak berkenan di hati anda, saya secara pribadi memohon maaf.


Jangan lupa untuk memfollow saya agar mendapat notifikasi andai saya membuat karya yang baru.


Salam hormat dari saya,


...EDANE SINTINK...