BLACK CAT

BLACK CAT
Bab 08 Tersesat



"Aku pulang!."


Terlihat Lacky pulang dengan wajah begitu kecewa karena pertama kali ajakannya di tolak oleh wanita. Hatinya juga sedikit merasa sakit, ia mulai diam dan menundukkan wajahnya karena sudah tidak bersemangat lagi.


"Ada apa denganmu? Apa ada masalah dalam pekerjaanmu?."


Ibunya Lacky sedikit khawatir melihat anak bungsunya yang tadi pagi penuh semangat sekarang pulang kerja hanya terlihat cemberut dan lemas. Ia tidak tahu apa yang sudah terjadi dengan Lacky ketika berada di perusahaan.


"Maaf mah, aku mau istirahat dulu ya?."


Lacky hanya meminta maaf kepada ibunya yang sedang menghampirinya, ia tidak mau berbicara sedikit katapun, ia sudah terlalu lelah dan hanya ingin istirahat ke kamarnya.


"Baiklah, jika butuh mama panggil saja."


Ibunya tidak bisa memaksa Lacky untuk menjelaskannya karena ia tahu anak bungsunya sudah dewasa dan bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa bantuannya lagi.


--


Jam 09.30 semua kaum manusia kucing di paksa untuk berubah menjadi seekor kucing. Lacky juga sudah terlihat berubah di kamarnya, dan ia masih belum bisa tertidur karena rasa kecewa itu membuatnya terus memikirkan tentang penolakan Luxia kepadanya tadi sore.


Ia tanpa berpikir panjang lagi keluar rumah lewat jendela kamarnya yang berlantai 3, karena ia sekarang menjadi seekor kucing, dengan mudahnya ia menuruninya tanpa ada masalah sedikitpun. Rumah keluarga Lacky sedikit jauh dari kota, mereka juga memisahkan daerah kaumnya dari tempat tinggal manusia, jadi di dekat rumah mereka tidak akan ada satupun manusia akan lewat.


Lacky juga ingin pergi ke rumah Luxia untuk melihat dan mencari tahu mengapa Luxia menolaknya tadi sore, ia sangat penasaran mengapa Luxia tega berbohong kepadanya. Ia hanya ingin memastikan hal yang selalu ada di pikirannya itu.


--


Pertama-tama Lacky juga melompati pagar rumahnya yang cukup tinggi untuk menghindari penjagaan dari satpam rumahnya. Ia mengambil jalan pintas dari belakang rumahnya agar tindakannya itu tidak di ketahui oleh siapapun.


Akhirnya ia berhasil pergi dan melanjutkan perjalanannya dengan berlari, karena rumah Luxia dan rumahnya cukup jauh. Ia belum menyadari tindakannya itu sudah di pantau oleh beberapa kucing liar dari balik semak-semak cukup jauh dari rumahnya.


Mata-mata merah dari kegelapan bermunculan di sekitarnya. Ia baru ingat jalan pintas belakang rumahnya itu adalah hutan yang pernah ayahnya larang untuk tidak di lewati. Ia baru ingat setelah cukup jauh ia masuk ke dalam hutan, ia tidak sempat lagi berlari berbalik karena penciuman sudah mencium bau yang sangat menyengat dari arah belakangnya.


Semakin jauh Lacky berlari, semakin banyak seseorang sedang mengikutinya. Lacky juga mencoba mengambil jalan lebih cepat melompat-lompat lewat cabang pohon di hutan, cabang ke cabang pohon ia lompati agar ia tidak mudah untuk di kejar. Ia terus melompat-lompat dari pohon ke pohon untuk menambah kecepatannya pergi menjauh dari kejaran mata merah yang selalu mengikutinya dari belakang.


"Krak!!."


"Bruk!!."


"Argh..Uh..!!."


Tiba-tiba dahan pohon yang ia injak patah dan membuatnya harus terjatuh dari atas pohon yang lumayan cukup tinggi, ia hanya terluka sedikit, namun ia sudah di kepung oleh kawanan kucing liar penuh dengan bau yang sangat menyengat.


"Cikk..cikk..Siapa yang sedang sendirian ini? Apakah seseorang anak bangsawan yang tidak tahu aturan wilayah orang lain."


"Siapa kamu, aku hanya lewat tidak berniat apapun?."


Lacky sedikit takut karena ia tidak akan bisa melawan kalau musuhnya maju dengan berkelompok. Ia terus melangkah mundur dan akhirnya ia terpojok di bawah pohon besar di dalam hutan. Semua bulu-bulunya naik seketika menandakan dirinya sedang dalam keadaan bahaya.


"Hii..Meskipun tidak ada niat apapun, aturan tetap aturan. Apa kamu tidak pernah belajar sopan santun di rumah?."


Terlihat kucing oren yang cukup besar dari tubuh Lacky berjalan mendekat. Ia baru sadar setelah sinar bulan menyinari tubuh kucing itu. Ia pernah mendengar cerita dari ibunya di saat ia kecil agar berhati-hati dengan kaum manusia kucing oren.


Kucing oren adalah kaum yang hidup didalam hutan, mereka sangat ahli dalam berburu dan berkelahi. Tubuh mereka juga lebih besar dari tubuh kaum kucing lainnya, sejarah juga menceritakan bahwa kaumnya (kucing oren) lebih berbahaya dari pada kaum manusia kucing bangsawan (kucing hitam dan putih).


"Maafkan aku, aku tidak tahu ini wilayah kalian, aku benar-benar minta maaf."


Lacky dengan sopan sedikit menundukkan kepalanya kepada kucing oren yang sedang berbicara di depannya. Ia ingin segera pulang dan meninggal tempat itu sesegera mungkin agar ia tidak dalam bahaya.


Lacky juga takut dengan kucing yang sedang berada di depannya itu, kucing itu sedikit mengeluarkan hawa membunuh yang sangat kuat, mulutnya juga berbau darah kelinci yang masih segar.


"Krak!!."


"Swiss-??."


"Brukk!!."


Tiba-tiba dahan pohon yang lumayan besar jatuh menimpa Lacky yang sedang berada di bawahnya. Matanya mulai kabur (pandangannya tidak jelas), dan akhirnya ia pingsan dan tidak sadarkan diri di dalam hutan.


*****


Keesokan paginya..


"Tuan dan nyonya!!!."


Terdengar teriakan yang begitu keras bergema di seluruh ruangan rumah. Ayah dan ibunya Lacky yang mendengarnya segera pergi memeriksa asal suara teriakan itu.


"Apa yang sedang terjadi?."


Ayahnya Lacky sedikit penasaran kenapa pelayan Lacky berteriak-teriak di pagi hari, ia juga sedikit bingung ke mana Lacky pergi sepagi ini, biasanya ia hanya malas-malasan di pagi hari dan sekarang ia tidak terlihat sama sekali.


"Jendelanya terbuka tuan? Apa tuan muda di culik?."


"Hah? Lacky di culik?."


Ibunya langsung saja kaget setelah mendengar ucapan pelayan pribadi Lacky. Ibunya mulai lemas dan mengkhawatirkan anak bungsunya, ia terlihat lemas berpegangan dengan suaminya yang berada di sampingnya.


"Kamu tenang dulu? Kita harus memastikannya terlebih dulu. Apakah dia benar-benar di culik atau tidak."


Ayahnya Lacky berusaha menenangkan istrinya yang terlihat lemah. Ia juga khawatir dengan Lacky yang belum memasuki upacara kedewasaan, ia takut Lacky tersesat di dunia manusia kucing.


"Tolong cari Lacky, selidiki semuanya sampai ketemu."


"Baik tuan."


Ayahnya Lacky dengan cepat memerintahkan asisten pribadinya untuk segera mencari Lacky yang tidak ada (menghilang), mereka juga belum bisa memastikan Lacky sedang di culik atau tidak.


*****


"Ahhh!! Selamat pagi-?."


Terlihat Luxia baru saja bangun, ia sudah kaget melihat SMS (pesan baru) dari nomor yang tidak di kenal. Dan ternyata itu hanya pesan dari perusahaannya (dari kantor) tentang kabar bahwa pekerjaan sedang di liburkan.


"[Semua karyawan kantor, hari ini pekerjaan akan di liburkan. Masuk kerja kembali masih belum di pastikan tunggu saja kabar dari perusahaan. Terima kasih]."


Luxia terlihat kecewa karena hari ini ia harus berdiam di rumah tanpa melakukan apapun. Ia bingung harus melakukan apa, ia juga terpikir sesuatu, ia hanya terpikirkan untuk pergi ke rumah makan bibinya.


"Wah apa aku hari ini bantu bibi jualan saja ya?."


Ia terlihat senang dan bersiap-siap untuk segera pergi untuk mengisi jam kosongnya. Ia juga sudah cukup lama tidak bertemu dengan bibinya, kali ini ia akan membantu bibinya untuk berjualan.


*****


"Apa dia belum juga sadar?."


"Kurasa kepalanya masih terluka cukup parah, sebab itu mungkin dia belum sadarkan diri."


Terlihat dua orang wanita muda saling mengobrol di dekat tempat tidur Lacky. Mereka terlihat mengkhawatirkannya karena belum bangun juga, mereka juga takut terjadi sesuatu kepada Lacky karena kepalanya sedang terluka dan sudah di balut oleh kain menghentikan pendarahannya yang terus keluar setelah tertimpa dahan pohon tadi malam.


Mereka adalah manusia kucing oren, mereka tinggal di dalam hutan dan bertahan hidup juga di dalam hutan. Mereka juga tidak seperti kaum manusia kucing hitam dan putih yang bisa membaur dengan kehidupan manusia. Mereka lebih memilih hidup menyendiri di dalam hutan tanpa bertemu dengan manusia manapun.


Mereka juga terlihat baik dan tidak seperti yang di rumorkan dari kaum manusia kucing hitam dan putih bahwa kaum manusia kucing oren berbahaya, mereka hanya terlihat liar saja dan tidak mengerti sopan santun membuat mereka di pandang tidak baik.


--


"Apa dia belum juga sadar?."


"Iya ayah! Sepertinya luka di kepalanya lumayan besar membuat dia belum sadarkan diri."


Ia adalah pemimpin kaum manusia kucing oren, ia juga adalah kucing yang memandangi Lacky tadi malam itu. Ia juga tidak berniat menakutinya, ia hanya ingin bertanya dan kebetulan ia sedang makan malam, saat itu ada kabar penyusup memasuki daerah mereka dan terpaksa harus ikut mengejar penyusup.


Ia juga ingin meminta maaf. Namun sialnya Lacky tertimpa batang pohon yang jatuh lumayan tinggi dan mengenai kepalanya. Setelah kejadian itu mereka merasa bersalah dan mencoba mengobati Lacky dengan obat tradisional mereka (tanaman obat-obatan dari hutan).


--


"Apa tidak apa kita membawa kaum kucing hitam ke tempat ini? Bukankah mereka juga membenci kaum kita?."


Salah satu bawahan pemimpin sedikit marah setelah melihat pemimpin mereka baru saja keluar dari kamar anaknya, tempat Lacky sedang di rawat oleh kedua putrinya. Ia juga tidak tega meninggalkan Lacky sendiri di dalam hutan. Meskipun ia tahu kaumnya di benci oleh kaum lainnya.


"Tidak apa! Setelah ia sadar nanti kita antarkan dia pulang."


"Baik pemimpin."


Bawahan pemimpin terlihat seumuran dengan Lacky, ia juga masih berusia 28 tahun dan tinggal 1 bulan lagi mereka juga akan mengadakan upacara kedewasaan untuknya. Ia juga salah satu bawahan pemimpin yang sangat cerdas dan sangat ahli berburu di dalam hutan.


Bersambung...


Jangan Lupa di Like, Subscribe, dan Share. Oh iya Vote-nya juga. Agar Author Semakin Semangat Updatenya. Makasih.