
*****
"Aku harus mengingat semua peraturan perusahaan agar aku tidak salah lagi nanti."
Terlihat Luxia sudah berada di kamarnya, ia juga terlihat sedang mencoba mengingat dan menghafal seluruh isi buku peraturan perusahaan. Ketika ia mulai mau membaca ia malah memikirkan wajah Lacky, ia tidak tahu mengapa tiba-tiba memikirkannya.
"Ah!! Kenapa aku terbayang-bayang wajah pak Lacky ya? Ayo Luxia kamu harus fokus."
Luxia mencoba fokus mempelajari peraturan perusahaan, ia juga terlihat menepuk kedua pipinya agar tidak lagi membayangkan wajah Lacky. Semua yang ia lakukan akhirnya berhasil dan ia dapat fokus lagi membaca bukunya.
Peraturan untuk karyawan baru :
Pertama tidak boleh datang ke perusahaan lebih awal dari jam yang sudah di tentukan.
Kedua tidak boleh pulang kerja sebelum jam 09.00 malam apapun alasannya.
Ketiga tidak boleh bertanya tentang rahasia kantor kepada siapapun jika di temukan sedang mencari-cari informasi tentang perusahaan maka akan di pecat atau diberikan hukuman yang sangat berat.
Keempat dilarang berhubungan lawan jenis di perusahaan sebelum ada ikatan yang resmi (sudah menikah). Jika sudah resmi suami istri di perbolehkan, namun jika tidak sangat dilarang.
Kelima dilarang membawa peliharaan selain kucing, dan tidak diperbolehkan membawa kucing ke dalam kantor sebelum diizinkan.
Masih banyak peraturan yang belum terbaca oleh Luxia, ia juga sudah terlihat sangat mengantuk karena besok ia akan bekerja lagi, dan besok juga hari di mana ia harus belajar memasak resep khusus untuk karyawan tetap. Kalau makanan karyawan tetap harus sesuai dengan resep perusahaan, maka Luxia akan belajar terlebih dulu.
--
"Ergh..Ouahhh?."
"Jam berapa sekarang ya?."
Luxia terlihat baru bangun ia juga sedikit kaget karena ia terbangun terlalu pagi. Namun ia tetap bangun dan ingin berolahraga sebentar. Ia langsung saja keluar setelah memakai pakaian olahraganya.
--
"Wah! Jalanan terlihat begitu sepi? Apa jam 03.50 pagi ini masih begitu malam ya?."
Ia juga sedikit takut karena hanya beberapa kendaraan dan mobil yang lewat di jalan. Ia juga sudah berada di sebuah taman yang sedikit sepi, ia juga beristirahat sejenak untuk menghilangkan rasa lelahnya.
"Meow..!."
"Hah? Kucing? Kenapa kamu kesini?."
Terlihat seekor kucing betina berwarna hitam terlihat sedang terluka, ia mencoba berjalan menuju Luxia yang sedang duduk di kursi taman sendirian. Luxia tidak tega melihat kucing itu dan ia membawanya pulang untuk segera di obati.
--
"Pasti sakit kan! Mengapa kamu bisa terluka seperti ini? Apa kamu sedang berkelahi dengan kucing lain?."
"Meow?."
"Haha! Mana mungkin kamu mengerti apa yang aku bicarakan."
Luxia terlihat senang melihat wajah kucing itu yang sedang kebingungan. Ia tahu bahwa kucing itu tidak akan mengerti apa yang ia katakan itu. Kucing itu juga terlihat begitu senang karena luka bekas cakaran di tangannya sudah di obati.
"Nah, tunggu beberapa hari lagi luka itu akan segera sembuh kok."
"Meow..meow.."
"Matamu ungu dan bulu hitam mengkilat! Sepertinya aku pernah melihatnya? Apakah kamu kucing perusahaan ya? Sepertinya bukan, mana mungkin pemilikmu meninggalkanmu di taman itu tadi sendirian."
Terlihat Luxia mengelus-elus tubuh kucing itu, ia juga sedikit teringat dengan pin baju karyawan tetap, terlihat seperti kucing yang sedang tidur di pangkuannya. Tapi ia juga tidak melihat kalung kucing di lehernya, ia hanya beranggapan bahwa kucing itu hanyalah kucing liar.
Luxia juga tertidur di atas kursi sofanya, ia tertidur dengan keadaan begitu lelap. Tiba-tiba cahaya ungu keluar dari kucing itu yang sudah berada di atas lantai, jam juga sudah menunjukkan jam 05.00 pagi. Kucing itu mulai berubah menjadi seorang manusia yang sangat cantik. Ia membantu menyelimuti Luxia yang masih tertidur pulas.
"Terima kasih kamu sudah mengobatiku, aku akan membalasnya."
Wanita itu segera pergi ke dapur milik Luxia, ia juga mengambil beberapa rempah-rempah dan berbagai keperluan untuk memasak. Ia ingin menyiapkan makanan pagi untuk Luxia yang masih tertidur.
--
Matahari mulai bersinar terang. Luxia juga sudah terbangun, ia sedikit kaget melihat kucing yang berada di pangkuannya sudah menghilang, ia juga kaget setelah mencium bau yang begitu harum dan enak yang berasal dari meja makannya.
Ia sedikit bingung siapa yang sudah menyiapkan makanan yang begitu enak dan penuh dengan gizi, seperti makanan orang yang penuh dengan kehidupan sehat. Ia tanpa pikir panjang lagi segera menghabiskan semua makanan itu dan segera bersiap-siap untuk pergi ke kantor karena jam tangannya sudah menunjukkan jam 08.00 pagi.
--
"Nona kenapa dengan mobilnya?."
Di pinggir jalan dekat gang rumah Luxia ada sebuah mobil hitam mewah tiba-tiba berhenti. Ia juga bingung mengapa seorang wanita yang lumayan cantik berhenti di depan gang rumahnya. Gang itu mengarah ke jalan raya dan mobil wanita itu berhenti di pinggir jalan tempat biasa ia melaluinya.
"Mobilnya tidak mau jalan! Aku tidak tahu kenapa?."
"Emangnya nona mau pergi kemana kalau boleh tahu?."
"Keperusahaan Cabang PT. Blackm Meow Group. Apa kamu tahu di mana?."
"Wah kebetulan di sana tempat aku bekerja. Bagaimana kalau kita pergi bersama saja?."
"Boleh! Kalau tidak merepotkanmu?."
Luxia dan wanita itu segera memasuki taksi bersama. Ia juga terlihat gugup karena tidak mengenal siapa wanita yang terlihat begitu cantik dengan pakaian yang mewah. Ia juga sedikit penasaran kenapa tangan wanita itu di balut oleh kain putih.
"Nona kenapa tanganmu?."
"Oh ini hanya luka kecil saja, tidak apa-apa kok."
"Begitu ya, maaf sudah penasaran."
Meskipun Luxia sedikit merasa aneh dengan kain balutan di tangannya, dan wanita itu juga dengan cepat menyembunyikan tangannya ke samping dan membuat Luxia berhenti bertanya. Meraka juga hampir sampai ke perusahaan cabang.
--
"Ayo nona kita masuk!."
"Kamu duluan saja! Masih ada orang yang ingin aku tinggu."
"Baiklah aku duluan ya."
--
"Tok..tok..!!."
"Silahkan masuk!."
Tiba-tiba wanita dengan pakaian mewah memasuki ruangan direktur. Ia sedikit tersenyum melihat Lacky yang masih sibuk dengan berkas-berkasnya di atas meja. Lacky juga masih belum menyadarinya, ia hanya menebak yang sedang masuk itu adalah asistennya karena pandangannya tertutup oleh berkas-berkas yang menumpuk.
"Ada apa Ana? Apa ada yang masih aku belum tanda tangani?."
"Aku bukan karyawanmu adikku yang imut."
"Hah? Kakak? Kapan kamu kesini?."
"Baru saja."
"Silahkan duduk dulu kak! Apa mau minum sesuatu dulu."
Dengan sedikit sopan Lacky menuntun kakaknya duduk di atas sofa di ruangannya. Ia juga kaget dengan kedatangan kakaknya yang secara tiba-tiba tanpa ada kabar.
"Tidak usah, aku hanya sebentar kesini. Setelah itu aku akan pulang ke rumah. Upacara kedewasaanmu tinggal beberapa bulan lagi, selama itu aku akan tinggal disini."
Ternyata wanita yang datang bersama Luxia tadi pagi sebenarnya adalah kakak ke 4 Lacky. Ia bernama Foury Blackm Meow, ia juga seorang memiliki mata ajaib kebaikan. Ia dapat melihat kebaikan orang yang tulus tanpa meminta balasan.
"Kakak! Apa yang terjadi dengan tanganmu?."
"Ini hanya luka kecil saja. Kamu tidak perlu khawatir."
"Kita pergi ke rumah sakit tante saja, agar kamu cepat di obati, takutnya nanti itu akan infeksi dan bisa menyebar."
"Tidak akan. Ini sudah di obati kok."
Lacky tidak bisa memaksanya karena melihat kakaknya yang begitu tenang dan seperti tidak terjadi apa-apa. Foury hanya ingin melihat adiknya yang sudah tumbuh dewasa, ia juga menyadari mata Lacky yang sedang mulai jatuh cinta ke lawan jenisnya.
"Apakah kamu akan menikah dengan White? Atau ada wanita lainnya?."
"Dimana kakak mengetahuinya? Padahal kamu belum pulang ke rumah?."
"Haha..Apa kamu tidak tahu? Semua kaum bangsawan dapat melihat melalui matamu itu yang sedang menyukai seseorang wanita."
"Hah? Oh tidak apakah ini betul? Kenapa aku belum tahu rahasia ini?."
"Kamu itu belum melakukan upacara kedewasaan jadi kamu belum tahu apa-apa? Nanti setelah kamu memasuki gua upacara itu maka semua informasi akan di turunkan dari awal kaum kita ini jadi tunggu saja."
"Oh, begitu ya? Tapi aku belum mengungkapkan perasaanku sih."
"Haha..Aku mendukung adikku yang imut ini."
Terlihat Foury mencubit pipinya Lacky dengan sangat kuat. Ia juga sangat kangen karena sudah lama tidak pulang ke rumah, ia sudah cukup lama berada di luar negeri melakukan bisnis yang sudah ia warisi dari ayahnya juga. Namun ia sekarang sudah menjadi presiden di perusahaan sendiri di luar negeri.
"Baiklah aku ingin sedikit berkeliling di kantormu ya, kamu lanjutkan saja urusanmu."
"Tapi kak? Apa aku panggilkan asistenku saja?."
"Oh baiklah. Aku juga ingin melihat asisten manusiamu itu, apa dia sangat hebat seperti yang ayah bilang."
Lacky segera memanggilnya menggunakan telepon kantor. Ia sedikit dingin memerintahkan Ana untuk segera pergi secepatnya keruangannya, dan setelah itu ia langsung saja menutup teleponnya tanpa terdengar suara Ana sedikitpun.
"Wah! Kamu terlalu tegas dengan asistenmu itu, nanti dia berhenti mengikutimu loh."
"Tidak apa-apa! Lagipula aku bisa memilih asisten sendiri nantinya jika dia berhenti."
"Wah-wah kamu seperti kakak ke 2 saja, tidak begitu peduli dengan orang-orang yang berkemampuan hebat."
"Iya dong, masalah hebat atau tidaknya itu aku tidak peduli, yang penting dia mau aku suruh-suruh dan dapat menyelesaikannya dengan baik."
--
"Permisi pak!."
"Oh Ana, ini kakakku dari luar negeri tolong antar dia berkeliling perusahaan kemanapun dia mau."
"Iya pak! Mari nona."
Terlihat Ana masih terengah-engah, ia segera merubah sikapnya setelah Lacky memperkenalkan kakaknya kepadanya, ia pernah mendengar semua kakak Lacky adalah pembisnis terkenal dan kaya. Ia harus berperilaku sesopan mungkin agar tidak menyinggungnya.
"Maaf nona? Kita mau kemana terlebih dulu?."
"Emmm..Apakah di sini ada wanita yang lumayan muda dan suka mengobrol seenaknya, apakah ada seseorang itu bekerja disini?."
"Siapa ya? Kalau boleh tahu namanya siapa ya?."
"Aku tidak tahu! Tapi potongan rambutnya hanya setinggi bahunya."
"Apa itu Luxia ya?."
"Namanya Luxia ya? Kalau begitu antarkan aku ke sana."
"Tapi saya belum yakin tentang itu. Mungkin saja tebakanku salah."
"Tidak apa-apa? Aku tidak lupa dengan wajahnya. Ini buatmu tolong antarkan aku."
"Ini tidak perlu nona!."
Foury memberikan uang yang lumayan cukup banyak, ia sangat ingin bertemu dengan Luxia. Ia sangat ikhlas memberikan uang itu dan ia juga melihat kebaikan Ana yang begitu tulus. Namun Ana sedikit tidak enak menerimanya karena Foury adalah kakak direkturnya.
"Tidak apa-apa! Ambil saja? Anggaplah ini bonusmu hari ini, jarang-jarang kamu dapat bonuskan dari Lacky?."
"Kalau begitu dengan senang hati aku menerimanya."
Mereka akhirnya berjalan menuju lift untuk turun ke lantai bawah, karena ruangan direktur bertempat paling atas di perusahaan. Ana juga masih sedikit gugup bersama dengan kakaknya Lacky, ia juga tidak menyangka kakaknya Lacky sangat baik dan sopan, sangat berbeda sekali dengan sifat Lacky yang dingin kepadanya.
Bersambung...
Jangan Lupa di Like, Subscribe, dan Share. Oh iya Vote-nya juga. Agar Author Semakin Semangat Updatenya. Makasih.