BLACK CAT

BLACK CAT
Pembantaian di bukit batu



Bukit batu.


Sejak beberapa hari yang lalu, kesibukan tampak sedang berlangsung di Villa milik Birong.


Tampak ada ramai sekali baik itu anggota geng kucing hitam maupun geng tengkorak saling bahu membahu dan bersatu bagi mensukseskan acara pernikahan antara Marven ketua geng kucing hitam, dan juga Butet, anak kemenaan dari Birong ketua geng tengkorak.


Dari Minggu yang lalu tampak Villa milik Birong ini di sulap menjadi bak istana raja.


Segala perabotan di ganti. Dekorasi dimodifikasi dan cat untuk keseluruhan Villa pun di ubah dengan warna yang tampak sangat mencolok jauh dari kata elegan, bahkan terkesan berlebihan.


Ini adalah ulah dari Mister Carmen Bond 070 yang mendapat kepercayaan dan tanggung jawab oleh Marven dan Birong atas kerja-kerja renovasi di Villa milik Birong ini.


Berbanding terbalik dengan suasana di Villa Birong di bukit batu-Kota Batu, saat ini di kota Kemuning, Tigor, Arslan, Mister Long Khang, Mister Ming kang Khang, Empat mister dadakan bersama di sana juga ada Ucok dan yang lainnya sedang mengatur persiapan perencanaan terakhir bagi segala sesuatu yang akan mereka lakukan malam nanti.


Dengan rencana pertama yang telah ditetapkan, maka beberapa gelombang dari anggota Dragon Empire yang bergabung dengan anak buah Tigor sudah mulai bergerak menuju ke kota Batu secara bertahap.


"Andra. Bagaimana dengan Acun? Apakah sudah mau persiapkan sesuai dengan rencana?" Tanya Tigor. Ini karena beberapa hari yang lalu diantara mereka telah tercetus ide untuk mengkambing hitamkan Acun yang akan mereka sulap menjadi Black Cat untuk mengelabui pihak kepolisian internasional yang ingin menangkap Black Cat karena banyaknya kasus kriminal yang dilakukan oleh sosok bertopeng kucing itu.


Arslan dan yang lainnya juga sudah diberitahu oleh Tigor tentang rencana untuk melibatkan Acun dalam rencana penyerangan ke kota Batu kali ini.


"Saat ini Acun ada dalam pengawasan Acong dan Timbul." Jawab Andra.


"Ingat! Penyerangan kali ini harus menggunakan metode gerak cepat. Babat langsung kabur. Biarkan aku dan Acun yang tinggal untuk membereskan semuanya dengan anak buah Rio nanti."


"Tepat ketika penyerangan itu nanti malam, Mirna akan meng-upload Video pembunuhan Marven terhadap Martin menggunakan akun palsu di berbagai platform media sosial dan juga aplikasi video pendek."


"Yang terpenting dan yang paling terakhir adalah, kalian semua dengarkan kata-kata ku ini. Setelah nanti malam kita berhasil menumpas seluruh anggota organisasi kucing hitam dan Geng tengkorak, kalian harus menggabungkan diri ke dalam organisasi Dragon Empire dan menjadi cabang besar di kota Kemuning ini. Aku menduga bahwa Poltak dan Lalah juga akan menggabungkan diri. Oleh karena itu, ikuti peraturan dalam organisasi Dragon empire!" Kata Tigor berpesan kepada semua anak buahnya.


"Kami mendengarkan perintah!" Kata mereka.


"Acong! Cekoki Acun itu dengan pil ini!" Kata Arslan sambil menyerahkan dua butir pil entah apa namanya itu kepada Acong.


"Pil ini akan merusak daya sadar dan cenderung membuat pengonsumsi bertindak tanpa aturan. Setelah itu, baru tendang dia keluar dari mobil lalu kalian kabur. Setelah semuanya beres, anak-anak buah ku juga akan minggat dari kota ini melalui bandara di provinsi lain. Dan aku akan bergabung dengan Mr.Brylee, Tuan Richard, Isa dan Raven untuk melobi pemerintah daerah. Kami ingin berinvestasi di kota Kemuning ini sesuai dengan perintah dari Tuan muda kami yaitu Jerry William." Kata Arslan.


"Baiklah. Semua sudah di tetapkan. Sekarang, mari kita membubarkan diri dan melakukan persiapan akhir." Kata Tigor lalu mereka pun berpelukan seperti akan kehilangan salah satu dari mereka malam nanti.


*********


Kriiiiiing!


Kriiiiiing...!


"Hallo Karman?!"


"Bang. Pestanya sudah berlangsung. Di mana Abang saat ini?" Tanya Mister Carmen Bond.


"Saat ini semuanya sudah berkumpul dan tumpah ruah di Villa Birong. Beni, Togi dan Strongkeng juga sudah sampai bersama ratusan anak buahnya."


"Baiklah. Aku akan bergerak sekarang. Kau Karman! Segera pergi dari tempat itu. Aku tidak ingin kau nanti menjadi korban salah sasaran dari orang-orang Dragon Empire yang tidak mengenal mu." Kata lelaki itu.


"Siap Bang!" Jawab Carmen lalu mengakhiri panggilan.


Saat ini Tigor sudah melepaskan pakaian biasanya dan kini dirinya sudah terbalut pakaian serba hitam dengan memakai topeng kucing.


Sejenak dia menarik nafas dalam-dalam lalu memberi isyarat kepada beberapa mobil yang terparkir saling berjauhan lalu segera memacu kendaraannya memasuki area kawasan bukit batu.


Begitu dia tiba di bukit batu tepat di tempat yang agak tersembunyi di bagian samping Villa milik Birong itu, dia lalu keluar dari dalam mobil dan sekali lagi memberi isyarat kemudian melangkah santai menuju ke bagian depan Villa mewah itu dan berdiri tegak sambil berucap, "wah.., wah.., wah. Tega sekali kalian berpesta namun melupakan sahabat lama."


Kehadiran Black Cat ini kontan saja membuat semua orang yang berada di tempat itu menjadi kalang-kabut.


Sebagian besar antara mereka langsung membuat lingkaran dan mengepung sosok hitam itu dari jarak yang cukup jauh.


"Mengapa? Mengapa kalian seperti menghadapi musuh begini? Apakah kalian tidak ingin berbagi makanan dan minuman dengan ku? Aku kemari untuk bertamu dan akan pulang dengan membawa oleh-oleh yaitu kepala manusia hitam seperti pantat kuali itu!" Kata Black Cat yang langsung menunjuk tepat ke arah Birong yang saat ini sedang duduk di dekat pelaminan.


"Black Cat. Kehadiran mu tidak di undang. Segera pergi dari pesta ku ini atau kau akan menjadi bangkai dan mati tanpa kuburan." Bentak Marven yang langsung turun dari kursi pelaminan tempatnya duduk didampingi oleh Butet.


"Begitukah? Marven oh Marven. Jika kau menganggap aku ini seperti Martin, maka kau salah besar. Aku adalah Black Cat. Bukan lah Martin yang bisa kau bunuh seperti binatang. Dasar menolong anjing terjepit. Siap di tolong malah menggigit."


"Tutup mulut mu itu Black Cat! Apa kau ada bukti jika kau yang melakukan pembunuhan itu?" Bentak Marven.


"Bukti akan ada. Tidak lama lagi kau akan meringkuk di dalam jeruji besi. Kau akan mempertanggung jawabkan semua tindakan keji mu. Beruntung kau adalah mempelai malam ini. Jika tidak, kau duluan yang akan aku cabut nyawanya." Kata Black Cat tanpa Tedeng aling-aling.


"Kau juga Birong. Kau telah melakukan kejahatan yang lebih buruk lagi. Aku datang untuk menagih hutang darah kepadamu. Aku pastikan bahwa kau akan mati malam ini juga!" Bentak Black Cat dengan kemarahan yang sudah sampai pada puncaknya.


"Hanya kau sendirian lalu ingin membunuh ku?" Tanya Birong sambil mencibir.


"Walaupun kau memilki ribuan nyawa, kalau hanya kau sendirian saja, kau akan mati katak di sini. Coba kau lihat di sekeliling mu!" Kata Birong sambil menunjuk ke arah ribuan anak buahnya yang tergabung dengan orang-orang dari Kota Tasik Putri.


"Hahaha. Hanya segini kah Birong? Kalau begitu ayo serang lah aku!" Kata Black Cat lalu menepuk tangannya beberapa kali.


Setelah tepukan tangan Black Cat ini berhenti, entah dari mana datangnya tiba-tiba ribuan orang berpakaian hitam tampak berdatangan dari segala penjuru kemudian melakukan serangan mendadak membuat para anggota geng tengkorak seperti daun kering yang berguguran karena tidak adanya persiapan untuk mengantisipasi serangan yang mendadak itu.


Pesta yang seharusnya berjalan dengan penuh kemeriahan dan suka cita itu berubah menjadi ajang pembantaian massal.


Melihat ini, Black Cat juga tidak tinggal diam.


Dia langsung meraba ke arah pinggangnya lalu melompat dan mengibas-ngibaskan pedang tipis yang berada di tangan nya sehingga menyebabkan beberapa orang yang terdekat jatuh ke tanah dengan tubuh bersimbah darah.


Selesai mengamuk, Black Cat lalu menghilang di balik keramaian orang-orang yang sedang panih itu menuju ke mobilnya lalu segera berganti pakaian dan melemparkan pakaian itu ke arah sebuah mobil yang tidak terlalu jauh dari mobilnya.