BLACK CAT

BLACK CAT
Bab 12 Sebuah Hubungan



Vioren terlihat kaget setelah melihat keajaiban yang terjadi di depannya, ia belum pernah melihat cahaya-cahaya itu. Cahaya itu terus bersinar di tubuh ibunya, ia hanya terlihat diam kaku karena terpukau dengan keindahan cahayanya.


"Lihat ayah? Ibu sudah mulai sadar!."


Cioren sangat senang setelah melihat kelopak mata ibunya yang sudah perlahan terbuka, ia juga sedikit menetes air mata karena sudah lama menunggu momen seperti ini, namun mereka tidak menemukan obat yang bisa menyembuhkan ibunya.


"Sayang? Apa yang sudah terjadi?."


Setelah ratu mulai bangun ia hanya kaget melihat kedua putrinya tiba-tiba menangis sambil memeluknya, ia bingung dan segera bertanya kepada suaminya yang hanya berdiri di dekat mereka.


"Selamat datang kembali sayang!."


Roren juga menangis menyambut kedatangan istrinya, ia tidak bisa berkata apa-apa lagi karena sangat bahagia melihat istrinya yang sudah sembuh dari penyakitnya yang sudah 5 tahun di deritanya.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa mereka juga bertambah besar?."


Ratu masih merasa kebingungan dengan apa yang sudah terjadi dengannya, ia juga kaget melihat kedua putrinya sudah tumbuh besar dengan begitu cepat, ia hanya merasa seperti baru bangun tidur saja.


"Sayang! Sebenarnya kamu sudah koma 5 tahun lamanya. Sebab itulah kamu tidak tahu apa-apa yang sudah terjadi dengan mereka. Putri kita sekarang sudah besar. Merekalah yang selalu merawat dan menjagamu ketika kamu masih terbaring di atas kasur."


"Benarkah? Apa gara-gara aku terkena anak panah waktu itu ya?."


"Iya ibu. Anak panah itu beracun dan membuat ibu tidak sadarkan diri."


Vioren menjelaskan kepada ibunya dengan penuh rasa rindu kepada ibunya. Ia sangat menyayangi ibunya dan ia sangat senang melihat ibunya sudah baik-baik saja karena obat dari Lacky. Ia juga terlihat memandangi wajah Lacky dengan malu-malu, ia ingin mengungkapkan rasa terima kasihnya namun ia tidak tahu harus berkata apa.


"Siapa dia? Apa dia suami kamu Vioren?."


"Ti-tidak! Be-lum. Eh maksudnya dia adalah yang memberikan obat untuk ibu."


Vioren langsung saja kaget ketika mendengar ucapan ibunya yang sedikit berlebihan melihat Lacky yang sedang berdiri di dekat mereka. Ia juga malu-malu ketika ibunya mengatakan tentang suami.


"Emmm begitu ya? Makasih sudah memberikan obat itu."


"Sama-sama ratu. Senang rasanya itu dapat membantu keluarga ini."


"Baiklah karena ini hari bahagia maka kita akan mengadakan pesta atas kesembuhan ratu."


Roren sangat senang melihat keluarganya kembali utuh, ia ingin mengadakan sebuah pesta atas kesembuhan istrinya. Ia juga ingin memberikan hadiah kepada Lacky di acara nanti sesuatu yang bisa membuat Lacky bahagia.


"Baiklah kalau begitu, aku pamit keluar dulu!."


Lacky dengan sopan pergi meninggalkan mereka untuk memberikan waktu untuk keluarga Roren. Ketika Lacky keluar rumah, Ia juga kaget melihat semua rakyat di desa itu sudah berada di depan rumah pemimpin seperti mereka juga merasakan sebuah hubungan kuat atas kesembuhan ratu.


"(Apa mereka dapat merasakan bahwa ratu mereka sudah sembuh? Apa ini kekuatan mereka? Aku yakin mereka memiliki perasaan yang saling terhubung satu sama lain.)"


Lacky sedikit kagum memikirkannya melihat antusias kaum manusia kucing oren yang begitu terhubung dengan pemimpin mereka. Ia tidak tahu perasaan seperti apa yang sedang mereka rasakan ketika sang ratu sudah sembuh.


Ia juga berjalan sedikit menundukkan kepalanya untuk pergi menjauh dari kerumunan, ia tahu bahwa dirinya berbeda dan tidak ingin mengganggu hari bahagia mereka. Ia memutuskan untuk pergi kedalam hutan untuk mencari sesuatu. Meskipun ia tidak begitu yakin apa yang ingin ia cari dan lakukan.


--


"Apa aku berburu saja ya? Mungkin akan sangat bermanfaat jika aku bisa mendapatkan sedikit daging untuk mereka nanti."


Lacky sedikit bergumam ketika ia sudah masuk kedalam hutan, ia juga sedikit bingung dengan cara apa ia harus menangkap buruannya nanti, ia saja tidak tahu cara berburu. Karena ingatannya yang masih belum kembali membuatnya sedikit kesulitan untuk memikirkannya.


Beberapa jam kemudian..


"Tidak ada satupun kelinci atau apapun aku melihat di dalam hutan ini? Apa jangan-jangan hutan ini sudah habis di buru oleh penduduk desa ya?."


Lacky sudah terlihat menaiki sebuah pohon yang cukup besar, ia juga sudah beberapa jam menunggu kedatangan buruannya, namun satu ekorpun tidak terlihat. Ia sedikit kesal karena sudah merasa bosan menunggu di atas pohon.


--


"Lacky!! Apa kamu ada disini?."


Tiba-tiba suara seorang wanita sedang memanggilnya, ia sedikit terkejut dan tidak membalas panggilan itu, ia hanya memperhatikan kebawah siapa yang sedang mencarinya sampai kesitu. Padahal ia tidak bilang sama siapapun.


"Lacky? Apa kamu disini?."


Ternyata Vioren sedang mencari Lacky, ia juga sedikit berpengetahuan untuk melacak jejak seseorang, namun ia kehilangan jejaknya karena Lacky memanjat ke atas pohon dan membuat Vioren kehilangan jejaknya. Ia juga tidak tahu bahwa Lacky sedang memperhatikannya dari atas pohon.


"Apa jangan-jangan dia sudah pergi meninggalkan desa?."


Vioren sedikit sedih karena beranggapan bahwa Lacky pergi meninggalkan desanya, padahal ia belum mengucapkan selamat tinggal dan berterima kasih kepadanya karena sudah memberikan obat ajaib untuk kesembuhan ibunya.


"Padahal aku belum sempat mengatakan terima kasih kepadanya, dan aku juga ingin minta maaf karena sudah memperlakukannya tidak baik waktu itu."


Di bawah pohon Vioren sedikit sedih, ia merasa bersalah karena sudah jahat saat pertama kali bertemu dengan Lacky, ia menyesali semua perilakunya kepada Lacky yang sudah pergi menurutnya. Namun Lacky yang mendengar ketulusannya memutuskan untuk tidak turun dari pohon, ia tidak mau membuat Vioren malu.


Setelah itu Vioren kembali kedesa untuk mengatakan kepada semuanya bahwa Lacky sudah pergi meninggalkan desa mereka, meskipun ia sangat ingin Lacky tinggal lebih lama lagi di desa, tapi ia tidak bisa memaksa keinginan Lacky.


*****


"Vioren apa kamu berhasil menemukannya?."


"Tidak ayah-?."


"Wah kalian sudah berkumpul disini? Apa kalian akan mengadakan sebuah pesta?."


Vioren terlihat bengong karena ia tidak menyangka bahwa Lacky tidak pergi dari desa, ia sangat senang melihat Lacky yang tersenyum sambil membantu membakar daging bersama kaumnya.


"Sayang! Kenapa kamu terus melihatnya? Apa kamu tidak kesana saja?."


Tiba-tiba ibunya menghampiri Vioren yang terlihat terus memandangi Lacky dari kejauhan. Ia menyadari bahwa putri tertuanya sedang jatuh cinta dengan Lacky. Namun ia juga belum yakin apakah Lacky juga mencintai putrinya.


"Ah- ibu? Sedang apa ibu di sini?."


"Aku sedang penasaran dengan putriku yang mulai memandangi seorang laki-laki."


"Ti-tidak bu! Aku- hanya-?."


"Kamu tidak bisa membohongi ibu! Ibu sudah berpengalaman lebih jauh dari kamu?."


"Apakah kita berbeda jenis ini bisa bersatu bu?."


"Tentu saja bisa? Asalkan jangan sama manusia saja."


"Emangnya kenapa kalau manusia bu?."


"Apa kamu belum memasuki upacara kedewasaan?."


"Belum bu? Apa upacara kedewasaan itu menyeramkan?."


"Tentu saja tidak, namun di sana. Semua peraturan tentang kaum kita akan di berikan kepada orang-orang yang sudah memasukinya, dari masa lalu sampai saat ini kamu akan mengetahuinya aturan kaum kita."


"Tapi aku masih berumur 20-an tahun, jadi masih 8 tahun lagi aku bisa ke sana."


"Baiklah, tunggu saja nanti. Ibu hanya berpesan satu hal kepadamu, jika cintamu tidak berjalan lancar maka pilihlah jalan yang menurutmu yang terbaik."


"Baik bu. Aku akan selalu mengingatnya."


Ibunya segera meninggalkan Vioren yang masih berdiri memandangi Lacky yang masih sibuk membantu kaumnya menyiapkan hidangan pesta untuk menyambut kesembuhan ratu. Acara akan segera dimulai karena sudah semakin malam.


*****


"Aku mengucapkan terima kasih kepada Lacky yang telah memberikan obat berharganya untuk istriku dan membantu desa ini dari serangan kaum kucing liar. Semuanya bersulang!!."


Roren terlihat sedang merangkul Lacky untuk mengucapkan rasa terima kasihnya, ia juga sangat senang melihat rakyatnya juga menerima keberadaan Lacky meskipun ia berasal dari kaum kucing hitam, namun mereka tidak mempermasalahkannya lagi, karena ia sudah banyak membantu mereka melindungi desa.


Setelah itu Lacky berjalan sendirian menjauh dari keramaian, ia tahu mereka sudah menerimanya di desa, namun hatinya masih sedikit merasa tidak tenang, ia tidak tahu mengapa perasaannya merasa ada sesuatu yang seperti sudah pergi, ia sangat merasa sakit di lubuk hatinya karena ia belum mengingat tentang masa lalunya itu.


Ia sudah berada di desa kaum manusia kucing oren sudah cukup lama, namun ingatannya belum juga kembali, ia terlihat sedang duduk sendiri di sebuah batang pohon yang sudah roboh, ia masih bingung dengan perasaannya. Meskipun di sekitarnya sedang berbahagia.


--


"Apa yang sedang kamu lakukan disini sendiri?."


"Oh Vioren? Mengapa kamu tidak bersama keluargamu? Bukankah pestanya belum berakhir?."


"Apa aku tidak boleh kesini?."


"Ah bukan begitu maksudku! Aku hanya bertanya saja?."


"Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepadamu!."


"Oh silahkan."


Wajah Vioren sedikit memerah karena baru kali ini ia berbicara dengan seseorang laki-laki berduaan di malam hari. Ia masih gugup harus berkata seperti apa, ia berusaha mengeluarkan kata-katanya namun ia terlalu gugup karena Lacky terus memandanginya.


"Ke-kenapa kamu terus melihatku! Kamu harus lihat kesana saja!."


"Hah? Ya sudah. Baiklah."


Lacky juga sedikit terkejut melihat tingkah lakunya Vioren yang sedikit aneh, ia hanya bisa mengikuti apa kemauannya. Ia juga malu kenapa Vioren menjadi gugup di dekatnya, ia sedikit terpikirkan sesuatu tentang cinta, ia beranggapan apakah Vioren ingin mengatakan cinta kepadanya.


"Apa kamu akan pergi jika ingatanmu sudah kembali?."


Vioren sedikit sedih memikirkan tentang masa depannya. Ia juga bingung harus berkata apa lagi karena ia sadar suatu saat nanti Lacky akan sembuh dari penyakitnya, ia juga beranggapan bahwa Lacky akan pergi jika ia benar-benar sembuh.


"Aku tidak tahu, sepertinya itu mungkin saja terjadi karena aku juga tidak berasal dari sini, dan bisa saja aku masih memiliki orang tua yang sedang menunggu kedatanganku."


Lacky terlihat menundukkan kepalanya ke tanah, ia tahu perkataannya itu bisa saja membuat Vioren semakin sedih, namun ia juga tidak mau membuat Vioren berharap terlalu lebih kepadanya.


"Tapi sebelum ingatanku kembali, aku tetap tinggal disini, jadi kamu tidak perlu khawatir lagi."


"Benarkah?."


"Tentu saja, kita masih bisa bersama selama ingatanku belum kembali."


"Emmm..Baiklah."


Vioren sedikit terlihat senang karena ia masih bisa bersama dengan Lacky meskipun ia tahu suatu saat nanti Lacky akan pergi meninggalkannya.


Bersambung...


Jangan Lupa di Like, Subscribe, dan Share. Oh iya Vote-nya juga. Agar Author Semakin Semangat Updatenya. Makasih.