BLACK CAT

BLACK CAT
Mencari informasi



"Bang. Di sini kata internet nya, perusahaan kontraktor dari MegaTown yang bernama R2D MegaTown dijalankan oleh 3 pemuda berusia sekitar 23 tahun. Mereka ini lulusan dari Golden University di Starhill. Tapi mereka ini masih memiliki seorang sahabat sekaligus atasan bagi mereka bernama Jerry William." Kata Mirna menjelaskan kepada Tigor.


"Siapa-siapa aja mereka Dek? Coba baca lagi!" Kata Tigor mulai menggeser duduknya lebih mendekat.


"Ryan, Riko dan Daniel. Mereka ini awalnya adalah mahasiswa yang belum lama ini lulus. Mereka mendapat kepercayaan dari Tuan Muda dari keluarga William untuk menjalankan perusahaan kontraktor itu. Sedangkan si Jerry itu memilih untuk bermain di balik layar saja. Entah iya entah tidak. Tapi seperti itu lah di tulis di sini."


"Cari dek. Siapa Jerry William ini?!" Pinta Tigor lebih lanjut.


"Sebentar Bang. Aku cari dulu." Kata Mirna sembari mengetik di kolom pencarian.


"Jerry William." Katanya memulai membaca.


"Jerry William ini adalah anak dari Almarhum Wilson William dan Elena Smith. Kedua kakeknya adalah dua dari empat pengusaha terkaya di negara itu. Sejak usia 22 tahun, dia di beri kepercayaan untuk mewarisi seluruh aset kedua kakeknya itu dengan total milyaran dollar Amerika serikat."


"Waaaah... Banyak sekali." Kata Tigor sambil menganga.


"Beberapa bulan Jerry ini mengambil alih perusahaan milik Smith Group, dia kembali mengakuisisi perusahaan William Group dan melebur kedua perusahaan itu menjadi satu dengan nama Future of Company."


"Jerry ini di dukung oleh bawahan yang setia dan sahabat yang rela berkorban untuknya. Selain itu, dia adalah penguasa di Metro City, Starhill, Country home, Hillstreet serta New Village dengan dua organisasi besar beranggotakan ratusan ribu orang berada dibelakangnya."


"Gila. Jika organisasi nya saja beranggotakan ratusan ribu orang, lalu apa jadinya geng kucing hitam dan geng tengkorak jika mereka menyerang kemari. Ini gila." Kata Tigor kembali melongo.


"Mereka ini geng mafia internasional bang. Selain Dragon empire, ada juga kelompok Tiger yang mendukung Jerry William ini. Mereka ini rata-rata adalah mantan tentara serta tentara bayaran yang sering di terjunkan dalam banyak peperangan. Ketua mereka bernama Syam Tiger. Mantan inteligen di kesatuan tentara. Seperti James Bond lah." Kata Mirna menjelaskan.


"Kalau itu aku tidak terlalu kaget. Mereka punya Syam Tiger. Aku juga punya Carmen Bond 070." Kata Tigor.


"Beda kelas lah bang. Mereka ini jelas tidak bisa disamakan dengan orang-orang mu yang hanya berjumlah 200 orang itu. Dragon empire di dirikan oleh Drako yang juga ayah angkat bagi Jerry William ini. Sementara kelompok tentara bayaran Tiger ini, yang tadi diketuai oleh Syam diserahkan kepada Jerry ini. Bayangkan bang!"


"Tunggu...! Tunggu...!" Kata Tigor memotong ucapan Mirna.


"Kenapa bang?" Tanya gadis itu polos.


"Kau suruh aku membayangkannya kan? Ok sudah aku bayangkan. Sekarang lanjut!" Kata Tigor tersenyum.


"Apaan sih bang." Kata Mirna sambil tersenyum manis membuat dada Tigor seketika merasa sesak seperti terkena asma.


"Di usia 22 tahun, Jerry ini sudah menjadi penguasa di lima kota. Memiliki sahabat yang setia seperti Ryan, Riko dan Daniel ini. Dia juga di dukung oleh ratusan ribu anak buah. Wajar saja jika perusahaan R2D MegaTown ini berani berkata begitu." Kata Mirna.


"Benar juga. Jika aku memilih kontraktor yang abal-abal, sudah pasti Birong dan Jordan akan mengganggu jalannya kerja-kerja pembangunan di kota Kemuning ini. Tapi jika itu adalah R2D MegaTown, aku yakin mereka akan berfikir tujuh hari tujuh malam tujuh jam tujuh menit dan tujuh detik." Kata Tigor sambil manggut-manggut.


"Terimakasih Mirna. Aku akan menetapkan pilihan ku ke R2D MegaTown ini. Sekarang, aku ingin membahagiakan mu."


"Maksudnya bang?" Tanya Mirna yang tidak mengerti.


"Aku ingin mengajak mu jalan-jalan, berbelanja, makan dan melihat pemandangan di kota indah Kemuning ini." Kata Tigor sambil ingin merangkul pundak Mirna.


Walaupun Mirna tidak berani menolak, namun Tigor urung merangkul pundak gadis itu. Dia tau bahwa diam nya Mirna bukan karena mau, tapi lebih ke terhutang budi saja.


"Mengapa tidak jadi?" Tanya Mirna.


"Sudahlah lupakan saja. Kau juga tidak suka." Kata Tigor.


"Baik bang!" Kata gadis itu patuh.


"Mirna.. Mirna. Lugu sekali gadis ini. Maafkan aku yang terlambat melepaskan dirimu dari belenggu dunia gemerlap malam.


Kau pantas untuk mengecap sedikit kebahagiaan. Aku berjanji di dalam lubuk hatiku ini, bahwa aku akan membahagiakan dirimu. Persetan dengan masa lalu mu. Asalkan kau milikku, beda ceritanya." Kata Tigor dalam hati.


Hampir tiga puluh menit menunggu, akhirnya Mirna pun keluar juga dari kamar nya.


Kali ini wajahnya kelihatan sangat segar walaupun baju yang dia pakai hanya baju dari itu ke itu.


Dia tidak memiliki banyak pakaian. Mungkin ada sekitar empat pasang. Tas yang dia bawa pun hanya tas kecil ketika Tigor menebus dirinya dari Monang seharga 200 juta rupiah.


"Sudah?" Tanya Tigor.


"Boleh seperti ini? Apakah Abang tidak malu membawa aku yang seperti ini?" Tanya Mirna.


Ada rasa sedih di hati Tigor mendengar pertanyaan dari Mirna ini.


"Aku yang salah karena terlalu sibuk" kata Tigor dalam hati.


Benar saja. Ketika Tigor menyelamatkan Mirna dari pusat hiburan di kota Tasik Putri, besok nya dia harus berangkat ke Hongkong. Setelah itu, dia harus disibukkan lagi dengan ulah Beni dan konco-konco nya. Setelah itu dia harus mengurus Wulan sebelum pindah ke kota Kemuning ini.


Hal ini lah yang membuat rencana Tigor untuk lebih memperhatikan keadaan Mirna menjadi kandas begitu saja.


Hari ini pastinya berbeda.


Kali ini Tigor memilki banyak waktu. Dan pasti waktu itu akan dia manfaatkan untuk mengajak Mirna jalan-jalan dan belanja. Lumayanlah buat pengobat kesedihan gadis itu selama ini.


"Untuk apa Abang malu Mirna? Singkirkan prasangka seperti itu. Kau itu tidak lebih buruk dan aku tidak lebih baik dari dirimu. Mari ikut aku!" Kata Tigor sambil menarik tangan gadis itu.


"Lihat di cermin itu. Kau begitu anggun dan mempesona. Mulai sekarang, bersikap lah seperti wanita terhormat. Tidak ada yang bisa mengintimidasi dirimu." Kata Tigor.


Mirna hanya tunduk saja tanpa menjawab sepatah kata pun.


"Andai Black Cat yang seperti ini, alangkah bahagianya aku." Kata gadis itu di dalam hati tanpa dia sadari bahwa lelaki bertopeng kucing itu adalah lelaki yang sama yang berdiri dihadapannya saat ini.


"Sudah sore. Ayo kita berangkat!" Ajak Tigor.


Mereka berdua pun menghampiri mobil Mercedes sport i8 milik Tigor hadiah dari Martin.


Tiba di samping mobil, Tigor buru-buru membukakan pintu dan mempersilahkan Mirna untuk masuk.


Perlakuan Tigor yang begitu lembut ini membuat mata gadis itu berkaca-kaca.


Setelah merapikan ujung rok Mirna, Tigor pun menutup pintu di bagian co-pilot itu lalu setengah berlari menuju pintu bagian sopir.


Setelah selesai, mobil sport itu pun meluncur dengan santai meninggalkan perumahan staf itu menuju ke pusat kota Kemuning.