BLACK CAT

BLACK CAT
Akhirnya Tigor bergabung dengan Martin



Di sepanjang jalan menuju ke komplek elit Tasik putri, tidak seorang pun baik Black Cat maupun Martin yang mengeluarkan suara. Mereka saling membisu sampai akhirnya Black Cat sendiri yang memecah keheningan itu.


"Untuk apa kau membawa ku ke komplek elit?" Tanya Black Cat.


"Tigor, aku berniat untuk mengatakan kepada semua bawahanku termasuk Beni dan Tumpal yang terlalu menganggap dirimu lemah bahwa kau adalah Black Cat itu." Kata Martin.


"Aku juga akan meresmikan pengangkatan mu sebagai orang kepercayaan ku yang akan membawahi sekitar 200 orang anak buah di seluruh kota Tasik putri ini." Kata Martin lagi.


"Hahaha... Meresmikan perekrutan ku katamu. Kau sanggup membayar aku berapa, Martin? Apakah pakai mata uang Dollar, Pounsterling, Atau Rupiah?" Tanya Tigor yang sudah melepaskan topeng nya.


Ciiiit.....!


Mendengar pertanyaan dari Tigor tentang uang, Martin spontan menginjak rem mobil nya lalu segera berbalik badan menghadap ke arah Tigor yang duduk di bangku belakang.


"Tigor. Kau boleh menganggap bahwa geng ku saat ini lemah dan kurang mampu bersaing dengan geng tengkorak. Tapi kalau masalah uang, kau tidak boleh mengukur seberapa dalam samudra uang yang aku miliki. Aku memiliki hampir seluruh bisnis dikota Tasik putri ini. Bahkan separuh lebih dari hotel, restoran, kafe dan pusat hiburan kota kemuning adalah milik ku."


"Berapa uang yang kau inginkan? 1 milyar rupiah, 2 milyar atau 5 milyar pun aku sanggup membayar mu. Asal satu syarat yang harus kau penuhi."


"Apa syarat mu Martin?" Tanya Tigor.


"Akan ada Transaksi palsu antara aku dan anak buah Acun dari singapore minggu depan. Aku tau bahwa mereka ingin menjebakku dengan bekerja sama dengan Geng tengkorak. Tugas mu adalah menggagalkan rencana mereka dan merampas semua barang yang ada di tangan mereka. Tidak boleh gagal. Karena jika gagal, maka kita akan mengalami kerugian besar." Kata Martin.


"Jelaskan padaku apa barang yang harus aku rampas sebelum acara transaksi itu di mulai?" Tanya Tigor.


"Barang itu adalah seuntai kalung berlian senilai seratus lima puluh juta Dollar Amerika. Geng tengkorak yang di pimpin oleh Birong ingin menjebak ku dalam transaksi gelap itu. Dia bermaksud ingin menguras anak ku Marven dengan cara menangkap ku ketika acara pelelangan itu nanti." Kata Martin.


"Dari mana kau tau tentang rencana mereka itu Martin?" Tanya Tigor.


"Tumpal yang memberitahu kepada ku." Kata Martin.


"Martin. Ada pepatah mengatakan. Jika kau mencurigai musuh mu sebanyak satu kali, maka kau harus mencurigai sahabat mu sebanyak seratus kali. Kau mengerti maksudku bukan?" Tanya Tigor.


"Jadi, maksud mu apakah Tumpal ini telah mengkhianati ku?" Tanya Martin.


"Aku tidak berani mengatakan begitu. Akan tetapi jika melihat kelompok mu yang semakin hari semakin melemah dan penentangan yang mereka lakukan ketika kau akan merekrut ku, aku curiga bahwa Beni dan Tumpal ini bersekongkol dengan geng tengkorak untuk mengeruk keuntungan dari mu dan juga geng tengkorak untuk memperkaya diri." Kata Tigor.


"Lalu, apakah kau punya cara untuk membuktikan mereka ini benar-benar ular berkepala dua?" Tanya Martin.


"Aku tidak memiliki cara. Tapi jika mereka macam-macam denganku, maka aku akan membunuh mereka tepat didepan hidung mu." Kata Tigor.


"Jangan lakukan itu Tigor. Aku tidak ingin mereka mati di tangan mu. bagaimanapun, mereka ini telah mengikuti ku sejak lama." Kata Martin.


"Sekarang aku mau bertanya kepadamu satu hal." Kata Tigor.


"Katakan apa itu!"


"Apakah kau mempercayaiku?" Tanya Tigor.


"Aku berhutang nyawa kepada mu. Tidak ada alasan bagiku untuk tidak mempercayaimu." Jawab Martin.


"Jika mereka ingin memberontak, maka sudah lama mereka akan melakukannya. Apa yang mereka tunggu?" Kata Martin tidak dapat menerima pendapat Tigor.


"Begini Martin. Apakah seluruh aset dan perusahaan bisnis mu masih atas namamu?" Tanya Tigor.


"Iya semuanya masih atas namaku."


"Apakah saat ini mereka akrab dengan Marven?" Tanya Tigor lagi.


"Mereka akrab dengan Marven sejak anakku itu masih kecil." Jawab Martin.


"Apakah mereka pernah mendesak mu untuk segera mewariskan seluruh harta kekayaan mu kepada Marven?" Tanya Tigor.


Di sini Martin tidak bisa menjawab pertanyaan Tigor. Bagaimana mungkin dia sampai lalai dengan semua ini.


"Mengapa Martin? Kau tidak bisa menjawab. Berarti dugaan ku benar." Kata Tigor.


"Baiklah Tigor. Aku akan melakukan seperti yang kau katakan. Tapi tidak boleh terburu-buru. Semua butuh proses." Kata Martin.


"Begini saja Martin. Besok, siapkan uang palsu sebanyak 150 juta Dollar itu. Biarkan aku yang melakukan transaksi. Karena aku yakin bahwa mereka juga akan membawa barang palsu untuk mu. Tapi ingat! Jangan ada siapa pun yang mengetahui tentang rencana ini selain aku dan dirimu. Jika sampai bocor, maka mereka akan membatalkan transaksi ini. Terus terang bahwa aku menginginkan nyawa salah satu dari pentolan geng tengkorak itu. Jika aku berhasil, maka sedikit beban dendam dihatiku akan berkurang." Kata Tigor.


"Jadi, apakah kau menerima perekrutan menjadi anggota geng kucing hitam?" Tanya Martin dengan perasaan gembira dan penuh harap.


"Ya. Aku menerima. Selain butuh uang, aku juga ingin mendapatkan reputasi yang bagus di mata orang-orang." kata Tigor.


"Sekarang kau baru tau kan, bahwa uang bisa mengangkat derajat seseorang. Masalah uang kau jangan khawatir. Aku selalu ada persiapan ketika aku jatuh hati kepada seseorang." Kata Martin.


"Besok pagi kau tunggu aku di depan kafe tempat mu biasa ngamen. Tapi ingat! Hanya kau sendiri. Aku akan memberikan uang yang banyak untuk mu." Kata Martin.


"Tidak. Itu terlalu kasar. Aku hanya ingin 30 juta rupiah. Hanya itu saja." Kata Tigor.


"Apakah kau ingin mempermalukan aku dengan uang sebanyak 30 juta itu? Mengapa tidak kau katakan saja 300 juta?"


"Untuk saat ini yang aku butuhkan hanya segitu. Nanti setelah aku melakukan pekerjaan, kau baru boleh memberikan lebih kepadaku. Bagaimana?" Tanya Tigor.


"Ok aku setuju. Sekarang ayo kembali dulu ke rumahku untuk mengambil uang yang kau inginkan. Setelah itu, aku pribadi yang akan mengantar mu kembali ketempat di mana kita berpisah waktu kau menolong aku ketika itu." Kata Martin bersemangat.


"Mantap. Aku setuju." Kata Tigor.


Begitu kata sepakat di ambil, Martin segera memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi menuju ke arah komplek elit untuk mengambil uang yang akan dia berikan kepada Tigor.


"Aku berniat untuk mengadakan pesta perekrutan mu Tigor. Sebagai orang kanan, tidak sopan jika pengangkatan mu tidak disertai dengan pesta." Kata Martin.


"Hahahaha... Apakah kau mau semua orang tau bahwa aku adalah Black Cat? Jangan begitu Martin. Itu sama saja dengan mempersempit ruang gerak ku. Tunggu aku melakukan pekerjaan. Setelah itu kau baru boleh mengumumkan pengangkatan ku. Itu pun tidak harus pakai pesta." Kata Tigor.


"Ya ya ya. Sesuka hati mu lah." Kata Martin mengalah.