BLACK CAT

BLACK CAT
Bab 11 Keluarga Baru



"Ayah tolong bantu aku? Lacky sangat terluka, darahnya banyak sekali keluar dari tubuhnya?."


Terlihat Vioren tiba-tiba berteriak di dalam kamar karena hanya Lacky yang begitu parah, ia hanya beranggapan bahwa Lacky lah yang melindungi ibu dan adiknya di saat mereka bertarung di luar.


"Hah? Mengapa dia begitu terluka? Apakah ibu dan adikmu baik-baik saja?."


Roren segera masuk kedalam kamar ia segera bertanya bagaimana keadaan istrinya dan Cioren. Ia langsung saja mengangkat Lacky ke dalam kamar di sebelah kamar istrinya, setelah tahu bahwa istrinya dan Cioren baik-baik saja.


Roren juga memerintahkan beberapa bawahannya untuk segera membereskan semua mayat-mayat di rumahnya itu. Mereka mengubur mereka di tempat khusus para kaum manusia kucing. Tempat itu adalah sebuah tempat asal mereka sebelum masuk ke dunia manusia.


--


Setiap kaum manusia kucing memiliki satu gua khusus, di mana tempat itu juga memiliki kekuatan untuk melaksanakan upacara kedewasaan dan bisa kembali ke tempat asal mereka bagi kaum manusia kucing tinggal.


Sebuah dimensi lain terbentuk puluhan ribu tahun yang lalu, membuat kaum manusia kucing secara tidak sengaja bisa memasuki dunia manusia, dan mereka juga memilih untuk membaur dengan kehidupan manusia yang sudah di anggap menarik oleh mereka dan tidak membosankan seperti di dunia mereka yang seperti negara yang tidak maju (ketinggalan jaman).


Setiap 5 tahun sekali. Sebuah acara penghapusan kaum manusia kucing akan dilakukan di kekaisaran yang di pimpin oleh kaum manusia kucing besar (singa, harimau, cheetah, dan jaguar). Sebuah negara terbagi menjadi 4 bagian di pimpin oleh masing-masing dari mereka.


Para bangsawan dan rakyat kaum kucing yang tinggal di masing-masing tempat di dalam daerah kekuasaan kaisar wajib mengikuti acara tersebut. Salah satu bangsa harus memasukkan kandidat dari keturunan dari mereka (kaum manusia kucing) atau orang-orang yang tinggal di daerah kekuasaan mereka (kaisar) untuk ikut serta dalam acara tersebut.


Namun acara tersebut tidak lagi untuk menghapus kaum tersebut karena 4 kaisar sekarang hanya ingin hidup damai dan menjaga persaudaraan, acara hanya untuk menjalin persaudaraan jadi tidak untuk menghancurkan satu sama lainnya seperti dulu. Acara tersebut tetap di laksanakan untuk memperingati masa kejayaan dan agar selalu mengenang kehidupan keluarga mereka yang terdahulu.


--


Satu minggu kemudian..


"Argh-? Tubuhku terasa sangat sakit sekali?."


Tiba-tiba Lacky terlihat sudah mulai sadar, ia juga merasakan tubuhnya yang masih terluka akibat pertarungannya. Kepalanya juga sedikit sakit karena ingatannya juga mulai sedikit kembali meskipun tidak begitu jelas, ia hanya sedikit mengingat orang-orang menghormatinya dan setelah itu ia berbaring lagi karena tidak sanggup untuk memaksakan tubuhnya yang masih lemah.


"Aku harus beristirahat dulu-? Tapi? Ini kamar siapa? Bukan ini sedikit berbeda?."


Lacky sedikit bingung karena kamar itu terlihat sangat berbeda karena kamar itu adalah milik Vioren. Ia juga terkejut karena kamar itu di penuhi dengan panah-panah yang terpajang di dinding kamar.


"Oh kamu sudah bangun-?."


Tiba-tiba Vioren masuk kedalam kamar untuk memeriksa keadaan Lacky, ia sedikit malu harus mengatakan permintaan maafnya karena sudah ingin mengusir Lacky. Ia sudah mendengar penjelasan dari Cioren bahwa Lacky lah berusaha menjaga mereka disaat kaum kucing liar menyerang.


"Iya, tapi maaf aku masih belum bisa bangun karena tubuhku belum juga sembuh! Setelah sembuh nanti aku janji akan meninggalkan tempat ini."


Lacky terlihat memaksakan tubuhnya untuk duduk dan meminta maaf kepada Vioren agar memberikannya sedikit waktu untuk menyembuhkan dirinya terlebih dulu. Ia tahu bahwa Vioren sangat membencinya karena ia dari kaum yang berbeda.


"Ti-tidak! Bukan itu yang aku inginkan! Aku sangat senang jika kamu tinggal lebih lama disini! Aku juga minta maaf karena sudah berprilaku jahat kepadamu, padahal kamu sudah baik kepada keluargaku."


Vioren sedikit membungkukkan tubuhnya untuk meminta maaf kepada Lacky yang masih terlihat pucat di wajahnya karena memaksakan tubuhnya untuk duduk. Ia sangat menyesal karena sudah berniat ingin mengusir Lacky dari desa.


"Setelah sembuh nanti aku akan pergi kok!-".


"Kamu tinggal saja disini! Semua orang-orang desa juga mengizinkanmu."


Roren tiba-tiba masuk ke kamar dan juga membujuk Lacky agar tinggal di desa lebih lama, ia juga sangat senang karena sudah menyelamatkan istri dan anaknya, hanya itu yang bisa ia lakukan untuk membalas budi kepada Lacky.


"Pemimpin! Apa tidak apa-apa aku berada disini? Sedangkan aku berbeda dari kalian?."


"Tidak apa-apa! Semuanya juga sudah mengizinkan kamu tinggal disini!."


"Makasih pemimpin! Aku akan membantu kalian semampuku!."


"Haha..Sembuhkan dulu luka-lukamu itu?."


"Cioren kemana? Apa dia juga terluka?."


Lacky sangat khawatir karena ia belum melihat kehadiran Cioren setelah ia sadar. Ia juga takut terjadi sesuatu kepada Cioren akibat di pukul oleh kaum kucing liar waktu itu.


"Dia baik-baik saja! Sekarang dia pergi keluar untuk mencari tanaman obat-obatan."


"Oh baguslah kalau begitu."


"Kamu istirahat saja dulu, jangan terlalu banyak gerak agar lukanya cepat sembuh."


"Makasih Vioren."


"Iya, aku pergi dulu ya."


Vioren dan ayah segera pergi dari kamar meninggalkan Lacky yang sudah berbaring di atas kasur. Mereka sangat senang karena Lacky sudah sadar, mereka masih ingin menanyakan cairan yang mereka temukan di celana Lacky, tapi melihat keadaan Lacky yang belum membaik mereka memilih untuk diam dulu menunggu Lacky sembuh.


--


Tiga hari kemudian..


"Tubuhku sudah mulai pulih total, aku akan keluar sebentar untuk mencari udara."


Ia sudah keluar rumah. Melihat orang-orang tidak ada di dalam desa, ia tidak tahu apa yang sudah terjadi dengan desa itu mengapa begitu terlihat sangat sepi. Ia segera berlari-lari untuk mencari orang-orang, ia takut terjadi sesuatu saat tertidur cukup lama.


Tidak jauh dari desa. Mereka sedang mengadakan upacara pemakaman untuk salah satu kaum kucing oren yang sudah meninggal, mereka menuju sebuah pohon besar dan terdapat lobang cukup besar. Semua kaum manusia kucing oren memasuki lobang tersebut dan menghilang.


Lacky yang melihatnya sedikit merasa penasaran kemana mereka pergi membawa mayat itu, ia segera mengikutinya dari kejauhan agar tidak di ketahui oleh siapapun.


--


Setelah Lacky masuk. Ia langsung berada di sebuah bukit tinggi dan dapat melihat pemandangan sebuah negara besar yang masih tradisional tidak terlihat kemewahan apapun seperti desa kaum manusia kucing tapi itu sangat besar dan luas.


Ia juga melihat kaum manusia kucing pergi ke atas bukit untuk memakamkan kaumnya. Ia juga segera kembali dari sana karena takut seseorang mengetahui kehadirannya. Ia juga takut kalau desa kucing oren nanti di serang lagi ia tidak ada di sana.


--


Beberapa jam kemudian..


"Wah apa tubuhmu sudah baik-baik saja?."


"Iya pemimpin! Tubuhku sudah pulih."


"Baguslah kalau begitu! Aku ada sedikit pertanyaan untukmu. Tolong jawab dengan jujur."


"Iya! Pemimpin ada apa?."


"Ini cairan apa?."


Terlihat Roren memperlihatkan sebuah botol yang berisikan sebuah cairan yang sudah tersisa setengah, ia menemukan cairan itu saat mengobati Lacky di saat ia pingsan akibat pertarungan.


"Itu-? Argh!!."


Tiba-tiba Lacky merasa sakit di kepalanya karena sedikit mengingat tentang dirinya saat mendapatkan cairan itu. Sebuah ucapan terdengar di kepalanya bahwa cairan itu adalah obat penyembuh. "Tolong berikan ini ketika dia sudah sadar." Suara wanita ketika ia memberikan cairan itu kepada Lacky namun ia tidak bisa mengingat wajah dari wanita itu.


"Tidak perlu memaksakannya terlebih dulu."


"Aku hanya sedikit mengingatnya bahwa itu adalah cairan penyembuhan yang pernah di berikan seseorang wanita kepadaku, tapi aku tidak ingat siapa yang memberikannya."


"Benarkah! Apakah ini bisa menyembuhkan penyakit istriku?."


"Aku tidak tahu! Aku tidak berani mengatakannya dan aku juga tidak mengingat apapun lagi."


"Ayah, jika itu benar-benar obat maka ibu akan sembuh!."


Cioren sedikit senang setelah mendengar bahwa cairan itu adalah sebuah obat penyembuh, mereka tidak tahu apapun tentang pengobatan. Mereka hanya merasa senang ketika mendengar ucapan Lacky yang memberikan mereka sedikit harapan.


"Tapi Cioren, jika itu bukan obat untuk ibu bagaimana?."


Vioren yang sedikit dewasa ia juga berpikir tidak semua obat dapat di berikan begitu saja kalau tidak tahu penyebabnya atau di derita oleh korban.


"Iya, benar kata Vioren! Aku juga tidak berani mengambil resikonya."


Lacky juga membantu meyakinkan mereka untuk tidak terburu-buru melakukan hal yang tidak ada kepastiannya dan bisa saja hal buruk akan terjadi.


"Tapi cairan ini sudah berkurang setengah! Berarti ini sudah di minum! Jadi ini bukan berbahaya!."


Roren sedikit yakin bahwa obat ini akan menyembuhkan istrinya, ini adalah harapan satu-satunya untuk bisa membuat istrinya kembali sehat seperti dulu.


"Tapi aku tidak ingat meminumnya jadi tolong pikirkan lagi untuk memberikannya kepada istrimu!."


"Aku percaya! Kamu sudah menyelamatkan istri dan anakku, kali ini aku tidak mau lagi melihat dia menderita seperti ini lagi. Sudah 5 tahun lamanya dia belum juga bangun, itu sama saja dia sudah mati. Lebih baik aku percaya meskipun harus mengambil resikonya."


"Baiklah jika itu kemauan pemimpin!."


"Ayah? Apa kamu yakin?."


Vioren tidak bisa membantahnya lagi karena ia juga berharap bisa bersama ibunya lagi. Cioren juga terlihat sedikit merasa sedih karena ia juga ingin keluarganya kembali seperti dulu.


"Iya, jika ayah membunuh ibumu tolong maafkan aku ya."


"Tidak akan itu terjadi ayah! Kau selalu jadi ayah terbaik kami."


"Baiklah kita akan ke kamarnya."


Mereka langsung saja menuju kamar di sebelah. Terlihat mereka juga gugup dan berharap obat ini benar-benar akan menyembuhkan ratu manusia kucing oren. Lacky juga sedikit memohon agar harapan itu benar-benar terwujud.


--


Roren berusaha memasukkan cairan itu kedalam mulut istrinya dengan perlahan. Ia juga terlihat memegangi tangannya begitu erat menunggu keajaiban muncul untuk keluarganya, tapi tidak ada sedikit reaksi apapun setelah cairan itu masuk ke mulut ratu.


"Apa ibu baik-baik saja?."


Cioren sedikit khawatir dengan keadaan ibunya yang belum bereaksi apapun setelah di berikan obat itu. Ia juga segera mengecek detak jantung ibunya untuk memastikannya bahwa ibunya masih hidup.


"Detak jantungnya masih ada! Tapi dia belum bangun juga? Apa obat ini tidak mempan?."


"Kita sudah berusaha! Penyakit ibu sangat parah jadi tidak mungkin obat biasa dapat menyembuhkannya."


Vioren sudah mulai berhenti berharap ia berjalan keluar kamar karena ia sadar penyakit ibunya sangatlah parah. Ia tahu harapannya ini hanyalah sia-sia saja, ia harus belajar menerima semuanya.


"Swuuuss!!."


"Kakak lihatlah!!."


Saat Vioren ingin pergi. Tiba-tiba sebuah cahaya oren keluar dari tubuh ibunya, sebuah cairan hitam juga mulai keluar dari tubuh ibunya. Jari-jari ibunya mulai bergerak-gerak membuat Cioren berteriak memanggil Vioren.


Bersambung...


Jangan Lupa di Like, Subscribe, dan Share. Oh iya Vote-nya juga. Agar Author Semakin Semangat Updatenya. Makasih.