
Berita yang menggemparkan berasal dari kota Kemuning ini membuat beberapa orang sangat was-was dengan apa yang menimpa diri Ronggur.
Bagi sebagian orang, ini adalah peperangan antar mafia karena mereka tau seperti apa dunia yang di geluti oleh Jordan ini.
Tapi hal itu tidak berlaku bagi Birong, Togar Beni beserta antek-anteknya dan juga Lalah.
Mereka sangat hafal sekali dengan metode pembunuhan seperti ini.
Dengan menyertakan sapi tangan bernoda darah saja, mereka sudah tau siapa pelakunya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Black Cat.
Sementara Lalah sendiri, yang mengkhawatirkan putrinya yang masih berada di Dolok ginjang tidak senang duduk untuk saat ini.
Sepanjang pagi itu dia terus gelisah. Gelisah andai Jordan menuntut balas atas kematian putranya kepada anak buah Tigor mengingat bahwa selama ini Black Cat adalah salah satu dari anak buah Tigor dan Martin. Itu yang selama ini diketahui oleh Lalah.
Karena terlalu khawatir, dia memilih mengajak Roger dan Sudung untuk berangkat menempuh perjalanan lima belas jam dari Dolok ginjang menuju ke kota Kemuning untuk menjemput Wulan.
Walaupun Tigor dengan jelas mengatakan kepadanya bahwa Wulan baik-baik saja di kota Kemuning, namun itu tidak cukup untuk membuat hati Lalah tenang.
Tigor juga berjanji akan mengantar Wulan besok ke Dolok ginjang. Namun tetap juga Lalah merasa khawatir.
Tigor yang merasa mati kutu karena Lalah tidak mempercayai nya hanya bisa mengangkat pundaknya saja.
"Terserah kau saja lah Lalah!" Kata Tigor dalam hati.
Baru saja Tigor ingin keluar dari rumah, ponselnya kini berdering.
Dengan terus berjalan menuju ke mobil, Tigor pun mengeluarkan ponsel nya dan langsung menjawab panggilan yang datang dari Riko tersebut.
"Halo Tuan Riko." Kata Tigor begitu panggilan telepon itu terhubung.
"Tuan Tigor. Segeralah datang ke lokasi proyek. Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan."
"Maaf kalau boleh tau, apa itu Tuan?" Tanya Tigor penasaran.
"Kau ingat kata-kata ku tadi malam tentang tawaran yang akan datang dari Tuan muda kami?" Tanya Riko.
"Ingat Tuan. Lalu?"
"Kau datang saja kemari. Tidak nyaman berbicara melalui sambungan telepon." Kata Riko dan langsung mengakhiri panggilan.
Setelah panggilan itu berakhir, Tigor langsung memasuki mobilnya dan langsung tancap gas menuju ke lokasi proyek.
Tiba di lokasi proyek, Tigor langsung berhenti di depan kantor sementara di lokasi konstruksi ini itu dan langsung menemui Riko.
"Selamat pagi Tuan Riko, Tuan Ryan dan Tuan Daniel." Kata Tigor menyapa ketiga orang asing dari Starhill itu.
"Selamat pagi kembali untuk anda Tuan Tigor. Silahkan duduk!" Kata Mereka mempersilahkan.
"Terimakasih." Jawab Tigor lalu mulai duduk.
"Begini Tuan Tigor. Tuan muda kami telah kembali ke Metro City karena telah mengetahui bahwa musuhnya yang selama ini melarikan diri ke Macau sudah kembali ke MegaTown. Dengan begitu, dia meminta kepada ku untuk memberikan tawaran pekerjaan dengan imbalan yang besar." Kata Riko memulai percakapan di antara mereka.
"Pekerjaan apa yang Tuan muda anda inginkan Tuan Riko?" Tanya Tigor.
"Tuan muda kami ingin memakai jasa anda untuk menyingkirkan seseorang yang sangat berbahaya bagi perusahaannya. Dengan itu, kami selalu bawahannya yang kebetulan berada di kota ini di pinta untuk menyampaikan penawaran ini langsung kepada anda."
"Apakah orang-orang Dragon empire tidak ada yang mampu melakukannya Tuan?" Tanya Tigor.
Jujur saja bahwa Tigor sangat tertarik untuk menerima tawaran itu. Dengan begini, dia bisa lebih meluaskan lagi pergaulan nya dengan orang-orang elite dari negara luar.
Tapi Tigor sadar akan resiko yang kemungkinan besar akan dia hadapi. Oleh karena itu, dia langsung menanyakan mengapa bukan orang dari Dragon empire saja yang melakukannya.
"Orang-orang dari Dragon empire lebih dari mampu, Tuan Tigor. Bahkan untuk menghancurkan satu kota pun bukan hal yang sulit. Tapi kali ini berbeda. Ada beberapa pertimbangan yang harus mereka rundingkan sehingga tercetusnya Ide untuk menggunakan jasa dari orang luar negri. Dengan begini, pihak penegak hukum tidak bisa menyalahkan Tuan muda kami beserta organisasi nya karena tidak ada bukti yang kuat untuk mencurigai kami." Kata Riko menjelaskan.
"Jika anda setuju, maka besok pagi anda bisa berangkat. Tentukan lokasinya, maka orang-orang yang sudah kami atur di Metro City akan menjemput anda. Bagaimana?" Tanya Riko lagi.
"Hmmm. Sangat menarik. Lalu apa yang harus aku lakukan? Maksud ku, metode seperti apa yang Tuan muda anda inginkan?" Tanya Tigor.
"Saat ini di Metro City, sedang sibuk untuk mengadakan pesta pemilihan kepala daerah. Diketahui oleh mata-mata yang dikirim oleh Tuan muda kami, bahwa musuhnya ini akan melobi pemimpin calon daerah pemimpin daerah tersebut. Anda cukup membunuh target dan meninggalkan jejak. Buatlah seolah-olah itu adalah tindakan dari orang yang dia janjikan untuk dia dukung. Pokoknya, semua sudah di atur oleh tuan muda kami. Anda tinggal melakukannya saja dan dukungan penuh akan diberikan kepada anda. Setelah misi Anda berhasil, maka anda akan mendapatkan bayaran yang sangat besar dan akan di antar kembali ke sini secepatnya." Kata Riko menjelaskan.
"Apakah hanya aku saja yang berangkat?" Tanya Tigor.
"Benar. Jangan membawa ramai orang. Dan bila perlu, rahasiakan keberangkatan anda ini agar musuh-musuh anda mengira bahwa anda masih berada di kota Kemuning. Dengan begitu, tidak akan ada yang berani coba-coba mengusik lahan bisnis anda." Kata Ryan pula.
"Sebaiknya anda cari alasan yang tepat untuk mengelabui lawan dan kawan anda. Anda harus meninggalkan Kota Kemuning ini. Namun dengan alasan yang tepat." Kata Ryan lagi.
"Untuk alasan, aku sudah menemukannya. Malam ini, sahabat bos ku akan tiba di kota Kemuning ini untuk menjemput putrinya. Ini bisa aku gunakan sebagai alasan untuk meninggalkan kota Kemuning dengan alasan bahwa aku akan mengawal mereka secara langsung sampai ke kota Tasik Putri. Setelah tiba di kota Tasik Putri, aku akan langsung bergerak ke kampung Kuala Nipah dan akan menunggu orang yang akan menjemput ku." Kata Tigor.
"Kuala Nipah. Baiklah. Jika begitu, saya akan menyampaikan nama kampung ini kepada Tuan muda kami. Dengan begitu, ini akan mempermudah mereka untuk menunggu anda di lokasi yang sudah di tetapkan." Kata Riko.
"Katakan kepada orang yang di utus untuk menungguku di pantai berlumpur berdekatan dengan hutan bakau. Lokasi nya jika dari sana tepat di sebelah kiri. Karena jika mereka mendarat di pinggir pantai depan perkampungan, hal itu akan menarik perhatian penduduk setempat." Kata Tigor.
"Baik. Jika begitu, mari kita buat kesepakatan!" Kata Riko sambil mengulurkan tangannya.
Tigor menyambut uluran tangan itu lalu menyalami mereka satu per satu.