
Malam setelah pertemuan dengan Wulan dan Debora, Tigor sengaja membawa Mirna kembali ke perumahan Staf melewati lokasi proyek miliknya di kota Kemuning ini.
Kali ini Tigor tidak banyak bicara. Dia tampak sangat fokus memandang ke arah pintu pagar seng yang terlihat sedikit renggang.
Tigor yang merasakan tidak enak di dalam hatinya mulai berfikir pasti ada yang tidak beres.
Kecepatan kendaraannya pun semakin diperlambat dan dengan sangat seksama memperhatikan di samping pagar seng yang tidak terjangkau cahaya lampu, samar-samar dia melihat ada tersembunyi kendaraan roda dua dalam jumlah yang banyak.
Jantung Tigor kian berdetak kencang ketika hampir melewati jalan tepat di dekat pintu pagar itu, dia melihat sedang terjadi perkelahian dan ada beberapa alat berat yang sudah terbakar.
Mengetahui ada yang tidak beres, Tigor segera memutar arah mobilnya mencari tempat yang agak terlindung lalu berhenti di sana.
Mirna yang merasa heran pun bertanya mengapa Tigor memarkir mobilnya di area yang gelap dan tersembunyi.
"Kau tunggu di sini Mirna. Ada sesuatu yang tidak beres di sana." Kata Tigor buru-buru menanggalkan pakaiannya membuat Mirna memalingkan wajah.
Kali ini fikiran Mirna mulai jelek terhadap Tigor.
Dia menduga bahwa Tigor ingin memperkosanya di dalam kegelapan itu.
"Jika ingin melakukan itu, bukankah bisa di rumah. Dulu juga aku telah pasrah. Namun dia menolak dengan kasar. Apakah Tigor ini orang yang munafik?" Batin Mirna dalam hati.
Kini Tigor telah selesai membuka baju serta celana miliknya, dan tampaklah pakaian hitam-hitam ketat kini menempel di tubuhnya.
Sebelum keluar dari mobil, Tigor segera memeriksa sesuatu di pinggangnya dan setelah memastikan semuanya lengkap, dia lalu mengenakan topeng kucing berwarna hitam pekat lalu keluar dari dalam mobil tersebut.
Mirna, yang sejak tadi sudah berfikiran buruk merasa heran mengapa Tigor tidak menyentuhnya.
Dengan sedikit takut-takut, dia melirik ke arah Tigor yang hendak keluar dari dalam mobil.
Duaaaar...!
Bagai di sambar petir.
Mirna mendadak menjadi bisu begitu melihat sosok hitam dengan topeng kucing baru saja keluar dari mobil lalu melesat cepat ke arah pintu pagar seng lokasi proyek tersebut.
"Kau...!" Hanya Itu yang keluar dari mulut Mirna setelah melihat sosok serba hitam itu telah melesat pergi.
Kini Mirna hanya mampu melihat onggokan pakaian Jas serta dasi milik Tigor berserakan di kursi tempat duduk sopir.
"Berarti selama ini aku telah bersama dengan orang yang selalu aku rindukan?" Kata Mirna dalam hati.
Dia selama terus-terusan mengatakan pasrah tapi tak rela kepada Tigor andai Tigor ingin melakukan sesuatu terhadapnya.
Baginya dirinya telah dimiliki oleh Tigor semenjak Tigor menebus dirinya kepada Monang untuk dibayarkan kepada Marven.
Sungguh tidak disangka bahwa Black Cat yang dia rindukan ternyata adalah Tigor dan Tigor adalah Black Cat.
Dia mencintai sosok lain dari diri Tigor.
Andai dia tahu sejak awal, sudah pasti dia akan rela dan pasrah.
*********
Sementara itu sosok hitam Black Cat alias Tigor telah melompat ke arah dalam lokasi proyek dan tanpa banyak bicara lagi langsung menerjang ke arah orang-orang yang bertarung itu.
Saat ini dia melihat satu sosok yang sangat dia kenal yaitu Ronggur sedang berusaha menyelinap melarikan diri setelah orang-orangnya berhasil dilumpuhkan oleh anggota Dragon empire yang berjumlah setengah dari anak buahnya.
Menyadari bahwa Ronggur ini tidak kapok-kapok juga, Black Cat langsung mengejar ke arah Ronggur dan langsung mengirim tendangan ke arah kaki membuat Ronggur jatuh mencium tanah.
"Kau tidak jera juga Ronggur. Mungkin hanya kematian saja yang bisa membungkam tindakan pengecut mu ini."
"B.., Black.., Black Cat." Kata Ronggur tergagap.
"Kau mau lari kemana? Apa kau kira aku tidak bisa menemukan mu. Dunia ini akan menjadi sempit bagimu ketika aku sudah menargetkan seseorang untuk menjadi korban ku." Kata Black Cat.
"Puiiih... Dasar kucing bangsat! Kau juga manusia seperti aku. Ayo kita bertarung sampai mati!" Kata Ronggur yang mencoba untuk menggertak Black Cat.
"Hahaha... Justru itu yang aku mau. Bangun kau Ronggur! Jangan sampai kau mati membawa penyesalan karena tidak melawan." Kata Black Cat sangat dingin.
Ronggur yang sudah tidak memiliki pilihan lain pun akhirnya bangun juga dan mulai bersiap-siap melakukan perlawanan.
Baginya melawan atau tidak, pasti akan babak belur juga. Oleh karena itu, maka dia harus melawan sebagai seorang laki-laki.
"Kau..!"
Wuzzzz....!
Sembari bangun, Ronggur sudah terlebih dahulu menggenggam pasir dan melemparkannya ke arah Wajah Black Cat.
Beruntung tingkat kewaspadaan Black Cat sangat tinggi sehingga dia tidak cedera karena segera memejamkan matanya. Namun dia tidak luput juga menerima tendangan di perutnya dari serangan susulan yang dilakukan oleh Ronggur.
"Huhg....!"
Tampak Black Cat tersurut beberapa langkah kebelakang akibat dari tendangan itu.
"Hmmm... Boleh juga. Selain licik, kau juga sangat pengecut dan culas. Sekarang ayo!" Kata Black sambil memasang kuda-kuda.
"Hahaha... Ternyata nama kondang mu hanya omong kosong belaka. Ayo sini serang aku!" Kata Ronggur yang mulai bersemangat karena mampu menyarangkan sebuah tendangan ke perut Black Cat.
"Baik sekarang terima ini." Kata Black Cat lalu...,
Wuzzz...
Plak...!
"Argh....!" Pekik Ronggur akibat menangkis pukulan Black Cat.
"Tulang mu belum cukup kuat. Mengapa sudah turun gunung?" Kata Black Cat yang langsung mengirim tendangan.
Melihat tendangan itu, Ronggur tidak berani menangkis. Dia segera merunduk kan badannya untuk menghindar. Namun siapa sangka bahwa tendangan itu hanya tipuan. Karena begitu Ronggur menunduk, Black Cat langsung menarik kakinya dan dengan tumit, dia menghantam tepat di punggung Ronggur membuatnya kembali terjatuh mencium tanah.
"Puih... Bedebah kau Black Cat!"
"Paus-paus kan lah memaki. Orang yang sudah di ambang maut harus diberi kebebasan." Kata Black Cat sambil meraba kepala ikat pinggangnya dan kini tampak ditangan Black Cat tergenggam sebilah pedang yang sangat tipis dan lentur.
"Kau... Kau. Mau apa kau hah?" Teriak Ronggur sambil beringsut.
"Maaf. Aku tidak mau membuat panjang urusan." Kata Black Cat lalu,
Craaas....!
Blug...!
Tampak sesuatu terjatuh ke tanah dan menggelinding disertai cairan berwarna merah dan berbau amis.
"Kau ini di kasih hati malah minta jantung." Kata Black Cat sambil mengeluarkan kain putih di saku nya dan menyeka cairan merah di bilah pedangnya sebelum menyarungkannya kembali kemudian melilitkan di pinggang nya.
Tamat sudah riwayat Ronggur yang terus menerus meresahkan Tigor di lokasi proyek miliknya itu.
Setelah itu, Black Cat pun menghampiri Daniel, Ryan dan Riko yang sudah berada di lokasi kejadian.
"Apakah ada korban Jiwa?" Tanya Black Cat.
"Tidak ada korban jiwa. Hanya ada satu alat berat yang terbakar. Karena begitu mengetahui ada penyusup, semua yang berjaga langsung melakukan penyergapan." Jawab Riko.
"Kemana perginya Tuan Arslan, Herey dan Black serta David?" Tanya Black Cat.
"Mereka kembali ke Metro City. Karena mendapat perintah untuk kembali oleh Tuan muda kami." Jawab Daniel.
"Tuan Tigor. Apakah anda nyaman dengan topeng anda itu. Buka lah agar kita bisa bicara santai." Kata Ryan.
Bagai disambar petir. Black Cat kini langsung salah tingkah karena penyamarannya terbongkar oleh Ryan.
Bertahun-tahun hidup bersama dengan anak buah dan sahabatnya, namun tidak ada yang dapat membongkar identitas nya. Kali ini dengan Ryan yang baru saja beberapa hari, pemuda dari Starhill itu langsung mampu mengungkap identitas nya.
"Mengapa kau heran Tuan Tigor? Tidak ada rahasia yang tidak bisa aku ungkap dan memang itu keahlian ku. Aku tidak pandai bertarung karena aku adalah jendral strategi di sisi Tuan muda kami. Tapi jika anda tidak nyaman, maka saya akan diam." Kata Ryan.
"Baik. Aku menyerah." Kata Black Cat dan langsung mengangkat tangannya.
"Hahaha... Gaya bertarung mu boleh juga. Dan yang terpenting nafsu membunuh mu juga tinggi. Suatu saat kau harus bersedia untuk mengemban misi dari ketua sekaligus Tuan muda kami." Kata Riko.
"Apakah dia Jerry William itu?" Tanya Black Cat.
"Benar. Dia nyaris memiliki segalanya. Namun sangat rendah hati. Saat ini dia sedang mengatur rencana untuk menyingkirkan lawan yang terus-menerus mengganggu perusahaan miliknya. Sebagai seorang yang berkuasa, tidak mungkin dia mengotori tangan hanya dengan membunuh sampah. Aku akan merekomendasikan mu. Masalah bayaran, apakah kau pernah memegang uang sebanyak tiga ratus juta dollar?" Tanya Riko.
"Tidak. Tidak pernah." Jawab Black Cat.
"Kau akan merasakannya sobat. Jika kau mampu, maka kesempatan untuk berbisnis dengan Dragon empire akan terbuka lebar. Kau akan menjadi orang terkaya di provinsi ini." Kata Riko lagi.
"Sangat menggiurkan. Aku tunggu kabar baiknya." Kata Black Cat.
"Bagus!" Jawab Riko sambil tersenyum.
"Aku permisi dulu. Nanti jika ada anak buah ku kemari, tolong berikan saputangan bernoda darah ini kepadanya dan katakan untuk mengirim sapu tangan ini ke rumah Jordan." Kata Black Cat sambil memberikan sapu tangan bekas darah Ronggur kepada Riko.
"Baiklah. Hati-hati di jalan!" Kata Riko sambil tersenyum.
Setelah memberi hormat kepada ketiga pemuda itu, Black Cat pun langsung berlalu sambil mengeluarkan ponsel spesial Black Cat nya.
"Monang! Kau bawa anak buah kita dan berangkat sekarang juga ke lokasi proyek. Di sana ada kejadian, tapi sudah beres. Kau kirim kepala Ronggur ke rumah Jordan dan untuk anak buahnya, kalian mampusin saja. Lalu hilangkan jejak!" Kata Black Cat mengirim pesan suara kepada Monang.