BLACK CAT

BLACK CAT
Anak buah Tigor ke rumah Jordan



Serombongan lelaki berpakaian hitam turun dari lima unit mini bus tepat di depan sebuah rumah di kawasan komunitas elite di kota Kemuning ini.


Dari dalam mini bus itu tampak mereka sedang menyeret beberapa sosok tubuh lalu melemparkannya tepat di depan rumah besar itu membuat semua orang yang berada di depan dan di dalam rumah itu menjadi geger


"Hei. Apa maksud kalian dengan semua ini?" Tanya salah seorang dari pengawal rumah itu.


"Bro, katakan kepada Jordan untuk membuat kandang yang lebih baik untuk monyet-monyet peliharaan nya ini agar tidak lepas dan mengacau ke rumah orang lain. Ingat itu Bro! Katakan kepada Jordan bahwa kami masih sangat bertoleransi. Jika kejadian ini terulang sekali lagi, maka mayat mereka yang akan kami kirim ke mari." Kata seorang pemuda memberi peringatan.


"Maaf kalau boleh tau, dengan siapa saya berbicara saat ini?" Tanya pengawal itu.


"Kedatangan ku kemari bukan untuk beramah-tamah. Sampaikan saja pesan ku ini. Oh ya. Jika kau ingin tau, kami ini adalah anak buah Tigor dari gang kucing hitam." Kata Pemuda itu lalu memerintahkan kepada yang lainnya untuk kembali masuk ke dalam mini bus.


Tidak lama kemudian, rombongan lelaki yang mengaku anggota geng kucing hitam itu pun meninggalkan depan halaman rumah besar milik Jordan itu.


Baru saja rombongan itu pergi, kini dari dalam keluar seorang lelaki setengah baya yang langsung bertanya kepada pengawal.


"Apa-apaan ini? Siapa tadi yang datang itu?" Tanya Lelaki setengah baya itu.


"Mereka mengaku sebagai anak buah Tigor Bos. Mereka mengirim orang-orang ini yang semuanya dalam keadaan pingsan." Jawab sang pengawal.


"Buka pintu pagar ini! Lihat siapa mereka ini!" Kata lelaki setengah baya itu.


Begitu mendapat perintah, pengawal tadi langsung membuka pintu pagar dan bersama beberapa orang langsung memeriksa orang-orang yang tadi di lemparkan oleh anggota geng kucing hitam.


Satu persatu dari mereka di periksa sampai lah pada seorang pemuda yang membuat mereka sangat terkejut.


"Ronggur?!" Kata mereka berbarengan.


"Apa? Ronggur?" Tanya lelaki setengah baya tadi yang langsung meluruk kearah pengawal.


Begitu melihat siapa yang tergeletak tidak sadarkan diri itu, lelaki setengah baya tadi langsung memeluk tubuh pemuda yang dikenal dengan nama Ronggur itu dan berteriak histeris.


"Panggil Ambulance! Ayo cepat panggil Ambulance!" Teriak lelaki itu.


Salah seorang dari pengawal itu langsung mengeluarkan ponselnya dan mulai melakukan panggilan.


Tak lama setelah itu satu unit Ambulance pun tiba.


Karena hanya satu unit saja, maka yang lainnya terpaksa di bawa dengan menggunakan kendaraan pribadi dan kesemua mereka yang terlibat pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan intensif.


*********


Berita tentang Ronggur dan anak buahnya yang babak belur dihajar tepat di lokasi proyek milik Tigor itu kembali menyita perhatian orang-orang yang terlibat di dalam organisasi.


Mereka tidak menyangka bahwa Ronggur, sang putra daerah bisa dibuat babak belur oleh Tigor.


Hal ini menunjukkan bahwa Tigor dan proyek bangunan miliknya ini benar-benar tidak bisa di usik apa lagi di ganggu gugat.


Terbukti bahwa Tigor sama sekali tidak memberi wajah kepada Ronggur. Padahal semua orang tau bahwa Ronggur ini adalah anak Jordan ketua mafia di kota Kemuning.


"Tigor ini benar-benar sudah tidak bisa di anggap enteng. Entah apa yang dia makan sampai-sampai urat takutnya benar-benar sudah putus." Kata Togar.


"Jangan salah bang Togar! Ini pasti bukan pekerjaan Tigor. Jika ini adalah pekerjaan Tigor, aku yakin Ronggur sudah mati mengingat ada Black Cat di sisinya." Kata Tumpal.


"Jadi maksud mu adalah?"


"Ini pasti pekerjaan perusahaan konstruksi itu bang. Beda geng besar yang sudah berpengalaman dengan sesama kita yang memiliki geng lokal seperti ini. Mereka tidak akan membunuh jika tidak benar-benar bisa menghasilkan keuntungan." Kata Tumpal.


"Kau sepertinya sangat Arif soal mereka ini Tumpal?" Tanya Birong.


"Ketua jangan lupa siapa yang membangun kawasan gersang bukit batu hitam ini dulu. Siapa yang menjadikan kawasan bukit batu ini menjadi seelite ini? Perusahaan yang sama bang! Hanya beda generasi saja. Apa abg ingat dulu seperti apa mereka tiba di sini? Persis seperti angkatan yang siap perang." Kata Tumpal mengingatkan lagi Birong tentang sebuah perusahaan yang dulu menyulap kawasan tandus bukit batu ini menjadi perumahan kelas atas yang paling elite diantara empat kota lainnya.


Bahkan, Kompleks elite Tasik Putri pun kalah jauh jika dibandingkan dengan bukit batunya Kota Batu ini.


"Benar juga kata mu. Mengapa aku baru ingat? Wilson kan namanya dulu itu? Dari Metro City dan Starhill juga kan dulu?" Tanya Birong.


"Betul bang. Makanya itu aku bahkan sudah memberi peringatan kepada Ronggur agar jangan gegabah. Tapi, yah seperti kata pepatah. Mencoba adalah pengalaman. Walaupun itu pengalaman buruk, mau bagaimana lagi. Nikmati saja. Bandel banget sih jadi orang." Kata Tumpal.


"Hmmm... Lupakan soal proyek milik Tigor itu. Fokus kita jangan terpecah. Daripada kita sibuk membagi perhatian terhadap proyek nya si Tigor ini, lebih baik kita fokus kepada rencana mengkudeta Martin dan jadikan Marven sebagai pemimpin boneka." Kata Birong.


"Dari awal aku memang maunya seperti itu bang. Tapi lagi-lagi Beni ini yang seperti cacing kepanasan kalau mendengar berita tentang kesuksesan Tigor."


"Sama seperti Beni. Aku juga sama. Aku bahkan sejak dulu sudah melacak siapa sebenarnya Tigor ini. Dia adalah anak dari kapten Bonar. Kau ingat seorang kapten polisi yang terbunuh sekitar sembilan tahun yang lalu?"


"Ingat bang." Jawab Tumpal.


"Aku sangat yakin kalau Tigor ini adalah anak nya si Bonar itu. Aku yakin dia sengaja menyembunyikan keberadaan adiknya agar dia bisa bergerak leluasa. Terus terang saja bahwa aku saat ini masih buntu untuk menghadapi anak itu. Hal ini karena nama geng tengkorak sudah rusak Dimata para mitra bisnis. Ini adalah gara-gara Mister Chan yang memperburuk keadaan. Makanya aku setuju untuk mengangkat Marven sebagai ketua dan menggulingkan Martin. Ini karena aku bisa kembali lagi ke organisasi lama ku dan menggunakan nama baik kucing hitam untuk urusan transaksi bisnis kita." Kata Birong.


"Semua kekacauan ini berawal dari Tigor dan Martin. Jika kejadian perampok di bangunan tua itu tidak terjadi, kekuatan geng tengkorak dan nama baiknya tidak akan menjadi cacat seperti ini."


"Banyak sangat kerugian yang ditimbulkan oleh Tigor semenjak dia direkrut ke dalam organisasi kucing hitam. Hanya dia sendirian saja bisa membuat kita babak belur." Kata Togar.


"Sebenarnya Tigor ini tidak pandai berkelahi. Dia tidak kuat. Lihat saja tampangnya yang lemah dan manja itu. Tapi otak anak itu sangat licik. Dia bisa mempengaruhi siapa saja orang yang berada di sekitar nya. Itu lah hebatnya dia." Kata Tumpal.