VARSHA

VARSHA
Chapter 4. incident



^^^"perkenalan kita bagai mimpi"^^^


'' huftt untung aku tepat waktu'' gumam ku.


Sebelum memasuki ruangan Departmen desain


Setelah sampai di dalam ruangan departemen Desain aku lihat sudah ramai dan kemudian aku langsung menuju ke ruangan Kepala Departmen desain.


Sesampainya di sana aku melihat ada tiga orang perempuan dan satu laki laki.


'' kamu pasti Haira'' ucap seorang perempuan yang sepertinya dia adalah kepala department ini.


'' Iya bu, benar sekali'' jawabku


'' baiklah karena sudah komplit, pertama saya akan memperkenalkan nama saya. Perkenalkan nama saya Bu vera, nama panjang saya bisa kalian lihat di meja. Kemudian saya akan memasukan kalian kedalam Tim-Tim saya'' ucap bu Vera menerangkan.


Setelah itu bu vera menelfon seseorang dengan mengunakan intercom berbentuk telfon yang ada di meja.


Tak lama setelah itu aku melihat 3 orang laki laki masuk ruangan ini. Ketiga orang itu masuk dan di iringi bu vera berdiri.


''ku kira kalian bertiga sudah bisa menebak apa yang akan aku lakukan.'' Ujar bu vera kepada ketiga orang yang berdiri di depan kami.


Ketiga orang itu pun langusng menganguk


'' baiklah ku perkenalkan mereka kepada kalian. Angela, Raya, Aiden, dan Haira. Di depan kalian adalah leader dari tiga tim yang saya bentuk.''


''Iqbal adalah leader Tim 1, Iqbal Angela akan menjadi anggota tim mu'' ucap bu vera


'' kemudian, Saga adalah leader Tim 2, Raya kamu akan masuk ke tim nya saga''


'' yang terakhir Aldi, leader Tim 3, Haira dan Aiden akan masuk ke tim mu Aldi, anggota mu yang paling sedikit semoga dengan ini bisa memudahkan kalian'' ucap bu vera. Ketiga orang itu tampaknya sudah paham.


'' baiklah, selamat bergabung kedalam tim desain , Aiden, Angela, Haira dan Raya'' ucap bu Vera di Iringi senyuman.


Setelahnya, kami di beri sebuah kartu akses yang di gantung di leher ini juga berguna untuk Absen. Kemudian kami mengikuti Leader kami kedalam ruangan tempat kami akan tempati untuk bekerja.


\=\=\=\=\=\=


Pagi ini aku merasa sangat sial, biasanya aku akan datang dia atas jam 07.30 tetapi aku sedikit ketiduran dan sampai ke kantor sekitar jam setengah delapan lewat. Aku yang sedang menunggu lift di lobi dan entah kenapa lama sekali rasaanya.


''tinggggg' bunyi nyaring lift itu terbuka tak lama aku pun masuk kedalam lift itu.


'' tunggu tungguuu, tolong tahan lift itu sebentar. '' teriak seorang perempuan yan agak berisi. Namun aku tak menahannya


'' tunggu tahan pintu lift nya tolong, God Damn it I lose that lift'' umpatnya, oh tentu saja aku mendengar semua yang di ucapkan


'' he is so shitty'' aku tersenyum mendengar umpatan perempuan entah kenapa aku rasanya ingin menjahilinya.


Aku tak menekan nomor lift yang akan ku tuju melainkan aku membuka pintu lift. Ku lihat wajah terkejutnya, rasa nya ingin aku tertawa melihatnya.


Ohhh god, what happened with me.


Aku melihat perempuan itu dengan diam kulirik perempuan itu sebentar dan langsung menekan nomor lift.


Selama lift itu berjalan tak terjadi pembicaraan sampai perempuan itu, melenyapkan keheningan ini.


'' maaf tadi saya memaki anda, saya tadi hanya kesal karena anda tidak menahan pintu lift nya untuk saya. Sekali saya minta maaf'' ucap perempuan itu dengan sungguh sungguh.


Aku tak mau membalasnya, aku merasa itu tak penting ku lirik ia sebentar.


Kemudian tak lama setelah itu lift ini berdeting dan pintu sudah terbuka aku langusung keluar menuju ruangan ku.


Namun aku merasa aneh kenapa perempuan ini mengikuti kuterus. Mungkin dia mengikuti karena ingin dekat dengan ku sepeti perempuan lain.


Merepotkan, kenapa perempuan selalu menilai dari penamilan dan fisik.


'' kenapa kau mengikuti ku'' ucapku sambil mengatikan langkah ku. Aku merasakan dia menabrak punggungku.


'' eh, eh, maaf pak saya mencari department desain.'' Ucapnya sedikit terbata bata


Aku melihat gadis itu seakan tak percaya, mungkin itu tak tik nya untuk mendekatiku. Aku menujuk salah satu ruangan yang merupakan ruangan desain


'' terima kasih pak'' ucap perempuan itu


'' Perempuan aneh''


Aku masuk kedalam ruangan ku dan duduk di meja kerja ku dan langusng membuka komputer dan membuka website yang ku buat beberapa hari lalu dan melihatnya apakah ada kecacatan atau hal yang lainnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


'' tokkkk, tokkkkk, tokkkk''


Aku menoleh kearah pintu dan kulihat ada salah satu teman ku bagian teknisi.


'' kenapa'' ucap ku


'' eh El, elo bisa ke gudang gak ambil beberapa barang. Gue mau betulin komputer di lantai 5. Susah bulak balik kelantai 1 ke 4.'' Ucap nya.


aku yang mendengar nya hanya mengangguk setuju.


'' oke sip, makasih ya el. Gue pergi dulu''


Aku meninggal kan program yang akan ku perbaiki dan langusung menuju ke gudang di lantai satu.


Sesampainya di sana aku melihat perempuan yang tadi di lift sedang berdiri diatas kursi seperti sedang menggapai sesuatu yang tinggi.


Aku heran kenapa dia tidak minta bantuan temannya. Kursi itu sudah goyang dia bisa jatuh.


'' Heiiii, kenapa kau...'' aku belum sempat menegur gadis itu dia malah hampir jatuh.


Aku berlari ingin menangkapnya karena refleks. Aku menangkap nya, sialan apa yang sebenarnya yang aku lakukan.


Posisi kami ini sedikit ambigu, gadis ini menimpa ku yang setengah berbaring. dan terduduk di atas ku dan tentu saja badan nya ambruk menimpa ku.


Muka kami sangat dekat sehingga aku bisa merasakan nafasnya dan wangi perempuan ini. Aku berusaha bangkit, namun saat aku mengeser tangan ku. Aku menyenggol pergelangan tangan yang menjadi penopang badannya.


Perempuan itu oleng dan wajahnya atau lebih tepatnya bibirnya mengenai pipi yang tak jauh dari bibir ku. Tangan kiri ku yang memang dari tadi menopang pinggang nya malah refleks seperti memeluk pinggangnya.


Sialan jika ada yang melihatnya pasti akan kacau. Aku langsung mendorong pelan tubuh perempuan yang di atasku kami berdua pun berdiri.


''maaf pak, saya gak tau kalau kursinya rusak saya ingin mengambil peralatan yang ada di rak paling atas itu. ku lihat ada beberapa peralatan untuk pemotretan di sana, tanpa di suruh aku langsung megambilkan untuk perempuan ini.


Setelah mengambilnya aku langsung memberikan nya kepada gadis itu. lagi lagi aku terheran heran kenapa gadis ini membawa banyak barang sedirian. Mana mungkin seorang perempuan memabawa barang sebanyak ini sendiri.


'' teman mu mana kenapa membawa barang sebanyak ini sendirian.'' Ucap ku sambil membantu membawakannya.


'' teman ku pergi ke WC sebentar. Sudah lebih dari 15 menit tapi tak kembali jadi dari pada kelamaan ku ambil dan bawa sendiri aja, ahh Terimaksih sudah menolong ku tadi'' balasnya dengan senyuman.


Perempuan ini bodoh apa gimana temannya sudah pasti pergi meninggalkan nya. aku melirik dan menyelaraskan jalan ku dengan gadis ini. Ku lihat dengan teliti. Wajahnya cantik juga.


Tidak hanya wajah rambutnya seperti terikat dan sedikit bergelombang sangat menarik.


'' cantikk'' gumam ku tanpa sadar Tidak kenapa aku aghhhh


'' yaaaa?'' Tanya gadis itu.


sial pasti dia mendengarnya'' ahh saya lupa memperkenalkan diri, nama saya Haira Asrha anak magang bagian Desain, anda bisa memanggil saya Rara'' ucapnya dengan senyuman. Aku menganguk dan terpaku pada senyuman itu.


''Nama gue Azriel Gavin Ishan bagian teknisi, dan gak usah panggil gue Bapak lagi gue belom tua dan punya anak. '' ucap ku sedikit bercanda untuk menghilangak keteganan setelah kejadian yang membuat awkward tadi.


Aku mendengar dia terkekeh sedikit dan tersenyum aku menoleh kepadanya. Ku lihat senyuman nya itu lagi.


Cantik, sangat cantik saat ia tersenyum. Tak lama kemudian kami sampai ke ruangan Pemotretan.


Aku dan haira masuk kedalam di ikuti banyak pasang mata yang melihat kami. Aku membantunya menaruh barang barang ini ke tempat yang ia suruh.


'' terimakasih'' ucapnya di iringi senyum.


Aku hanya menganggukan kepala dan berjalan keluar. setelah keluar aku menuju ke gudang lagi saat itu aku meliat tempat kejadia kami hampir berciuman terputar di otak ku seperti kaset rusak.


Aku memegang pipi ku yang bersentuhan dengan bibirnya


'' menarik'' ucap ku dengan tersenyum.