VARSHA

VARSHA
Chapter 1 haira arsha



^^^"hujan itu bukan hanya membawa air. Terkadang kenangan indah dan buruk pun terjadi karena hujan "^^^


'' baik lah anak anak sampai disini dulu pembelajaran kita hari ini, Ingat bahwa kalian memiliki tugas untuk peremuan kita selanjutnya" ucap pak Bondan. Setelah mendengar itu pun aku bergegas mengemasi barang ku dan segara keluar dari kelas ini.


'' Haira Arsha. Ikut bapak keruangan sebentar" ujar pak Bondan saat akan keluar dari pintu.


'' Baik pak'' ucap ku sambil meringis pelan. '' Hadehhhh. Salah apa yah gue sama tuh orang, mana jarang banget mahasiswa di panggil dia kalo gak ada kasus'' ucapku dengan pelan.


Aku menelusuri lorong untuk menuju keruangan dosen saat itu aku melihat keluar dan tampak nya akan turun hujan


' Ya tuhan semoga Pak Bondan gak banyak omong saya gak bawa payung. Ya kali ujan ujanan' harap ku dalam hati.


Sesampainya diruangan Pak Bondan aku langsung mengetuk ruangan tersebut dan kemudian membuka nya secara perlahan.


'' ahhh. Haira masuk bapak mau ngomong beberapa hal dengan kamu."Ucap Bondan


'' baik pak '' jawab ku.


'' Jadi begini Haira bapak tau kamu adalah salah satu murid yang pintas sekaligus berbakat di jurusan DKV. Kemarin bapak dapat tawaran proposal untuk magang disalah satu perusahaan BUMN. Bapak harap kamu bisa mengambil itu'' terang pak Bondan


'' Aduh maaf pak, bapak telat seminggu kasi tau saya. Saya sudah kasi proposal magang saya sama Bu Lastri minggu lalu. Saya juga akan mulai Magang besok pak '' ucap ku berusaha menolak permintaan Pak Bondan .


'' Aduh saya telat yaa. Padahal saya sudah berjanji bahwa akan memasukan salah satu mahasiswa saya akan masuk ke sana. Gimana ya'' Tanya pak Bondan berusaha mencari solusi.


'' Gini aja pak, si Daffa kan sebelas duabelas sama saya. Kenapa gak masukin dia aja pak'' ucap ku memberi usul kepada pak Bondan.


'' bisa sih, tapi kamu tau kan kalo dia itu anak nya agak berandalan saya takut dia malah buat nama kampus kita buruk dimata perusahan mereka'' ucap pak bondan agak ragu.


'' menurut saya Daffa Emang berandalan tapi dia tau aturan kok pak. Apalagi beberapa kali dia sering ikut Lomba Desain dan juga beberapa kali menang. Saya rasa dia lebih cocok di sana dari pada saya'' terang ku berusaha membujuk pak Bondan.


'' Benar juga. Haira sekarang Bapak mau kamu panggil si Daffa sekarang. Soalnya saya juga mau pulang'' titah pak Bondan


'' eh ehh. Baiklah pak permisi " baik pak ucap ku sambil keluar dari ruangan itu.


'' emang gak ada Ahlak nya itu orang. Dia kira dia doang kali yak yang mau pulang'' gumam ku. Sambil lari menuju kekelas ku tadi.


Sesampainya di sana aku tak melihat Daffa.


'' Vannn. Vaniiiii'' teriak ku saat melihat punggung Vani di koridor dekat kelas.


'' Vaniiiii elu tau uu gak dimanahh Daffahhh.'' Ucap ku dengan nafas yang tersengal sengal akibat mengejar Vani.


'' Elo ngomong Apa sih Haira'' Tanya Vani melihat ku seperti ingin Mati ini.


'' Elohhh Liat Daffa Gakkkhhh. Hahhhh capek '' pungkas ku.


'' ohhhh. Kek nya dia kekantin sama teman nya. siapa ya, ohh si tono" ucap Vani. Lega mendengarnya, aku pun menetralkan nafas ku.


'' Thanks Van'' ucap ku lanjut berlari. Sesampainya di sana aku melihat mahluk yang sedang kucari.


'' Daffaaaaa'' Teriak kuuu. Teriakan ku mungkin akan menguncang seisi kantin.


Aku lannggsung menuju ke meja Daffa. Sesampai nya di sana Aku menyerobot minuman yang akan di minum si Daffa.


'' bagi dikit, capek gua cari elu kesana kemari'' ucap ku.


'' anjir minuman gua, woiii jan elu Habisin gua belum minum sama sekali''


'' Bomad'' hardikku kepadanya


''Ahhhh, elu di panggil pak Bondan sekarang. Mok bahas tentang program Magang, gua tau elu belum dapat perusahaan buat magang, jadi tadi gua saranin elu aja'' terang ku.


'' ohhh thanks Ra. Tonnn gua mok langsung pergi ke pak Bondan tolong bayarin makanan Gua'' teriak Daffa lanngsung ngacir ke ruangan dosen


'' Anjir gak ada Ahlaknya ya Elu . Haira bantuin gua bayar ini dong'' ucap tono


'' Aduh Sorry Tonn gua juga di pangiil keknya'' jawab ku sambil ngacir sama seperti Daffa.


'' Wahhh sialan emang kalian berdua'' teriak tono.


Aku tak memerdulikan teriakan tono dan berlari langsung keluar karena melihat rintik rintik air sudah jatuh.


Aku berlari menuju Halte Bus dan berharap hujan ini berhenti namun nyatanya bukan nya berhenti namun semakin deras.