VARSHA

VARSHA
SEASON 2 BAGIAN 43



"Jadi, ini toko bunga milik suami baru mamah?" tanya Laluna pada Zahra yang saat ini tengah berada beberapa meter di depan toko bunga.


Sejak tadi pagi Laluna meminta pada kakaknya untuk bertemu dengan suami baru sang ibu. Zahra yang sudah berusaha agar adiknya tidak ikut campur pun, kalah dan sekarang mereka ada di sana.


Bermodalkan kartu nama yang diberikan tempo hari itu, Zahra mencari keberadaan toko milik ayah tirinya. Berdasarkan dari arahan beberapa orang, keduanya tiba di tempat tujuan.


Toko byeol adalah toko bunga yang menjajakan bunga-bunga asli maupun palsu. Di sana juga terdapat layanan buket yang sudah tersohor ke mana-mana.


Zahra dan Laluna sejak tadi berdiri tidak jauh dari sana pun terus memandangi orang-orang berseliweran. Banyak para pria maupun wanita mengantri di toko tersebut.


Kedua kakak beradik itu terus memperhatikan dalam diam bagaimana pelayanan diberikan sang owner.


Sampai tidak lama berselang, seorang wanita paruh baya datang membawa putri kecil berumur tujuh tahun.


Wajah pria berusia empat puluh tahunan itu berubah ceria dan mengembangkan senyum senang, dengan cepat ia menggendong buah hatinya seraya menyapa sang istri.


Adegan bak di drama kolosal mengenai keluarga cemara terpampang nyata di depan mata.


Pemandangan tersebut menjadi cikal bakal seringaian hadir di wajah cantik Asia Zahra dan Laluna.


Mereka mendengus pelan seraya kompak melepaskan pandangan dari toko bunga menghindari hal tidak diinginkan.


"Jadi, mamah menikahi pria yang lebih muda darinya?" tanya Laluna berdecak pelan.


"Iya sepertinya begitu," balas Zahra memindai mereka lagi.


Kurang lebih satu jam lamanya mereka berada di sana, keduanya melihat sang ibu keluar toko.


Ia berjalan menjauh yang tidak terlepas dari dua pasang manik buah hatinya.


Lee Dong Hyuk yang mengantarkan sang istri di ambang pintu pun sadar akan keberadaan mereka. Ia berjalan mendekat mengejutkan Zahra serta Laluna.


"Benar itu kamu, Zahra. Kenapa diam di sini bukannya masuk saja ke toko?" kata Dong Hyuk membuat mereka terkesiap.


"Ah, ne," balas Zahra canggung.


"Kalau begitu, ayo," ajak Dong Hyuk lagi membuat Laluna maupun Zahra mengikutinya.


...***...


Sesampainya di dalam toko, Zahra dan Laluna memperhatikan ke sekitaran. Banyak sekali buket-buket menggantung di sana sini, aroma bunga seketika merebak ke indera penciuman mereka.


Kedua wanita itu duduk di tengah-tengah di kelilingi berbagai macam tanaman bunga. Di sekitar mereka juga ada tiga orang pekerja yang masih melayani beberapa pengunjung.


"Maaf, hari ini banyak sekali pengunjung. Ini minuman kalian," ujar Dong Hyuk menjajakan dua minuman dingin untuk tamu sekaligus anak tirinya.


Seraya memangku Young Mi, Dong Hyuk mendudukkan diri di hadapan mereka. Ia terus memperhatikannya dengan mengembangkan senyum ramah.


"Apa ini adikmu, Zahra?" tanyanya menarik atensi wanita berhijab tersebut.


"Ah, iya. Dia Laluna, adik kedua saya," balas Zahra tepat ke arah iris cokelat kecil di depannya.


"Laluna? Ah, jadi dia anak tiri keduaku, yah? Kenalkan Laluna, saya Lee Dong Hyuk, ayah tiri kalian," jelas Dong Hyuk ramah.


Mendapati hal tersebut, Laluna melirik kakaknya meminta penjelasan. Zahra hanya mengangguk membaca pikiran tersorot dari kedua mata sang adik.


"Beliau mengatakan... beliau adalah ayah tiri kita dan namanya Lee Dong Hyuk," jelas Zahra menerjemahkan apa yang disampaikan pria di hadapannya.


Laluna pun mengangguk lalu membalas menggunakan bahasa internasional.


"Em, nice too meet you. I'm Laluna," katanya.


Dong Hyuk mengangguk masih dengan mengembangkan senyum lembut.


Namun, ia berpikir sebaliknya, sebab tidak mungkin pria lebih muda seperti Dong Hyuk mau dengan ibunya yang jelas-jelas sudah berumur.


"Young Mi, mereka ini adalah kedua kakakmu. Sebenarnya, kamu mempunyai empat orang kakak, apa kamu senang, Sayang?" tanya Dong Hyuk kepada putri tunggalnya, Young Mi sambil mengusap puncak kepalanya penuh kasih sayang.


Gadis berkuncir kuda itu mendongak membalas tatapan sang ayah. Kedua manik bulatnya berkedip-kedip gemas, merespon perkataan Dong Hyuk tadi.


"Benarkah itu, Appa? Aku mempunyai empat orang kakak?" tanyanya memastikan.


"Itu benar, Sayang dan kedua wanita di hadapanmu ini adalah kakak seibu mu," ungkapnya lagi.


Young Mi menolehkan kepalanya lagi ke depan memandangi Zahra dan Laluna bergantian. Ia lalu berteriak antusias, senang bisa mempunyai saudara.


"Yyeee, aku mempunyai kakak," ujarnya gembira.


Zahra yang sedari tadi terus memperhatikan keduanya pun tanpa sadar mengembangkan senyum. Entah kenapa Dong Hyuk lebih dari sekedar ayah tiri.


Sosoknya penuh wibawa, bertanggungjawab, serta memiliki kasih sayang yang tak ternilai. Meskipun mereka baru bertemu, tetapi kehangatan yang dilayangkannya begitu terasa.


"Sayang, apa kamu mau Eonni gendong?" tanya Zahra mengajaknya berbicara.


Young Mi pun melebarkan kedua maniknya, terkejut. Setelah itu ia mengangguk beberapa kali dan merentangkan tangan kepada kakak pertamanya.


Seketika Zahra langsung mengambil alih dan keduanya tertawa senang. Laluna pun ikut merasa bahagia bisa bertemu dengan saudara seibunya.


Kedua sudut bibir Dong Hyuk melebar, lega bisa menyaksikan pemandangan mendebarkan seperti ini. Ia memang sempat bersitegang dengan Zulfa mengenai Zahra.


Namun, seiring berjalannya waktu hubungan rumah tangga mereka kembali berangsur-angsur membaik. Meskipun begitu Dong Hyuk masih ingin mencari tahu alasan kenapa sang istri meninggalkan keempat buah hatinya.


Zulfa hanya mengaku jika dirinya terpaksa pergi ke negara orang, sebab tidak tahu harus berbuat apa lagi setelah berpisah dengan suami pertamanya.


Ia pun melakukan alibi jika pada saat itu ia dipisahkan bersama Zahra dan mau tidak mau harus pergi meninggalkannya.


Ia juga mengatakan alasannya kenapa tidak mengakui Zahra sebagai anak di rumah sakit, sebab dirinya malu telah meninggalkan sang anak.


Namun, Dong Hyuk merasa jika istrinya masih menyembunyikan fakta lain, dan sekarang ia kembali bertemu dengan putri kedua Zulfa.


Zahra dan Laluna bak anak kembar yang hanya dipisahkan oleh umur saja. Wajahnya sangat mirip Zulfa dan mereka tidak perlu melakukan tes DNA untuk mengetahui kebenarannya.


Dong Hyuk ingin tahu lebih banyak mengenai kehidupan anak-anak istrinya tersebut.


"Aku harap... aku bisa melepaskan rasa sakit yang mereka tanggung. Karena aku tahu bagaimana rasanya ditinggalkan oleh orang tua tanpa kasih sayang," benaknya.


Lee Dong Hyuk memiliki kisah serupa dengan Zahra. Di saat usianya sepuluh tahun ia kehilangan sang ayah yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.


Di waktu bersamaan ia juga kehilangan sang ibu yang pergi meninggalkannya begitu saja dengan pria asing.


Karena rupanya di saat ayahnya masih hidup, sang ibu menjalin hubungan gelap bersama pria lain. Hati seorang anak tunggal hancur berantakan mendapati kehidupan yang menamparnya kuat.


Tahun berganti tahun, Dong Hyuk tumbuh menjadi seorang pria yang tidak jauh dari kenakalan remaja.


Namun, di saat usianya menginjak dewasa ia bertemu Zulfa. Wanita itu mampu merubah hidupnya menjadi ke arah yang lebih baik.


Ia menjadi seorang mualaf dan menikahi Zulfa serta mereka pun mempunyai bisnis bunga yang laku keras.


Pada saat itu kehidupannya sangat berubah drastis, ia menjadi lebih dermawan dan menjadi sosok yang baik cukup terkenal di kalangan masyarakat muslim di sana.


Itulah sebabnya, Dong Hyuk tahu bagaimana terlukanya ketika Zahra menemui sang ibu, tetapi tidak diakui olehnya.


Ia ingin lebih dekat dengan sang anak tiri dan membangun hubungan lebih baik lagi.