VARSHA

VARSHA
Chapter 3. Meet Him



^^^"takdir itu lucu.^^^


^^^Kita tidak bisa selalu mengharapkan hal yang baik terjadi.^^^


^^^Tapi hal itu memberi makna bagi kehidupan "^^^


Sesampainya di lobi apartment aku langsung menuju lift, di depan lift aku melihat seorang perempuan yang tubuhnya sedikit berisi dan nampaknya aku pernah bertemu dengannya tapi dimana ya.


Ah lupakan kau bertemu banyak sudah banyak orang selama ini. 


aku menghentikan lamunan ku dan menuju lift dan memencet  nomor lantai yang ku tuju.


Setelah sampai di lantai 4 aku pun langung mencari nomor 144 yang merupakan unit appartment ku tidak besar namun cukup lah untuk aku bersitirahat.


Sesampainya di depan unit ku aku menekan  pin appartment dan masuk kulihat appartmen ini sangat sepi, mungkin bang Evan belum Pulang atau belum pindah hari ini. Aku menuju kamar ku dan berniat membersihkan badanku. 


Setelah bersih bersih aku langsung merebahkan diriku di kasur entah kenapa aku masih memikirkan perkataan psikolog aneh itu.


‘’ yahh, itu terserah kamu. Tapi aku harap kamu bisa membuka hati mu pada perempuan atau jatuh cinta. Kau sudah melalui banyak hal berat sendirian tak apa terkadang untuk bersender pada orang lain.”


Aku membuyarkan lamunan ku


‘’ Mana mungkin aku bisa membuka hati ku lagi setalah semua yang terjadi padaku’’ gumamku sambil menutup mata ku berharap bisa tidur dengan nyenyak hari ini karena besok adalah hari yang berat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan harinya Di unit 143


‘’ Hairaaaaaaa, bangun Egekkkk woiii hari ini lo magang woii bangun’’ teriak orang yang berada di depan pintu


Aku yang mendengar teriakan heboh Lizzie langusng terbangun dari tidurku yang nyenyak


‘’ iyaaaaaaa’’ balasku dengan teriak


‘’ awas lo tidur lagi, buruan nanti elo telat’’teriak Elizabeth Zenovia yang merupakan roommate sekaligus salah satu sahabatku.


‘’ iya bawellll’’ teriak ku


Aku bersiap siap untuk hari pertama magang ku disalah satu perusahan yang lumayan terkemuka di kota ku. Kotaku bukan kota besar sebesar seattle atau new York. Hanya kota kecil yang makmur.


Sesudah aku bersiap aku menuju pantry yang sudah terisi oleh dua sahabat ku yang sangat nyebelin namun aku tak bisa membayangkan hidupku kalau tidak ada mereka disisi ku.


‘’ Morning Everyone, Miss meee’’ ucap ku atau lebih tepatnya sedikit teriak


‘’ morning To Princess Aurora’’ ucap Zella


‘’ Morning Sleeping Princess’’ ucap Lizzie dengan nanda sinisnya.


‘’ eh lizzie gua nebeng elu ya kekantor kan searah dengan tempat magang elo juga’’ minta memelas ke Lizzie.


‘’ ehhh, sorry ra, gua gak bisa bareng elo gue masuk sif jam 10 nanti, ngikutin sif Psikolog yang megang gue’’


‘’ Yahhh’’ ucap ku tak bersemangat


‘’ yodah deh gue naik ojek online aja’’ dengan malas membuka HP ku.


‘’gak usah zella, gue naik ojol aja, kasian elonya muter mana nanti di bundaran macet, atau pas lo ketemu ibu ibu rese, tenang aj gue bisa sendiri’’ jawabku dengan senyum


‘’ emang motor elu kemana ra, bukannya di besment yak’’tanya Lizzie


‘’ Gak lagi adek gue bawa, motor dia lagi di servis jadi pinjam bentar  sama dia’’ terangku ke lizzie.


‘’gue yakin kalo motor elu di bawa adek elo balik nya pasti lama’’ ucap zella di iringi tawanya


‘’ bener banget, dan yang pasti pas balik gak ada bensin’’ balas ku sedikit meringis.


Kami bertiga duduk sambil bercerita dan makan kemudian tak terasa sudah menujukan jam 07.10 pagi dan untung ny abang ojek udah di bawah.


Sial kalo udah ngomong sama mereka pasti suka lupa waktu. Mana masuknya jam 07.30 tapi aku sebagai anak baru dan anak  magang harus datang sebelum itu. Sial.


Aku harus buru buru. Aku berlari kencang sekali mungkin orang sudah mengira ku gila namun aku sudah tidak perduli lagi.


‘’ bang, bang, cepetan ayokkk’’ ucap ku tergesa gesa.


‘’ eh eh, iya neng, tapi pakek helm dulu neng’’ ucap abang ojek nya.


‘’ iya mang tapi cepat yaa , saya takut telat ini’’ ucao ku panik


‘’ siap atuh neng, pegangan neng akang mau ngebut’’


Sesampainya di perusahan aku langsung turun dan tak lupa memberi ongkos dan uang tip pada di akang ojol nya. kemudian aku berlari kearah lobi, dari arah lobi kulihat pintu lift terbuka dan aku langung lari memuju lift itu sebelum menutup.


‘’ tunggu tungguuu, tolong tahan lift itu sebentar. ‘’ teriak ku  karena melihat pintu lift akan tertutup.


‘’ tunggu tahan pintu lift nya tolong, God Damn it I lose that lift’’ umpat ku


‘’ he is so shitty’’ umpat ku lagi di depan pintu lift yang tertutup itu.


Tak berselang lama aku melihat lift yang harusnya tertutup itu terbuka dan menampilkan seorang laki laki yang ku maki di tadi dengan wajah tampan namun terkesan dingin untuk serorang laki laki tampan sepertinya.


Aku termenung sebentar dan langsung masuk kedalam lift itu, hanya ada kami berdua dan suasana sangat hening saat itu. laki laki itu memenekan nomor lantai dan keheninagan terus menyapa kami.


‘’ maaf tadi saya memaki anda, saya tadi hanya kesal karena anda tidak menahan pintu lift nya untuk saya. Sekali saya minta maaf’’ ucap ku sambil memecahkan keheningan ini.


Lelaki itu tak sama sekali menjawab permintaan maaf ku namun hanya melirik ku sesaat.


Tak lama terdengar suara lift yang menandakan lift ini sudah berhenti . aku melihat lantai yang di tuju lelaki itu ternyata sama dengan ku setelah laki laki itu keluar aku pn keluar dari lift dan brusaha mencari department desain di lantai ini. Dan tanpa sadar aku mengikuti laki laki yang ku temui tadi.


‘’ kenapa kau mengikuti ku’’ ucapnya sambil berhenti. Saat ia berhenti aku tanpa sengaja menabrak punggungnya itu.


‘’ eh, eh, maaf pak saya mencari department desain.’’ Ucap ku sedikit terbata bata


Lelaki itu menatap ku dengan tatapan aneh sekaligus sinis dan kemudian menujuk kesalah satu bagian ruangan  dan ternyata itu merupakan department desain.


‘’ terima kasih pak’’ ucapku namun  aka da jawaban dari laki laki itu dia langsung pergi begitu saja.


‘Laki laki yang aneh’ batin ku