VARSHA

VARSHA
SEASON 2 BAGIAN 103



Hujan sedang mengguyur ibu kota, membuat jalanan licin dan para pengendara harus ekstra hati-hati dalam mengemudikan kendaraan.


Berita mengenai kecelakaan Jung Jae Hwa menyebar luas di berbagai media, menyebabkan para penggemar dan media sosial membicarakannya dengan heboh.


Jung Jae Hwa, seorang pembalap dan model iklan terkenal, digambarkan sebagai seorang pria tampan dengan kulit putih, mata bulat, hidung mancung, bibir kemerahan, dan kedua alis sedikit lebat.


Namun, di balik penampilannya yang menawan, terdapat sisi kelam dari keluarganya yang sering menjadi bahan pembicaraan negatif.


Jung Jae Hwa dilabeli sebagai anak haram dalam keluarga Jung, dan terkadang dibanding-bandingkan dengan kakaknya, Jung Jae Sun, yang memunculkan rasa iri padanya.


Di tempat lain, di rumah sakit, Rania, Zahra, dan Naura sedang beristirahat ketika menyaksikan berita mengenai kecelakaan Jung Jae Hwa di televisi.


Mereka menanyakan tentang keluarga Jung, dan Nara menjelaskan tentang perusahaan properti yang dimiliki oleh keluarga Jung. Meski kaya, keluarga Jung masih tercoreng oleh aib dari kehidupan pribadi sang kepala keluarga yang pernah bermain api di belakang sang istri, dan menghasilkan anak dari hubungan gelap yang kemudian dilabeli sebagai anak haram oleh keluarga besar.


Melihat berita yang terus menayangkan keberadaan Jung Jae Hwa, mereka bertanya-tanya siapa yang lebih kaya antara keluarga Jung dan keluarga Park. Seok Jin, suami Zahra, menjelaskan bahwa keluarga Park menjadi pendana tetap di rumah sakit tempatnya bekerja, dan sering menjadi sponsor berbagai acara dan panti asuhan.


Sementara itu, Jung Jae Hwa terus menatap keluar jendela rumah sakit, mendengarkan suara yang menyakitkan dari keluarga besar yang sering menghina dan membicarakannya sebagai anak haram dalam keluarga Jung.


Kakak se-ayahnya, Jung Jae Sun, tiba-tiba muncul dan mulai menyindir Jung Jae Hwa, membuatnya geram dan menolak melihat kakak se-ayahnya itu.


"Kamu tahu siapa yang membuatmu seperti ini? Seharusnya kamu sadar diri, sialan! Karena keberadaanmu, aku menjadi terancam. Dasar anak tidak tahu malu."


Jae Sun menghempaskannya sehingga selang infus di tangan Jae Hwa terlepas. Ketika ia hendak melayangkan pukulan kepadanya, suara nyaring seseorang menghentikan mereka. Kedua pria itu menoleh dan mendapati Rania di ambang pintu.


"APA YANG SEDANG ANDA LAKUKAN?" tegas Rania berjalan masuk dan bertatapan langsung dengan Jae Sun. "Ini rumah sakit, mohon untuk bisa mengontrol emosi jangan sampai membuat kegaduhan di sini. Atau saya bisa melaporkan Anda ke pihak berwajib karena sudah mengganggu pasien di rumah sakit bahkan hampir mencelakainya!"


Tatapan nyalang Rania membuat Jae Sun terkejut, sebelumnya ia belum pernah mendapat tatapan seperti itu dari seorang wanita.


"Wow, kamu perawat baru di sini? Aku belum pernah melihat wanita seperti kamu. Apa kamu..." Jae Sun mengangkat tangan kanannya hendak melayangkan tamparan ke wajah Rania, namun secepat kilat Rania mencengkeram tangan Jae Sun dengan kuat hingga membuatnya dan Jae Hwa terbelalak.


"Jangan harap Anda bisa berlaku seenaknya di sini!" serunya sambil menghempaskan tangan Jae Sun kasar dan memberikan tatapan tajam.


"Pergi sebelum saya panggil pihak keamanan!" ancamnya.


Jae Sun berdecak sebal dan melangkahkan kaki keluar dari sana. Rania menghela napas lega lalu berbalik menghadap Jae Hwa yang terpaku dan tidak percaya dengan apa yang telah dilakukannya. Lengkungan bulan sabit pun terpendar membuatnya terpaku, tidak percaya.