
Saitama Super Hall Arena, Tokyo, 5 PM.
Sudah cukup lama Ellios dan Jullian menantikan penampilan dari Oichi di dalam venue kelas VVIP ini yang berada pada paling depan. Performance kali ini akan dilangsungkan di sebuah gedung dan tertutup.
Venue yang begitu luas dan sudah dihadiri oleh ribuan penggemar dari Oichi ini, tiba-tiba saja menjadi remang-remang dan sedikit gelap, karena semua lighter di dalam venue ini tiba-tiba saja dipadamkan.
Dan hal ini tentu tentu saja membuat Ellios yang buta akan dunia hiburan dan konser menjadi terkejut bukan main. Bahkan Ellios terperanjat dan dengan cepat segera meraih tangan Jullian.
"Ada apa ini, Jullian? Apa yang sedang terjadi? Mengapa tiba-tiba menjadi gelap seperti ini? Apakah sedang mati lampu?" tanya Ellios kebingungan dan terdengar sangat konyol.
"Bukan, Ellios. Ini bukan mati lampu. Namun acara akan segera dimulai. Dewi Oichi akan segera menyanyi di atas panggung." jawab Jullian menjaskan.
"Oh. Memang dia tidak akan menabrak dan terjatuh ya di atas panggung dengan kondisi gelap seperti ini?" tanya Ellios yang lagi-lagi membuat Jullian kebingungan harus menjawabnya seperti apa lagi.
Kepolosan dan kebutaan Ellios akan dunia konser dan hiburan sungguh membuat Jullian pusing sendiri saat ini. Namun Jullian masih berusaha untuk menjelaskan dengan sabar.
"Sebentar lagi lighter-lighter, dan lampu sorot juga akan menyala kembali kok. Efek seperti ini hanya untuk menambahkan kesan spektakuler dan agar lebih menarik saja kok. Lebih baik diam dan nikmati saja ya. Dan doakan agar malam ini aku bisa beruntung dan mendapatkan kesempatan untuk bernyanyi bersama bersama Oichi yang luar biasa itu!!" sahut Jullian mulai bersemangat kembali.
"Okay deh. Terserah kamu saja. Aku hanya akan diam dan menonton saja. Lagu-lagu dia saja aku juga tidak tau." sahut Ellios seadanya.
Tiba-tiba sebuah denting dari permainan piano mulai terdengar bersahutan dengan permainan biola dan juga gitar. Permainan musiknya terdengar begitu lembut dan manis.
KLAPP ...
Lampu sorot kini mulai menyala kembali dan menyorot tepat di tengah panggung. Beberapa lighter terlihat juga sudah menyala dan mulai menerangi seluruh venue megah dan spektakuler ini.
Kini seorang gadis yang begitu cantik dan mempesona sudah terlihat berdiri di tengah panggung yang begitu megah itu. Gadis itu mengenakan sebuah gaun tanpa lengan berwarna biru muda lembut yang menjuntai membalut tubuh indahnya dengan begitu sempurna, menjadikannya terlihat begitu manis.
Gaun tanpa lengan itu, sedikit terbuka dan memiliki belahan yang cukup tinggi hingga memperlihatkan paha mulusnya, membuatnya terlihat begitu memukau, cantik, anggun dan begitu bersinar malam ini.
Gaun itu begitu press body, sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya yang begitu indah dan molek bak gitar spanyol. Gadis cantik dengann suara emasnya itu mulai menyanyikan salah satu lagunya di atas panggung.
Beberapa penonton yang hadir pada konser malam ini, terlihat sesekali ikut bernyanyi bersama Oichi dengan begitu bersemangat dan melambaikan kedua tangannya.
Bahkan Jullian yang berada di samping Ellios juga sesekali ikut bernyanyi bersama mereka. Dan Jullian juga terlihat begitu bersemangat dan sangat ceria malam ini. Bahkan Jullian juga ikut bersorak memanggil-manggil nama sang idola.
Apa yang asyik dari menonton pertunjukan konser seperti ini? Sangat penuh dan sesak. Bahkan tak bisa melihat dari jarak dekat. Bahkan mereka juga sudah membuang-buang waktu karena menunggu terlalu lama. Huft ... ini sungguh membuang-buang waktu dan tidak berguna sama sekali! Akan ebih menyenangkan jika bermain dengan komputer dan membuat beberapa program komputer di rumah.
Batin Ellios yang masih celingukan menatap sekelilingnya.
Setelah beberapa saat dan setelah Oichi menyanyikan beberapa lagu, tiba-tiba sang MC mulai menyapa para penonton kali ini. Dan sepertinya akan diadakan sebuah undian berhadiah malam ini untuk penonton yang beruntung.
"Baiklah. Salah satu yang akan beruntung malam ini akan mendapatkan kesempatan untuk berduet dengan sang dewi Oichi di atas panggung!" ucap sang MC yang terlihat begitu bersemangat dan antusias. "Baik, sebaiknya langsung saja kita mulai saja ya. Tolong padamkan lampu kembali ya!" imbuh sang MC memerintahkan seorang petugas yang sedang menjaga pencahayaan malam ini.
KLAP ...
Setelah beberapa saat, akhirnya lampu mulai padam dan sudah menjadi sedikit remang-remang kembali. Dan kali ini lagi-lagi Ellios mulai mengeluh kembali, karena saat ini Ellios sedang menikmati potatoes chips miliknya.
"Huft ... aku jadi tidak bisa melihat dan membedakan mana potatoes chip dan mana saus gara-gara sangat gelap." Ellios menggerutu kesal dan mulai meletakkan snack-nya begitu saja.
Sedangkan Jullian sama sekali tak menanggapi ucapan dari Ellios, karena saat ini Jullian sedang fokus dan bersemangat untuk melihat siapa yang akan mendapatkan sebuah kesempatan emas untuk berduet dengan Oichi malam ini di atas panggung.
Kini sebuah lampu sorot mulai dinyalakan kembali dan sudah mulai bergerak berputar secara acak diantara para tamu undangan itu dengan pergerakan yang sedikit cepat.
"Saat lampu sorot ini berhenti menyorot seorang penonton, maka dialah orang terpilih yang beruntung untuk berduet bersama sang dewi Oischi malam ini." ucap sang MC menjelaskan kembali dengan begitu bersemangat. "Baik, mari segera kita mulai saja ya." imbuhnya kembali.
Kini lampu itu mulai menyorot dan berputar-putar diantara para penonton dengan gerakan yang tidak terlalu cepat. Setelah beberapa detik berlalu, kini pergerakan dari lampu sorot itu mulai melambat.
Hingga akhirnya kini lampu sorot itu mulai menyorot dan berhenti tepat menyorot Ellios yang rupanya sedang menikmati potatoes chip-nya kembali.
Semua mata kini beralih menatap Ellios. Kebanyakan dari mereka merasa kecewa karena merasa tidak beruntung malam ini untuk naik ke atas panggung dan berduet bersama Oichi, termasuk Jullian. Jullian juga sangat merasa kesal, dan berharap bisa menggantikan posisi Ellios saat ini.
Sedangkan bagaimana dengan Ellios? Ellios hanya melongo saja kebingungan dan tidak mengerti apa yang sebenarnya sudah terjadi saat ini. Karena sejak dari tadi Ellios tak pernah memperhatikan acara konser dengan sangat baik.
Bahkan Ellios juga tidak mendengarkan sang MC dan mengabaikannya sama sekali saat menjelaskan permainan dan undian kali ini. Dan tentu saja saat ini Ellios terlihat seperti seorang pemuda yang sedikit ling lung karena mendapatkan tatapan dari ribuan orang! Bayangkan saja!!
"A ... ada apa ini, Jullian? Mengapa semua menatapku seperti itu?" tanya Ellios berbisik kepada Jullian.