To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Performace Bersama Ken Lagi ?



Belum sempat Ellios menjawab ucapan dari Ken, tiba-tiba saja mulai terdengar suara Lovely yang begitu dekat dam sangat jernih.


[ Misi akan segera dimulai kembali, Tuan. Misi kali ini adalah melakukan sebuah performance bersama Ken di kedai ayam krispi ini. ]


Melakukan performance bersama Ken? Aduh menyanyi dan bermain musik lagj ya? Ugh ... ibuku akan melihat semua ini dong jika aku melakukan sebuah performance bersama dengan Ken disini. Kira-kira bagaimana tanggapan dari ibu ya? Apakah dia akan marah atau syok? Aduh ... misi dari Lovely terkadang selalu membuatku khawatir.


Batin Ellios malah mengkhawatirkan Suzuna.


"Whoa ... apa itu, Ellios? Apa itu alat musik?" tiba-tiba saja Ken terlihat begitu berbinar saat melihat beberapa alat musik yang berada di ujung ruangan, tepatnya seperti sebuah panggung kecil yang biasa digunakan untuk melakukan sebuah performance musik.


Huft ... akhirnya Ken si pencinta musik sudah melihat alat-alat musik itu deh. Padahal semua itu baru disediakan selama 1 pekan ini. Dan semua ide itu adalah berasal dari Jullian. Tak aku sangka dengan mudahnya ibu menyetujui ide dari Jullian itu. Huft ...


Batin Ellios sedikit menggaruk pelipisnya yang sama sekali tidak gatal.


"Whoa!! Ayo mainkan sesuatu bersamaku, Ellios!! Sudah lama kita tidak bermain bersama!" ucap Ken begitu antusias dan segera berlalu untuk pergi ke panggung yang berukuran super minimalis itu.


Sementara Ellios masih terlihat begitu ragu untuk melakukan semua itu, karena sang ibu sudah pasti akan melihatnya tentunya! Dan rasanya akan sedikit malu!


"Ellios? Apa kamu bisa bermain musik?" kali ini Kakei bertanya dan terlihat sedikit kebingungan.


Namun belum sempat Ellios menjawabnya Arata sudah mengatakan sesuatu kepada Kakei.


"Ellios tidak bisa bermain musik, tapi Ellios bisa menyanyi lagu rock dengan sangat bagus saat itu di kampus." ucap Arata mulai membersihkan sisa makanan pada mulutnya dengan tisu.


"Oh ya? Aku tidak tau soal itu." jawab Kakei dengan datar menatap Ellios dan Arata secara bergantian.


"Ya!! Anak-anak di kampus sih mengatakan itu keren sekali. Sayangnya aku tidak melihatnya langsung saat itu." celutuk Arata mulai menyilangkan kedua tangannya di depan dada bidangnya sambil menatap Ellios. "Ayo tunjukkan kepada kami kemampuan bernyanyimu, Ellios!" imbuh Arata sambil mengangkat kedua alisnya beberapa kali.


"Ah ... itu ... uhm ..." ucap Ellios mengusap tengkuknya karena mulai merasa malu dan kikuk.


Tentu saja Ellios masih saja merasa kurang nyaman, karena semua itu adalah bukan kesukaannya. Dan semua itu sangat berbanding terbalik dengan dirinya yang sebenarnya.


"Ellios!! Kemarilah!! Semua alat musik ini sudah oke dan sudah bisa dimainkan!!" teriak Ken sambil mencoba memainkan sebuah piano.


Tak ada pilihan lain, akhirnya Ellios mulai bangkit dari tempat duduknya dan segera melenggang mendekati Ken, meskipun rasanya masih sangat malu dan kikuk.


Huft ... ya sudah, lagipula aku juga harus melakukan semua ini untuk misi kali ini bukan? Lovely, aktifkan kemampuan bernyanyiku sekarang juga!


Batin Ellios mulai memantaokan hatinya sendiri dan mulai memberikan titahnya untuk Lovely, sang pemandu sistemnya.


[ Baik, Tuan Ellios. Kemampuan bernyanyi akan segera diaktifkan, dan tuan bisa menyanyikan lagu apapun sesuai dengan yang sedang tuan bayangkan. ]


DING ...


Yeap, itu akan lebih baik. Semoga kali ini bukan lagu rock lagi deh!


Batin Ellios berharap dan segera mendatangi Ken.


"Ellios! Mari kita bermain musik dan menyanyi bersama!" ajak Ken lagi yang masih asyik memainkan sebuah melodi lembut dan manis dengan piano itu.


"Tapi ... aku tidak bisa memainkan alat musik apapun, Ken. Jadi bagaimana jika aku yang menyanyi saja?" ucap Ellios mengusulkan, karena memang Ellios hanya memiliki kemampuan bernyanyi saja, dan itupun juga kemampuan dari sistem.


"Baiklah. Kamu mau menyanyikan lagu apa, Ellios?" tanya Ken dengan jemarinya yang masih menari dengan indah di atas toots berwarna hitam dan putih itu.


Sebenarnya Ellios tidak begitu memahami lagu-lagu kekinian yang bagus dan keren. Namun beberapa hari yang lalu saat mengantarkan Alisha pulang dengan menggunakan taxi, tiba-tiba saja sang sopir taxi memutar sebuah lagu yang cukup indah menurutnya.


Karena nyanyian itu begitu manis dan menenangkan hati. Dan entah mengapa Ellios yang biasanya tidak menyukai segala jenis lagu apapun, dan baru saja mendengarkannya untuk pertama kalinya, tiba-tiba saja langsung jatuh hati dengan lagu itu.


"Ken ... apa kamu tau lagu dari musisi China yang terdengar begitu manis dan lembut? Suara penyanyi prianya juga begitu bagus dan lembut ..." ucap Ellios malah bertanya kepada Ken, karena tentu saja Ellios tidak mengetahui apa judul lagu itu dan siapa yang menyanyikannya!


"Lagu dari musisi China? Penyanyi pria dengan suara yang begitu lembut dan bagus ..." gumam Ken mengerutkan keningnya dan sedikit memutar bola matanya, menandakan Ken sedang mencoba memikirkan sesuatu.


"Ya. Apa kamu itu, Ken?" tanya Ellios lagi.


"Ellios, sebenarnya cukup banyak penyanyi pria muda dari China. Dan suara mereka juga begitu keren dan mempesona. Namun ada beberapa dari mereka yang aku tau sedikit. Seperti Lu Yuan, Li Zeyan, Wu Yi Fan, dan masih banyak lagi sebenarnya." ucap Ken juga kebingungan sendiri.


"Aduh ... bagaimana ya?" gumam Ellios menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.


Namun tiba-tiba saja Ellios mulai memiliki sebuah ide dengan sedikit menggunakan kemampuan bernyanyinya.


"Begini saja, Ken! Aku akan menyanyikan sedikit lagu itu. Mungkin kamu akan mengetahuinya." usul Ellios.


"Oh. Boleh juga!" sahut Ken mulai berhenti bermain piano dan bersiap untuk mendengarkan Ellios untuk melantunkan sedikit lagu itu.


Ellios terlihat sedang berusaha untuk mengingat lirik dari lagu itu dan mulai melantunkan beberapa lirik lagu itu di depan Ken. Sementara Ken sudah bersiap untuk mendengarnya.


"When you catch me staring, i can't help it. I just can't believe you are mine. When you see me smilling, i can't hide it, want to take you out all the time. I just want to show you off, show you off, show you off, show you off.


How did someone like me, get someone like you? Damn it feels like i won a lottery. Don't know if i'am awake or if i'am dreaming."


Ken mulai menarik sudut-sudut bibirnya mulai membentuk sebuah senyuman. Sementara jemarinya mulai menari kembali di atas toots berwarna hitam dan putih itu.


Sebuah melodi indah yang sesuai untuk mengiringi lagu yang beberapa saat yang lalu telah dinyanyikan oleh Ellios mulai dimainkannya selama beberapa saat. Lalu Ken mulai menghentikannya kembali dan mulai menatap Ellios.


"Aku sudah tau! Lagu itu adalah lagu terbaru dari Li Zeyan. Idol yang berasal dari Beijing. Dan aku juga sangat menyukainya." ucap Ken tersenyum lebar menatap Ellios. "Baiklah! Bernyanyilah! Aku akan mengiringimu dengan bermain piano!"