
Ellios mulai mengambil nafas panjang lalu mulai mengeluarkannya kembali perlahan. Kali ini Ellios memberanikan dirinya untuk mengatakan niatnya kepada Kakei, sang kapten basket di kampus Todai.
"Uhm ... Kakei. Bolehkah aku bergabung dengan tim basket?" tanya Ellios dengan ragu-ragu, bahkan raut wajah Ellios saja terlihat begitu tidak meyakinkan. Sangat terlihat jika Ellios mengucapkannya dengan sepenuh hati.
Dan ucapan dari Ellios tersebut sukses membuat keempat mahasiswa itu terkejut bukan main. Ellios si kutu buku yang tak pernah menyukai segala jenis olahraga sebelumnya, kali ini menawarkan dirinya untuk ikut bergabung dalam tim basket?
Wah ... wah ... wah ... rasanya itu semua hanyalah dianggap sebagai omong kosong dan lelucon saja oleh ketiga mahasiswa itu, kecuali Kakei. Kakei mulai menatap Ellios dengan sangat serius Ellios, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Aku belum pernah melihat Ellios bermain basket sebelumnya. Namun seorang genius seperti dia biasanya tidak akan pernah asal berbicara. Dan kini dia dengan sangat berani meminta dirinya untuk bergabung bersama tim basket. Hhm ... Ellios memiliki tinggi kira-kira 183 cm hingga 186 cm. Badannya tidak terlalu besar jika dibanding dengan Arata atau yang lainnya. Namun dengan tinggi badannya itu setidaknya dia bisa menggantikan Sano. Atau setidaknya aku bisa menempatkannya sebagai pemain cadangan. Tidak terlalu buruk! Baiklah! Aku akan menguji dan melihat kemampuannya!
Batin Kakei masih saja menatap Ellios dengan sepasang matanya yang semakin menyipit.
"Temui aku nanti malam jam 7 PM di lapangan basket kampus ini! Aku ingin melihat kemampuanmu bermain basket." ucap Kakei menepuk bahu kiri Ellios dam tersenyum tipis lalu melenggang menuju ke lapangan basket kembali.
Ketiga mahasiswa lainnya terlihat begitu terkejut. Mereka melongo dan membelalak karena begitu mudahnya untuk memberikan kesempatan untuk Ellios yang ingin bergabung dengam tim basketnya.
Karena selama ini Kakei lah yang selalu sentimentil dan selalu memiliki standar tinggi untuk menerima anggota pada tim basketnya. Sekalipun hanya untuk pemain cadangan saja.
"Kakei!! Tunggu kami!!" Arata mulai memanggil Kakei dan segera berjalan cepat untuk menyusul Kakei. "Mengapa kamu dengan mudahnya memberikan kesempatan untuk Ellios?! Dia kan tidak pernah bermain basket atau olahraga apapun sebelumnya!" protes Arata yang memiliki postur tubuh paling besar, kuat dan tinggi di dalam tim basket kampus ini.
Maka dari itu Arata menempati posisi center saat bermain basket. Arata selalu diposisikan di bawah ring. Arata juga dituntut untuk mendominasi secara fisik dengan mengandalkan kekuatan fisik dan tubuh atletisnya.
Arata juga berperan untuk memblokir pemain bertahan guna untuk membuka ruang rekan setimnya untuk menuju ke ring lawan. Arata juga bertanggung jawab untuk menjaga lawan agar tidak menembak dengan melalukan blok tembakan dan operan di area vital. Arata bahkan harus bisa mendapatkan bola rebound hasil tembakan lawan yang meleset.
"Diam dan jangan banyak bicara, Arata! Percaya saja padaku!" ucap Kakei yang samar-samar masih terdengar oleh Ellios yang masih saja berdiri menatap keempat mahasiswa itu.
Lagi-lagi Ellios menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan mulai menggendong ranselnya dengan benar lalu mulai melenggang.
"Bagaimana untuk nanti malam, Lovely? Aku bahkan tidak bisa bermain basket." celutuk Ellios tanpa ada semangat sama sekali.
[ Tuan akan segera bisa menanganinya dengan baik. Aku akan memberikan misi kilat saat ini juga. Misi yang sangat mudah dan tuan pasti akan bisa menyelesaikannya dengan sangat baik. ]
Sahut Lovely menyauti kebimbangan Ellios.
"Hhm. Katakan padaku! Kali ini misi apa yang harus aku lakukan?!" tanya Ellios masih kurang bersemangat.
Ucap Lovely kembali menjelaskan.
"Panggung musik yang sedang digelar oleh anak fakultas seni saat ini sedang mengalami sedikit masalah?" tanya Ellios mengulang kembali ucapan dari Lovely.
[ Ya, Tuan Ellios. Misi kali ini akan dianggap berhasil jika tuan bisa menyelesaikan masalah yang sedang mereka alami saat ini. Tidak ada batasan waktu dalam misi kali ini. Namun semakin cepat tuan Ellios menyelesaikannya, maka semakin cepat tuan untuk mendapatkan hadiah misi kali ini. ]
Jawab Lovely kembali dengan serius.
"Hhm. Baiklah. Aku akan pergi kesana sekarang juga." ucap Ellios mulai melenggang dengan langkah cepat menuju ke halaman utama dari kampus besar dan elit ini.
Sebuah koridor mulai dilalui oleh Ellios, hingga akhirnya Ellios mulai berjalan melewati jalanan yang dihimpit oleh rerumputan hijau dan bebatuan pada masing-masing sisinya yang sudah ditata dengan sedemikian rupa.
Suara gemericik dari air mancur terdengar begitu indah dengan ritmenya yang mengalun dengan teratur bersamaan dengan terpaan semilir angin kali ini terasa begitu menyejukkan dan menenangkan hati.
Ellios masih saja melenggang dengan langkahnya yang lebar tanpa menatap kanan kiri dan hanya menatap lurus saja ke depan. Pujian, cibiran, atau apapun itu yang dilontarkan para mahasiswa dan mahasiswi sengaja tak dihiraukan sama sekali.
Anggap saja tak dengar dan tak melihat. Begitulah prinsip hidup Ellios selama ini. Tak pernah mempedulikan omongan dari bibir-bibir manis itu. Jika dipikirkan, maka hanya akan membuat lelah saja.
Langkah demi langkahnya kini telah membawanya pada halaman depan dari kampus Todai ini. Sebuah panggung yang cukup besar dan spektakuler sudah berdiri dengan megahnya.
Teriakan riuh dan saling bersahutan terdengar dari para penonton yang tak lain adalah juga para mahasiswa dan mahasiswi kampus Todai ini. Namun sebenarnya ada juga beberapa tamu dari luar.
Saat ini di atas panggung itu hanya ada seorang MC yang sedang menyapa para penonton dan sesekali mengajaknya untuk bercanda.
Ellios masih saja terdiam dan menatapnya dari kejauhan cukup lama karena tak menemukan sebuah masalah yang sedang terjadi saat ini.
"Hhm ... sepertinya tak ada masalah apapun. Mereka terlihat baik-baik saja." ucap Ellios mengkerutkan keningnya tak mengerti.
Hening dan tak ada jawaban dari Lovely sama sekali. Hingga akhirnya Ellios mulai berinisiatif untuk berjalan semakin mendekati panggung itu. Dan kali ini Ellios ingin mencari tau di belakang panggung.
Terlihat beberapa mahasiswa dan mahasiswi sedang berkerumun dan seperti ada sesuatu yang sedang diperbincangkan. Ellios mulai melenggang kembali untuk mendekati mereka dan menanyakan apa yang sedang terjadi saat ini.
Apakah memang benar sedang terjadi masalah disini seperti yang sudah dikatakan oleh Lovely? Ataukah semuanya masih baik-baik saja dan tidak ada masalah sama sekali?