To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Masalah Di Kedai Ayan Krispi



BRAKK ...


Tiba-tiba saja mulai terdengar sebuah suara gebrakan meja yang cukup keras dan spontan menjadi pusat perhatian semua orang pengunjung kedai ini.


Di bagian meja paling ujung terlihat pelanggan pria dan wanita yang sedang begitu kesal menatap makanan pesanan mereka yang baru saja diantarkan oleh Alisha. Sebenarnya itu adalah makanan kesekian yang sudah mereka pesan. Karena mereka berdua cukup banyak memesan makanan.


"Makanan apa ini?! Mengapa ada kecoak di dalam sup asparagus milikku!! Mengapa kalian tidak menjaga bebersihan makanan dengan baik dan begitu ceroboh?!" hardik pengunjung pria itu dengan suara yang begitu lantang dan menggema di seluruh ruangan di dalam kedai ini.


Semua pelanggan kini saling berbisik dan menatap penuh dengan rasa jijik sup asparagusnya masing-masing. Perut mereka mendadak menjadi mual karena membayangkan semua itu.


"Maafkan kami, Tuan. Kali akan menggantinya dengan yang baru. Silakan tunggu sebentar ..." ucap Alisha bersikap dengan ramah dan berusaha untuk mengambil semangkok sup asparagus itu kembali yang sebenarnya hanya tinggal setengahnya saja.


Namun rupanya pelanggan itu malah menepis kasar tangan Alisha dan membuat semangkok sup itu jatuh di atas lantai begitu saja.


PRANG ...


"Nafsu makanku sudah hilang!! Perutku sangat mual membayangkan semua ini!! Lebih baik aku segera pergi dari tempat makan yang kotor dan tidak menjaga kebersihannya ini!! Ayo, Sayang!! Sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini!!" ucapnya mengajak seorang wanita yang kemungkinan adalah istrinya.


Ellios yang sudah mengamati semua ini kini sudah menghampiri mereka begitu saja sebelum kedua pelanggan itu pergi meninggalkan kedai ayam krispi ini.


"Tuan, Nyonya ... maaf sebelumnya." ucap Ellios menyela dan menahan kedua pelanggan itu hingga mereka terduduk kembali dan beralih menatap Ellios. "Sup asparagus ini sudah tersisa separuhnya saja. Itu artinya tuan sudah memakannya bukan? Lalu mengapa kecoak sebesar itu tak terlihat sebelumnya oleh tuan?" imbuh Ellios masih dengan ramah.


"Apa maksud dari perkataanmu, Anak muda?! Apa kamu mengira jika aku mencurangi semua ini?! Sudah jelas-jelas tempat makan ini membuat kesalahan!! Tapi malah membuat masalah lagi dengan menuduh tamu!! Cihh ... tempat makan macam apa ini??!!" tandas pengunjung pria itu sudah terlihat begitu murka.


Lovely. Tolong aktifkan kekuatan mata tembus pandangku sekarang juga! Aku akan melihat apa yang sebenarnya terjadi beberapa saat yang lalu? Aku sangat curiga jika mereka berdua berbuat curang.


Batin Ellios memberikan titahnya untuk Lovely.


[ Baik, Tuan Ellios. Kemampuan mata tembus pandang akan segera diaktifkan. Silakan menunggu dan mempersiapkan diri ... ]


DING ...


Sahut Lovely dengan patuh diikuti dengan sebuah bunyi notifikasi pengaktifan salah satu kememluan sistem milik Ellios.


Kini Ellios mulai melihat kejadian 5 menit sebelum semua hal ini terjadi. Ellios melihat rupanya wanita itu sudah membawa sebuah wadah kecil berwarna putih dan disembunyikan di saku jaketnya.


Lalu wanita itu mulai mengeluarkan wadah itu dan mengeluarkan seekor kecoak yang sudah mati dari dalamnya lalu mulai memasukkan kecoak mati itu ke dalam mangkok sup asparagus yang hanya tersisa setengahnya saja itu. Dan Ellios juga sedikit mendengarkan ucapan mereka berdua 5 menit yang lalu.


"Ayo cepat lakukan, Sayang! Dengan begini kita tak perlu lagi membayar semua makanan ini. Hehe ... kita bisa langsung pergi setelah kenyang. Hehe ..." bisik wanita itu kepada pria itu.


"Kau memang cerdas, Sayang. Tak salah aku memilihmu sebagai milikku." sahut pria itu juga setengah berbisik


Jadi begitu ya. Mereka melakukan semua ini karena tak mau membayar semua makanan yang sudah mereka pesan. Hmm ...


Batin Ellios menyimpulkan.


"Sayang, sebaiknya kita segera pergi saja dari tempat makan yang sangat kotor ini! Aku jijik sekali mengingatnya! Hiyyyy .... ayoo!!" ajak wanita itu memberikan ekspresi jijik dan mulai berdiri.


"Hhm. Kau benar, Sayang! Ayo kita pergi saja! Rasanya aku sudah mau muntah saja!" sahut sang pria yang kini juga sudah bangkit dari tempat duduknya.


"Tunggu sebentar, Tuan, Nyonya!" sergah Ellios kembali. "Jika memang kalian tak mau membayar semua makanan l ini sebenarnya aku tak keberatan. Atau jika kalian meminta kepadaku dengan baik, pasti aku akan memberikannya. Namun jika cara kalian berdua seperti ini, maka itu akan sangat merugikan kedai ini. Apa kalian tak berpikir panjang sebelumnya?" ucap Ellios cukuo berani.


Karena hal ini menyangkut dengan pekerjaan dan kedai milik ibunya, tentu saja hal itu membuat Ellios merasa sedikit kesal dan marah. Berbeda jika ada orang yang hanya ingin mengganggu dirinya saja. Mungkin Ellios akan membiarkannya saja.


"Hei!! Jaga ucapanmu, Bocah!! Apa kau pikir kami tidak punya uang hanya untuk membayar semua makanan murahan ini?" sang pria pengunjung kini semakin tesulut emosinya.


"Ada apa ini, Ellios? Mengapa tuan ini marah-marah?" ucap Suzuna yang tiba-tiba saja datang. Namun Suzuna mulai melihat tumpahan sup asparagus itu di atas lantai.


"Anak ini sudah berbicara tidak sopan padaku!! Dan kalian juga sudah menyajikan makanan sampah untuk kami!! Kedai makan macam apa ini?! Cihh ... aku menyesal sudah datang kemari." hardik pria itu sangat kasar.


"Maafkan putraku jika menyinggung dan berbicara tidak sopan kepada tua, Tuan. Kami juga minta maaf jika pelayanan kami kurang baik. Kami akan mengganti semua ini." ucap Suzuna sedikit membungkukkan badannya.


"Hei, Bibi!! Lain kali periksa semua dengan benar!! Apa bibi tak bisa berjualan?!!" kali ini wanita itu berkata dengan cukup kasar.


Ellios mengepalkan sepasang tangannya dan mengeraskan rahangnya karena melihat ibunya yang sedang dibentak-bentak oleh orang yang sama sekali tak dikenalinya itu.


"Sekali lagi kami minta maaf, Tuan ..." ucap Suzuna dengan nada yang begitu rendah.


"Kalian berdua keterlaluan!! Jelas-jelas kalian berdua yang melakukan semua ini!! Hanya karena ingin mendapatkan makanan gratis kalian tega memfitnah dan memaki seorang wanita yang jauh lebih tua dari kalian?" ucap Ellios begitu tak tahan lagi.


"Apa kau bilang?! Bocah tak tau diri ini benar-benar cari mati!!" geram pria itu menakutkan.


"Ellios, sudahlah. Jangan sepertu itu, Nak!" ucap Suzuna.


"Ibu. Tenang saja! Aku akan mengungkap kecurangan mereka. Ibu tak perlu takut." ucap Elios berusaha untuk menenangkan ibunya.


"Wanita itu yang sudah memasukkan kecoak mati ke dalam sup asparagus mereka sendiri!" ucap Ellios sambil menatap pelanggan wanita itu.


Spontan saja wanita itu mulai membelalakkan sepasang matanya menatap Ellios. Dan beberapa pengunjung kedai yang sudah berkerumun mulai berbisik-bisik.