To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Ellios Kerasukan ?



Pemuda menyebalkan itu mulai melenggang untuk meninggalkan kedai ayam krispi milik Suzuna, namun dia berpapasan dengan seorang pemuda lainnya yang baru saja datang dan memasuki kedai ayam krispi ini. Pemuda itu menghentikkan langkah kakinya dan mulai menatap pemuda yang baru saja tiba itu.


"Hei, kau!! Minggir!!" perintah pemuda yang baru saja merampas uang dari Suzuna itu.


"Katakan padaku berapa kekurangan uang itu!" ucap pemuda yang baru saja datang itu, yang tak lain adalah Ellios.


Pemuda pemalak itu tersenyum miring dan terlihat begitu meremehkan Ellios.


"Kekurangannya adalah 970 ribu yen! Apa kamu punya uang sebanyak itu?" tanya pemuda itu begitu meremehkan Ellios.


"Aku hanya punya ini! 500 ribu yen! Dan aku rasa ini sudah lebih dari cukup! Jadi tolong jangan membuat kericuhan lagi disini!" ucap Ellios menandaskan dengan sangat tegas, meskipun sebenarnya Ellios masih cukup kurang berani untuk mengucapkan kata-kata keren seperti itu.


Pemuda pemalak itu tersenyum miring lalu mulai menyamber sebuah amplop kecoklatan yang sudah disodorkan oleh Ellios.


"Baiklah. Karena aku sedang berbaik hati. Maka aku akan melupakan semuanya setelah ini!!" ucapnya tersenyum menyebalkan lalu mulai meninggalkan kedai ayam krispi ini.


Sebenarnya uang yang baru saja diberikan oleh Ellios adalah baru setengah dari permintaan pria pemalak itu. Namun sebenarnya nominal uang itu sudah cukup besar jika hanya dipakai untuk berobat ke klinik atau rumah sakit hanya untuk luka bakar ringan itu.


Ellios mulai mendatangi sang ibu yang masih berdiri di dekat mesin kasir dengan raut wajahnya yang terlihat begitu sedih dan terpukul. Uang sudah diambil semua, dan keadaan kedai ayam krispi ini juga sangat berantakan karena ulah dari pemuda itu.


"Ibu ..." ucap Ellios yang terlihat begitu tak tega saat melihat Suzuna.


Suzuna mulai mendongak dan menatap Ellios yang rupanya sudah berdiri tak jauh dari dirinya.


"Dia mengambil semua uang yang seharusnya digunakan untuk belanja bahan jualan besok, Ell." ucap Suzuna yang terlihat begitu putus asa. "Dan dia juga mengatakan jika lusa dia akan datang lagi untuk meminta sisa uang tersebut. Ibu tidak memiliki uang sebanyak itu, Ell." imbuh Suzuna mulai terduduk di sebuah kursi kayu karena tiba-tiba saja seluruh anggota badannya terasa seperti tak memiliki tenaga sama sekali.


"Hhm. Ibu tenang saja. Jangan memikirkan hal itu lagi. Dia tak akan datang lagi kok. Dan ini untuk ibu. Di dalam ini ada 500 ribu yen. Ibu bisa menggunakannya untuk modal berjualan besok lagi." ucap Ellios dengan hangat dan memberikan sebuah amplop berwarna kecoklatan untuk Suzuna.


"500 ribu yen? Darimana kamu mendapatkan uang sebanyak ini, Ell?" tanya Suzuna kebingungan karena Ellios tiba-tiba saja memiliki uang yang cukup banyak.


"Uhm ... aku pernah bekerja sampingan, Ibu. Dan ini adalah uang hasil kerjaku itu." jawab Ellios tak sepenuhnya berbohong kepada Suzuna.


"Kerja? Sejak kapan kamu bekerja sampingan, Ellios? Dan mengapa bisa sebanyak ini?" tanya Suzuna mulai mengintrogasi putra satu-satunya itu. "Sudah ibu katakan kepadamu bukan, Ellios? Kamu harus fokus dengan kuliahmu saja! Urusan uang kuliah dan biaya lainnya ibu yang akan memikirkannya semuanya!" imbuh Suzuna lagi.


Batin Ellios menatap nanar sang ibu yang saat ini sedang cukup kesal kepada Ellios.


"Uhm itu sudah agak lama ibu. Maaf, Ibu. Karena aku tak mengatakan kepada ibu saat itu. Dan sebenarnya aku hanya membantu temanku saja untuk menjaga tokonya." ucap Ellios mulai mengarang sebuah cerita kebohongannya. "Tapi tenang saja, Ibu. Sekarang tidak lagi kok. Sekarang aku hanya fokus belajar saja kok! Ibu jangan khawatir! Suatu saat aku akan sukses dengan penemuanku!! Dan aku akan membuat ibu bangga dan bahagia!! Aku akan mengembangkan bisnis ibu!!" ucap Ellios bersemangat dan berharap sang ibu tidak akan marah dan kesal lagi padanya.


Suzuna mulai tersenyum dan mengusap kepala Ellios dengan hangat.


"Saat ini kamu hanya perlu fokus belajar saja! Dan jangan pikirkan hal lainnya dulu. Jika kamu sudah lulus dan sukses dengan impianmu, maka kamu baru boleh membantu ibu mencari uang." ucap Suzuna dengan hangat.


"Hhm. Baik, Ibu." sahut Ellios dengan senyum lebar menatap Suzuna.


Namun tiba-tiba saja suara Lovely mulai terdengar kembali disaat yang sangat tidak tepat ini. Karena lagi-lagi Ellios mendapatkan sebuah misi dadakan dan juga harus segera dilakukan dengam secepat mungkin.


[ Misi selanjutnya akan segera dimulai secara otomatis. Dan waktu itu akan otomatis diberikan setelah 3 detik aku menyelesaikan peraturan dari misi selanjutnya. Misi kali ini adalah tuan Ellios harus merapikan semua kedai ayam krispi yang saat ini sangat berantakan ini. Waktu yang diberikan adalah 15 menit. Misi akan dianggap berhasil jika semua sudah tertata dengan rapi dan bersih. Waktu dimulai dari sekarang. Selamat menjalankan misi selanjutnya, Tuan ...]


Ucap Lovely yang sukses membuat Ellios terdiam mematung selama beberapa detik dan hanya mengamati sekitarnya.


Arghhh ... 15 menit merapikan semua ini? Apalagi pria itu sudah memporak-porandakan tempat ini. Belum lagi bagian dapur, seharusnya jam-jam seperti ini akan ada banyak piring dan gelas yang masih kotor, karena ibu terbiasa mencuci semua itu saat mau pulang atau saat sedang beristirahat. Sial ... aku harus cepat bergerak!! Waktu 15 menit ini sangat berharga untukku!! Semangat, Ellios!!


Batin Ellios lalu mulai meninggalkan Suzuna begitu saja setelah melepaskan coatnya dan meletakkannya bersama ransel di atas meja. Setelah itu Ellios mulai bergegas untuk mulai merapikan beberapa meja dan kursi dengan sangat terburu-buru.


"Ellios, apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Suzuna kebingungan.


"Hanya ingin merapikan tempat ini saja, Ibu." disela-sela kesibukannya saat merapikan meja-meja dan kursi-kursi itu Ellios menyauti Suzuna.


Ada apa dengan anak ini? Mengapa terlihat begitu terburu-buru seperti ini? Seperti sedang dikejar-kejar sesuatu saja. Tidak biasanya Ellios seperti ini. Putraku yang biasanya adalah orang yang selalu melakukan semua hal dengan tenang dan tidak pernah terburu-buru. Lalu mengapa sekarang menjadi seperti ini? Apa yang sudah terjadi? Apakah ada makhluk asing yang sedang merasuki dirinya? Ya, Tuhan ...


Batin Suzuna mulai sedikit membelalak menatap Ellios dari kejauhan. Suzuna juga menutup mulutnya dengan jemarinya karena merasa begitu ngeri saat membayangkan jika Ellios benar-benar sedang kerasukan.


Hal ini terjadi karena beberapa hari yang lalu Suzuna sempat menonton film horor dan kini malah membayangkan jika Ellios kerasukan seperti sang tokoh utama yang kerasukan oleh arwah.