
"Wanita itu yang sudah memasukkan kecoak mati itu ke dalam sup asparagus milik mereka sendiri!" ucap Ellios sambil menatap pelanggan wanita itu.
Spontan saja wanita itu mulai membelalakkan sepasang matanya menatap Ellios. Dan beberapa pengunjung kedai yang sudah berkerumun mulai berbisik-bisik.
"Jangan sembarangan menuduh!! Kami memiliki banyak uang!! Jadi jangan berbicara omong kosong!!" tanda wanita itu tak terima.
"Benar!! Sudah tau salah malah menuduh kami!! Pelayanan di kedai ini sungguh sangat buruk!! Ayo kita semua pergi saja dari tempat ini!!" sang pria kini mulai berkoar-koar untuk memprovokasi para pengunjung lainnya lagi.
"Bagaimana jika aku bisa membuktikan jika kalian memang bersalah?" ucap Ellios.
"Ya!! Buktikan saja!! Namun jika kalian tak bisa membuktikannya, maka aku akan menuntut kedai ayam krispi ini!! Karena ini sudah termasuk pencemaran nama baik!!" tandas pria itu lagi.
"Baiklah. Aku setuju!" jawab Ellios dengan santai.
"Ellios ..." Suzuna meraih lengan Ellios dan mendongak menatapnya lalu menggeleng pelan.
Raut wajahnya melukiskan rasa cemas dan begitu pasrah menatap putranya. Namun Ellios malah tersenyum hangat dan mengusap jemari sang ibu yang masih memegangi lengannya.
"Ibu tenang saja. Tidak usah khawatir ... semua akan baik-baik saja." ucap Ellios dengan hangat
"Cepat buktikan!!! Apa kedai ini memiliki rekaman CCTV? Aku bahkan tidak menemukan satupun kamera CCTV!! Hhuhh ..." wanita itu menyilangkan kedua tangannya di bawah dadanya dan menganggap remeh Ellios.
"Benar sekali, Nyonya. Kedai ayam ini memang belum memiliki fasilitas seperti itu. Jadi aku tidak akan menggunakan hal seperti itu untuk mengungkap kecurangan kalian." jawab Ellios tersenyum samar.
Semua orang menjadi terdiam dan merasa tegang melihat situasi saat ini. Namun beberapa dari mereka masih saja saling berbisik dan saling beradu argumentasi.
"Di dalam saku blazer nyonya sebelah kanan terdapat sebuah kantong kecil berwarna hitam. Di dalam kantong itu ada sebuah kotak kecil berwarna putih. Di dalam kotak itulah nyona menyimpan kecoak mati itu yang sudah nyonya persiapkan dari rumah." ucap Ellios yang sukses membuat wanita dan pria perusuh itu melongo seketika.
"Apa yang sedang kamu bicarakan?! Omong kosong macam apa ini?!" elak wanita itu tak terima.
"Di dalam kotak itu masih tersisa 1 kaki kecoak yang tertinggal di dalamnya. Mari kita buktikan! Jika semua ucapanku adalah benar, itu artinya mereka yang telah berbuat curang!" ucap Ellios lagi.
"Bocah tak tau diri ini!! Pembuktian macam apa ini!! Sangat tidak masuk akal!!" timpal sang pria.
"Lebih baik buktikan saja! Mari kita lihat bersama-sama! Kami akan menjadi saksi untuk masalah ini!" ucap salah satu tamu pengunjung pria paruh baya lainnya.
"Benar!! Ayo cepat perlihatkan kepada kami!! Jika kalian memang merasa tak bersalah, seharusnya kalian tak perrlu takut." ucap seorang pengunjung wanita paruh baya.
Kerena merasa begitu terdesak, akhirnya dengan sangat terpaksa wanita itu segera merogoh saku blazer kanannya. Dan betapa terkejutnya saat wanita itu mulai mengeluarkan sebuah kantong kecil berwarna hitam.
Semua orang bertambah terkejut lagi setelah wanita itu mengeluarkan isi di dalam kantong hitam yang rupanya adalah sebuah kotak kecil berwarna putih.
"Wah ... hebat!! Darimana pemuda itu mengetahui isi di dalam saku pakaia orang lain? Apakah dia seorang peramal? Atau apa ..." terdengar bisikan pelan dari seorang pelanggan wanita.
Dan masih banyak lagi bisikan-bisikan dari para pengunjung kedai sore ini.
"Ayo buka kotak kecil itu, Nyonya!" ucap Ellios lagi karena melihat wanita itu mulai terlihat ragu untuk melanjutkan semua itu.
"Aku saja yang membukanya!!" tiba-tiba seorang pengunjung anak-anak laki mulai maju ke depan dan merebut kotak putih itu dari wanita itu.
"Kotaro ..." ucap Ellios sedikit terkejut saat melihat kehadiran Kotaro yang secara tiba-tiba.
"Hhm. Ini aku, Kak!" jawab Kotaro dengan mengedipkan salah satu matanya pada Ellios. "Aku akan membuka kotak ini di depan kalian semua! Dan kotak ini akan menjawab semua masalah ini." imbuh Kotaro mulai meraih penutup kotak itu dengan tangan kanannya.
Semua orang terlihat begitu tegang kembali saat menunggu Kotaro untuk membuka kotak kecil putih itu.
KRATAKK ...
Kotaro mulai membuka penutup kotak itu dan rupanya di dalam kotak itu memang masih ada sebuah kaki kecoak yang masih tertinggal di dalamnya.
Semua pelanggan mulai saling berbisik lagi. Sementara pasangan pembuat ricuh itu kini membeku begitu saja setelah melihat isi di dalam kotak itu.
"Bagaimana? Jadi? Haruskah aku pergi ke kantor polisi untuk menuntut kalian berdua atas kasus pencemaran nama baik? Kalian berdua sudah berusaha dengan cukup keras. Jadi harus mendapatkan apresiasi bukan?" uca Ellios tersenyum sinis menatap pasangan menyebalkan itu.
"Ellios ... sudahlah. Semua sudah terbukti. Tidak perlu memperpanjangnya." ucap Suzuna tak ingin memperpanjangnta lagi.
"Tapi, Ibu ..."
"Ma-maafkan kami. Kami akan membayar semuanya. Tapi jangan bawa kami ke kantor polisi. Uhm ... ini ... uang ini sudah lebih dari cukup. Ma-maafkan kami." ucap wanita itu tak ada pilihan lain kecuali meminta maaf.
Suzuna masih menatap lekat Ellios dan mengangguk pelan. Hingga akhirnya Ellios juga mengangguk pelan untuk mematuhi perintah sang ibu.
"Baiklah. Kami akan memaafkan kalian. Namun aku memiliki satu permintaan kepada kalian. Kalian tidak boleh melakukan hal kotor dan curang seperti ini lagi kepada orang lain. Perbuatan kalian ini akan sangat merugikan orang lain. Lebih baik berkata dengan jujur dan jangan menjatuhkannya. Karena kalian tak pernah tau bagaimana dan seperti apa perjuangan seseorang untuk selalu menjaga usaha dan bisnisnya itu."
Ucap Ellios dengan nada bersahabat tanpa berniat untuk mengguruinya sama sekali. Karena semua ucapan itu adalah sangat tulus diucapkan olehnya.
"Ba-baiklah. Kami berjanji. Sekali lagi kami mohon maaf. Permisi ..." ucap wanita itu lalu menarik tangan pria itu dan segera meninggalkan kedai ayam krispi ini.
[ Mission completed. Selamat karena sudah menyelesaikan misi kali ini, Tuan Ellios. ]
Ucap Lovely tiba-tiba dan terdengar begitu jelas oleh Ellios.
Semua pelanggan yang tadi berkerumun, kini mukai bubar dan kembali ke meja makannya masing-masing untuk melanjutkan makan sorenya.
"Terima kasih, Kotaro." ucap Ellios mengusap lembut kepala Kotaro dengan senyum lebar.
"Sama-sama, Kak Ellios!" sahut Kotaro.
"Ellios, tapi darimana kamu mengetahui semua itu? Darimana kamu bisa mengetahui isi di dalam saku bkazer wanita itu?" tanya Alisha tiba-tiba.
"Benar. Darimana kamu mengetahui semua itu, Ell?" imbuh Suzuna juga mulai bertanya.
Namun belum sempat Ellios menjawabnya, tiba-tiba saja tubuh Ellios sedikit terhuyung dan hampir saja terjatuh.