To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Bernegosiasi



Sungguh sebuah kejadian yang sangat langka di dalam sepanjang hidup seorang Bill. Karena selama ini semua anak buahnya tak akan mudah untuk dikalahkan oleh siapapun.


Ellios mulai menatap Bill dengan sepasang mata yang memicing dan mulai melenggang beberapa langkah saja ke depan mendekati Bill. Sementara raut wajah Bill kini mulai terlihat sedikit berbeda, tidak se-percaya diri seperti beberapa saat yang lalu.


"Bagaimana, Tuan Bill Toyotomi? Apakah aku sudah boleh pulang? Ataukah tuan masih memiliki anak buah lagi yang akan tuan suruh untuk menghajarku? Atau ... akankah aku mendapatkan sebuah kehormatan untuk menghadapi tuan juga?" tanya Ellios dengan menghiasi wajah tampannya dengan senyum tipis.


"Cih!! Yuji!! Kamu hadapi dia!! Lumpuhkan dia!!" titah sang bos kepada asisten pribadinya merasa kesal akan ucapan dari Ellios, seolah Ellios begitu meremehkan dia serta para anak buahnya.


"Baik, Tuan." sahut pria berjas itu dengan begitu patuh, lalu mulai melangkah 2 langkah ke depan dan mulai melepaskan jas hitamnya.


Kini Yuji mulai bersiap dengan memasang kuda-kuda dan menatap tajam Ellios. Sementara Ellios masih saja terlihat santai menatap Yuji.


"Hiathh ..." Yuji mulai mengayunkan kaki panjangnya ke udara dan bersiap untuk menendang Ellios.


SWUUSHH ...


Namun dengan cepat Ellios mulai berlari cepat dan sudah berada di belakang Yuji begitu saja. Kini Ellios sedikit menghentakkan tubuh dan melambung ke ke udara lalu mulai melakukan sebuah tendangan kuat menyamping dengan kaki kanannya.


BUUGHH ...


Tendangan itu mengenai bagian leher dari sang asisten, hingga membuatnya terjatuh dan seketika tak sadarkan diri. Lagi-lagi Bill dibuat melongo dan sangat terkejut dengan ketrampilan bela diri Ellios yang begitu luar biasa.


Bill masih saja menatap Ellios tajam dan semakin terlihat semakin gemetaran dan ketakutan. Sedangkan Ellios yang masih berdiri sedikit membelakangi Bill, menatap Yuji dan menghembuskan nafas kasarnya ke udara. Perlahan Ellios juga mulai berbalik untuk segera menyelesaikannya dengan Bill.


Namun tiba-tiba saja Bill mulai mengambil sesuatu dari dalam laci mejanya. Dan dengan cepat Bill mulai menodongkan sebuah senjata api laras pendek ke arah Ellios.


"Jangan bergerak! Atau peluru panas ini akan benar-benar menembus organ tubuhmu!" tandas Bill memperingatkan.


Peringatan dari Bill tak membuat Ellios merasa takut. Namun Ellios sengaja mulai menghentikan langkah kakinya.


"Kamu sudah membuat anak buah kesayanganku terluka seperti itu! Kamu harus aku hukum!!" tandas Bill lagi memicingkan sepasang matanya menatap Ellios tajam.


"Bukankah tuan sendiri penyebab mereka terluka seperti itu? Tuan Bill memerintahkan mereka untuk menyerangku bukan? Dan mereka malah yang lebih dulu mencoba untuk melukaiku. Aku hanya berusaha untuk melindungi diriku sendiri kok." ucap Ellios tersenyum tipis menatap pria paruh baya yang kini sudah semakin kesal karena mendengarkan ucapan dari Ellios.


"Dasar mulut besar!! Aku akan mengirimmu ke neraka sekarang juga!!" timpal Bill bersiap untuk menarik pelatuk dari senjata apinya.


SWUUSHHH ...


TAR ...


Sebuah amunisi panas mulai mengudara bersamaan dengan sebuah pergerakan yang begitu cepat. Bahkan kini tiba-tiba saja Ellios sudah berada di belakang Bill dan tersenyum miring.


"Di-dimana bocah sialan itu?" Bill yang belum menyadari keberadaan Ellios yang sekarang malah kebingungan melihat di hadapannya tak ada siapapun saat ini. "Apa dia memiliki ilmu hitam? Mengapa tiba-tiba saja menghilang?" imbuhnya masih celingukan mencari sosok Ellios.


"Apa tuan sedang mencariku? Aku disini! Hehe ..." Ellios mulai menyauti dan membuat Bill terkejut lalu segera berbalik.


BUGHH ...


Sebenarnya untuk melakukan hal-hal seperti itu adalah cukup sulit untuk Ellios. Bill adalah seorang pria paruh baya, yang mungkin saja seumuran dengan sang ibu.


Selama ini Ellios selalu saja bersikap patuh, hormat dan tak pernah mengatakan hal kasar ataupun berbuat kasar kepada orang lain yang jauh lebih tua darinya. Ellios selalu menjaga semua itu untuk menghormati orang-orang itu, karena pada dasarnya Ellios adalah tipikal pemuda berhati lembut.


Namun kali ini, semua pemikiran itu ditepisnya karena mengingat sebelumnya orang-orang Bill blyang sudah berniat untuk mencelakai dirinya dan juga Oichi. Bahkan kali ini Bill berusaha untuk menyerangnya lagi.


"Uhuk ... uhukk ... uhuukk ..." Bill yang sudah terjatuh dan terduduk kini terbatuk-batuk sambil memegangi dadanya.


Ellios mulai jongkok dan menatap Bill dengan tajam.


"Aku bisa melaporkan semua perbuatan tuan Bill dan mengatakan kepada mereka, mereka akan segera datang dan menangkap tuan!"


"Jangan lakukan itu, Ellios ... semua bisnisku akan hancur jika mereka mengetahui semua ini. Aku mohon jangan lakukan ini ... aku akan memberikan apapun yang kamu mau asal kamu tidak melakukannya." ucap Billpenuh harap.


"Tuan begitu berbicara penuh percaya diri disaat kita baru bertemu beberapa menit yang lalu, namun sekarang malah memohon-mohon seperti itu padaku?" ucap Ellios menghembuskan nafas dalam tawa sesaatnya.


"Maafkan aku, Ellios ..." ucap Bill begitu lirih.


"Hhm ... apa tuan yakin ingin memberikan apapun yang aku inginkan?" tanya Ellios dengan salah satu alis yang mulai dinaikkannya.


"Katakan saja padaku, Ellios! Apapun maumu akan aku memberikannya."


"Huftt ... tapi aku tidak mau apapun saat ini!" ucap Ellios mulai mengeluarkan ponselnya dan segera menghubungi seseorang. "Aku akan tetap melaporkan tuan Bill. Sudah dua kali tuan melakukan hal seperti ini. Aku tidak bisa memberikan toleransi lagi!" imbuhnya mulai menempelkan benda pipih itu pada telinga kanannya.


Sepasang mata Bill mulai membulat disaat Ellios mengatakan keputusannya dan menyadari jika Ellios sudah berusaha untuk menghubungi pihak kepolisian.


"Ell-Ellios ... aku mohon padamu! Aku akan memberikan dan melakukan apapun yang kamu mau! Tapi jangan laporkan semua ini ..." ucap Bill penuh harap menatap Ellios. "Aku akan memberikan sejumlah uang untukmu. Bagaimana? Aku akan memberikan 1 juta yen ( 114 juta rupiah ) untukmu." ucap Bill berusaha untuk melakukan negosiasi.


"Jumlah yang cukup besar, Tuan. Tapi maaf, aku menolaknya." ucap Ellios kekeh.


Karena nominal yang telah disebutkan oleh Bill bukanlah apa-apa, karena Ellios memiliki dana lebih dari itu! Bahkan unlimited!


"Hallo, Ellios ..." sapa seorang gadis dari seberang line. "Ada apa, Ellios? Tumben kamu menelponku?"


"Hallo, Oichi!! Aku telah menemukan bos dari para penyerangmu saat itu. Segera datang dan bawa beberapa orang-orangmu! Aku akan mengirimkan alamatnya untukmu sekarang juga."


"Eh ... oh ... baiklah ..." sahut Oichi yang sepertinya masih cukup terkejut karena tiba-tiba saja Ellios menghubunginya dan mengatakan hal tersebut.


"Okay! Aku akan menunggu kalian!" ucap Ellios mulai mengakhiri panggilan itu lalu mulai mengirimkan sebuah alamat untuk Oichi.