To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Menjemput Alisha



"Lovely-chan, tampilkan statusku saat ini. Apakah sisa usiaku sudah ada 1 tahun?" celutuk Ellios yang baru saja keluar dari kamar mandi menyelesaikan ritual mandinya dan masih mengeringkan rambutnya yang masih basah karena baru saja keramas.


[ Baik, Tuan. Menampilkan status dimulai. Silakan tuan Ellios memeriksanya. ]


Sahut Lovely dalam suara versi boneka robot. Karena saat ini Lovely sudah merubah wujudnya dalam bentuk boneka lucu kembali.


DING ...


SRTT ...


Seperti biasanya, layar hologram kebiruan itu mulai terlihat setelah ada sekelebat cahaya yang mulai membentuk layar hologram tersebut.


____To Be An Immortal Human By System____


Nama : Ellios Yoshikawa


Usia : 20 Tahun


Sisa Umur : 4 bulan, 10 hari, 10 jam, 14 menit, 20 detik


Ketampanan : 94


Kepintaran : 100


Ketangkasan : 24


Kecepatan : 40


Kekuatan : 27


Ketahanan : 40


Kharisma : 91


Kemampuan Spesial: Otak yang jenius


Poin sistem : 60


Poin kemampuan : 85


Hadiah menyelesaikan misi 22 : 18 hari, 2 jam, 10 menit perpanjangan usia


Hadiah misteri :


- kemampuan untuk memikat gadis ( non aktif )


- kemampuan berlari super ( non aktif )


- kemampuan bela diri, Level 7 ( non aktif )


- kemampuan menyanyi ( non aktif )


- badan kekar dan six pax ( sudah didapatkan )


- keahlian bermain basket ( non aktif )


- keahlian melompat tinggi dan jarak jauh ( non aktif )


-keahlian memulihkan tubuh yang terluka dalam waktu 1 menit hingga 5 menit ( luka apapun dan waktu penyembuhan tergantung luka yang sedang dialami )


- kemampuan super menyelam dan bertahan di dalam air tak terbatas ( non aktif )


Misi : 23 ( belum dibuka )


Sistem pemandu : Lovely


Ellios yang masih mengeringkan rambutnya dengan sebuah handuk kecil sambil membaca sebuah layar hologram kebiruan di hadapannya kini mulai menyimpulkan sesuatu.


"Poin kecepatan meningkat 5 poin, poin sistemku juga meningkat 10 poin, poin kemampuan juga mengalami peningkatan 2 poin. Hhm ... aku juga mendapatkan perpanjangan usia 18 hari 2 jam 10 menit. Selain itu aku juga mendapatkan hadiah dana sebesar 100 ribu yen." gumam Ellios memperhatikan semua statusnya dengan sangat teliti dan detail.


"Huft ....misi belanja kali ini tak terlalu buruk deh. Untung saja aku sudah sedikit terbiasa membantu ibu belanja sebelumnya. Jadi aku tak terlalu kaku saat melakukannya." gumam Ellios dengan senyum lebar menatap layar hologram kebiruan yang sudah terbiasa selalu menemaninya akhir-akhir ini dimanapun Ellios berada.


"Namun usiaku masih tersisa 4 bulan 10 hari saja. Bagaimana caranya aku bisa mendapatkan usia yang lebih panjang lagi? Hhm ... adakah sebuah misi yang lebih ekstrim dan memiliki hadiah yang lebih besar, Lovely? Jika ada, aku ingin mencobanya." ucap Ellios begitu penasaran.


[Sebenarnya kekuatan yang tuan miliki saat ini belum cukup sempurna untuk melakukan sebuah misi yang lebih ekstrim. Namun aku akan berikan misi yang sesuai dengan kemampuan tuan saat ini. Besok datanglah ke Rainbow Bridge tepat jam 4 PM. Akan ada sebuah misi yang tentu akan sedikit mendebarkan dan lebih ekstrim. ]


"Hmm. Okay!! Besok sore aku akan datang ke Rainbow Bridge." sahut Ellios sambil berganti pakaian dengan sebuah kemeja putih bergaris dan dipadankan dengan sebuah celana jeans warna terang.


Ellios mulai menyisir rambutnya dan sedikit merapikannya. Ellios masih tidak memiliki gaya rambut yang kekinian dan masih seperti biasanya saja. Hanya terkesan rapi dan metroseksual saja.


TRING ...


Sebuah pesan telah diterima pada ponsel Ellios. Ellios mulai meletakkan sisirnya di atas meja dan mulai mengambil benda pipih itu untuk membuka dan membaca pesan itu.


Ellios busway yang aku naiki mogok. Dan disekitar sini tak ada taxi yang lewat. Uhm ... Bisakah kamu datang untuk menjemputku? Alisha.


Begitulah pesan yang dikirim Alisha untuk Ellios. Bukannya membalas pesan itu, kini Ellios malah segera menghubungi Alisha. Dan setelah menunggu beberapa saat, akhirnya panggilan itu mulai diangkat oleh Alisha.


"Hallo, Ell ..." sapa Alisha dari seberang line terdengar begitu lirih dan seperti sedang menahan sesuatu, entah apa?


"Alisha, katakan kau sedang berada dimana? Aku akan segera datang untuk menjemputmu." ucap Ellios mulai menyamber pakaian hangatnya dan mulai mengenakannya dengan satu tangan, karena satu tangannya masih memegang ponsel.


"Saat ini aku sedang berada di dekat mini market Sakura di dekat uhm ... kafe kecil dan perpustakaan yang biasa kita datangi dulu ..." ucap Alisha yang terlihat begitu ragu untuk mengatakannya.


"Baiklah. Tunggu aku dan jangan pergi kemana-mana! Aku akan segera tiba disana." ucap Ellios mulai meninggalkan kamarnya.


"Baiklah. Sampai jumpa ..." ucap Alisa lalu mengakhiri panggilan itu.


Ellios dengan langkah cepatnya mulai turun dan berniat untuk segera menjemput Alisha dengan motor butut peninggalan sang ayah. Namun rupanya semua tak berjalan sesuai dengan rencananya. Motor itu menghilang begitu saja dari ruangan penyimpanan di dalam rumahnya.


"Ibu! Dimana motor kita?" tanya Ellios berteriak dari ruang penyimpanan, sementara sang ibu masih sibuk mempersiapkan semuanya di ruang makan.


"Ibu sudah menjualnya, Ell. Karena motor itu selalu saja rusak. Kapan-kapan jika ibu memiliki uang lebih, ibu akan membelikan yang baru untukmu." jawab Suzuna penuh harap benar-benar bisa membelikan sebuah motor baru untuk Ellios.


"Oh, jadi sudah dijual ya. Ya sudah kalau begitu aku naik sepeda milik Kotaro saja deh. Mumpung sepedanya juga masih disini." gumam Ellios pelan.


Namun Suzuna masih bisa mendengarnya, karena ruangan penyimpanan adalah tepat berada di sebelah dapur dan ruangan makan.


"Memang kamu mau pergi kemana, Ell? Bukannya membantu ibumu menyiapkan semua ini, tapi kamu malah mau keluyuran begitu saja! Alisha akan segera tiba, kamu jangan pergi!" ucap Suzuna menandaskan sambil menata sajian makan malam hari ini.


"Aku harus menjemput Alisha, Ibu. Busway yang dia naiki mogok. Dan tak ada taxi di daerah sana." jelas Ellios yang sudah mulai menuntun sepeda menuju ke halaman rumah.


"Apa? Kamu mau menjemput Alisha dengan menaiki sepeda kayuh?" tanya Suzuna begitu terkejut dan hampir saja tidak percaya.


"Mau bagaimana lagi, Ibu? Hanya ada sepeda kayuh saat ini. Aku pergi dulu ya, Ibu ..." teriak Ellios lalu mulai mengayuh sepeda itu dan meninggalkan rumah.


"Astaga! Elliosku bahkan menjemput seorang gadis hanya dengan sepeda kayuh saja? Arghh ... kasihan sekali putraku Ellios. Sangat terlihat begitu kolot dan tidak keren sama sekali di hadapan para gadis. Aku harus segera membelikan motor baru untuk putraku. Ya ... jika terlalu kolot, aku sangat khawatir jika tak akan ada seorang gadis pun mau menjadi temannya." gumam Suzuna dengan kening berkerut dan terlihat begitu mengkhawatirkan Ellios.


"Baiklah! Aku akan segera membelikan motor baru untuknya, sekalipun harus mencicilnya." gumam Suzuna dengan mantap.