To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Hadiah Yang Tidak Diinginkan



Kini Ellios mulai memasuki kamar mandi di dalam kamarnya dan mulai menanggalkan pakaiannya satu persatu untuk segera melakukan ritual mandinya. Namun alangkah terkejutnya Ellios ketika dia melihat dirinya sendiri melalui pantulan dari cermin berukuran sedang di hadapannya itu.


Terlihat sosok pemuda yang memiliki tubuh yang begitu atletis dan memiliki bentuk bagian perut depan atas dan bawah berbentuk kotak-kotak six pax. Dan sekatan-sekatan itu terlihat begitu nyata sekali.


"Argggghhhhhh ... tidakkkkkkk ..." kini sepasang mata Ellioa mulai membulat sempurna dan Ellios berteriak dengan sangat keras sekali karena begitu terkejut dan sangat syok luar biasa.


Selama beberapa saat Ellios terpaku melihat dirinya melalui pantulan dari cermin itu, hingga akhirnya sebuah ritme teratur mulai terdengar olehnya dari arah pintu disertai juga terdengar seseorang yang mulai memanggil namanya dan sukses membuyarkan angannya.


Tok ... tok ... tok ...


"Ellios!! Apa yang terjadi? Mengapa kamu berteriak sekencang itu? Tetangga di sebelah mendengarnya dan sampai khawatir hingga dia datang ke rumah." suara Suzuna kini mulai terdengar dari luar kamar Ellios dan terdengar begitu khawatir.


Tentu saja Suzuna akan sangat mengkhawatirkan anak semata wayangnya itu. Karena di dunia ini harta paling berharga untuknya adalah Ellios, putranya.


"Ahhh ... oh ... itu, Ibu ... aku hanya terlalu kaget karena melihat ada kecoak yang tiba-tiba saja terbang. Hehe ... maafkan aku, Ibu. Aku baik-baik saja kok." ucap Elios berkilah dari dalam kamar mandi.


"Astaga, Ellios." ucap Suzuna menepuk keningnya sendiri karena pusing melihat tingkah putranya itu. "Hanya gara-gara seekor kecoak yang tiba-tiba terbang saja kamu sebegitu histerisnya! Teriakanmu sudah melebihi teriakan seorang anak gadis saja, Ellios!" sungut Suzuna yang mulai meninggalkan kembali kamar Ellios.


Ellios mulai menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan mulai mengamati kembali tubuhnya dengan seksama tanpa berkedip. Bahkan karena masih belum cukup percaya, kini Ellios mulai meraba tubuhnya dengan pelan dan hati-hati.


Ellios mulai menelan salivanya ketika Ellios mulai menyentuh bagian atas perutnya yang begitu keras dan memiliki sekatan-sekatan yang begitu nyata.


"Mengapa bisa seperti ini? Mengapa tiba-tiba saja aku memiliki badan kekar dan memiliki perut six pax?? Mana mungkin aku memiliki otot pada perut bagian atas dan bawah berbentuk kotak-kotak seperti ini secara tiba-tiba? Padahal kemarin aku hanya menggunakan static bike saja. Dan otot perutku juga belum cukup terlatih dan aku juga sangat jarang melakukan sit up atau olahraga lainnya yang membuat dadaku dan perutku kotak-kotak. Ini sungguh sangat tidak masuk akal sama sekali!!" celutuk Ellios yang masih saja menatap lekat tubuhnya dan mulai meraba bagian dadanya.


"Sialan! Ternyata ini semua adalah nyata. Semua otot-otot dalam tubuhku ini begitu nyata. Ini semua seperti asli ... arghh ... ini semua gara-gara Lovely!! Padahal aku sama sekali tak pernah menginginkan semua ini!! Dasar Lovely sangat menyebalkan!!" ketus Ellios merasa begitu kesal dan wajahnya juga terlihat begitu kesal.


[ Ahahaha ... mengapa tuan Ellios merasa begitu kesal, Tuan? Lihatlah betapa sexy-nya tuan Ellios saat ini. Tubuh seperti ini adalah idaman kebanyakan para pria bumi ini. Dan juga sangat disukai para wanita bumi. Jadi nikmati saja, Tuanku yang baik hati dan budiman. Ahaha ... lagipula aku hanya sedikit saja melakukan perubahan untuk visual tuan kok. Agar kelak sebanding dengan kekuatan yang akan tuan miliki. ]


Celutuk Lovely tiba-tiba, dan kali ini juga hanya terdengar suaranya saja tanpa ada wujudnya sama sekali.


"Diam kamu, Lovely! Ini sama sekali tidak lucu! Seharusnya kamu menanyakan hal ini kepadaku dulu sebelum melakukan perubahan besar terhadap tubuhku!" sungut Ellios masih saja kesal.


[ Ini adalah sebuah hadiah dari misi yang sudah tuan selesaikan kemarin. Jadi nikmati saja, Tuan Ellios. Tuan pasti akan terbiasa dengan tubuh sexy dan mempesona itu. Ahaha ... ]


Ledek Lovely yang seakan begitu berbahagia ketika kali melihat Ellios merasa kesal seperti itu.


"Haishh ... apanya yang terbiasa?! Ya sudah aku harus segera mandi dan pergi ke perpustakaan kota! Pergilah!!" ucap Ellios memerintahkan Lovely untuk segera pergi dari kamar mandi karena kali ini Ellios hendak melepas celana boxer bermotif salah satu anime kesukaannya.


[ Bagaimana aku bisa pergi dari tuan Ellios? Bahkan sebenarnya kita sudah saling menyatu, Tuan. Sampai kapanpun aku akan selalu berada di sisi tuan sampai pencapaian puncak terselesaikan. Maka disaat itulah kita akan berpisah kembali. ]


Ucap Lovely menyauti.


[ Ya, Tuan. Tentu saja. Mandi saja dan anggap saja aku tak ada. Lagipula aku hanyalah sebuah robot sistem. Tidak perlu ragu ...]


Sahut Lovely kembali.


Sebenarnya Ellios merasa sangat tidak nyaman, namun karena tak ada pilihan lain akhirnya Ellios mulai melanjutkan ritual mandinya dan melepaskan 2 helai kain terakhirnya itu.


"Awas, kamu tidak boleh mengintipku!!" ancam Ellios yang masih merasa begitu waspada akan keberadaan Lovely yang seperti makhluk tak kasat mata itu.


[ Cckk ... tenang saja, Tuan. Aku hanyalah sebuah robot dan tidak memikiki n*fsu. ]


Sahut Lovely yang tak mengurangi sedikitpun rasa tak nyamannya saat ini.


"Itu bukanlah masalah n*fsu, Lovely!! Namun aku ... rasanya masih tidak nyaman saja. Arghh ... sudahlah. Lelah juga berdebat denganmu. Sebaiknya aku segera mandi saja!" ucap Ellios mulai mempercepat ritual mandinya.


...⚜⚜⚜...


Perpustakaan kota, Yokohama, 10 Am.


Di sebuah bangku, terlihat Ellios yang sedang duduk dan membaca sebuah buku ber-cover putih. Sementara di hadapannya masih ada beberapa tumpuk buku lagi yang akan dibacanya di sepanjang hari ini.


Ellios bisa menghabiskan waktu seharian di perpustakaan hanya untuk membaca beberapa buku tanpa merasa bosan sedikitpun.


Tak jauh dari bangku Ellios, rupanya Jiu dan Louis juga sedang berada di perpustakaan ini. Sebenarnya Jiu yang pergi ke perpustakaan untuk menghabiskan waktu hari ini, dan Louise mengejarnya.


"Kembalilah padaku, Jiu. Dan mari kita hidup bersama kembali ... aku sungguh menyesal atas apa yang pernah aku lakukan padamu di masa lalu." ucap Louis yang rupanya masih saja mengejar Jiu dan masih tidak terima saat Jiu meminta untuk berpisah.


"Pergilah! Aku sudah muak melihatmu, Senior Louis!" sahut Jiu masih dengan pelan namun begitu dingin dan cuek.


"Senior? Kamu benar-benar sudah menganggapku seperti orang lain, Jiu? Kita bahkan sudah menghabiskan waktu bersama ..." ucap Louise dengan sengaja.


"Cukup, Senior!!" ucap Jiu mendaskan dan menatap Louise dengan tajam. "Sebaiknya senior menjauhiku mulai dari sekarang! Atau aku akan mengungkap semua yang sudah senior lakukan di masa lalu." imbuh Jiu mulai mengancam Louis.


Louis tertawa renyah dan sama sekali tidak merasa takut dengan ancaman itu.


"Jika kamu mengungkapnya, maka itu artinya kita harus hidup bersama bukan? Kedua orang tuamu pasti akan meminta dan memohon-mohon kepadaku untuk menikahimu. Bukankah bayi itu butuh seorang ayah?!" celutuk Louis masih dengan tawanya.


Belum sempat Jiu menjawab ucapan dari Louis, kini Jiu mulai menatap sosok Ellios yang masih duduk di sebuah bangku yang berada tak jauh dari dirinya sedang membaca sebuah buku.