
"Hoammm ..." Jullian menguap panjang dan mulai terduduk. "Haus sekali ..."
Kini Jullian mulai bangkit dan berdiri meskipun penglihatannya masih belum jelas kembali karena antara sadar dan tidak sadar. Jullian mulai melenggang dan berniat untuk mengambil minuman.
Namun tiba-tiba saja Jullian mulai melihat sesuatu yang sangat mengejutkan untuknya!! Karena masih merasa belum yakin dan sedikit ragu, kini Jullian mulai mengucek sepasang matanya dan mulai menatap kembali ke arah balkon.
Bayangan itu semakin terlihat jelas dan nyata. Terlihat Ellios dan Alisha yang sedang berciuman di balkon kamar rawat ini. Kantuk Jullian seakan lenyap begitu saja saat menyaksikan semua ini. Bahkan kini Jullian mulai membelalak untuk menyaksikan semua itu.
"Woaa ... Ellios sudah begitu berani untuk melakukan hal seperti ini ya! Sudah ada peningkatan rupanya dia!!" gumam Jullian menutupi mulutnya dengan salah satu jemarinya karena masih merasa sangat terkejut.
"Jullian, kamu sedang apa?" tiba-tiba saja Kakei juga mulai terbangun dan sudah terduduk dengan sepasang mata yang masih terlihat sangat mengantuk.
"Eh ... tidak ada, Kakei! Aku hanya ingin minum saja kok! Kamu tidurlah lagi. Hehe ..." sahut Jullian pelan agar tidak mengganggu istirahat Suzuna.
"Hhm ... lalu dimana Ellios?" kini Kakei mulai bertanya dan celingukan mencari sosok Ellios di sebelahnya.
Namun rupanya tak ada siapapun di sebelah Kakei saat ini.
"Ellios sedang pergi ke kamar mandi kok. Hehe ... sebentar lagi Ellios pasti akan segera kembali kok. Sebaiknya kamu lanjutkan saja tidurmu, Kakei." ucap Jullian yang terdengar sedikit memaksa dan malah semakin membuat Kakei merasa curiga.
Namun tiba-tiba saja Ellios dan Alisha mulai memasuki ruangan rawat ini bersama masih dengan sikap yang begitu kikuk dan wajah yang sedikit merona.
"Kalian berdua dari kamar mandi bersama?" tanya Kakei menyimpulkan menatap Ellios dan Alisha secara bergantian.
"Hhm? Kami ... kami dari balkon karena tak bisa tidur. Hehe ..." jawab Ellios meringis dan mengusap tengkuknya.
Namun wajah Ellios terlihat sedikit lebih berbinar dari biasanya, dan hal itu sebenarnya membuat Kakei merasa semakin curiga.
"Uhm ... aku akan segera tidur." ucap Alisha masih kikuk dan segera meninggalkan pemuda itu dan bergegas untuk menuju pembaringan di ruang sebelah.
"Hhm. Tidur dan beristirahatlah ..." sahut Ellios.
Jullian mulai melanjutkan niatnya untuk mengambil minuman, sementara Ellios mulai duduk kembali di sofa panjang dan berniat untuk segera tidur kembali.
Namun tiba-tiba saja Kakei malah menatap aneh Ellios, dan tatapannya kini mulai fokus menatap bibir Ellios. Ellios yang mendapatkan tatapan seperti itu dari Kakei tentu saja merasa kebingungan sendiri dan sesekali menyentuh bibirnya.
"Ada apa, Kakei?" tanya Ellios akhirnya.
Kakei mulai menuding bibir Ellios dan masih terus menatapnya, "Uhm ... itu ... ada bekas lipstik pada bibirmu, Ellios."
Nah loh ... mendengar ucapan dari Kakei seketika membuat Ellios menjadi salah tingkah dan segera mengambil selembar tisu lalu mulai mengusap bibirnya. Dan benar saja, Ellios melihat bekas lipstik berwarna pink lembut pada tisu itu.
Kakei menatap Ellios aneh dan penuh dengan rasa kecurigaan, sementara yang ditatap menjadi semakin kikuk. Namun dengan cepat Ellios segera mengalihkan percakapan.
Selama beberapa saat, Kakei masih saja terdiam dan hanya menatap Ellios yang sudah berbaring membelakanginya.
Mungkin sudah waktunya juga untukku membuka hati untuk para gadis. Dan mungkin juga sudah waktunya aku memiliki seorang kekasih. Hhm ... Ellios saja kini terlihat lebih berbinar setelah memiliki seorang kekasih.
Batin Kakei tersenyum tipis lalu mulai berbaring di sofa panjangnya dan segera menarik selimut lembutnya.
...⚜⚜⚜...
Pagi-pagi sekali terlihat seorang pemuda dengan gaya pakaian dan rambutnya yang sangat keren, stylish dan fashionable mulai berlarian menyusuri lorong demi lorong dari Yokohama hospital yang sudah cukup ramai dengan lalu lalang pengunjung rumah sakit.
Pemuda tampan itu berlari menuju ke salah satu ruangan VIP yang ada di lantai 2. Setelah memastikan jika nomor ruangan itu adalah benar seperti yang sudah dikirimkan oleh temannya, kini pemuda berpenampilan keren itu mulai mengetuk pintu beberapa kali, lalu mulai memasukinya begitu saja setelah seseorang mempersilakannya untuk masuk.
CEKLEKK ...
Terlihat seorang wanita paruh baya sedang terduduk di atas brankar dan ditemani oleh seorang pemuda dan seorang gadis. Mereka sedang berbincang bersama sambil menikmati sarapan pagi bersama.
Terlihat begitu hangat seperti sebuah keluarga. Padahal mereka sama sekali tidak memiliki hubungan darah.
"Maaf. Aku baru saja kembali dari luar kota karena ada sebuah konser bersama idol Diamond Entertaiment. Bibi apa kabar? Aku mendengar bibi mengalami kecelakaan dan sempat mengalami masa kritis?" ucap pemuda dengan gaya trendi itu terlihat begitu khawatir.
"Iya, Nak Ken. Namun kini kondisi bibi sudah semakin membaik kok. Terima kasih sudah menjenguk bibi." ucap wanita paruh baya itu yang tak lain adalah Suzuna dengan sangat ramah.
"Syukurlah jika memang sudah lebih baik, Bibi. Aku ikut senang." jawab pemuda itu yang tak lain adalah Ken. "Jullio ... uhm ... maksudku Jullian ... dimana Ellios dan Kakei? Mengapa aku tak melihat mereka di sekitar sini?" imbuh Ken masih berusaha untuk mencari sosok Kakei dan Ken di ruangan VIP ini.
"Mereka sedang pergi ke kantor polisi untuk mengurus sesuatu." jawab Jullian sambil menikmati kembali takoyaki miliknya yang masih hangat.
"Hhm. Begitu ya. Memang siapa sebenarnya yang menabrak bibi Suzuna? Apakah sudah ditemukan pelakukanya?" tanya Ken ingin tau.
Alisha yang mendengarkan pertanyaan dari Ken segera menunduk dan tiba-tiba saja lidahnya terasa begitu kelu dan berat untuk menjawabnya. Sedangkan Jullian dan Suzuna memang sama sekali tidak mengetahui apapun mengenai hal ini.
"Siapapun itu, aku harap dia mendapatkan hukuman yang setimpal. Terlebih jika dia memang sudah merencanakan semua kejahatan ini." ucap Alisha menyauti dengan seulas senyum setelah beberapa saat terdiam saja.
"Hhm. Kamu benar, Alisha! Semoga pelaku tabrak lari ini segera ditemukan dan dihukum! Kesal sekali rasanya mendengar semua ini!! Dia sudah menabrak, namun malah kabur begitu saja tanpa bertanggung jawab atau meminta maaf!! Dasar manusia tak berhati dan tak berperasaan!! Andai hal seperti itu terjadi dan menimpa ibu dia sendiri, apa yang akan dia lakukan?! Huuhh!! Sungguh membuat orang merasa kesal saja!!" ucap Ken malah emosi sendiri.
Alisha yang mendengarkan ucapan dari Ken sungguh merasa sangat bersalah, namun Alisha tak pernah menginginkan jika ibunya juga akan mengalami nasib yang sama seperti Suzuna, seperti yang telah diucapkan oleh Ken.
Hingga akhirnya Alisha mulai berpamitan dan meninggalkan mereka karena merasa bersalah sekaligus sesak.
"Bibi. Aku akan menghubungi temanku dulu. Permisi ..." pamit Alisha dengan nada rendah dan ramah seperti biasanya.
"Iya, Alisha ... " sahut Suzuna dengan hangat.