To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Bertemu Dengan Louise Kembali



Angan dan harapan yang selalu indah rupanya sering sekali tak sejalan dengan kenyataan yang terjadi. Yeap, seperti itulah kira-kira yang sedang dialami oleh Ellios yang sudah memiliki sebuah rencana untuk mendapatkan ciuman pertamanya bersama Alisha di bawah cahaya rembulan yang begitu indah.


Namun rupanya lagi-lagi semua hal itu sangat berat dilakukan oleh Ellios. Lidahnya terasa begitu kelu, hingga akhirnya seakan Ellios menelan kembali untaian kata-katanya sebelum kata-kata itu berhasil dia ucapkan.


Sudah 20 menit berlalu begitu saja dan kedua anak manusia ini masih saja berjalan di taman kota dengan menjaga jarak. Semua itu terjadi karena Ellios yang menjadi tegang dan merasa kikuk sendiri. Padahal Alisha masih terlihat santai dan wajar seperti biasanya.


Bagaimana ini, Lovely? Bagaimana aku melakukannya? Aku tidak bisa melakukannya ... ini lebih rumit dari membuat program.


Batin Ellios semakin gelisah sendiri.


[ Tuan Ellios. Perlu aku ingatkan kembali untuk tuan. Jika misi kali ini hanyalah untuk mengungkapkan perasaan kepada seorang gadis dan mengajaknya untuk berkencan saja. Dan tuan Ellios sudah menyelesaikan semua itu. Untuk ciuman, jika tuan bisa melakukannya bersama gadis itu, maka tuan akan mendapatkan reward tambahan. Namun jika tuan tidak bisa, maka reward rambahan akan hangus. ]


Tiba-tiba ucapan dari Lovely kembali terdengar dengan sangat jelas di kepala Ellios. Dan seketika membuatnya terlihat seperti orang linglung.


Dasar, Ellios!! Dimana otak geniusmu yang memiliki daya ingat luar biasa? Semua mendadak kacau dan kamu mendadak terlihat begitu bodoh hanya karena mendengar sebuah kata ciuman bersama seorang gadis. Padahal aku tak harus melakukannya bukan?!


Batin Ellios merasa kesal dengan dirinya sendiri.


Baiklah. Tak perlu lakukan, karena aku belum siap melakukan hal seperti itu! Aku akan mendapatkan hadiah fantastis lainnya lagi dengan melakukan misi lain!


Batin Ellios lagi memutuskan untuk tidak mengambil hadiah tambahan.


"Ellios. Sudah sangat larut. Kita pulang yuk!" ucap Alisha membuyarkan angan Ellios.


"Ahh ... i-iya ... ayo kita pulang!" Ellios menyauti terbata namun berusaha untuk tetap tersenyum. "Tunggu aku pesan taxi online dulu." imbuhnya lalu melakukan sesuatu dengan ponselnya.


Mereka berdua masih menunggu taxi online itu untuk datang. Namun betapa kikuknya mereka berdua ketika menyaksikan sepasang kekasih yang berada tak jauh dari mereka sedang bercumbu dengan mesra.


Bahkan mereka begitu terang-terangan melakukan ciuman tanpa memperdulikan sekitarnya, seakan dunia ini hanyalah milik mereka berdua saja.


"Kau tidak menginginkan hal seperti itu kan, Alisha?" pertanyaan kikuk dan terdengar cukup konyol yang Ellios lontarkan seketika membuat wajah Alisha semakin merona, antara malu dan kesal bercampur menjadi satu.


Namun gadis itu segera memalingkan pandangannya ke arah lain agar Ellios tak melihat wajahnya dan segera menjawab dengan asal, " Tidak ..."


Ellios masih saja seperti itu. Masa dia menanyakan hal seperti itu kepadaku? Lalu apa jawaban yang sebenarnya dia inginkan dariku? Ughh ... Elliosku memang polos apa bodoh? Seharusnya dia lebih berinisiatif bukan jika ingin melakukan hal seperti itu? Bukan malah meminta pendapat dan bertanya kepadaku seperti ini ... seakan membuatku terlihat aku yang menginginkannya. Huft ...


Batin Alisha mulai terlihat murung.


Beberapa saat taxi online itu sudah datang, dan mereka segera memasukinya di bangku belakang. Kali ini mereka menuju ke rumah Alisha terlebih dulu untuk mengantarnya.


Namun rupanya tak sengaja mereka malah bertemu dengan Louise yang baru saja pulang entah darimana. Louise yang menyadari jika sang adik baru saja pulang diantar oleh Ellios segera menarik tangan Alisha dengan sangat kasar dan menatap tajam Ellios.


"Alisha!! Mengapa kamu masih berhubungan dengan cecunguk ini?!" hardik Louise yang terlihat begitu kesal dan marah.


"Kak Louise!! Dia punya nama!! Dan namanya adalah Ellios, bukan cecunguk!" tandas Alisha pelan namun penuh dengan penekanan.


"Kali ini aku tak akan mendengarkan kakak!! Aku akan tetap pada pilihanku!! Dan kali ini aku tak akan melepaskan Ellios!!" Alisha menghempaskan tangan Louise dengan sangat kasar dan malah menarik tangan Ellios untuk masuk ke dalam taxi kembali. Karena taxi itu masih menunggu Ellios.


"Alisha!! Pulang atau jangan pernah pulang lagi ke rumah!!" teriak Louise sudah dengan wajah yang sangat merah padam.


Namun Alisha tak menghiraukannya sama sekali dan kali ini sudah mengunci pintu belakang taxi itu.


"Ayo jalan, Pak!!" titah Alisha kepada sopir taxi itu.


"Baik, Nona!" jawab sang supir taxi.


"Alisha, kembali dan pulanglah. Jangan membuat kakakmu marah. Biar bagaimanapun kakakmu dan kedua orang tuamu akan mencemaskanmu jika kamu tidak pulang." Ellios berusaha untuk membujuk Alisha untuk pulang.


"Tidak, Ellios! Kak Louise sangat menyebalkan! Dia belum berubah sampai saat ini. Dan aku tidak mau dia mengatur hidupku!" ucap Alisha.


"Tapi orang tuamu pasti akan mencemaskanmu, Alisha ..."


"Tidak kok. Aku akan memberikan kabar untuk mereka." jawab Alisha dengan entengnya lalu mulai meraih ponselnya dan mengirimkan sebuah pesan untuk kedua orang tuanya.


Hingga akhirnya ...


"Aku pulang ..." ucap Ellios ketika sampai di rumah sederhananya.


"Wah, ada Alisha yang cantik dan baik hati. Bibi kangen sekali denganmu, Sayang!" sambutan hangat dari Suzuna saat mengetahui jika Ellios datang bersama dengan Alisha sambil memeluk gadis bernama Alisha itu saking rindunya


Yeap, Alisha meminta ijin untuk menginap. Karena sebenarnya kedua orang tua Alisha juga begitu mengenal Suzuna dan Ellios. Dan kedua orang tua Alisha sangat mengetahui jika Suzuna sangat menyayangi Alisha. Dan mereka juga mengetahui jika Suzuna dan Ellios adalah orang yang baik dan akan selalu menjaga putrinya.


"Aku membawakan oleh-oleh untuk bibi. Semoga bibi menyukainya ya." ucap Alisha mulai memberikan sebuah bingkisan yang begitu harum dan gurih.


"Apa ini, Sayang? Mengapa repot-repot?" tanya Suzuna.


"Hanya okonomiyaki yang masih hangat kok, Bibi. Bibi sangat menyukai okonomiyaki bukan?" jawab Alisha dengam senyum manis.


"Kalau begitu ayi kita makan bersama, Sayang!" ucap Suzuna tak kalah bersemangat dan terlihat begitu berbinar bahagia.


Suzuna juga segera menarik tangan Alisha dan menggiringnya ke dalam untuk segera menikmati okonomiyaki yang masih hangat itu. Sementara Ellios segera melepas sepatunya dan mengikuti mereka berdua. Namun Ellios memutuskan untuk segera kembali ke kamarnya untuk mandi dan beristirahat.


"Ibu, Alisha aku duluan ya ..." ucap Ellios yang sedang melalui ruang tengah dimana Alisha dan sang ibu sedang bersiap untuk menikmati oleh-oleh dari Alisha yang dia beli saat dalam perjalanan menuju rumah Ellios.


"Baiklah. Segera mandi dan beristirahatlah, Sayang." Suzuna menyauti tanpa melihat Ellios yang kini sudah mulai menaiki tangga.


"Iya, Ibu ..."


...⚜⚜⚜...