To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Sebuah Ucapan Terima Kasih



CKIITT ...


Kini Ellios mulai menghentikan kayuhannya ketika sudah sampai di depan rumahnya. Sedangkan Alisha sejak dari tadi hanya terdiam, memejamkan sepasang matanya dan memeluk erat Ellios.


"Alisha kita sudah sampai." ucap Ellios karena sudah satu menit berlalu, namun Alisha masih saja duduk pada boncengan sepeda dan memeluk tubuh Ellios dari belakang.


Alisha mulai membuka matanya dengan nafasnya yang masih tidak teratur karena dibonceng Ellios dengan sebuah sepeda kayuh oleh Ellios rupanya begitu menguji adrenalin!!


Alisha yang menyadari jika dirinya masih memeluuk Ellios, kini dengan cepat segera melepas pelukannya karena merasa malu. Alisha juka segera turun dari sepeda kayuh itu dengan rauh wajah yang begitu bingung dan sedikit malu.


"Ellios. Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Bagaimana kamu bisa melakukan semua itu?" tanya Alisha kebingungan.


"Melakukan apa, Alisha? Aku hanya mengkayuhnya dengan cepat saja kok." ucap Ellios dengan entengnya. "Masuk yuk!" imbuh Ellios sambil menuntuk sepeda kayuh itu memasuki halaman rumah Ellios.


Alisha segera mengikutinya. Namun saat Ellios memarkir sepeda kayuh itu, Alisha mulai mendahului Ellios untuk segera mencapai pintu utama rumah Ellios.


[ Waktu pelaksanaan misi hany tersisa 3 menit 10 detik lagi, Tuan. Silakan tuan segera menyelesaikan misi kali ini. ]


Tiba-tiba suara Lovely mulai terdengar kembali dan membuat Ellios sedikit kebingungan, karena Ellios sudah merasa menyempurnakan misi kali ini. Bahkan Alisha juga sudah memeluk dirinya.


"Hhm? Bukankan seharusnya aku sudah menyelesaikan misi kali ini, Lovely? Bahkan Alisha juga sudah memelukku bukan? Tapi mengapa kamu mengatakan jika aku belum menyelesaikan misi kali ini?" gumam Ellios pelan sekali dan sangat kebingungan.


[ Ingat baik-baik misi kali ini, Tuan. Tuan Ellios melupakan sesuatu. ] ucap Lovely.


Ellios mulai berusaha untuk mengingat-ingat sesuatu kembali, hingga akhirnya Ellios berhasil mengingat sesuatu.


"Ah benar juga!! Alisha belum mengucapkan teroma kasih padaku! Aku harus segera mengejar dia dan membuat Alisha mengucapkannya padaku!" gumam Ellios pelan lalu segera berlari untuk mencapai Alisha.


Tepat saat Alisha hendak mengetuk pintu rumah Ellios, disaat itulah Ellios sudah berhasil mengejar Alisha dan menahannya dengan ucapannya.


"Alisha!!" panggil Ellios.


Alisha mulai mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu rumah Ellios, dan mulai beralih menatap Ellios.


"Ya? Ada apa, Ell?" tanya Alisha terlihat ragu-ragu.


"Ehm ... Begini ..." Ellios mengusap tengkuknya dan juga merasa kebingungan untuk membuat Alisha berterima kasih padanya.


"Ellios?" ucap Alisa lagi karena selama beberapa saat Ellios hanya terdiam.


"Uhm ... begini, Alisha. Uhm ... apakah tidak ada lagi sesuatu yang ingin kamu katakan padaku?" ucap Ellios dengan begitu hati-hati.


Alisha terdiam selama beberapa saat dan mulai memikirkan sesuatu tentang apa yang sedang diinginkan oleh Ellios saat ini.


Ada apa dengan Ellios? Mengapa dia bertanya seperti itu kepadaku? Apa dia sedang berharap aku ingin menyatakan perasaan untuknya? Ah ... tapi itu tidak mungkin. Ellios bukan orang yang seperti itu. Hhm ... lalu apa?


Batun Alisha tak mengerti dan masih menatap Ellios dengan kening berkerut.


Ayo, Alisha! Katakan terima kasih untukku. Jika tidak, aku akan mendapatkan pinalti dari Lovely. Ayo bantu aku, Alisha. Please ...


Batin Ellios mulai khawatir karena Alisha tidak mengerti apa yang sudah dia mau saat ini. Padahal waktu pelaksanaan misi sudah hampir berakhir.


[ Waktu yang tersisa hanyalah 2 menit 30 detik lagi. ]


Tiba-tiba suara Lovely mulai terdengar kembali, namun Alisha masih saja tidak mengatakan apapun karena masih bingung dan tidak mengerti.


Ayo katakan padaku, Alisha!!


Batin Ellios semakin tidak sabaran.


Alisha masih saja menatap Ellios kebingungan, namun tiba-tiba saja wajah Alisha mulai merona saat ini.


"Uhm ... Ellios. Jujur saja ... sebenarnya selama ini aku ... aku masih begitu ..." ucap Alisha belum menyelesaikan ucapannya.


Ellios yang tak sengaja melihat sebuah buku dan pena yang rergeletak di atas meja yang berada di teras, kini segera mengambilnya lalu menuliskan sesuatu di dalam buku itu.


Alisha yang melihat Ellios yang menurutnya sedikit aneh, kini mulai menghentikan ucapannya. Setelah beberapa saat akhirnya Ellios mulai memberikan buku yang sudah dia tuliskan sesuatu di dalamnya itu untuk Alisha.


Alisha mulai menerima buku itu dan segera membaca tulisan dari Ellios.


Alisha, tolong ucapkan TERIMA KASIH untukku sekarang juga. Please ...


Begitulah isi pesan singkat yang baru saja Ellios tulis di dalam buku itu untuk Alisha. Sebenarnya halnitu cukup membuat Alisha kebingungam dan menganggap Ellios memang aneh.


Namun akhirnya Alisha akhirnya mulai mengatakan sesuatu setelah gadis cantik itu melihat Ellios sedang menatap dirinya dengan wajah yang begitu memohon disertai anggukan pelan lagi.


"Terima kasih, Ellios." ucap Alisha dengan wajahnya yang terlihat sedikit murung.


Tidak seperti Ellios yang malah berbinar karena misinya kali ini sudah berhasil. Seketika Ellios terlihat begitu sumringah dan segera membuka pintu rumahnya lalu memasukinya.


"Ayo kita masuk, Alisha!" ajak Ellios yang sudah masuk lebih dulu ke dalam rumahnya.


Jadi dia tidak ikhlas menolongku ya? Dia bahkan sangat mengharapkan ucapan itu dariku. Huft ... arghh ... aku sudah salah sangka kepada Ellios! Aku bahkan sudah hampir mengungkapkan isi hatiku padanya. Ugh ... rasanya malu sekali.


Batin Alisha menutupi wajahnya yang kink sudah menjadi semakin memerah dengan kedua jemarinya saking malunya.


"Alisha!! Ayo masuk! Udara di luar sudah semakin dingin lo!" ucap Ellios lagi yang rupanya kembali menyusul Alisha.


"Ahh .. i-iya ..." sahut Alisha gelagapan dan segera menyusul Ellios memasuki rumah sederhana itu.


Ellios mulai menggiring Alisha menuju ruangan makan. Dan rupanya disana sudah ada Kotaro yang sudah duduk dengan manis di salah satu kursi kayu itu.


Sementara Suzuna belum terlihat sama sekali, namun semua makanan audah tersajikan dengan sangat rapi di atas meja makan berukuran sedang itu.


"Kotaro, dimana ibuku?" tanya Ellios lalu mulaj duduk di samping anak itu.


"Bibi Suzuna sedang berganti pakaian. Karena pakaiannya terkena tumpahan sup tadi saat menyajikan semua ini." jelas Kotaro seadanya.


Setelah beberapa saat akhirnya Suzuna sudah kembali lagi. Dan wanita paruh baya itu terlihat begitu bahagia karena bisa bertemu kembali dengan Alisha, hingga Suzuna langsung memeluk Alisha begitubsaja sebelum mereka berbincang.


"Alisha sayang! Kamu apa kabar? Lama sekali bibi tidak melihatmu." ucap Suzuna setelah melepas pelukannya.


"Kabarku baik, Bibi. Uhm ... iya, maaf aku jarang berkunjung, Bibi. Karena akhir-akhir ini banyak sekali tugas kuliah." jawab Alisha dengan manis. "Bibi apa kabar?"


"Kabar bibi baik kok. Ya sudah tidak apa-apa. Yang penting kamu sehat dan kuliah yang benar ya. Ayo kita makan bersama! Bibi sudah memasak banyak. Dan bibi juga memasak beberapa masakan kesukaanmu lo! Ayo, Sayang!" dengan sangat bersemangat Suzuna segera menarik lengan Alisha dan segera mengajaknya duduk di seberang Ellios dan Kotaro.


Sebenarnya Ellios merasa cukup senang melihat pemandangan yang begitu hangat dan manis ini. Namun tiba-tiba saja suasana hangat dan manis ini seketika dihancurkan oleh Kotaro.


"Kak Ellios, bukankah tadi pagi kakak bersama seorang kakak cantik yang seperti barbie. Lalu mengapa sekarang sudah berganti kekasih lagi? Wah ... jangan-jangan pacar kak Ellios banyak ya." celutuk Kotaro tiba-tiba yang seketika membuat suasana menjadi sedikit canggung dan aneh.