
Kini Ellios berinisiatif untuk menggendong depan Oichi dengan gaya bridal style untuk mengantarkan gadis cantik itu ke kamarnya.
Dan Oichi juga segera mengalungkan kedua tangannya pada leher Ellios dan menyandarkan kepalanya pada dada bidang Ellios.
Ellios tak terlalu memikirkan akan hal itu, karena saat ini Ellios hanya ingin untuk segera sampai di kamar Oichi agar Oichi bisa segera beristirahat dengan baik.
"Nona bertahanlah dan tunggu sebentar. Sebentar lagi kita akan segera sampai." ucap Ellios semakin mempercepat langkah kakinya.
"Iya. Tolong antarkan kamar di ruangan paling ujung ya ..." ucap Oichi lirih dan semakin mempererat pegangannya.
"Baik, Nona ..."
Ellios semakin mempercepat langkah kakinya kembali hingga akhirnya sudah sampai di depan sebuah kamar yang Oichi maksud. Namun rupanga kamar itu memiliki kunci sandi.
"Apa paswordnya, Nona Oichi?" tanya Ellios menatap lekat sebuah layar kecil berwarna kebiruan yang berada di samping pintu masuk kamar berwarna putih itu.
"2 ... 7 ... 0 ... 6 ... 9 ...9 ..." ucap Oichi mengeja angka demi angka tersebut.
Ellios mulai memasukkan angka demi angka pada layar kecil itu hingga akhinya mulai terdengar sebuah suara.
BIIPP ...
CEKLEKK ...
Kunci pintu itu mulai terbuka dan Ellios segera membuka pintu itu. Kini Ellios segera memasuki kamar yang dipenuhi dengan nuansa putih dan pink lembut itu. Kamar ini juga begitu rapi dan memiliki aroma khas dari Oichi yang begitu harus, lembut dan segar.
Perlahan Ellios mulai menurunkan Oichi di atas tempat tidur berukuran medium dengan bed cover polos perpaduan warna putih dan dusty pink itu.
"Apakah tidak ada dokter keluarga yang bisa dihubungi, Nona Oichi? Atau apakah nona sedang membutuhkan sebuah obat? Akan aku belikan di apotik terdekat jika nona mau. Katakan saja apa yang nona Oichi butuhkan." tanya Ellios bersikap ramah.
"Tidak perlu memanggil dokter, Elliios. Aku hanya butuh istirahat saja. Dan tolong ambilkan obatku yang berada dalam laci nakasku." Oichi yang masih terduduk dengan kedua kaki yang ditekuk menyauti pelan sambil memegangi keningnya.
Ellios dengan cepat segera medekati nakas itu dan segera mencari sesuatu di dalam lacinya. Hingga akhirnya Ellios mulai menemukan sebuah botol kecil bening berisi dengan beberapa kapsul berwarna jingga lembut.
Dengan cepat Ellios segera memberikan obat itu untuk Oichi. Tak lupa Ellios juga memberikan air mineral yang sudah tersedia di atas nakas itu.
Sebenarnya obat itu hanyalah sebuah vitamin saja. Dan Oichi tidak benar-benar sedang sakit atau pusing. Dia hanya sedang menjalankan salah saty kebiasaan buruk atau siasat liciknya saja.
Jadi dia benar-benar tidak memiliki sistem ya? Huft ... mungkin tadi aku hanya salah lihat ya. Atau aku benar-benar kecapekan?
Batin Oichi lalu mulai menyerahkan kembali gelas itu kepada Ellios setelah Oichi meminumnya.
Namun disaat seperti ini, tiba-tiba saja suara Lovely mulai terdengar kembali, bahkan saat ini Lovely juga memberikan misi dadakan untuk Ellios.
[ Misi akan segera dimulai, Tuan Ellios. Misi ini akan terlihat begitu mudah, namun sebenarnya misi ini sangatlah berat. Karena tuan Ellios harus bisa mengendalikan tubuh tuan yang sudah terkena pengaruh dari sistem yang dimiliki oleh nona Oichi. Misi kali ini adalah tuan Ellios harus bisa terlepas dari pengaruh sistem itu dan segera tinggalkan kamar ini. Misi dimulai dari sekarang ...]
Wah ... itu berarti aku harus bisa melawan pengaruh dari sisitem yang dimiliki oleh Oichi dan aku harus bisa mengendalikan tubuhku ya. Baiklah, aku akan berusaha untuk melakukannya dengan baik! Ayo, Ellios!! Lakukan semua ini dengan baik!!
"Terima kasih, Ellios ..." ucap Oichi dengan seulas senyum menatap Ellios.
"Sama-sama, Nona. Baiklah, kalau begitu aku akan segera kembali turun bersama dengan yang lainnya." sahut Ellios mulai berpamitan dan berusaha secelat mungkin untuk meninggalkan kamar Oichi.
Namun dengan cepat Oichi segera menaih tangan Ellios dan membuatnya tetap tertahan.
GREPP ...
"Aku mohon jangan pergi, Ellios. Temani aku dulu disini, Ellios ..." pinta Oichi dengan memperlihatkan mata kucingnya yang begitu memelas menatap Ellios.
"Tapi, Nona. Akan terlihat aneh jika aku terlalu lama disini. Lagipula sebenarnya aku sangat merasa tidak pantas untuk mendapatkan semua perlakuan ini dari nona. Aku hanyalah seorang mahasiswa biasa, dan seharusnya aku tau diri dan seharusnya aku tau batasanku. Sangat tidak pantas untukku berada di dekat nona Oichi. Aku ... permisi ..." tolak Ellios dengan halus dan ramah agar Oichi tak merasa kesal dan sakit hati padnya.
"Ellios ... tidakkah kamu menyukaiku saat memandangku? Tidakkah jantungmu berdebar saat menatapku? Apa kamu benar-benar seorang pemuda yang masih normal? Selama ini tak ada yang bisa berpaling dariku, tapi kamu ... bahkan sejak awal kita bertemu, kamu sudah memperlihatkan semua itu." ucap Oichi akhirnya mengeluarkan semua uneg-uneg di dalam kepalanya.
"Atau jangan-jangan ... kamu memang ... ugh ... tapi itu semua tidak mungkin ..." imbuh Oichi lagi menepis pemikiran anehnya terhadap Ellios.
"Semua pria yang normal pasti akan merasakan semua itu, Nona Oichi. Karena nona Oichi memang sangat sempurna." ucap Ellios denga hati-hati dan jujur.
Yeap! Tentu saja berada di dekat Oichi akan membuat Ellios merasa sedikit aneh juga. Namun Ellios selalu saja berusaha untuk menghindarinya selama ini. Bahkan saat kejadian di ruang ganti itu. Tentu saja itu memperlihatkan jika Ellios masih normal.
"Lalu mengapa kamu sangat dingin padaku? Seakan kamu tak menyukai saat berada di dekatku? Aku sungguh tak mengerti dengan semua ini." ucap Oichi semakin menarik tangan Ellios hingga membuat tubuh Ellios terhuyung ke arahnya.
Namun dengan cepat Ellios segera menggunakan tangan kanannya yang bertumpu di atas pembaringan untuk menahan tubuhnya.
"Katakan padaku ... mengapa kamu bisa melakukan semua ini padaku!" ucap Oichi begitu lirih dengan posisi wajah mereka berdua yang sudah menjadi sangat dekat.
Bahkan Ellios bisa merasakan hembusan nafas dari gadis cantik itu sekarang. Ellios semakin membulatkan sepasang matanya dan seketika tubuhnya seperti membeku, namun wajahnya sudah menjadi begitu merah saking kikuk dan malunya.
Ini terlalu dekat sekali ... aku tidak pernah berada sedekat ini dengan gadis manapun sebelumnya.
Batin Ellios menjadi semakin gugup.
Selama beberapa saat mereka hanya saling bertatapan. Hingga akhirnya Oichi malah mengalungkan salah satu tangannya pada leher Ellios.
Sementara tubuh Ellios juga tanpa sadar malah bergerak diluar kesadarannya dan semakin mendekati Oichi. Bahkan Ellios mulai memiringkan wajahnya dan semakin mendekati wajah Oichi.
[ Tuan harus bisa melawan semua ini jika ingin menyelesaikan misi kali ini! Tuan harus bisa menguasai kesadaran tubuh tuan Ellios dengan baik. Sinkronisasikan otak dengan tubuh tuan ...]
Tiba-tiba suara Lovely sang pemandu sistem mulai terdengar kembali dengan begitu jelas dan jernih tepat pada gendang telinga Ellios.
Ughh ... mengapa tubuhku masih belum bisa bergerak sesuai dengan perintahku?! Dan tubuh dan wajah ini malah semakin mendekati Oichi. Ayo, Ellios!! Lawan semua ini!! Lawan Ellios!!
Batin Ellios mulai berusaha untuk mengendalikan tubuhnya kembali.