
Setelah cukup puas melihat beberapa karya dari profesor Mike yang begitu menakjubkan dan luar biasa, kini Ellios segera berpamitan karena harus segera pergi ke kedai ayam krispi milik Suzuna untuk membantu Suzuna.
Rupanya disana masih ada Alisha yang sejak dari tadi membantu Suzuna untuk melayani para pelanggan. Karena biasanya disaat akhir pekan kedai ayam krispi ini akan menjadi lebih ramai.
Terlebih setelah Oichi melakukan sebuah performance beberapa saat yang lalu di kedai ayam krispi itu, pengunjung yang datang menjadi lebih banyak dan akan semakin bertambah saat akhir pekan.
Namun belum sempat Ellios memasuki kedai itu, tiba-tiba saja suara Lovely mulai terdengar kembali dengan begitu jelas.
[ Tuan Ellios, misi kali ini akan segera dimulai. Tuan harus bisa memecahkan sebuah masalah yang terjadi di dalam kedai ayam krispi yang akan segera terjadi. ]
Masalah apa yang akan terjadi di kedai? Masalah apa lagi, Lovely? Kali ini siapa yang akan membuat kerusuhan di kedai ibu?
Tanya Ellios dalam hati.
[ Salah satu dari pelanggan akan membuat masalah, Tuan. Tuan Ellios harus bisa memecahkan dan menyelesaikan masalah yang terjadi serta menjaga nama kedai ayam krispi ini. Karena seseorang mungkin saja ada yang sedang berusaha untuk menjatuhkannya. ]
Jawab Lovely.
Hhm. Baiklah! Aku akan berusaha untuk menyelesaikannya dengan baik. Karena si perusuh belum beraksi, maka aku akan membantu ibu dulu.
Batin Ellios mulai melenggang dengan langkah lebarnya memasuki kedai milik ibunya. Namun rupanya Ellios malah melihat Alisha yang sedang melayani seorang pelanggan dan mengantarkan beberapa makanan pesanan dari pelanggan itu.
Pandangan Ellios dan Alisha tak sengaja sempat saling bertemu dan mereka berdua hanya salung melempar senyum tipis, selebihnya Ellios hanya sedikit melambaikan tangan kanannya.
"Ibu, maaf aku datang terlambat. Aku terlalu keasyikan melihat robot-robot milik profesor Mike." ujar Ellios ketika dia sudah sampai di dapur sambil meletakkan ranselnya lalu mulai mengenakan celemek khas dari kedai ini.
"Hhm. Kamu tidak membantu pun sebenarnya tidak masalah, Ellios sayang. Kamu bisa berlama-lama bersama profesor itu. Bukankah itu adalah hal yang kamu sukai, Ell?" jawab Suzuna sambil mentiriskan ayam yang baru saja diangkatnya dari penggorengan.
"Hhm. Profesor Mike begitu mirip dengan ayah. Hobi dan kesukaan mereka sama. Pantas saja mereka sangat dekat dan bersahabat." ucap Ellios mulai mengambil sebuah nampan yang sudah berisi dengan pesanan seorang pelanggan. "Ibu, ini diantar di meja nomor berapa? Mengapa nomornya hilang?"
"Oh iya ... nomornya terjatuh. Itu adalah pesanan pelanggan meja nomor 18. Tolong antarkan dulu, Sayang." ucap Suzuna mulai memasukkan ayam yang sudah dilumuri dengan tepung ke dalam penggorengan.
"Baik, Ibu." jawab Ellios dengan patuh dan segera membawa nampan yang berisi dengan pesanan pelanggan tersebut.
Ellios segera menuju ke meja nomor 18 sesuai dengan yang sudah diperintahkan oleh sang ibu untuk mengantarkan pesanan makanan itu.
"Silakan, Nona." ucap Ellios dengan sangat ramah sambil memindahkan semua makanan itu di atas meja.
"Tunggu! Kamu bukankah yang saat itu menyanyi bersama Oichi?" celutuk gadis pengunjung itu memicingkan sepasang matanya menatap Ellios untuk memastikan apakah orang yang dia maksud adalah orang yang sedang berada di hadapannya itu atau bukan. "Benar! ! Orang itu adalah kamu rupanya!"
"Jadi, kamu hanyalah seorang pekerja di dalam ayam krispi ini saja?" celutuk salah satu gadis lainnya lagi.
"Benar, Nona. Aku hanyalah sedang membantu kedai ibuku saja." jawav Ellios apa adanya.
"Baiklah. Sekarang bernyanyilah untuk kita! Suaramu saat itu sungguh sangat keren!" ucap salah satu gadis itu penuh harap.
"Eh? Bernyanyi?" ucap Ellios seketika menjadi kikuk karena sebuah permintaan dari pelanggan.
"Hhm. Tentu saja!! Ayo bernyanyilah sedikit saja!!" timpal gadis lainnya lagi tak sabaran menunggu Ellios untuk segera bernyanyi.
Ellios segera undur diri dan mengambil sebuah gitar dari panggung lalu segera kembali ke meja nomor 18 lagi.
Lovely, segera aktifkan kemampuan bernyanyi dan bermain alat musik gitar!
Batin Ellios memberikan titahnya untuk Lovely sambil menempatkan kedua tangannya memegang gitar berwarna hitam itu dengan benar.
[ Baik, Tuan. Kemampuan bernyanyi dan kemampuan memainkan alat musik gitar akan segera diaktifkan. ]
DING ...
Jawab Lovely diiringi dengan sebuah bunyi notifikasi pengaktifan.
JRENNG ...
JRENGG ..
Ellios mulai memetik beberapa senar gitar dan menghasilkan beberapa suara yang indah. Lalu Ellios mulai menyanyikan sebuah lagu Jepang-Inggris yang pernah dia dengarkan saat Lovely menonton sebuah film anime beberapa hari yang lalu. Dan lagu itu adalah soundtrak dari film anime tersebut.
"Nobody knows who i really am. I never felt this empty before. And if i ever need someone to come along, who's gonna comfort me and keep me strong?" Ellios melantunkan lirik demi lirik dengan suara lembut dan jernihnya membuat kedua gadis itu terpana.
"We are all rowing a boat of fate, the waves keep on coming and we can't escape, but if we ever get lost on our way, the waves will guide you through another day." suara merdu Ellios kini bukan hanya menyihir kedua gadis itu, namun juga beberapa pengunjung lainnya.
JRENGG ...
"Tooku de iki wo shiteru toumei ni natta mitai
kurayami ni omoeta kedo mekakushi sareteta dake. Inori wo sasagete atarashii hi wo matsu
azayaka ni hikaru umi sono hate made." sebuah lirik dengan bahasa Jepang kini mulai dinyanyikannya dengan cukup baik.
"And every time i see your face. The oceans heave up to my heart. And make me wanna strain at the oars. And soon i can see the shore. I want you to know who i really am. I never though I'd feel this way towards you and if you ever need someone to come along. I will follow you and keep you strong"
JRENG ...
JRENG ...
Lagu itu mulai diakhiri oleh Ellios dengan permainan gitarnya. Dan tiba-tiba saja sebuah tepuk tangan dan teriakan riuh dari para pelanggan itu mulai terdengar saling bersahutan dan tentu saja membuat Ellios menjadi malu dan kikuk karena sudah menjadi pusat perhatian.
"Kamu keren sekali!!" celutuk gadis pelanggan meja nomor 18 itu.
Ellios hanya tersenyum tipis saja menanggapinya. Namun tiba-tiba saja mulai terdengar sebuah suara gebrakan meja yang cukup keras dan spontan menjadi pusat perhatian semua orang.
BRAKK ...
Di meja paling ujung terlihat pelanggan pria dan wanita terlihat begitu kesal menatap makanan pesanan mereka yang baru saja diantarkan oleh Alisha.