
Di depan sebuah cermin berukuran sedang, terlihat seorang pemuda dengan gayanya yang sudah begitu rapi, necis dan harum. Dia adalah Jullian yang sudah bersiap untuk menghadiri pesta ulang tahun Oichi.
Sebuah kemeja berwarna putih serta sebuah blazer berwarna hitam sudah membalut tubuhnya dan menjadikannya terlihat semakin tampan dan gagah.
Tak lupa Jullian juga menyemprotkan cukup banyak parfum pada tubuhnya. Sementara di tepian pembaringan, terduduk seorang pemuda yang hanya mengenakan kemeja bergaris warna putih kombinasi hitam dan dipadankan dengan celana jeans warna terang.
Dia adalah Ellios yang malah menyibukkan dirinya dengan sebuah buku, dan tidak seheboh Jullian yang sampai merubah model rambutnya hanya untuk sedikit tampil lebih keren saat menghadiri pesta ulang tahun Oichi.
"Ugh ... mengapa tidak mandi dengan air parfum saja kamu?! Sudah berapa mili kamu memakai parfum, Jullian? Ugh ... wangi ini begitu menusuk indra penciumanku." protes Ellios sambil menutup lubang hidungnya dengan ibu jari dan jari telunjuk kirinya.
"Aahh ... aku harus tampil sempurna malam ini bukan? Dewi Oichi sudah mengundang kita rakyat jelata ini, jangan sampai kita membuat dia malu, Ellios." kicau Jullian sesekali memejamkan sepasang matanya dan menghirup aroma parfumnya yang sevenarnya sungguh harum dan menyegarkan.
Dan sebenarnya parfum itu baru saja dibeli oleh Jullian dan termasuk parfum mahal dan ber-merk! Bahkan Jullian rela merogoh kantongnya untuk membeli pakaian serta aksesoris branded lainnya hanya untuk malam ini saja.
Dan tentu saja Jullian juga sudah membeli sebuah hadiah yang cukup mahal dan rela menunda untuk membeli console game hanya untuk membeli sebuah hadiah jam tangan branded untuk Oichi.
"Ishh ... kalau boleh jujur sih sebenarnya aku lebih nyaman saat di rumah bersama laptopku saja. Daripada menghadiri acara seperti itu, rasanya sangat membosankan." celutuk Ellios mulai bangkit dan menyimpan kembali bukunya di atas meja.
"Haishh ... pokoknya aku tidak mau tau, kamu harus menemaniku malam ini." ucap Jullian kekeh dengan keputusannya.
"Ya ... ya ... ya ... lagipula aku juga sudah berjanji kepadamu kok! Ayo kita pergi! Para pengawal Oichi sudah di bawah menunggu kita!" ucap Ellios menyamber pakaian hangatnya lalu mengenakannya.
"Hah? Darimana kamu tau jika mereka sudah sampai?" tanya Jullian kebingungan.
"Lihat saja ... sebentar lagi ibuku akan memanggil kita." ucap Ellios yang sudah cukup hafal dengan semua ini.
Bahkan derap langkah kaki sang ibu pun sudah begitu Ellios hafal. Dan benar saja, tiba-tiba mulai terdengar sebuah ritme teratur yang berasal dari pintu kamar Ellios.
Tok ... tok ... tok ...
"Ellios! Ada yang mencarimu di bawah! Cepat keluar, Ellios!" teriak Suzuna dari luar dan terdengar dengan nada yang sedikit khawatir.
Kini Ellios segera membuka pintu kamarnya untuk Suzuna.
CEKLEEKK ...
"Ya, Ibu ..."
"Siapa itu pria-pria berjas yang sangat rapi dan menyeramkan itu? Mengapa mereka datang untuk mencarimu? Bahkan mereka membawa sebuah mobil mewah saat datang ke rumah kita?" tanya Suzuna sangat ingin tau, namun juga merasa sedikit khawatir.
Ughh ... seharusnya aku meminta dijemput di halte saja ya. Akan sangat panjang ceritanya jika ibu sudah mengetahui semua ini. Hmm ... bagaimana ya?
Batin Ellios kebingungan untuk menjelaskannya kepada Suzuna.
"Bibi, mereka adalah para pengawal dari penyanyi idolaku! Dan mereka datang untuk menjemput kita. Kerena hari ini penyanyi idolaku sedang berulang tahun. Hehe ..." ucap Jullian sangat bersemangat dan kini sudah berdiri di samping Ellios.
"Oh begitu ya. Jangan pulang terlalu larut ya. Kamu kan baru saja pulang dari rumah sakit kemarin sore." ucap Suzuna yang sebenarnya masih mengkhawatirkan Ellios.
"Apa? Ellios dirawat di rumah sakit?!" tanya Jullian hampir saja tak percaya dan sangat syok.
"Ya, dia sempat dirawat kemarin karena badannya drop. Makanya kemarin dia tidak masuk kuliah bersama Ken dan Kaken ..."
"Kakei, Ibu ..." ucap Ellios membenarkan dengan senyuman tipis menatap Suzuna.
"Wah, jadi Ellios tidak masuk kuliah? Begitu juga dengan Ken dan Kakei? Mengapa bisa seperti itu?" tanya Jullian tak mengerti.
"Karena mereka berdua menjaga Ellios saat di rumah sakit, jadi keesokan harinya mereka berdua juga tidak masuk kuliah." jelas Suzuna.
"Uhm. Sorry, Ellios. Aku sungguh tidak tau soal itu. Jika aku tau, maka aku tidak akan memaksamu untuk menemaniku untuk menghadiri pesta ulang tahun Oichi. Kita tidak usah pergi saja deh ..." ucap Jullian tiba-tiba.
Meskipun sebenarnya cukup berat untuk Jullian memutuskan semua itu, namun tak ada pilihan lain. Dan tentu saja Jullian akan lebih mengkhawatirkan Ellios jika dibandingkan dengan keinginannya untuk menghadiri pesta ulang tahun Oichi.
Namun, rupanya Ellios juga tidak ingin mengecewakan Jullian. Dengan cepat Ellios segera meraih tangan Jullian dan segera menariknya.
"Apa yang sudah kamu bicarakan, Jullian?! Ibu, kami pamit dan pergi dulu." ucap Ellios segera belalu dan menuruni tangga dan segera berniat untuk meninggalkan rumah Ellios.
"Ellios, jangan memaksakan diri! Bagaimana jika kamu down lagi. Lebih baik istirahat saja dulu agar kamu sembuh total dulu." ucap Jullian menahan Ellios saat mereka hendak menninggalkan ruma ini.
"Aku tidak apa-apa kok. Aku sudah merasa lebih baik. Lagipula aku sudah berjanji kepadamu bukan? Jadi aku harus menepatinya. Tenang saja, Jullian. Aku sudah merasa lebiu baik kok." ucap Ellios mulai jongkok dan mengenakan sepatunya. "Ayoo!!"
"Tapi, Ellios ..." sergah Jullian masihengkhawatirkan Ellios.
Dan sebenarnya ada rasa bersalah dalam diri Jullian karena saat Ellios sakit dan dirawat di rumah sakit, Jullian sama sekali tidak mengetahuinya.
Bahkan yang menjaga Ellios saat itu adalah Kakei dan Ken. Tentu saja sebenarnya ada sedikit rasa cemburu dalam diri Jullian. Padahal selama ini Jullian-lah yang paling dekat dengan Ellios. Tak ada orang lain lagi selain Jullian!! Namun kali ini malah orang lain yang menjaga Ellios ...
"Ellios, apa kamu tidak menganggapku sebagai sahabatmu lagi?" tanya Jullian mulai terlihat begitu murung.
"Apa yang kamu katakan?! Ayo cepat pergi! Bukankah kamu sangat ingin bertemu dengan sang dewi Oichi!! Ayo, bergegaslah!" kali ini Ellios yang sudah berdiri segera menarik kembali tangan Jullian.
"Ellios ..." gumam Jullian sambil menahan tubuhnya sendiri dan membuat Ellios tertahan.
"Ada apa lagi, Jullian? Mereka sudah menunggu kita ..." ucap Ellios menatap Jullian kebingungan.
"Mengapa ... mengapa kamu tidak memberitahuku saat kamu dirawat di rumah sakit saat itu? Mengapa malah Kakei dan Ken yang kamu beritahu? Hingga mereka yang malah menjagamu saat di rumah sakit? Apakah kamu ... sudah tidak mengamggapku sebagai sahabatmu, Ellios? Apakah kamu sudah melupakanku, Ellios?" tanya Jullian menatap nanar Ellios.