
Belum sempat Ellios menjawab pertanyaan dari Suzuna dan Alisha, tiba-tiba saja tubuh Ellios sedikit terhuyung dan hampir saja terjatuh. Namun dengan cepat Alisha segera menangkapnya.
"Ellios ... kamu kenapa, Sayang?" ucap Suzuna terlihat begitu khawatir.
"Uhm. Sepertinya Ellios kelelahan, Bibi. Aku akan mengantarkannya untuk beristirahat." ucap Alisha lalu mengalungkan tangan Ellios bahunya.
"Baiklah. Tolong kamu temani Ellios saja dulu, Alisha. Biar bibi dan yang lainnya saja yang mengurus pelanggan." ucap Suzuna.
"Baik, Bibi." jawab Alisha lalu mulai memapah Ellios untuk menuju sebuah ruangan kecil yang berada di dalam kedai.
Ruangan ini biasanya digunakan untuk beristirahat. Bahkan di dalam ruangan ini juga ada sebuah pembaringan berukuran single. Dengan pelan dan hati-hati kini Alisha membantu Ellios untuk duduk di atas pembaringan itu.
"Ellios. Berstirahatlah dulu. Aku akan mengambilkan obatmu. Dimana kamu menyimpannya?" tanya Alisha masih dengan raut wajahnya yang terlihat begitu khawatir.
"Ada di dalam ranselku. Ranselku ada di ruangan dekat dapur." jawab Ellios pelan.
"Baiklah. Tunggu sebentar! Aku akan mengambilnya dan segera kembali." ucap Alisha lalu segera berlalu.
"Ughh ... apa ini karena aku menggunakan kemampuan mata tembus pandangku, Lovely? Tubuhku menjadi begitu tak bertenaga." gumam Ellios yang masih memilih untuk tetap duduk dan tidak segera berbaring.
[ Benar sekali, Tuan. Ini karena kemampuan mata tembus pandang begitu memerlukan cukup banyak energi. Maka dari itu tuan Ellios tidak boleh sering menggunakannya dan hanya diperbolehkan maksimal 3 kali pengaktifan di setiap harinya. ]
Jawab Lovely menjelaskan.
"Padahal aku jarang sekali memakainya. Dan hari ini juga baru sekali memakainya. Ugh ..." ucap Ellios lirih.
Tak beberapa lama, kini derap langkah dengan ritme terburu mulai mendekati ruangan itu kembali. Hingga akhirnya Alisha mulai memasuki ruangan ini kembali.
"Ellios. Minumlah ..." ucap Alisha mulai memberikan beberapa obat untuk Ellios.
Alisha juga memberikan segelas air mineral untuk Ellios agar Ellios segera meminumnya.
"Apakah ibuku melihat kamu saat mengmbil obat ini?" tanya Ellios mulai berpikir ke arah sana.
"Tidak kok. Bibi Suzuna sedang sibuk menggoreng ayam. Bahkan bibi tidak melihatku saat aku mengambil obat ini." ucap Alisha yang kini masih berdiri di samping pembaringan.
"Syukurlah ... tolong jangan pernah memberitahu ibuku soal ini, Alisha ..."
"Hhm. Tenang saja. Aku tidak akan memberitahu bibi Suzuna soal ini tanpa seijinmu. Sekarang beristirahatlah dulu. Aku akan membantu bibi Suzuna lagi." ucap Alisha berniat untuk meninggalkan Ellios.
"Tunggu, Alisha ..." sergah Ellios tiba-tiba.
"Hhm? Apa kamu sedang menginginkan sesuatu lagi? Aku akan mengambilkannya untukmu." ucap Alisha menawari.
"Soal Oichi ... aku minta maaf. Dia datang karena ingin meminta tolong padaku untuk melakukan performance bersama saat perayaan ulang tahun agencynya." ucap Ellios berusaha untuk menjelaskan soal Oichi agar Alisha tidak salah paham.
Namun rupanya Alisha malah tersenyum manis seolah tak sedikitpun marah atau kesal dengan Ellios.
"Tidak masalah kok. Aku tau kau pasti punya alasan untuk semua itu. Aku percaya kepadamu dan aku juga sangat mengenalmu dengan baik. Aku tau betul kamu orang yang seperti apa." ucap Alisha begitu manis.
"Hhm ..."
Keempat mata itu saling perpandangan selama beberapa saat, kedua anak manusia ini seakan terhanyut dalam manis dan hangatnya saat-saat indah ini.
Bodohnya aku sudah melepaskan Alisha saat itu begitu saja. Padahal Alisha selalu baik dan memerimaku apa adanya. Aku sungguh sangat menyesal telah berbuat egois saat itu. Kali ini aku tak akan pernah melepaskannya lagi!
Batin Ellios mulai meraih kedua jemari Alisha dan memberanikan diri untuk mengecup punggung telapak tangan Alisha yang begitu lembut.
"Aku sungguh minta maaf padamu, Alisha. Aku pernah berbuat egois saat itu tanpa memikirkan perasaanmu sama sekali. Aku minta maaf ..." ucap Ellios lirih sambil mendongak menatap gadis yang memiliki kecantikan alami itu.
"Hhm. Aku juga minta maaf padamu, Ellios. Aku sudah sangat jahat dan menuduhmu yang bukan-bukan saat itu. Aku juga minta maaf ..." ucap Alisha mengatakan semua itu dengan tulus.
Mereka berdua masih saling bertatapan dengan hangat. Bahkan entah mendapatkan keberanian darimana, tiba-tiba saja Ellios mulai sedikit menarik kedua tangan Alisha dan membuat tubuh Alisha sedikit mendekat padanya.
Ellios bahkan juga sedikit lebih mendongak dan mendekati wajah Alisha. Sedangkan Alisha yang mulai merasa gugup dan kikuk hanya bisa pasrah saja dan mulai memejamkan sepasang matanya untuk menyambut sesuatu dari Ellios.
Akankah ciuman pertama mereka berhasil dan sukses? Mari kita langsung lihatsaja hehe ...
Wajah mereka berdua semakin mendekat, dan hanya menyisakan beberapa lembar jemari tangan saja. Bahkan mereka bisa saling merasakan hembusan nafas masing-masing.
[ Wah ... tuanku Ellios mau berciuman dengan Alisha. Hehe semoga berhasil, Tuan!! ]
Tiba-tiba saja suara Lovely mulai terdengar dan sedikit membuat Ellios merasa kesal dan tidak nyaman
Diam kamu, Lovely! Jangan menggangguku dulu! Aku butuh konsentrasi penuh untuk melakukan semua ini.
Batin Ellios masih berusaha untuk melakukan hal itu. Namun baru beberapa detik saja, sepertinya Ellios mulai ragu kembali dan sedikit memelankan pergerakannya.
Wah, Ellios!! Apa kau sudah gila mau melakukan hal seperti ini di kedai makan ibumu? Lagipula kau sangat tidak berpengalaman! Bagaimana jika Alisha akan kecewa dengan ciuman pertamamu? Ughh ... memalukan sekali!!
Batin Ellios lalu mulai menghentikan niatnya kembali karena merasa ragu.
Yeap, tepat hanya tinggal beberapa inchi saja bibir mereka saling bertaut satu sama lain, tiba-tiba saja Ellios berhenti dan mundur kembali karena merasa ragu dan cemas akan kemampuannya dalam hal seperti itu.
Ellios mulai membuka matanya kembali, bahkan Alisha kini juga sudah mulai membuka matanya kembali. Meskipun hal itu sama sekali belum pernah mereka berdua lakukan sebelumnya, ataupun meskipun Alisha tak pernah menginginkannya sebelumnya, namun tentu saja hal seperti ini juga akan membuat Alisha merasa sedikit kecewa.
"Maafkankan aku, Alisha. Aku ... aku tidak memiliki pengalaman seperti itu sebelumnya. Aku takut kamu akan kecewa padaku." ucap Ellios dengan jujur dan sedikit menunduk.
Ucapan lugu dari Ellios yang pada awalnya membuat Alisha sedikit kecewa dan kesal, kali ini malah membuatnya menahan tawa.
"Uhm. Ada apa? Apa aku terlihat begitu payah dan tak romantis sama sekali?"
"Ya ... lebih baik seperti ini saja! Dengan begitu aku tak akan perlu merasa khawatir, karena kamu tak akan dengan mudah tergoda dan terjerat oleh gadis lain di luar sana." ucap Alisha malah menggoda Ellios dan tertawa kecil
Sedangkan Ellios malah nyengir dan mengusap tengkuknya dengan ekspresi malu.