To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Impian Ellios



"Lovely! Tampilkan statusku dan tolong bacakan untukku ..." titah Ellios sambil menghidupkan laptopnya.


[ Baik, Tuan Ellios. Karena hari ini aku sedang berbaik hati aku akan membacakannya untuk tuan Ellios. Hehe ...]


Sahut Lovely yang rupanya malam ini masih menggunakan tubuh sebagai boneka. Mungkin Lovely sudah merasa bosan menggunakan tubuh manusianya. Entahlah ...


"Hhm. Tolong bacakan. Karena saat ini aku juga harua segera melakukan seauatu ..." ucap Ellios yang terlihat masih sibuk melakukan seauatu dengan laptop di hadapannya itu.


[ Baiklah. Menampilkan status dimulai ...]


DING ...


[ ____To Be An Immortal Human By System____


Nama : Ellios Yoshikawa


Usia : 20 Tahun


Sisa Umur : 5 bulan, 0 hari, 7 jam, 8 menit, 59 detik


Ketampanan : 94


Kepintaran : 100


Ketangkasan : 30


Kecepatan : 45


Kekuatan : 32


Ketahanan : 50


Kharisma : 92


Kemampuan Spesial: Otak yang jenius


Poin sistem : 50


Poin kemampuan : 85


Hadiah menyelesaikan misi 23 : 20 hari, 1 jam, 18 menit perpanjangan usia


Hadiah misteri :


- kemampuan untuk memikat gadis ( non aktif )


- kemampuan berlari super ( non aktif )


- kemampuan bela diri, Level 8 ( non aktif )


- kemampuan menyanyi ( non aktif )


- badan kekar dan six pax ( sudah didapatkan )


- keahlian bermain basket ( non aktif )


- keahlian melompat tinggi dan jarak jauh ( non aktif )


-keahlian memulihkan tubuh yang terluka dalam waktu 1 menit hingga 5 menit ( luka apapun dan waktu penyembuhan tergantung luka yang sedang dialami )


- kemampuan super menyelam dan bertahan di dalam air tak terbatas ( non aktif )


Dana : 861 ribu yen ( kira-kira 90 juta rupiah )


Misi : 24 ( belum dibuka )


[Melaporkan status sudah selesai, Tuan Ellios ]


Lapor Lovely dengan begitu detail dan terperinci, selengkap catatan kuliah Ellios atau catatan belanja Suzuna. Hehe ...


Ellios yang masih berkutat di depan layar berukuran 14 inchi itu, tak mengurangi 1 persen pun tingkat fokusnya untuk mendengarkan laporan dari Lovely.


"Poin ketangkasanku meningkat 6 poin, kecepatan dan kekuatan juga mengalami peningkatan 5 poin, ketahanan juga meingkat 10 poin, kharismaku juga meningkat 1 poin." gumam Ellios menyimpulkan dan selama beberapa saat menghentikan aktifitas jemarinya di atas keyboard.


"Poin sistemku juga meningkat 20 poin, kemampuan bela diri nain 1 level, dan aku juga mendapatkan perpanjangan usia sebanyak 20 hari 1 jam 18 menit. Hehe keren sekali ... usia yang tersisa saat ini adalah 5 bulan. Hehe ... tidak terlalu buruk! Itu artinya semenjak aku menjalankan misis sistem, usiaku sudah bertambah 3 bulan. Keren sekali!!" gumam Ellios dengan kedua jemarinya yang saling bertaut di depan wajahnya dan tersenyum lebar


"Aku jadi semakin tidak sabar untuk segera melakukan misi di Rainbow Bridge besok sore. Kira-kira misi apa ya yang akan diberikan oleh Lovely untukku besok ya? Apakah aku harus menyelam ke dasar lautan? Ihhh seram juga jika dibayangkan. Meskipun aku memiliki kemampua menyelam dan bernafas di dalam air sih, tapi apakan bisa menjamin hiu atau paus tak akan memakanku? Hiyyyy ..." ucap Ellios bergidik ngeri membayangkan dirinya yang menjadi santapan hewan laut itu.


"Tidak ... tidak ... semua itu tak akan terjadi! Aku pasti bisa melakukan misi esok dengan sangat baik!! Baiklah ... sekarang kerjakan tugas kuliah dulu!" ucap Ellios mulai memasukkan beberapa coding untuk tugas programnya.


"Suatu saat aku akan menciptakan teknologi baru di dalam kehidupan ini!! Jadi aku harus tetap menjalankan semua misi sistem agar umurku cukup untuk pencapaian mimpiku di masa depan!!" gumam Ellios menatap lurus layar laptopnya itu dengan sangat serius.


...⚜⚜⚜...


Pagi-pagi sekali Ellios melakukan semua aktifitasnya dengan begitu terburu-buru karena bangun kesiangan. Bahkan Ellios tidak sempat menikmati sarapan yang sudah disiapkan oleh Suzuna pagi ini.


"Ibu, aku berangkat dulu ya!" ucap Ellios sambil menyerobot sebuah kue panggang lalu mulai menggigitnya, sementara kedua tangannya mulai memakai sepatu dan mengikatnya.


"Ellios! Kamu selalu saja kesiangan! Padahal ibu sudah membangunkan kamu dari tadi! Tapi kamu tidak juga bangun. Bahkan pintu kamar juga selalu kamu kunci akhir-akhir ini." gerutu Suzuna sambil merapikan meja makannya.


"Hehe ... Maaf, Ibu. Semalam aku mengerjakan tugas kuliah sampai larut. Dan aku lupa tidak menghidupkan alarmku. Makanya aku kesiangan." sahut Ellios ketika sudah mengambil roti panggang dari mulutnya kembali. "Aku berangkat dulu ya, Ibu!"


"Tunggu, Ellios!" kali ini Suzuna menahan Ellios dan sudah berjalan mendekati Ellios.


"Ada apa, Ibu?"


"Darimana kamu mendapatkan tas bagus itu? Pasti harganya sangat mahal bukan? Ibu sering melihat tas-tas mahal seperti itu biasanya dipakai oleh istri pengusaha atau paling tidak mereka yang memiliki banyak uang." ucap Suzuna.


"Oh. Itu aku membelinya di pasar, Ibu. Dan harganya murah kok. Hanya 4.900 yen saja kok, Ibu. Hehe ..." ucap Ellios berbohong.


Padahal harga tas yang dibeli oleh Ellios saat berada di Swiss adalah 371 ribu yen ( kira-kira 39 juta rupiah ).


"Ya sudah aku berangkat dulu ya, Ibu. Aku sudah sangat terlmbat saat ini. Sampai jumpa, Ibu ..." ucap Ellios kembali dengan cepat dan segera berlari begitu saja.


"Lovely, aktifkan kecepan superku kembali sekarang juga. Kelas akan segera dimulai dalam 10 menit lagi. Aku tidak akan sempat jika berangkat dnegan menaiki busway." ucap Ellios sambil memakan kue panggangnya dan berlari pelan.


[ Baik, Tuan. Kecepatan super akan segera diaktifkan ... kecepatan super telah diaktifkan. ]


DING ...


SWOSH ...


SWUSHH ...


Namun tiba-tiba saja Ellios melihat sebuah kereta bayi yang bergerak sendiri karena menggelinding dan menuju ke tengah jalan. Sementara sang ibu malah sedang asyik berbincang dengan seseorang melalui telpon.


Padahal saat ini, lampu lalu lintas yang tadinya sedang menyala dengan warna merah mentereng, kini sudah mulai berganti menjadi kuning dan tentu saja akan segera berubah menjadi hijau selama beberapa detik ke depan.


"Oh tidak ... anak siapa itu ..." teriak histeris dari salah satu wanita yang mulai menyadari jika ada sebuah kereta bayi yang sedang menggelinding ke tengah jalan.


"Oh tidak. Bagaimana ini?" teriak wanita paruh baya lainnya begitu khawatir karena melihat sebuah mobil sudah mulai melaju dengan cukup kencang dari sisi lainnya.


Sang ibu yang mulai menyadari kereta anaknya tidak ada lagi di sisinya kini mulai kebingungan mencarinya. Hingga akhirnya sang ibu bayi mulai melihat kereta bayi anaknya yang sudah berada di tengah jalan dan hanya berjarak kira-kira 5 meter saja dari mobil yang sedang melaju dengan kencang.


"Tidak!! Anakku!!" teriak sang ibu bayi begitu histeris dan sangat ketakutan.


Karena untuk berlari mencapainya dan menyelamatkan sang bayi adalah hal yang tidak mungkin lagi jika dipikir menggunakan logika dan akal sehat, karena jarak mobil itu sudah begitu dekat.