
Setelah beberapa saat, akhirnya sebuah taxi berwarna kuning lembut mulai datang menghampiri mereka berdua dam kedua anak muda itu segera memasukinya.
Tak banyak terjadi perbincangan diantara Ellios dan Alisha saat di dalam taxi itu. Mereka berdua hanya saling terdiam karena suasana menjadi begitu kikuk saat ini.
"Ehem ... " sang sopir taxi berdehem dan sesekali melihat Alisha dan Ellios melalui kaca yang tergantung di depan. "Apakah kalian sedang bertengkar? Jangan lama-lama bertengkar, Dek. Nanti kecantol yang lain bahaya lo." imbuh sopir taxi itu malah menggoda Ellios dan Alisha.
Argh ... benar sekali! Akhir-akhir ini Ellios sangat populer di kampus. Banyak para gadis yang mulai membicarakannya saat di kampus. Dan mereka juga mengagumi Ellios. Bagaimana jika mereka menyatakan perasaan untuk Ellios? Apakah itu artinya sudah tak ada harapan untuk kami? Mengapa rasanya sedih sekali? Padahal dia sendiri yang mengatakan bosan denganku dan mengakhiri hubungan ini. Aku benar-benar sangat menyedihkan. Mungkin saja Ellios memang sudah bosan denganku yang tidak menarik seperti para mahasiswi itu.
Batin Alisha telihat murung dan masih menatap bangunan-babgunan megah dan menjulang tinggi yang dilalui oleh taxi ini.
Mengapa aku tidak pernah berpikir sampai kesana? Bagaimana jika tiba-tiba saja ada seseorang yang mulai mendekati Alisha dan mengajaknya untuk berkencan? Alisha adalah gadis yang cantik dan baik, pasti akan banyak pemuda yang menyukainya. Dan tentu saja mereka akan lebih keren dan lebih sempurna jika dibanding dengan dariku. Dan yang tentu saja mereka juga lebih sehat dan tidak penyakitan seperti diriku. Huft ... bagaimana ini? Aku memang masih menyukai Alisha, namun apakah aku masih memiliki sebuah kesempatan? Apakah dia bisa memahami keadaanku saat ini? Apakah dia masih bisa menerimaku ...
Batin Ellios terlihat murung dan sedikit melirik Alisha yang juga terlihat murung menatap sisi samping melalui jendela kaca taxi. Namun tiba-tiba saja Alisha mulai berbalik dan tak sengaja mereka saling bertemu pandang.
Lagi-lagi perasaan kikuk itu mulai hadir kembali dan membuat keduanya saling mengalihkan pandangan.
"Huft ... di jaman seperti saat ini, masih ada ya anak muda seperti kalian ya. Malu-malu kucing ..." sopir taxi itu kembali menggoda mereka berdua dan tertawa kecil.
Sedangkan Alisha dan Ellios malah semakin merasa kikuk dan tak menjawab ucapa sang sopir. Setelah beberapa saat akhirnya mereka sudah sampai di depan kediaman Alisha.
"Ellios. Terima kasih karena sudah mengantarku. Terima kasih juga sudah mengundangku untuk makan malam. aku pulang dulu. Kamu berhati-hatilah di jalan." ucap Alisha bersiap untuk membuka pintu taxi itu.
"Uhm ... Alisha!" sergah Ellios dengan cepat dan sukses membuat Alisha tertahan kembali.
"Ya, Ell?" tanya Alisha dengan senyum tipis, seolah berharap sesuatu.
"Ini untukmu. Selama ini aku tidak pernah memberikan sesuatu dengan benar untukmu. Aku minta maaf ... semoga kamu menyukainya." ucap Ellios sambil mengeluarkan sesuatu daru dalam saku coatnya lalu menyodorkan sebuah bingkisan berwarna biru navy dengan pita putih kecil yang begitu lucu untuk Alisha.
"Apa ini, Ell?" tanya Alisha kebingungan, namun gadis cantik itu tetap menerima bingkisan pemberian dari Ellios dengan senang hati.
"Hanya sedikit oleh-oleh. Namun, jika kamu tidak menyukainya ... kamu boleh untuk tidak memakainya kok." ucap Ellios sedikit kikuk.
Karena selama berpacaran dengan Alisha, Ellios memang tidak pernah memberikan hadiah untuk Alisha sesuatu yang berharga dan mahal. Karena Ellios memang tidak memiliki uang saat itu untuk membelikan barang-barang mahal itu.
"Terima kasih. Tapi menurutku hadiah itu tidak dinilai dari harga dan nilainya kok. Akan lebih berharga jika seseorang memberikan sesuatu yang sederhana namun dia memberikannya dengan tulus." ucap Alisha yang seketika membuat Ellios merasa lega.
"Uhm ... i-iya, Alisha. Kau benar sekali." sahut Ellios tersenyum kaku.
"Ya sudah aku pulang dulu ya. Kamu hati-hati di jalan. Selamat malam dan sampai jumpa." ucap Alisha lalu segera turun dari taxi.
"Sampai jumpa ..." ucap Ellios merasa sedikit lega, karena hubungannya dengan Alisha sepertinya mulai membaik kembali. "Pak, kita kembali ke rumahku lagi ya!" ucap Ellios memberikan titah untuk sopir taxi itu.
"Baik, Dek." sahut sopir taxi itu lagi.
Celutuk Lovely tiba-tiba.
"Diam kamu, Lovely! Tau apa kamu tentang perasaan manusia!" ucap Ellios tanpa sadar, dan Ellios mengucapkannya dengan cukup keras.
"Ha?? Apa?? Aku bahkan tidak mengatakan apapun, Dek." ucap sopir taxi itu kebingungan.
"Ahh ... bukan apa-apa, Pak sopir. Aku hanya sedang menghubungi seseorang melalui earpieces hehe ..." kilah Ellios dengan asal. "Uhm ... iya halo, Lovely! Ahaha ... aku masih dalam perjalanan pulang. Jangan lupa siapkan hadiah misteri yang keren untukku saat di rumah!" ucap Ellios berpura-pura sedang berbincang dengan seseorang melalui ponselnya.
Dasar! Penampilan sungguh sangat menipu ya. Aku kira anak muda ini benar-benar polos. Ternyata pemuda ini adalah seorang playboy ya. Baru saja dia mengantarkan seorang gadis pulang dan memberikan sebuah hadiah untuk gadia itu. Tapi kini pemuda ini malah sudah menghubungi gadis lainnya lagi dan malah menantikan sebuah hadiah misteri saat di rumah. Haishhh ... dasar serigala berbulu domba!
Batin sopir taxi itu masih menatap kesal Ellios melalui kaca gantung di depan. Sementara Ellios masih terlihat menyibukkan dirinya dengan ponsel bututnya yang sebenarnya sudah tidak layak pakai.
Ahh ... sepertinya aku harus membeli ponsel baru! Ponsel ini masih saja sering eror dan tiba-tiba sinyal hilang. Padalah aku sudah sering memperbaikinya dan mengganti beberapa spare part-nya. Bahkan kemarin baru saja aku memperbaiki receiver singnal-nya. Namun malah kembali seperti ini lagi. Huft ... untung saja aku punya dana sendiri dari hadiah misi. Jadi aku tidak perlu meminta kepada ibu. Baiklah ... besok ajak Jullian saja deh untuk menemaniku membeli ponsel.
Batin Ellios mulai menyimpan kembali ponselnya yang sudah rusak itu.
...⚜⚜⚜...
Hallo my beloved reader ...
Sambil nungguin Ellios up mampir ke novel super sistem terbaruku yuk. Yang pasti nggak akan kalah seru dan menarik ya.
Kita intip sebentar yuk. Check this out ...
Kembali terjebak di jaman Muromachi dan menjadi Raja Iblis Surga ke-6 bersama sistem. Bisakah Dazai seorang mahasiswa Sejarah kembali ke masanya?
Yeap, Dazai, seorang mahasiswa sejarah sedang melakukan study tour ke Musium Raku di Kyoto.
Namun dia mengalami sebuah kecelakaan dan tiba-tiba saja saat dia terbangun, Dazai sudah berada di dalam masa Sengoku Basara. Sebuah zaman dimana terjadinya peperangan dasyat di masa lalu.
Dazai menemukan sebuah sistem dan menemaninya untuk melewati semua itu. Sistem itu menawarkan beberapa hadiah dan juga menjanjikan akan membantu Dazai kembali ke dunianya.
Bisakah Dazai menghadapi masa peperangan dasyat itu dan kembali ke dunianya?
Ikuti kisah Dazai saat bereinkarnasi menjadi Putra Mahkota Keiji Fujiwara yang begitu legendaris mi masa peperangan maha dasyat itu hanya di dalam novel,
Become 6 Th Heaven Lord Demon With System.