
Keesokan harinya Ellios baru pulang dari rumah sakit dan diantarkan oleh Kakei untuk pulang ke rumahnya. Suzuna tidak memarahi Ellios, karena kemarin malam Kakei sengaja menghubungi Suzuna dan mengatakan pada wanita paruh baya itu, jika malam itu Ellios akan menginap di rumah Kakei karena akan mengerjakan tugas kuliah bersama.
Setelah mengantarkan Ellios, Kakei segera pamit kembali karena harus segera pergi ke suatu tempat untuk sebuah kepentinga.
"Temanmu baru ya, Ell? Ibu tidak pernah melihat dia sebelumnya." tanya Suzuna saat berada di dalam rumah.
"Iya, Ibu. Kami baru berteman dan rupanya dia sangat baik padaku." ucap Ellios dengan jujur sambil membenarkan gendongan ranselnya yang hampir saja terjatuh.
"Hhm. Ibu bisa melihatnya. Dia pemuda yang baik namun temanmu itu sedikit dingin dan kaku." celutuk Suzuna menerka-nerka.
"Wah ... ibu benar sekali! Dia memang seperti itu, Ibu. Namun dia selalu ramah padaku." celutuk Ellios berniat untuk segera kembali ke kamarnya. "Aku istirahat dulu ya, Ibu. Kemarin malam kami kurang tidur karena harus menyelesaikan tugas dari profesor."
"Hhm. Tidur dan istirahatlah, Sayang." jawab Suzuna yang masih menonton sebuah drama pada acara TV.
Ellios segera meninggalkan Suzuna dan pergi ke kamarnya lalu mulai beristirahat di atas temoat tidurnya. Karena tubuhnya masih terasa begutu lelah.
...⚜⚜⚜...
Setelah beberapa jam tertidur, kini Ellios mulai terbangun dan mulai membersihkan dirinya sendiri di kamar mandi. Tak membutuhkan waktu yang lama pemuda yang semakin hari semakin terlihat semakin bersinar itu kini mulai kembali ke kamarnya dan masih mengenakan kaos oblong santai serta celana santainya.
"Argh ... segar sekali!!" gumamnya yang masih berusaha untuk mengeringkan rambutnya dengan sebuah handuk kecil berwarna putih.
Namun betapa terkejutnya Ellios saat melihat seorang gadis cantik sedang berada di atas pembaringan Ellios dan sedang tidur tengkurap sambil melihat-lihat sebuah album foto.
Gadis itu sangat cantik dan terlihat seperti boneka barbie. Rambutnya panjang dan sedikit bergelombang berwarna silver dengan memakai penjepit rambut kupu-kupu berwarna soft purple pada masing-masing sisinya.
Wajahnya cantik dan mungil, memiliki dagu berbentuk v-shape, sepasang matanya sangat indah dengan pupil abu-abu dilengkapi dengan bulu mata yang begitu lentik. Dia juga memiliki tulang hidung yang mancung dan indah. Bibirnya merah merona dan sedikit mungil.
Tubuhnya yang ramping sudah terbalut indah dengan sebuah dress pendek di atas lutut dengan warna ungu menyala berbahan satin.
"Siapa kamu? Dan apa yang sedang kamu lakukan di dalam kamarku?!" ucap Ellios terperanjat kaget.
Karena seumur hidupnya ini adalah pertama kalinya ada seorang gadis yang mendatangi kamarnya. Ditambah lagi gadis itu tiba-tiba saja hadir seperti itu. Dan Ellios juga tidak mengenalinya sama sekali.
Gadis cantik itu beralih menatap Ellios dan tertawa kecil seakan baru saja melihat sebuah lelucon di hadapannya. Dan tentu saja hal ini semakin membuat Ellios merasa kebingungan dan membuat kedua alisnya berkerut saling berdekatan.
"Aku sedang bertanya padamu. Mengapa malah tertawa, Nona?" ucap Ellios lagi masih waspada.
Gadis itu sekarang mulai merubah posisinya menjadi duduk dan menghadap Ellios. Namun tawanya masih saja menghiasi wajah cantik jelita itu. Hingga beberapa saat setelah tawanya reda, gadis itu mulai menjawab Ellios.
"Tidak! Aku tidak mengenalimu! Apa yang kamu incar di dalam rumahku?! Apa kamu ingin mengambil sesuatu? Kami bukan orang kaya ... kamu salah sasaran, Nona!" ucap Ellios masih sangat waspada.
"Ckk ... siapa juga yang tertarik dengan barang-barang berharga milik manusia bumi! Aku ini adalah Lovely, Tuan. Bukankah aku sudah pernah mengatakan akan mencari tubuh yang tepat untukku?" celutuk gadis cantik yang mengaku dirinya adalah Lovely.
Mendengar ucapan dari gadis itu, membuat sepasang mata Ellios semakin membelalak.
"Kamu adalah Lovely? Lalu itu tubuh siapa yang sedang kamu pakai?" tanya Ellios antara percaya dan tidak petcaya.
"Ya, Tuan Ellios. Aku adalah Lovely. Tentu saja ini adalah tubuhku. Aku baru saja membelinya di Diamond market. Bagaimana? Aku cantik kan? Bahkan aku lebih cantik dari para gadis bumi ini. Hehe ..." ucap gadis itu dengan tawa kecil.
Dan sikapnya juga memang sedikit menyebalkan seperti Lovely yang biasanya.
"Coba katakan padaku. Kapan dan dimana pertama kali kita bertemu?" tanya Ellios yang masih ingin memastikan lagi, apakah gadis itu benar-benar Lovely atau bukan.
"Pertama kali bertemu adalah saat tuan Ellios berada di halaman belakang kampus dengan semangat hidup yang sudah sangat tipis atau setara dengan 30% saja. Tuan kehilangan semangat untuk hidup, kehilangan Alisha dan dihajar oleh Louis. Saat itu adalah 27 Juni jam 4 Pm lewat 18 menit 30 detik." jawab gadis itu dengan sangat detail.
Whoa ... benar sekali! Jadi gadis di hadapanku ini adalah benar-benar Lovely? Wah ... inikah dia saat berwujud sebagai manusia? Lebih manis sih jika dibandingkan dengan boneka yang bisa berbicara itu. Hehe ... hanya gara-gara ingin makan ramen dia sampai rela membeli tubuh ini. Hhm ...
Batin Ellios masih menatap lekat Lovely dengan tangan kirinya yang dilipat di depan dada bidangnya, sementara tangan kanannya dilipat ke atas sambil mengusap dagu indahnya.
"Hhm. Kamu memang Lovely. Kamu boleh tau, kamu membeli tubuh ini dengan apa?" tanya Ellios penasaran.
"Hehe ... sebenarnya aku membelinya dengan poin sistem yang tuan miliki. Hanya 90 poin kok. Nanti pasti akan segera tergantikan deh. Jangan marah ya, Tuan. Aku akan menggantikannya berlipat-lipat." ucap Lovely memperlihatkan mata kucingnya dan memelas menatap Ellios berharap Ellios tak akan marah kali ini.
"Apa 90 poin sistem?! Lovely!! Apa kamu bercanda?! Poin sistemku saja baru terkumpul 95 poin. Dan kamu malah menggunakannya hanya untuk membeli tubuh ini dengan 90 poin itu?" ucap Ellios sangat syok.
Lovely segera melompat dari tempat tidurnya dan meraih lengan kiri Ellios masih dengan raut wajahnya yang begitu memohon.
"Poin sistem hanya akan mendapatkan hadiah spesial jika sudah terkumpul hinhga mencapai 100 poin. Tenang saja, Tuan Ellios. Aku akan menggantikannya dengan hadiah-hadiah lainnya yang lebih berlipat dan akan sangat berguna untuk tuan Ellios!" bujuk rayu Lovely sambil mengedipkan beberapa kali matanya dan tersenyum lebar menatap Ellios.
Karena wujud Lovely saat ini adalah seorang gadis cantik, bahkan suaranya juga seperti seorang manusia pada umumnya, sebenarnya hal itu sedikit membuat Ellios merasa tak leluasa seperti biasanya.
Yeap, tentu saja karena Ellios sangat jarang berinteraksi dengan gadis manapun. Berinteraksi dengan Jiu maupun gadis-gadis lain saat itu saja karena saat itu Ellios sedang mendapatkan misi dari sistem.
"Jadi ... kamu bisa terlihat oleh orang lain ketika sedang memakai tubuh ini?" tanya Ellios mulai berpikir ke arah sana.