
SWOSHH ...
SWUSHH ...
Sangat terasa oleh Ellios beberapa helai rambutnya yang lurus mengenai wajahnya sendiri karena terkena terpaan angin yang cukup kencang. Pakaian Ellios juga sedikit terbang karena hembusan angin dingin itu.
Hingga akhirnya setelah beberapa saat, semuanya kembali menjadi tenang karena hembusan angin itu mulai menghilang begitu saja.
"Tuan Ellios. Bukalah mata tuan." ucapan Lovely yang terdengar begitu lembut dan ceria kini mulai terdengar.
Ellios mulai membuka sepasang matanya dan mulai melihat sekitarnya. Tatapan takjub diiringi dengan senyum lebar kini mulai menghiasi wajah yang sebenarnya cukup tampan itu
"Whoa!! Ini sungguh keren sekali!! Hanya dalam sekejap aku sudah kembali lagi di kamarku di Jepang!! Meskioun kamar dan rumah ini sangatlah sederhana dan jauh dari kata mewah, tapi aku sungguh sangat menyukainya. Karena ini adalah satu-satunya peninggalan dari ayah. Di rumah ini begitu banyak kenangan bersama ayah." ucap Ellios dengan senyum penuh kerinduan sambil menatap seisi kamarnya.
"Home sweet home." sahut Lovely dengan senyum tipis dan mengambil sebuah buku album milik Ellios lalu mulai melihat-lihatnya.
"Oh astaga!! Tuan Ellios saat masih SMU sungguh kurus sekali!! Seperti tiang listrik saja! Bisa terbang saat terkena terpaan angin yang kencang!" celutuk Lovely saat melihat sebuah foto lama Ellios dengan sebuah seragam sekolah berwarna putih dan mengenakan sebuah dasi berwarna merah maron bergaris.
"Cckk ... mau bagaimana lagi. Postur tubuhku yang tinggi dan sedikit kurus menurun dari ayahku." jawab Ellios mulai bersandar pada meja belajarnya dan menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.
"Bukan sedikit kurus, Tuan. Tapi sangat kurus." timpal Lovely sengaja menggoda tuannya dengan berbicara sedikit memberikan tekanan pada kata sangat kurus, dan sukses membuat Ellios merasa sedikit kesal.
"Huft ... terserah kau saja." sahut Ellios pasrah dan sedikit cuek. "Hhm ... saat ini masih jam 9 AM. Itu artinya berada seharian di Swiss hanya menghabiskan kira-kira 2 jam waktuku di Jepang saja ya. Hhm ... syukurlah jika begitu. Dengan begitu ibuku tidak akan khawatir dan mengira jika aku hilang. Hehe ..." celutuk Ellios dengan tawa kecil.
Ellios mulai mengangkat beberapa totebag berukuran besar yang berisi dengan oleh-oleh itu dan meletakkannya di atas meja.
"Hhm? Bukankah aku sudah mengatakannya saat kita berada di Swiss, Tuan? Ckk ... menyebalkan sekali! Ternyata tuan Ellios tidak mendengarkan aku saat aku berbicara!" sungut Lovely mulai mengerucutkan bibirnya beberapa centi ke depan karena merasa kesal.
Ellios yang melihat tingkah Lovely yang sangat mirip dengan seorang gadis, kini mulai tertawa kecil.
"Maaf. Bukan aku tidak mendengarkanmu, Lovely. Aku selalu mengingat apapun yang pernah aku dengar dan apapun yang pernah aku lihat. Hanya saja aku belum membuktikannya sendiri. Jadi aku masih merasa kurang yakin. Begitu ... hehe ..." sahut Ellios meringis.
"Huft ... padahal semua bukti nyata dari seluruh kekuatan dan pengaruh sistem sudah tuan Ellios rasakan dan nikmati. Masih saja tuan selalu meragukannya ..." Lovely masih menggerutu.
"Oke deh. Maaf ... aku akan mentraktirmu lagi deh kapan-kapan." bujuk rayu Ellios. "Oh iya ... ngomong-ngomong aku belum memeriksa status terbaru dari tubuhku. Tolong tampilkan statusku, Lovely!" imbuh Ellios memberikan titahnya untuk sang boneka pemandu sistemnya.
"Okay ..." sahut Lovely dengan wajahnya yang masih sedikit cemberut.
DING ...
Sebuah suara yang begitu khas itu mulai terdengar diiringi dengan sebuah layar hologram kebiruan yang mulai terlihat tepat di hadapan Ellios saat ini.
____To Be An Immortal Human By System____
Nama : Ellios Yoshikawa
Usia : 20 Tahun
Sisa Umur : 3 bulan, 23 hari, 04 jam, 34 menit, 11 detik
Ketampanan : 94
Kepintaran : 100
Ketangkasan : 24
Kecepatan : 35
Kekuatan : 27
Ketahanan : 40
Kharisma : 91
Kemampuan Spesial: Otak yang jenius
Poin sistem : 50
Hadiah menyelesaikan misi 21 : 15 hari, 5 jam, 20 menit perpanjangan usia
Hadiah misteri :
- kemampuan untuk memikat gadis ( non aktif )
- kemampuan berlari super ( non aktif )
- kemampuan bela diri, Level 7 ( non aktif )
- kemampuan menyanyi ( non aktif )
- badan kekar dan six pax ( sudah didapatkan )
- keahlian bermain basket ( non aktif )
- keahlian melompat tinggi dan jarak jauh ( non aktif )
-keahlian memulihkan tubuh yang terluka dalam waktu 1 menit hingga 5 menit ( luka apapun dan waktu penyembuhan tergantung luka yang sedang dialami )
- kemampuan super menyelam dan bertahan di dalam air tak terbatas ( non aktif )
Dana : 761 ribu yen ( kira-kira 80 juta rupiah )
Misi : 22 ( belum dibuka )
Sistem pemandu : Lovely
Ellios masih mengamati layar hologram itu dan membaca statusnya dengan begitu teliti dan hati-hati.
"Kecepatan dan kekuatanku meningkat 2 poin. Kecepatan dan ketahanan juga mengalami peningkatan 5 poin. Poin sistemku juga meningkat 10 poin." ucap Ellios yang masih terus membaca statusnya.
"Rupanya aku juga mendapatkan sebuah hadiah misteri kemampuan super menyelam dan bertahan di dalam air tak terbatas. Wow!! Ini sungguh keren sekali!! Itu artinya aku bisa menyelam lebih lama hingga mencapai kedalaman berapapun. Luar biasa!!" gumam Ellios lagi dengan wajahnya yang begitu berbinar.
"Keren!! Keren!! Ini sungguh keren sekali Tapi ... andai saja aku memiliki kekuatan itu sebelumnya. Pasti aku akan lebih mudah untuk menyelam ke dalam danau Oeschinen dan pastinya untuk menyelamatkan Carrisa akan jauh lebih cepat dan mudah. Tapi ya sudahkah. Carissa juga sudah terselamatkan kok." gumam Ellios mulai teringat dengan sosok Carrisa
Tok ... tok ... tok ...
Tiba-tiba saja sebuah suara dengan ritme yang begitu teratur mulai terdengar dari arah pintu kamar Ellios, menandakan sedang ada seseorang di luar kamarnya.
"Ellios!! Apa kamu belum bangun? Buka pintunya dulu! Mengapa akhir-akhir ini kamu sering mengunci pintu kamarmu, Ell?" suara Suzuna dengan intonasi yang sedikit keras kini mulai terdengar.
"Uhm ... iya, Ibu. Aku sudah bangun kok. Sebentar ..." ucap Ellios menyauti dengan mengeraskan suaranya dan segera beralih menatap Lovely.
Ellios memberikan isyarat kepada Lovely, agar Lovely segera mebubah wujudnya lagi menjadi sebuah boneka lagi. Lovely mengangguk pelan dan memberikan jawaban oke melalui isyarat tangannya.
Setelah itu Ellios mulai melenggang ke arah pintu kamarnya dan mulai membukanya.
CEKLEK ...
Suzuna terlihat sudah berdiri dibalik pintu kamar Ellios. Namun Suzuna kembali menatap seisi kamar Ellios seakan masih mencurigai sesuatu. Karena akhir-akhir ini Ellios sering mengunci pintu kamarnya.
"Ada apa, Ibu?" tanya Elliosmembuat Suzuna kembali beralih menatap putranya.
"Kamu tidak lupa untuk mengundang Alisha makan malam hari ini bukan?" tanya Suzuna.
"Tentu saja tidak, Ibu. Aku sudah mengundangnya. Dan Alisha akan datang kok malam ini. Ibu tenang saja ..." sahut Alisha dengan senyum tipisnya.
"Wah ... akhirnya bisa bertemu dengan gadis manis dan baik hati itu lagi." sahut Suzuna dengan wajah berbinar. "Oh ya, Ell!! Tolong belikan semua bahan-bahan ini ya. Ibu akan segera memasaknya!!" imbuh Suzuna sambil memberikan sebuah kertas yang berisi dengan beberapa bahan untuk memasak, seperti daging, sayuran, dan buah-buahan.
Apa? Belanja sayuran?
Batin Ellios sedikit melongo saat melihat daftar belanjaan itu.