To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Sihir Oichi



Ken bersikeras untuk memasuki bangunan tua itu kembali dan berusaha untuk segera mencari Ellios. Sementara para idol lainnya sudah meninggalkan tempat itu dan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian. Sedangkan Oichi berusaha untuk mengejar dan menyusul Ken kembali memasuki gadung itu.


GREPP ...


"Ken!!" Oichi meraih dan menahan tangan Ken karena mengingat pesan dari Ellios kembali untuk segera meninggalkan tempat ini. "Kita harus segera pergi dari tempat ini! Ellios akan segera menyusul kita. Dia akan baik-baik saja." imbuh Oichi yang sebenarnya sangat bertolak belakang dengan hati nuraninya.


Karena sebenarnya Oichi juga begitu mengkhawatirkan Ellios saat ini. Namun tak ada pilihan lain, karena dia juga telah menyepakati perintah dari Ellios untuk segera meninggalkan tempat ini.


"Tidak, Oichi. Aku tidak bisa meninggalkan Ellios begitu saja! Jika kamu mau segera pergi dan meninggalkan tempat ini tidak masalah, tapi aku akan tetap mencari Ellios terlebih dulu." ucap Ken kekeh dan segera melepaskan tangan Oichi lalu mulai melanjutkan niatnya kembali.


Namun belum sempat Oichi menghalangi Ken kembali, kini tiba-tiba saja sudah ada dua orang pria dari arah seberang yang melenggang mendekati mereka berdua. Ken dan Oichi mulai menghentikan langkah kakinya dan mulai menatap kedua pria sangar itu dengan begitu waspada.


Dengan cepat Ken mulai meraih sebuah kayu kecil yang kebetulan tergeletak di atas lantai yang tak jauh darinya, lalu mulai mengayun-ayunkannya ke arah kedua preman itu dengan pergerakan yang cepat.


"Kalian berdua jangan ada yang berani mendekat!" ucap Ken memperingatkan kedua pria sangar itu masih dengan mengayun-ayunkan kayu itu ke arah kedua prreman itu.


Nanun peringatan dari Ken malah terlihat begitu lucu dan membuat kedua pria sangar itu tertawa terbahak-bahak. Lalu salah satu pria itu mulai merebut kayu itu dari Ken dan mematahkannya begitu saja.


Tak berhenti disini saja, Ken yang sebenarnya cukup ngeri saat melihat kedua pria yang cukup menyeramkan dengan gaya bak gaya yakuza itu kini memberanikan diri untuk melayangkan tinjunya ke arah salah satu dari mereka dan mengenai perut mereka.


BUGHH ...


Serangan tinju dari Ken rupanya tak memberikan damage apapun untuk pria itu. Malah pria itu tertawa terbahak-bahak karena serangan itu.


"Bwahahaha ... tinju macam apa ini?! Kau lemah sekali, Pria mulus! Tinju darimu sungguh tak terasa sakit sama sekali untukku! Namun seranganmu malah membuatku merasa seperti sedang digelitiki. Ini geli sekali! Bwahahah ..." pria itu kembali tertawa renyah karena Ken yang sudah beberapa kali mulai melayangkan tinjunya kembali.


Huft ... dasar Ken! Baiklah, Cornor ... aktifkan kemampuan memikatku!


Batin Oichi dengan cepat agar kedua preman itu tak melukai Ken yang saat ini masih sedang berusaha untuk menghajar salah satu pria itu.


[ Baik, Nona Oichi. Kemampuan memikat akan segera diaktifkan ...]


Setelah beberapa saat akhirnya Oichi mulai melenggang dengan anggun mendekati mereka semua.


"Kalian berdua, dengarkan aku baik-baik! Patuhi perintahku dan segera serahkan diri kalian ke kantor polisi terdekat!" ucap Oichi menatap lurus-lurus kedua pria sangar itu secara bergantian.


Tanpa banyak berkata-kata, kedua pria sangar itu mulai melenggang dengan patuh dan meninggalkan tempat ini untuk menjalankan perintah yang sudah diberikan oleh Oichi untuknya.


Ken yang menyaksikan semua ini tentu saja merasa bingung. Mengapa kedua pria sangar itu bisa dengan mudahnya mematuhi ucapan dan perintah dari Oichi?


Bahkan kini Ken sudah bersiap kembali dengan memungut sebuah tongkat besi yang kebetulan tergeletak di atas lantai tak jauh darinya. Derap langkah itu kini terdengar semakin mendekat dan semakin membuat Ken menggenggam tongkat besi itu semakin kuat.


Kini sebuah siluet hitam seorang pria mulai terlihat di depan mereka berdua, tak terlihat dengan begitu jelas karena pencahayaan yang sangat minim.


"Berhenti dan jangan mendekat!! Atau kamu akan merasakan lembutnya pukulan dari tongkat besi ini!!" hardik Ken mengancam dan sukses membuat pria itu menghentikan langkah kakinya di tengah lorong yang gelap.


Namun tiba-tiba saja siluet itu mulai melangkah kembali dan membuat Ken menjadi lebih waspada namun reflek sedikit melangkah mundur.


"Kau sudah aku peringatkan tapi mengabaikanku begitu saja! Maka rasakan semua ini!! Hiaatthh ..." Ken mulai mengayunkan pemukul besinya ke udara dan bersiap untuk menghantamkannya ke arah siluet hitam yang sudah semakin mendekatinya.


GREPP ...


Dengan begitu cepat siluet hitam yang sudah berdiri tepat di hadapan Ken kini menangkap tongkat besi itu dengan begitu mudah. Ken masih berusaha untuk menyerang kembali dan menarik tongkat besi itu kembali, namun tiba-tiba mulai terdengar suara seorang pemuda yang begitu familiar untuknya.


"Ken! Ini aku ..." ucap siluet hitam itu tiba-tiba.


Ken mulai menatap seseorang itu dengan lebih detail dan teliti. Dan rupanya dia adalah Ellios.


"Ellios? Huft ... ternyata kamu ya. Aku kira kamu adalah salah satu komplotan dari mereka. Syukurlah jika kamu sudah datang. Ayo kita segera meninggalkan tempat ini!! Kata Oichi ada sebuah alat peledak di tempat ini." ucap Ken mulai meraih tangan Ellios dan menggiringnya untuk segera menuju ke pintu keluar.


Sementara Oichi juga mulai mengikuti kedua pemuda itu dengan langkah yang cepat.


"Tenang saja, Ken! Alat peledak itu sudah tak akan berfungsi lagi kok. Aku sudah menjinakkannya." sahut Ellios disela-sela langkah yang mulai mengantarkan mereka hingga akhirnya mereka bisa melihat cahaya rembulan di langit yang gelap.


"Benarkah itu, Ell? Wah kau hebat sekali!!" puji Ken sesekali melirik Ellios dengan ekspresi takjub.


"Ahaha ... tidak juga kok, Ken. Aku hanya memutuskan salah satu kabelnya saja kok. Sehingga membuat alat peledak itu menjadi tidak berfungsi Hehe ..." sahut Ellios dengan tawa kecil.


"Tidak ... tidak ... kau memang sangat genius luar biasa, Ellios! Kau yang tetbaik dan terhebat urusan otak!!" ucap Ken tersenyum lebar melirik Ellios.


Mereka bertiga segera pergi menyusul para idol lainnya ke kantor polisi untuk memberikan kesaksian atas kasus ini. Tak lupa mereka juga mulai menghubungi para manager masing-masing dan juga mereka menghubungi tuan Raymond.


Tuan Raymond yang sedang berada di luar kota segera memutuskan untuk segera kembali ke Tokyo setelah mendengarkan kabar ini. Karena dia sangat mengkhawatirkan para idolnya dan tentu saja ingin segera menyelesaikan masalah yang cukup besar ini.


...⚜⚜⚜...