
Ruangan VIP 2-7 Yokohama hospital.
Ellios mulai menghentikan langkah kakinya di depan sebuah ruangan rawat VIP, namun Ellios terlihat begitu ragu-ragu saat hendak mau memasukinya. Namun setelah beberapa saat, akhirnya Ellios mulai meraih handle pintu berwarna putih itu dengan mantap.
CEKLEKK ...
Pintu itu kini mulai terbuka dan Ellios mulai memasuki ruangan rawat itu. Terlihat seorang wanita paruh baya sedang duduk di atas brankar dengan wajahnya yang masih begitu pucat, namun dia terlihat begitu ceria.
Namun kini kondisi wanita paruh baya itu terlihat sudah semakin lebih baik jika dibandingkan dengan beberapa jam yang lalu yang hanya bisa berbaring dan tak sadarkan diri di atas brankar saja.
Wanita paruh baya itu itu ditemani oleh seorang pemuda berwajah kalem dan bersinar, namun terlihat sedikit dingin. Siapa lagi mereka kalau bukan Suzuna dan Kakei.
Mereka berdua terlihat cukup akrab dan sedang berbincang bersama. Sesekali mereka juga terlihat tertawa bersama. Suzuna dan Kakei mulai beralih menatap Ellios setelah menyadari kehadiran Ellios.
"Ibu ..." ucap Ellios begitu lirih dengan sepasang mata yang terlihat begitu berair karena haru.
"Ellios ..." ucap Suzuna begitu hangat dan tersenyum menatap anak semata wayangnya.
Dengan langkah yang semakin dipercepat kini Ellios mulai mendekati brankar dan segera memeluk Suzuna. Kebahagiaan yang sungguh sulit diungkapkan oleh Ellios, baginya mengetahui jika kini sang ibu sudah baik-baik saja adalah sudah lebih dari cukup.
Dan semua itu adalah kebahagiaan yang sungguh tak ternilai dan tak bisa digantikan dengan apapun. Tangis haru mewarnai suasana malam ini, dan membuat Kakei juga merasa terharu.
Alisha yang rupanya sudah berdiri di ambang pintu juga tak kuasa lagi untuk menahan tangis harunya. Karena melihat Suzuna baik-baik saja tentunya juga membuat Alisha merasa sangat lega.
"Ibu! Syukurlah ibu baik-baik saja. Aku sangat khawatir jika ibu kenapa-kenapa." ucap Ellios setelah melepas pelukannya.
"Maaf ya, Ellios. Ibu kurang berhati-hati saat menyebrang dan malah mengalami kecelakaan. Dan ... ibu malah jadi menyusahkanmu." ucap Suzuna dengan wajah murung menatap Ellios.
"Apa yang ibu katakan? Mana mungkin ibu merepotkanku? Justru aku yang sudah selalu merepotkan ibu. Aku minta maaf jika aku tidak bisa menjaga ibu dengan baik. Aku minta maaf karena aku belum bisa membahagiakan ibu. Aku minta maaf jika aku belum bisa berbakti kepada ibu ..." ucap Ellios merasa bersalah.
Mendengar ucapan dari Ellios, Suzuna tersenyum begitu hangat dan mengusap sisi samping wajah Ellios dengan jemarinya.
"Tidak, Sayang. Dimanapun itu ... tidak ada istilah anak yang salah. Namun orang tualah yang salah. Maaf jika selama ini ibu belum bisa membahagiakan kamu dan tidak bisa memberikan apapun yang kamu mau. Ibu tidak bisa memberikan barang-barang mewah untukmu. Maaf, Ellios ..." ucap Suzuna yang membuat Ellios semakin merasa sesak seakan sulit untuk bernafas.
Ellios menggeleng pelan dan menahan agar air mata hangat itu tidak terjatuh dan membasahi pipinya lagi.
"Aku tidak menginginkan semua itu, Ibu. Bagiku ... ibu selalu sehat dan baik-baik saja ... itu adalah sudah lebih dari cukup, Ibu." ucap Ellios berusaha untuk tersenyum agar Suzuna tidak bersedih kembali.
"Hhm. Kamu memang anak yang sangat baik. Semoga selalu dipertemukan dengan orang-orang yang baik."
"Terima kasih, Ibu. Ibu tenang saja. Sekarang ini aku memiliki teman-teman yang baik. Seperti Kakei, Ken, Jullian dan masih banyak lagi." sahut Ellios tersenyum lebar sambil menatap Kakei.
"Hhm. Iya ... bibi Suzuna tenang saja. Sekarang ini Ellios sudah memiliki cukup banyak teman yang sangat menyayangi dia. Dan kami akan selalu menjaga dan selalu ada untuk Ellios." ucap Kakei akhirnya.
"Terima kasih, Nak Kakei. Oh iya ... Alisha sayang! Kemarilah, Calon menantuku yang cantik dan baik hati!" ucap Suzuna beralih menatap Alisha yang masih berada di dekat pintu masuk.
Alisha dan Ellios seketika merasa menjadi sedikit kikuk karena mendengarkan ucapan dari Suzuna. Namun sebenarnya Alisha merasa bahagia karena untaian kata itu.
Sedangkan Kakei yang mendengarkan ucapan itu merasa sedikit aneh, karena selama ini Kakei memang tak pernah mengetahui jika Ellios dan Alisha memiliki sebuah hubungan. Terlebih saat ini ada sesuatu yang diketahui oleh Kakei yang membuat Kakei menatap Alisha dengan tatapannya sesikit aneh dan waspada.
Kini Alisha mulai melenggang mendekati brankar dan bergabung bersama mereka. Sebuah senyuman manis terukir indah pada wajah ayunya hingga memperlihatkan sepasang lesung pipinya yang cukup dalam itu. Namun Kakei masih saja menatap Alisha aneh dan penuh rasa curiga.
"Bibi. Aku turut bersedih atas musibah yang telah bibi alami. Namun aku ikut senang karena kini mengetahui jika bibi sudah lebih baik." ucap Alisha dengan ramah dan sudah berdiri di samping brankar.
"Terima kasih, Alisha sayang." ucap Suzuna tersenyum lebar menatap Alisha.
"Sama-sama, Bibi. Bibi harus segera pulih dan sehat kembali ya. Karena melihat bibi seperti ini akan membuat Ellios begitu bersedih." ucap Alisha penuh dengan kehangatan.
"Iya, Sayang. Terima kasih." sahut Suzuna mengusap lembut kepala Alisha.
Hingga detik ini Kakei masih saja menatap Alisha aneh, penuh rasa curiga dan waspada. Namun akhirnya Kakei mulai mengalihkan pandangannya disaat Ellios memergoki Kakei yang selalu menatap Alisha.
"Bibi. Aku dan Ellios akan keluar sebentar. Bibi sama Alisha dulu ya." ucap Kakei tiba-tiba berpamitan.
"Baiklah. Cepatlah kembali karena udara di luar sudah mulai dingin." Suzuna menyauti dengan ramah dan menatap hangat Kakei, seolah sedang berbicara dengan putranya sendiri.
"Baik, Bibi. Ayo, Ellios!" ucap Kakei mulai melenggang dan meninggalkan ruangan rawat VIP ini.
"Alisha. Tolong jaga ibuku sebentar. Aku akan keluar sebentar ..." ucap Ellios sebelum meninggalkan ruangan itu.
"Hhm. Iya ..." sahut Alisha seadanya dan sempat melemparkan senyuman untuk Ellios.
Ellios segera mengekori Kakei dan meninggalkan ruangan rawat Suzuna. Namun rupanya mereka malah berpapasan dengan Jullian yang baru saja mau memasuki ruangan rawat Suzuna.
"Jullian! Tolong temani Alisha dan jaga bibi Suzuna dulu. Aku akan membeli sesuatu di kantin rumah sakit bersama Ellios." ucap Kakei yang sepertinya memang sengaja untuk membuat momen berdua untuk berbincang hanya bersama dengan Ellios.
"Hhm. Baiklah ..." jawab Jullian seadanya dan mulai memasuki ruangan rawat itu begitu saja.
Kini Kakei dan Ellios mulai melenggang bersama menyusuri koridor rumah sakit yang sudah semakin sepi, dingin dan kelam ini. Beberapa saat masih tak ada perbincangan sama sekali diantara mereka berdua dan suasana menjadi sedikit canggung.