To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Keberuntungan Jullian



Ellios masih saja melongo. Pemuda itu merasa sangat kebingungan dan tidak mengerti apa yang sebenarnya sudah terjadi saat ini. Karena sejak dari tadi Ellios tak pernah memperhatikan acara konser dengan sangat baik.


Bahkan Ellios juga tidak mendengarkan sang MC dan mengabaikannya sama sekali saat menjelaskan permainan dan undian kali ini. Dan tentu saja saat ini Ellios terlihat seperti seorang pemuda yang sedikit ling lung karena mendapatkan tatapan dari ribuan orang! Bayangkan saja!!


"Jullian ..." bisik Ellios sedikit mendekati Jullian. "A ... ada apa sebenarnya ini, Jullian? Mengapa semua orang menatapku dengan aneh seperti itu?" tanya Ellios berbisik kepada Jullian.


"Kamu terpilih dan memenangkan undian malam ini, Ellios. Sana cepat naik ke atas panggung!" ucap Jullian yang juga berbisik dan sedikit mendorong tubuh Ellios.


"Undian apa? Aku sama sekali tidak tau. Kamu saja yang mewakilkannya untukku, Jullian!" ucap Ellios menahan tubuhnya dan masih berbisik.


Namun belum sempat Jullian menjawab ucapan dari Ellios, kini sang MC sudah kembali menyapa dan meminta sang pemenang untuk segera naik ke atas panggung.


"Baiklah. Kakak yang sedang mengenakan kemeja putih bergaris, ayo silakan naik ke atas panggung! Karena kakak sudah memenangkan hadiah spektakuler malam ini untuk berduet menyanyi bersama sang dewi Oichi. Dan kakak juga akan mendapatkan album terbaru lengkap dengan foto dan tanda tangan sang dewi Oichi!!" ucap sang MC dengan begitu bersemangat untuk menyambut Ellios.


Namun Ellios malah semakin terlihat seperti orang yang ling lung. Seorang introvert tingkat dewa seperti Ellios sedang mendapatkan tatapan dari ribuan orang? Bisa dibayangkan apa yang Ellios rasakan saat ini?


Rasanya ingjn sekali Ellios bisa menghilang dari venue ini dalam sekejap saja. Tapi semua itu sangat mustahil dilakukan oleh Ellios saat ini. Atau semua orang malah akan mengira jika Ellios memiliki sebuah ilmu hitam atau ilmu sihir.


"Silakan naik ke atas panggung, Kakak berlemeja putih bergaris yang tampan!" ucap sang MC dengan ramah dan tersenyum lebar.


Sementara sang dewi Oichi masih saja berdiri di samping sang MC dan hanya tersenyum manis menatap Ellios dari kejauhan saja.


"Ma-maaf ..." ucap Ellios terbata dan mengangkat tangan kanannya ke udara sambil menatap sang MC. "Aku menolak hadiah ini ..." ucap Ellios yang malah membuat semua orang terperangah dan membuka mulutnya cukup lebar.


Bahkan ucapan dari Ellios juga membuat Jullian, sang MC, dan sang dewi Oichi juga terlihat begitu terkejut seakan tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Ellios.


Begitu banyak yang berharap untuk terpilih dan mendapatkan kesempatan emas ini beserta mendapatkan beberapa hadiah fantastis lainnya, namun kini Ellios malah menolaknya begitu saja? Hallo, Ellios!! Apa kamu sedang bercanda?


Cukup banyak para penonton yang kembali bersorak dengan riuh karena merasa bahagia, seakan memiliki sebuah harapan kembali untuk menjadi salah satu orang yang beruntung malam ini untuk mendapatkan kesempatan dan hadiah luar biasa itu.


"Ellios! Apa kamu sedang bercanda?! Sudah sana naik ke atas panggung! Jangan melewatkan kesempatan emas ini!!" bisik Jullian penuh dengan penekanan. "Lagipula kamu kan bisa menyanyi dengan sangat sempurna saat di kampus dan di kafe. Jangan menyia-nyiakan kesempatan ini! Begitu banyak yang ingin terpilih, namun kamu malah menolaknya. Jangan membuatku marah dan kesal, Ellios ..."


Imbuh Jullian yang seakan tak rela jika sampai Ellios kehilangan semua kesempatan dan hadiah itu. Padahal jika saja Ellios tidak menginginkan hadiah album terbaru dari Oichi, foto, serta tanda tangan Oichi, sebenarnya Jullian sydah berencana untuk menampung semua hadiah itu! Haha ...


"Apa kakak yakin ingin menolak semua hadiah dan kesempatan emas ini?" tanya sang MC masih saja tak percaya dengan keputusan dari Ellios. "Apa kakak tidak akan menyesal?" imbuh sang MC menayakannya kembali.


"Ya! Aku sangat yakin! Dan aku tidak akan pernah menyesali setiap keputusanku!" ucap Ellios penuh dengan keyakinan. "Uhm ... tapi jika boleh meminta, apakah aku boleh memberikan kesempatan ini untuk temanku saja? Jullian? Dia yang akan menggantikanku ... namun jika kalian mengijinkannya." imbuh Ellios dengan berhati-hati dan beralih menatap Jullian dan sang MC secara bergantian.


Mendengar ucapan dari Ellios membuat seisi venue ini menjadi riuh karena mereka semua merasa sangat keberatan dengan permintaan dari Ellios. Bahkan sang MC juga terlihat sedikit kebingungan untuk memutuskan semua ini.


"Uhm ... begini. Tapi seharusnya hadiah ini hanya diberikan untuk ..." ucap sang MC terlihat sedikit ragu dan belum menyelesaikan ucapannya, karena tiba-tiba saja Oichi memotongnya.


"Baiklah. Karena kamu yang sudah terpilih oleh lampu sorot, maka kami akan menghargai permintaanmu. Dan temanmu yang bernama Jullian itu yang akan menggantikanmu." ucap Oichi menatap Ellios dengan sebuah senyuman yang begitu misterius, seperti ada yang sudah dia rencanakan saat ini.


Apa? Apakah aku sedang bermimpi? Oichi mengingat dan menyebut namaku. Yess!!! Rasanya malam ini aku bahagia sekali! Aku juga akan memiliki kesempatan untuk berduel bersama dengan Oichi. Aku juga akan mendapatkan foto dan tanda tangannya. Aku tak akan melupakan kebaikanmu sahabatku, Ellios!!


Batin Jullian begitu kegirangan hingga pemuda itu memeluk Ellios saking bahagianya.


"Baiklah. Silakan segera naik ke atas panggung, Kak. Dewi Oichi sedang menantikan kakak ... jangan membuatnya menunggu terlalu lama lagi." ucap sang MC diiringi dengan tawa.


Sedangkan Oichi masih saja menatap Ellios dari kejauhan dengan tatapan yang sulit untuk digambarkan.


Berani sekali dia menolakku di depan para penggemarku! Siapa sebenarnya dia?


Batin Oichi penuh dengan rasa keingintahuan dan penasaran yang tinggi.


Kini lighter dan lampu warna-warni mulai menyorot dan menyinari panggung dan seluruh venue dengan berputar-putar, menjadikan panggung ini semakin menakjubkan dan luar biasa.


Permainan dari gitar, piano, bass, biola, dan drum mulai terdengar saling bersahutan menghasilkan melodi yang begitu indah dan ceria.


Jullian juga terlihat begitu bersemangat dan menyanyikan lagu Oichi dengan sangat baik di atas panggung.


...⚜⚜⚜...


Di dalam ruangan ganti, seorang gadis yang begitu cantik bak bidadari terlihat sedang duduk di delan sebuah meja rias. Pandangannya menatap lurus ke depan dengan begitu tajam.


"Cari dan bawa pemuda itu kesini sekarang juga! Dan jangan membuatku menunggu terlalu lama!!" ucap sang gadis berparas bidadari itu memberikan titahnya untuk salah satu anak buahnya.


"Ba-baik, Nona. Aku akan segera mencarinya dan akan segera membawanya kesini." sahut seorang pria berbadan kekar dengan mengenakan sebuah kacamata berlensa hitam yang sudah bertengger pada tulang hidungnya yang cukup mancung.


Berani sekali dia menolakku di depan ribuan penggemarku!! Siapa kamu sebenarnya??!! Dan mengapa kamu begitu percaya diri melakukan semua itu? Apa kamu sengaja ingjn mempermalukanku? Cihh ... aku tak akan melepaskanmu!!


Batin gadis cantik berparas bak bidadari itu masih menatap tajam pantulan dirinya sendiri melalui cermin di hadapannya.


...⚜⚜⚜...