To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Menemani Lovely ?



Ellios mulai mendongak dan tak sengaja pandangannya dan Alisha saling bertemu.


Karena mengingat permintaan dari sang ibu, akhirnya Ellios mulai bangkit dari tempat duduknya dan mulai melenggang mendatangi Alisha.


Sekarang apa yang mau dia lakukan? Mengapa dia menatapku terus dan berjalan ke arahku?


Batin Alisha masih menatap tajam Ellios yang sudah semakin mendekatinya.


"Alisha ..." panggil Ellios yang entah mengapa terdengar begitu lembut saat Alisha mendengarkannya.


"Ada apa?!" tanya Alisha begitu dingin, tegas dan penuh dengan penekanan.


"Uhm ... begini Alisha. Ibuku mengundangmu untuk makan malam di akhir pekan." ucap Ellios yang sebenarnya sangat ragu-ragu untuk mengatakannya.


"Bukankah aku sudah pernah mengatakannya kepadamu? Jika kamu harus segera memberitahu bibi Suzuna jika kita memang sudah berakhir." sahut Alisha dengan kening yang berkerut.


"Ya, aku sudah mengatakannya kepada ibu. Tapi ibuku mengatakan jika dia ingin bertemu dengan kamu, dia kangen padamu. Dan ibu akan memasak makanan kesukaanmu nanti. Datanglah, Alisha. Biar bagaimanapun kalian sudah sangat dekat sebelumnya. Jangan karena hubungan kita berakhir, maka hubungan kamu dan ibuku juga merenggang. Setidaknya ...." ucap Ellios dengan sangat hati-hati.


"Baiklah! Aku akan datang!" ucap Alisha memotong ucapan dari Ellios.


Sungguh diluar dugaan Ellios. Bahkan Alisha mengiyakannya begitu saja. Padahal Ellios belum sempat mengaktifkan kemampuannya untuk memilkat para gadis.


Ahh ... syukurlah Alisha mau menerima undangan makan malam ini tanpa aku mengaktifkan aah satu kemampuan istimewaku. Ibu pasti akan sangat senang.


Batin Ellios merasa sangat lega.


"Ya sudah ... apakah masih ada lagi yang ingin kamu sampaikan padaku?" tanya Alisha kembali yang sebenarnya Alisha masih berharap jika Ellios akan menyampaikan hal lainnya lagi kepadanya.


"Oh tidak ada kok. Hanya itu saja ..." jawab Ellios dengan ramah bahkan tak sadar Ellios tersenyum tipis saking merasa leganya.


"Oh, ya sudah. Aku pergi." sahut Alisha sedikit kecewa dan mulai meninggalkan Ellios untuk segera pergi ke bangkunya.


Sementara Ellios juga mulai kembali ke tempat duduknya.


...⚜⚜⚜...


Saat jam kuliah berakhir ...


"Jullian aku sungguh minta maaf padamu. Aku janji deh kapan-kapan pasti akan mentraktirmu makan sepuasnya deh! Soalnya pulang kuliah ini ada sesuatu yang harus aku lakukan. Dan itu harus aku lakukan sekarang juga. Jadi maaf ya." ucap Ellios membujuk Jullian.


Karena tiba-tiba saja Ellios harus mengantarkan Lovely untuk pergi ke suatu tempat, dan tentunya Ellios juga harus mentraktir makan Lovely.


Sebenarnya ini demi untuk aku bisa naik kapal pesiar yang megah dan agar aku bisa melihat negeri Swiss dan Norwegia impianku sih. Jadi aku harus memenuhi permintaan Lovely untuk menemaninya sore ini untuk pergi ke suatu tempat. Maafkan aku, Jullian.


Batin Ellios yang sebenarnya cukup merasa bersalah kepada Jullian.


"Haishh ... kamu benar-benar tidak setia kawan dan menyebalkan, Ellios! Padahal kamu sudah berjanji padaku lebih dulu." sungut Jullian tak terima.


"Kali ini aku benar-benar minta maaf, Jullian! Aku janji padamu, kapan-kapan aku akan mentraktirmu makan sepuasnya deh! Sekarang aku harus pergi. Bye, Jullian!!" ucap Ellios langsung meninggalkan Jullian begitu saja.


...⚜⚜⚜...


Seorang pemuda dengan balutan kemeja manis berwarna dusty pink terlihat sedang duduk di sebuah sofa berwana pink cerah di dalam salon kecantikan itu. Raut wajahnya terlihat begitu murung, kesal dan sebenarnya sudah merasa cukup bosan.


Karena sudah cukup lama pemuda yang tak lain adalah Ellios itu duduk, menunggu, dan hanya berdiam diri saja. Sesekali Ellios juga melirik jam tangannya yang masih melingkar dengan manis pada pergelangan tangan kirinya.


Sementara tak jauh dari pemuda itu, terlihat seorang gadis cantik seperti barbie sedang mendapatkan beberapa perawatan seperti masker wajah, totok wajah, masker rambiut maupun beberapa perawatan lainnya lagi.


Gadis cantik itu adalah Lovely. Setelah beberapa hari yang lalu Lovely memakai tubuhnya, dan saat Lovely sedang berada di kampus, tak sengaja Lovely mendengar perbincangan antara beberapa mahasiswi yang sedang membicarakan soal perawatan di salon.


Mungkin karena itulah Lovely merasa sangat penasaran dan ingin mencoba beberapa perawatan itu. Hingga akhirnya Lovely rela melakukan sebuah kesepakatan kepada tuannya karena hanya ingin merasakan semua perawatan itu.


"Huft ... dasar boneka sistem! Mengapa lama-lama dia malah terlihat seperti manusia sungguhan saja? Padahal Alisha saja tak pernah aku temani sekalipun saat pergi ke salon. Ini sungguh memalukan sekali." gerutu Ellios masih terlihat kesal.


Ellios membuka dan berpura-pura membaca sebuah majalah. Dan Ellios akan dengan cepat menutupi wajahnya dengan majalah itu jika ada tamu salon yang kebetulan lewat di hadapan Ellios. Agar tak ada satupun yang mengenali Ellios jika memang ada anak kampus yang melihatnya. Atau rumor baru akan tersebar kembali!


Karena terlalu lama menunggu dan merasa sangat bosan, akhirnya Ellios malah tertidur begitu saja terduduk di atas sofa. Hingga akhirnya seseorang mulai membangunkannya dengan sedikit mengguncang bahunya.


"Tuan Ellios!! Bangunlah!! Ayo bayar semua biaya perawatanku dan segera pulang ke rumah!!" ucap Lovely sambil mengguncang lengan Ellios dan seketika membuat Ellios membuka kembali sepasang matanya.


"Oh ... apa sudah selesai?" ucap Ellios sedikit mengucek kedua matanya.


"Ya, Tuan. Sudah selesai. Bagaimana penampilanku? Aku cantik bukan?" ucap Lovely dengan gaya centilnya seperti biasanya.


"Ya ... ya ... aku akan membayarnya dulu." sahut Ellios mulai meninggalkan Lovely dan segera pergi ke kasir untuk membayar semua biaya perawatan Lovely hari ini.


"Berapa semuanya, Kak?" tanya Ellios pada petugas kasir itu.


"Semua totalnya adalah 95 ribu yen ( kira-kira10 juta rupiah ), Tuan." jawab petugas kasir salon itu dengan ramah.


"Apa? 95 ribu yen?" ucap Ellios terkejut bukan main.


95 ribu yen hanya untuk perawatan selama 3 jam saja? Astaga!! Para wanita benar-benar suka sekali menghambur-hamburkan uang. Sungguh sangat sulit untuk dipercaya. Uang sebanyak itu bahkan bisa aku pakai untuk membeli buku kuliah. Dan tentunya akan lebih bermanfaat. Lagian apa gunanya sih perawatan yamg sangat mahal itu? Toh kelihatan sama saja tuh si Lovely.


Batin Ellios masih saja membeku selama beberapa saat sambil memegangi dompet kulit berwarna hitam manis itu.


"Tuan Ellios! Cepat bayar dan ayo segera pulang!" lagi-lagi Lovely sudah datang menyusul Ellios.


Dan kali ini sang petugas kasir yang dibuat melongo karena sang gadis barbie malah memanggil Ellios dengan panghilan tuan. Sebenarnya panggilan itu akan terdengar cukup aneh bukan? Padahal jika dilihat dengan mata sehat usia Lovely dan Ellios adalah sepantaran.


"Tuan?" guman penjaga kasir salon menatap Ellios dan Lovely secara bergantian masih dengan tatapan tak mengerti.


"Oh bukan apa-apa!! Ini 100 ribu yen!! Kembaliannya untuk kakak saja. Ayo, Lovely!!" ucap Ellios dengan cepat sambil menyerahkan beberapa lembar uang lalu meraih tangan Lovely dan segera menggiringnya untuk meninggalkan salon kecantikan itu.


...⚜⚜⚜...