
Ellios mulai meraih sebuah microphone dan mulai mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya dengan perlahan. Sementara Ken mulai memainkan sebuah molodi indah yang begitu menenangkan hati dengan menggunakan pianonya.
Beberapa pengunjung mulai menghentikan aktifitasnya dan mulai fokus dan memperhatikan kedua pemuda yang sudah berada di atas panggung minimalis itu.
Kakei dan Arata juga mulai menghentikan aktifitas mereka dan mulai fokus menatap ke arah panggung. Ada rasa penasaran yang menggebu di dalam diri Kakei, "Apa benar Ellios bisa menyanyi juga?"
Mungkin seperti itulah yang sedang diucapkan oleh Kakei di dalam hatinya saat ini. Hingga akhirnya semua pertanyaan itu kini terjawab saat Ellios menyanyikan sebuah lagu dengan suaranya yang begitu lembut dan memukau.
"Ketika kamu menangkap diriku menatap sedang menatapmu, aku tidak bisa menahannya. Aku tak percaya jika kau adalah milikku. Ketika kamu melihat aku tersenyum, aku tidak bisa menyembunyikannya darimu.
Aku ingin membawa kau keluar dan pergi bersamaku sepanjang waktu. Aku hanya ingin pamer, pamer, pamer, pamer kepada dunia, dan ingin mengatakan kepada dunia jika kau adalah milikku.
Bagaimana seseorang seperti aku, bisa mendapatkan seseorang seperti kamu? Sialan, rasanya seperti aku yang sudah memenangkan sebuah lotre. Tidak tahu apakah aku sedang terjaga atau jika aku sedang bermimpi.
Terkadang aku harus mencubit diriku untuk melihat dan menyadari semua kenyataan ini. Sialan, semua orang akan menatap kita dengan penuh rasa iri. Si cantik bermutar dan berikutnya terlihat begitu cantik.
Tidak peduli apa yang kamu kenakan. Gadis, kau masih terlihat yang terbaik di mataku. Dengan atau tanpa make up, itu tidak masalah bagiku. Kau adalah gadis tercantik di hatiku.
Kau seperti sebuah pelangi yang mewarnai hari-hariku. Kau seperti mentari yang selalu menghangatkanku. Kau seperti cahaya yang menerangi kegelapanku.
Kamu yang terindah seperti namamu, Christal. Bersinar dengan penuh gemerlapan dan begitu indah."
Ellios menyanyikan lagu milik Li Zeyan dengan begitu keren dan mempesona. Suara dan pembawaannya juga begitu tepat, dengan emosi yang tercurahkan dari lagu itu. Manis, lembut dan ceria ... seperti itulah kira-kira.
"When you catch me staring, i can't help it. I just can't believe you are mine. When you see me smilling, i can't hide it, want to take you out all the time. I just want to show you off, show you off, show you off, show you off.
How did someone like me, get someone like you? Damn it feels like i won a lottery. Don't know if i'am awake or if i'am dreaming.
Sometimes i got to pinch my self to see. Damn, all the dude will be staring. Baby twisting and next. No matter what you're wearing. Girl, you still look the best. With or without make up, it's don't matter to me. You are the most beautiful girl in my heart."
Lirik demi lirik dilantunkan dengan begitu sempurna oleh Ellios. Bahkan pelafalan Ellios dalam bahasa Inggris itu terdengar begitu sempurna! Tidak memperlihatkan jika dirinya adalah seorang Japanese.
"You're like a rainbow painting my days. You're like the sun keeping me warm. You are like a light in my darkness. You're beautiful like your name, christal. So sparkly and so beautiful." kini Ken mulai menyanyikan lirik terakhir dengan suara emasnya yang begitu memukau dan menakjubkan! Dan tentunya begitu menyihir semua pengunjung, terutama para gadis-gadis.
Suara Ken dan Ellios cukup keren, dan tak kalah dari sang idola asli bernama Li Zeyan yang berasal dari negeri seberang itu. ( Yang mau tau kisah Li Zeyan yang tidak kalah keren, bisa mampir di novel Never Say Good Bye ya. Hehe ... )
Bahkan Kakei dan Arata juga merasa begitu takjub dan tak pernah mengira jika Ellios bisa menyanyi. Bahkan Ellios memiliki suara emas!!
"Wah!! Bukankah itu Ken?! Main vocal dari Blue Gazzete yang berasal dari universitas Todai? Keren sekali!!" celutuk salah satu gadis pengunjung kedai.
"Benar!! Itu adalah dia!! Tapi mengapa dia melakukan performance di kedai makan kecil seperti ini?" celutuk seorang gadis lainnya lagi.
"Entahlah. Tapi bukankah yang menyayi bersama dia itu adalah putra dari pemilik kedai makan ini? Mungkin mereka berteman baik." sahut gadis pengunjung lainnya lagi
"Wah!! Putra pemilik dari kedai ini juga tak kalah tampan dan menawan kok. Bahkan wajahnya begitu innocent dan manis." sahut dari gadis pengunjung lainnya lagi.
Dan masih banyak lagi perbincangan diantara para tamu pengunjung kedai ayam krispi ini.
Sementara itu di dapur ...
"Siapa itu yang bermain musik dan menyanyi di panggung? Bukankah Date mengatakan jika hari ini dia ijin karena tidak enak badan? Lalu siapa yang bermain musik itu?" gumam Suzuna sangat penasaran.
Hingga akhirnya Suzuna mulai beranjak dan meninggalkan dapurnya hanya untuk melihat siapa yangbsudah memakai panggung itu tanpa seijinnya.
Langkah kaki Suzuna terlihat begitu tegas dengan ritme yang beraturan namun cepat. Hingga akhirnya kini Suzuna mulai menghentikan langkah kakinya tak jauh dari panggung itu.
Rasanya seakan masih tak percaya karena melihat Ellios dan salah satu temannya sedang berada di atas panggung itu. Dan kini kedua pemuda itu segera menuruni panggung dan sesekali tertawa bersama.
"Ellios? Benarkah dia adalah Ellios putraku?" gumam Suzuna tak percaya.
Suzuna masih menatap lekat Ellios dari kejauhan dengan mata yang membulat sempurna dan mulut yang sudah dibungkamnya dengan kedua jemarinya.
"Benarkah dia adalah Ellios putraku?" gumam Suzuna lagi. "Mengapa dia bisa sekeren ini? Sejak kapan Ellios bisa menyanyi? Mengapa aku tak pernah menyadari semua ini? Apakah selama ini aku begitu kurang memperhatikannya? Aku ibu yang buruk ..." imbuh Suzuna merasa bersalah.
Namun hanya dalam beberapa detik saja, tiba-tiba ekpresi wajah Suzuna mulai berubah menjadi sedikit berbeda.
"Jika memang seperti itu seharusnya aku tak perlu membayar Date untuk menyanyi di atas panggung bukan? Seharusnya aku meminta Ellios saja untuk menyanyi di panggung dan tak perlu membayar orang lain! Lagipula suara Ellios juga tak kalah jika dibanding dengan Date. Putraku juga cukup tampan kok." gumam Suzuna mulai tersenyum menatap Ellios dari kejauhan
Tanpa sengaja kini pandangan Ellios dan Suzuna mulai saling bertemu. Ellios yang sangat mengkhawatirkan sang ibu, kini mulai berlari kecil untuk segera menghampirinya dan meninggalkan teman-temannya begitu saja.