To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Succesed Kiss



"Lakukan saja, Ellios! Kak Louis memang salah dan sudah sangat keterlaluan! Dia pantas dihukum!" ucap seorang gadis tiba-tiba.


Ellios dan Kakei mulai beralih menatap sang pemilik suara, rupanya Alisha sudah berdiri tak jauh dari mereka berdua. Kini Alisha mulai menghampiri Ellios dan Kakei dan duduk di seberang kedua pemuda yang masih tercengang atas kedatangan Alisha itu.


Terlebih Kakei, Kakei merasa sedikit tidak nyaman dan segan kepada gadis itu, karena mereka baru saja membicarakan kakak Alisha.


"Apa yang sudah dikatakan Kakei adalah benar, Ellios. Dan aku mendukungmu untuk segera melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian, Ellios. Jika tidak, maka kak Louis tak akan pernah merasa jera. Jangan khawatir dan jangan merasa segan. Kedua orang tuaku juga sudah waktunya untuk mengetahui semua ini." ucap Alisha kembali.


"Hhm. Aku akan segera mengurus dan melaporkannya. Terima kasih atas pengertianmu, Alisha. Terima kasih juga, Kakei." ucap Ellios berusaha untuk tersenyum.


"Hhm. Jangan pernah merasa segan padaku! Apapun itu ... apapun masalah yang sedang kamu alami, maka aku akan berusaha untuk membantumu." ucap Kakei menepuk pelan punggung Ellios.


...⚜⚜⚜...


Malam ini Jullian, Kakei, dan Alisha menginap di rumah sakit untuk menemani Ellios menjaga Suzuna. Mereka tidur di sofa panjang dan pembaringan yang sudah disiapkan di dalam ruangan VIP ini.


Namun rupanya Ellios masih belum tertidur, pemuda itu sengaja meninggalkan ruangan itu dan duduk di bangku di luar balkon kamar rawat Suzuna untuk memandangi langit malam yang tak berbintang.


Karena cahaya bintang itu tentu saja sudah dikalahkan oleh beberapa lampu-lampu kekuningan yang berkelap-kelip dari beberapa bangunan megah sebagai landmark kota Tokyo yang begitu megah dan fantastis!


Ellios masih tediam dan menatap lurus ke depan, seakan-akan sedang ada yang sedang dia pikirkan saat ini, sehingga mengganggu dirinya dan membuatnya tak bisa beristirahat.


[ Tuan. Lebih baik tuan segera beristirahat. Ini sudah sangat larut. ]


Ucapan dari Lovely kini membuyarkan sedikit angan Ellios yang sedang menerawang jauh entah sampai kemana.


"Aku belum mengantuk, Lovely!" jawab Ellios seadanya.


[ Aku akan memberikan misi untuk tuan saat ini. Alisha sudah sangat berbuat baik kepada tuan. Berikan dia sesuatu yang membuatnya bahagia. Misi dimulai dari sekarang dan pelaksanaannya hanya 2 jam saja. ]


"Apa? Misi di malam yang sudah sangat larut seperti ini? Dan apa yang harus aku berikan untuk Alisha? Semua toko hadiah juga pastinya sudah tutup!" protes Ellios kesal. "Lagipula mengapa memberikan misi disaat suasana hatiku sedang dalam keadaan yang kurang baik, Lovely? Terkadang kamu selalu membuatku merasa kesal!"


[ Misi ini sangat sederhana, Tuan. Tuan pasti bisa melakukannya dengan baik jika tuan berpikir dengan tenang dan menggunakan hati tuan. Selamat mencoba! Dan semoga berhasil! ]


"Huftt ... memberikan sesuatu yang membuat Alisha merasa senang ya. Hhm ... apa ya? Saat ini aku sedang tak punya apa-apa? Ataukah jangan-jangan yang dimaksud Lovely dengan menggunakan hati adalah dengan pelukan atau ciuman? Haishh ... dasar Lovely!! Selalu saja memberikan misi konyol!!" sungut Ellios merasa kesal dan mulai bangkit dari duduknya lalu berjalan mendekati pagar pembatas balkon.


"Ellios ... kamu belum tidur?" tiba-tiba saja mulai terdengar suara seorang gadis dari sisi belakang samping Ellios.


Ellios segera beralih menatapnya dan rupanya dia adalah Alisha. Alisha segera mendekati Ellios dan berdiri di samping pemuda itu.


"Uhm. Iya ... aku belum mengantuk. Kamu sendiri mengapa belum tidur?" ucap Ellios berbalik bertanya.


"Hhm? Bukan kok. Jangan khawatir, Alisha. Aku baik-baik saja kok. Uhm ... aku juga ingin mengucapkan terima kasih ... karena kamu sudah sangat baik dan peduli padaku."


"Hhm ... tidak kok. Aku tidak sebaik itu ..."


"Alisha ... kamu bahkan melihatku menangis dan melihat sisi lemahku saat itu. Aku ... malu sekali padamu ..."


"Mengapa harus malu, Ell? Semua itu adalah sangat wajar kok. Kamu pasti merasa sangat sedih dan terpuruk saat itu. Dan aku tau itu. Jangan pernah merasa segan padaku, bukankah kita sudah cukup lama saling mengenal?" ucap Alisha dengan hangat dan tersenyum menyejukkan.


"Hhm. Waktu 3 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Terima kasih sudah selalu bersedia menemaniku selama ini. Kamu benar-benar gadis yang sangat baik dan tak pernah memandang kelemahan orang lain. Aku harap ... kita bisa selalu bersama saat ini maupun dimasa depan. Terima kasih Alisha ..." ucap Ellios dengan tulus daj hangat sembari menatap lekat wajah ayu Alisha.


Alisha hanya mengangguk pelan dan tersenyum hangat.


"Aku juga sungguh minta maaf jika saat itu aku sudah berburuk sangka padamu dan malah lebih mempercayai kak Louis. Padahal seharusnya aku begitu memahamimu, namun rupanya aku masih belum memahamimu dengan baik dan malah mempercayai orang lain begitu saja. Maaf ..."


"Hhm. Semoga kedepannya kita bisa menghadapi semua masalah dengan lebih dewasa." ucap Ellios penuh harap. "Alisha ..."


"Ya ..."


"Bolehkah ... aku ... men ..." ucap Ellios terbata dan merasa gugup.


Alisha mulai mengkerutkan keningnya dengan sepasang mata yang memicing menatap Ellios, dan masih dengan sabar menunggu ucapan dari Ellios.


"Ya, Ellios? Ada apa?" sela Alisha kareja merasa tak sabaran.


"Uhm ... itu ... bolehkah aku ... menciummu, Alisha?" ucap Ellios akhirnya.


Ahh akhirnya terucap juga!!


Batin Ellios merasa sedikit lega karena bisa mengatakannya juga. Rasanya Ellios mulai bisa bernafas dengan lega setelah mengutarakan niatnya, hingga Ellios melupakan sesuatu yang sebenarnya lebih penting dari semua itu ... action-nya belum!!


Setelah terdiam beberapa saat dengan wajah yang begitu merona, kini Alisha mulai mengangguk pelan menandakan dia mengijinkan Ellios untuk melakukan semua itu.


"Baiklah. Tapi sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu, Alisha ... jika aku mungkin tidak akan bisa melakukannya dengan baik dan sempurna." ucap Ellios menatap lekat Alisha yang masih berdiri di sampingnya.


"Hhm ..." jawaban singkat Alisha yang disertai dengan anggukan pelan.


Ellios mulai mengambil nafas panjang lalu segera melepaskannya dengan perlahan. Setelah itu Ellios mulai meraih pinggang ramping Alisha, lalu memiringkan wajahnya dan sedikit menunduk.


Keduanya insan itu reflek mulai memejamkan mata. Hembusan nafas dingin Ellios kini juga mulai menyapu wajah ayu Alisha. Dan perlahan ujung hidungnya yang cukup mancung mulai menyentuh pipi Alisha. Hingga akhirnya kecupan hangat itu kini berhasil terjadi dilakukan oleh Ellios dengan begitu lembut dan alami. Terasa begitu manis dan lembut untuk mereka berdua.