
Ellios dan Alisha berangkat ke kampus bersama, dan rupanya Suzuna sudah membelikan sebuah motor sederhana untuk Ellios. Mereka menaikinya bersama. Sepanjang jalan itu dilauinya bersama, seakan membuat kenangan di masa lalu yang begitu hangat hadir kembali dan terasa sangat nyata.
Setelah sekian lama, akhirnya jalan kampus Todai kembali mereka lewati bersama. Hubungan mereka saat dulu tak banyak menjadi pusat perhatian, namun sangat berbeda dengan sekarang.
Kali ini hampir semua mata memandang Ellios dan Alisha. Beberapa cibiran dan argumen yang seenak jidak mereka sendiri mulai mereka lontarkan tanpa mencari tau apa dan bagaimana? Mereka hanya selalu menilai apa yang kini terlihat di hadapannya! Begitulah natizen yang kejam.
"Siapa lagi gadis itu? Dia terlihat sangat biasa-biasa saja! Sama sekali tak pantas berjalan bersama Ellios!" bisik salah satu mahasiswi.
"Entahlah. Aku tak pernah melihat gadis itu sebelumnya. Mungkim dari kalangan kuper. Lihat saja penamlilannya begitu biasa-biasa saja!" tandas mahasiswi lainnya lagi.
"Mengapa Ellios mau dengan dia? Pasti dia yang sudah merayu Ellios! Cihh ... dasar wanita penggoda!" timpal mahasiswi yang lain.
Semua untaian kata-kata pedas itu rupanya sangat berpengaruh untuk Alisha. Karena tiba-tiba saja wajah ayunya yang sejak dari tadi begitu ceria, kini tiba-tiba saja terlihat menjadi sedikit murung.
Ellios yang sebenarnya sudah terbiasa mendengarkan ucapan-ucapan kasar, tatapan sinis dan perlakuan yang tidak manusiawi terhadap dirinya dari mereka sebenarnya sudah cukup kebal dan tuli untuk menghadapi semua itu.
Namun kali ini, bukan dirinya yang mendapatkan semua itu. Melainkan Alisha! Dan tentu saja semua itu membuatnya merasa sangat risih dan rasanya ingin bersuara dan membela Alisha. Namun Ellios menahannya dan tidak ingin membuat keributan.
GREPP ...
Ellios mulai meraih tangan Alisha dan segera mengajaknya untuk berjalan semakin cepat meninggalkan koridor yang sudah dipenuhi dengan mahasiswi yang haus akan berita dan gosip itu.
"Ellios. Kita tak harus selalu bersama kok." tiba-tiba saja Alisha menarik tangannya kembali saat mereka sampai di depan sebuah ruangan yang pagi ini akan dijadikan untuk kelas pertamanya.
"Alisha. Jangan dengarkan ucapan mereka. Mendengarkan penilaian orang lain hanya akan membuat kita merasa lelah dan menjadi terpuruk. Mereka berkata seperti itu karena mereka tak bisa meraih apa yang telah menjadi milikmu. Intinya ... kamu harus selalu kuat jika ingin selalu menemaniku. Agar aku juga bisa lebih semangat untuk sembuh kembali." ucap Ellios yang terdengar begitu hangat dan menenangkan hati.
Karena dalam sekejap saja wajah murung Alisha kini mulai terlihat tersenyum kembali disertai anggukan pelan.
"Ya sudah, ayo masuk!" ajak Ellios lagi.
"Hhm ..."
Kebersamaan mereka berdua terlihat sangat wajar bagi mereka yang memang sudah mengetahui jika Ellios dan Alisha pernah menjalin ikatan sebagai pasangan kekasih sudah cukup lama. Namun akhirnya mereka berpisah, dan tiba-tiba saja mereka berdua kembali akrab lagi.
Sudah sangat wajar bagi anak muda yang sering putus nyambung bersama kekasihnya bukan? Apalagi usia mereka masih cukup muda, dan terkadang masih memiliki pemikiran yang labil.
Jullian yang menyaksikan semua ini sebenarnya cukup dibuat penasaran karena tak biasanya Ellios dan Alisha bisa berangkat kuliah bersama setelah mereka berpisah.
"Ellios? Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Mengapa kamu dan Alisha bisa berangkat bersama? Apa kalian sudah baikan? Kalian berdua pacaran lagi ya?" pertanyaan bertubi mulai Jullian layangkan untuk Ellios saat Ellios sudah duduk di bangku sebelahnya.
Ellios mulai mengeluarkan bukunya dan sedikit memghela nafas.
"Ellios ... aku sedang bertanya kepadamu." bisik Jullian lagi.
Namun Ellios malah melirik Jullian dan memberikan jawaban yang membuat Jullian menjadi sedikit kesal.
"Haishh ..." sungut Jullian sangat kesal dan terpaksa harus memendam kembali rasa penasarannya yang cukup tinggi itu.
...⚜⚜⚜...
Kegiatan hari ini berlangsung seperti biasanya. Tak ada sesuatu yang spesial dan semua berlalu dengan begitu cepat. Namun rupanya jiwa keingintahuan Jullian masih juga belum merasa puas, hingga akhirnya Jullian kembali melontarkan beberapa kalimat yang sama disaat jam kuliah terakhir berakhir.
"Ellios? Sebenarnya ada apa antara kamu dan Alisha? Mengapa kalian terlihat begitu dekat? Apa kalian pacaran lagi?" tanya Jullian lagi sangat-sangat ingin tau.
"Aku akan bercerita padamu lain kali, Jullian. Saat ini aku harus pergi ke suatu tempat! Jaa matte ne, Jullian-kun!! " sahut Ellios melemparkan senyum lebarnya untuk Jullian sebelum Ellios meninggalkan ruangan kuliahnya.
Ellios mau pergi kemana? Mengapa dia terlihat begitu terburu-buru sekali?
Batin Alisha yang juga hanya bisa menatap kepergian Ellios.
Pandangan Jullian dan Alisha tak sengaja bertemu. Mereka yang hanya duduk berselang beberapa meja itu merasa aneh karena Jullian masih mencurigai Ellios. Dan hal itu membuat Jullian hanya bisa nyengir lebar dan kembali mengemasi bukunya kembali.
...⚜⚜⚜...
Japan Telexistense, Tokyo, 4 PM.
Seorang pemuda bertubuh cukup tinggi dengan gaya berpakaian santai namun begitu rapi, terlihat sedang berjalan melihat-lihat pameran robot yang sedang diselenggarakan di dalam gedung Japan Telexistense ini. Semua terlihat begitu canggih dan futuristic
Wajah pemuda yang terbilang cukup tampan itu terlihat begitu antusias dan bersinar. Karena hal-hal berbau seperti itu adalah menjadi kesukaannya yang tak tertandingi.
Namun tiba-tiba saja di sebuah tempat sepertinya sudah terjadi sebuah kericuhan. Beberapa pengunjung terlihat mulai berkerumun, dan sesekali terdengar ada teriakan dari seorang wanita.
Karena merasa sangat penasaran, akhirnya Ellios mulai memutuskan untuk mendekatinya dan segera mencari tau apa yang sebenarnya sudah terjadi. Karena Ellios merasa sangat yakin jika kericuhan yang terjadi saat ini itu, pasti berhubungan dengan misinya kali ini
Dan benar saja. Betapa tekejutnya Ellios saat melihat sebuah robot berbentuk menyerupai gundam yang berukuran 2 kali lebih besar dari manusia kini sudah hampir melukai seorang pengunjung dengan menyerangnya.
Bersambung ...
...⚜⚜⚜...
Hallo my beloved reader, terima kasih yang sudah selalu setia hadir membersamai Ellios, Lovely dan teman-temannya.
Author minta maaf jika masih selalu ada banyak typo. Semoga kisah Ellios dan Lovely tidak membuat kalian semua bosan ya.
Ikuti kisah mereka selalu ya, hingga Ellios bisa meraih mimpinya dan menciptakan sebuah karya fantastisnya di masa depan! Dan apakah karya fantastisnya itu? Hehe ... masih rahasia ya!
Dan apakah benar Ellios benar-benar akan menjadi seorang manusia abadi? Temukan jawabannya hanya di To Be An Immortal Human By System.
Tinggalkan like, comment, rate bintang 5, vote, dan gift bila mampu. Salam hangat dari author Anezaki.