
Kakei mulai menghela nafas lalu mulai mengatakan sesuatu yang sangat membuat seluruh orang yang berada di tempat ini menjadi sangat syok.
"Jangan khawatir, Pak pelatih. Aku akan menjaminnya. Jika Ellios memang sangat buruk dan tidak layak dalam bermain basket saat menggantikan aku, maka aku akan segera mengundurkan diri dari posisi kapten basket di universitas ini." jawab Kakei tanpa ada keraguan sedikitpun.
"Apa??!" celutuk mereka semua bersamaan dengan mata yang membulat sempurna menatap Kakei.
"Apa yang sudah kamu katakan, Kakei? Apa kamu sudah gila dan kehilangan akal sehatmu, Kakei? Kamu berani mempertaruhkan posisi kapten basket hanya demi kutu buku ini??!" ucap Arata sangat tak percaya dan terkejut bukan main.
"Ya! Aku sangat yakin dengan apa yang baru saja aku katakan. Dan aku tak akan menarik lagi ucapanku kali ini!" jawab Kakei dengam cukup tegas.
Wah, takdir sedang berpihak padaku rupanya. Kakei sangat mempercayaiku. Bahkan dia sangat mempercayaiku sekali hingga Kakei mempertaruhkan posisinya sebagai kapten basket di kampus Todai. Aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan kali ini! Dan aku tidak boleh mengecewakan Kakei. Baiklah!! Semangat kali ini, Ellios!! Semoga pelatih mereka memberikan kesempatan padaku.
Batin Ellios mulai bersemangat kembali.
"Karena kamu seyakin ini dan sangat mempercayai Ellios, maka aku akan memberikan kesempatan untuk Ellios." jawab sang pelatih yang semakin sukses membuat mulut orang-orang semakin menganga lebar dan juga membuat mata mereka semakin membelalak lebar.
Tidak mungkin!! Aku yang selalu rajin latihan dan selama ini sudah 1 tahun bergabung di dalam tim basket saja masih setia untuk selalu duduk di bangku cadangan. Kenapa Ellios yang baru saja bergabung kemarin malam di dalam tim basket sudah diperbolehkan untuk main bersama saat pertandingan sebagai pemain inti? Sehebat apakah dia? Cih ... bahkan Kakei sampai rela dan berani untuk mempertaruhkan posisinya sebagai kapten dari tim basket kampus Todai.
Batin salah satu pemain cadangan tim basket dari kampus Todai.
"Ellios!! Masuk dan gantikan Kakei!!" titah pelatih itu menatap Ellios dengan sangat tajam. "Posisimu adalah sebagai point guard. Posisi point guard memiliki tugas untuk menjaga irama permainan dalam tim. Point guard atau seorang playmaker dalam bola basket ini bertugas untuk melakukan passing kepada rekan satu ttim dan mencari peluang mencetak angka. Apa kamu paham, Ellios?" imbuhnya dengan sangat tegas.
"Ba-baik, Pak Pelatih. Aku akan melakukannya yang terbaik." jawab Ellios penuh binar dan sangat bersemangat.
"Semua kembali ke lapangan!!" titah sang pelatih.
"Baik, Pak." sahut Arata, Haru, Fuma dan Shota bersamaan lalu mereka mulai memasuki lapangan basket.
"Pergilah bersama dengan mereka, Ellios!! Dan lakukan yang terbaik. Aku sangat percaya padamu!" ucap Kakei menepuk bahu lebar Ellios dan tersenyum lebar.
"Terima kasih karena sudah mempercayaiku, Kakei. Aku akan berusaha untuk melakukan yang terbaik." sahut Ellios bersemangat.
"Hhm. Pergilah, Ellios ..." sahut Kakei lagi.
Ellios mulai beralih menatap sang pelatih lalu membungkukkan badannya menghadap sang pelatih. Setelah itu Ellios mulai memasuki lapangan berwarna kehijauan berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 28,5 meter dan lebar 15 meter meter sesuai dengan standar National Basketball Association (NBA).
Lovely, aktifkan kecepatan superku dan kemampuan bermain basketku sekarang juga!
Ellios mulai memberikan titahnya untuk Lovely di dalam hatinya. Dan hanya dalam beberapa detik saja, Lovely sudah menjawabnya kembali.
[ Baik, Tuan Ellios. Kemampuan bermain basket diaktifkan. Kemampuan berlari secepat cahaya diaktifkan. ]
DING ...
ELlios mulai berdiri di posisinya, yaitu berhadapan dengan point guard lawan yang memiliki tubuh lebih pendek dari Ellios, namun pergerakannya juga sangat lincah dan gesit. Mereka berdua berdiri saling berhadapan di tengah lapangan basket itu.
Dan kali ini universitas Fuji yang menguasai bola dan berusaha untuk mencetak point. Seorang pemuda yang menjadi point guard dari tim lawan dengan cepat melakukan pivot untuk mengecoh Ellios.
Dengan pergerakan yang cepat dan hampir tak terlihat, Ellios bisa segera merebut kembali bola basket itu. Tanpa melakukan dribble atau mengopernya kepada teman satu timnya, Ellios segera melompat tingga dan melakukan tembakan yang cukup kencang.
SWOSHH ...
PLUNG ...
Hingga akhirnya bola basket itu dengan sangat sempurna masuk ke dalam ring lawan dan membuat semua orang melongo saking takjubnya.
"Kakei!! Darimana kamu mendapatkan Ellios?" tanya pelatih Hiruma yang masih saja mengamati Ellios dari kejauhan. "Pergerakan Ellios sangat lincah dan cepat. Kemampuan melakukan jump shoot sangat akurat dan kuat. Perhitungannya sangat tepat sekali." imbuh Hiruma begitu takjub akan skill bermain basket yang dimiliki oleh Ellios.
Kakei tersemyum lebar dan terlihat cukup puas karena pelatihnya akhirnya mulai mengakui Ellios.
Tak sia-sia aku sudah menerima Ellios di dalam tim basket kampus. Potensi yang dimiliki Ellios sangat luar biasa, bahkan seperti seorang profesional saja.
Batin Kakei yang merasa cukup puas akan penampilan bermain basket Ellios.
"Dia adalah anak IT, Pak pelatih Hiruma. Namanya adalah Ellios Yozhikawa. Si genius dan kesayangan dari para profesor." jawab Kakei masih menatap permainan Ellios yang memukau dan menakjubkan dari kejauhan.
"Ellios Yozhikawa anak IT itu? Anak yang genius itu?!" celutuk Hiruma sangat terkejut bukan main seakan tidak mempercayai ucapan dari Kakei.
"Benar sekali, Pak pelatih. Itu adalah dia." jawab Kakei dengan senyum lebar.
Sementara itu ...
Beberapa kali seorang pemain dari lawan berusaha untuk menjegal Ellios dan membuatnya agar terlihat agar seperti sebuah kecelakaan, seperti yang mereka lakukan sebelumnya terhadap Kakei di babak ketiga.
Namun Elios yang bisa bergerak dengan sangat cepat, tentu saja Ellios bisa menghindari semua itu dan bisa membaca rencana kotor dari lawannya.
Sialan!! Siapa sebenarnya bocah ini?! Aku tidak pernah melihat dia pada pertandingan-pertandingan sebelumnya? Apakah dia adalah pemain cabutan? Ckk ... awas saja jika berani melakukan kecurangan kepada kami!!
Batin pemuda dengan seragam basket berwarna biru itu geram karena melihat Ellios yang salu saja bisa menghindari serangannya yang tidak sehat itu.
Lagi-lagi pemuda itu berusaha untuk menjegal kaki Ellios, namun lagi-lagi dia gagal melakukannya. Bahkan Ellios menghindarinya dengan sangat baik dan malah makukan fade away.
Yaitu teknik dengan mendorong badan Ellios ke belakang saat melakukan shoot, sehingga menyulitkan defender untuk menghadang bola. Sebenarnya teknik ini cukup sulit untuk dilakukan oleh pemula. Karena apabila keseimbangan badan tidak terjaga, pemain dapat terpelanting dan jatuh ke belakang.
Lagi-lagi penampilan Ellios kali ini sungguh membuat semua orang mata yang melihatnya begitu takjub dan terkesima.
Setelah beberapa saat ...
Empat babak sudah selesai begitu saja dan dimenangkan oleh universitas Todai dengan perolehan score 128 sementara universitas Fuji memperoleh score 108.
Para pendukung tim basket kampus Todai bersorak riuh atas kemenangannya. Bahkan mereka segera mengangkat Ellios, karena kebanyakan point yang mereka dapatkan adalah Ellios yang menembakkannya.
...⚜⚜⚜...