
Ellios masih mematung selama beberapa saat sambil menatap beberapa pertokoan elit dan mewah itu dari luar saja. Dan Ellios mulai terlihat begitu ragu untuk memasukinya.
"Ada apa, Tuan Ellios?" tanya Lovely membuyarkan angan Ellios.
"Uhm ... Lovely. Sebaiknya kita cari tempat lainnya yang lebih bersahabat saja. Barang-barang yang dijual mereka sepertinya akan sangat mahal. Sedangkan aku tak memiliki banyak uang." ucap Ellios yang masih saja menatap deretan pertokoan elit di depannya itu.
Lovely tersenyum lebar dan mulai memperlihatkan sebuah kartu keemasan. Wajah bak boneka barbie itu kini terlihat semakin berbinar saat memperlihatkan kartu keemasan itu kepada Ellios.
"Tuan Ellios, lihatlah ini!" ucap Lovely sambil memegang sisi ujung dari kartu keemasan itu dengan kedua tangannya dan menaikkannya hingga menutupi hidung mancungnya yang indah.
"Kartu apa itu, Lovely?" tanya Ellios tak mengerti.
"Semacam kartu yang bisa digunakan untuk melakukan pembayaran, Tuan. Tuan bisa menggunakannya untuk membayar barang-barang yang akan tuan Ellios beli di pertokoan itu." jawab Lovely mulai beralih kembali menatap deretan pertokoan yang berada di seberang jalan.
"Dan misi kali ini adalah tuan harus menghabiskan uang sebesar 6.500 Franc Swiss ( kira-kira 100 juta rupiah) untuk membeli oleh-oleh. Waktu pelaksanaan misi kali ini adalah 60 menit saja. Waktu pelaksanaan misi dimulai saat tuan Ellios sudah memegang kartu ini." ucap Lovely yang tiba-tiba saja malah memberikan sebuah misi untuk Ellios
"Apa?? 6.500 Franc Swiss?" ucap Ellios begitu terkejut mendengar nominal itu. "6.500 Franc Swiss adalah setara dengan kira-kira 952 ribu yen . Uang sebanyak itu bahkan bisa untuk membayar kuliahku selama 1 semester. Mana mungkin kali ini aku harus menghabiskannya hanya untuk membeli oleh-oleh saja? Apakah itu tidak memghambur-hamburkan uang saja?"
"Tuan Ellios tenang saja. Ini hanyalah sebuah misi. Dan misi ini belum seberapa. Tuan harus terbiasa dengan hal-hal semacam ini." jawab Lovely dengan entengnya.
"Huft ... baiklah ..." jawab Elios tak memiliki pilihan lain.
Hingga akhirnya Ellios mulai menerima kartu keemasan yang diberikan oleh Lovely dan memutuskan untuk segera memasuki salah satu pertokoan elit dan berkelas itu.
Bahnhofstrasse merupakan salah satu jalan utama di pusat kota Zurich yang terkenal akan pusat perbelanjaan mahal dan istimewa di dunia. Dan memang sudah lama juga Ellios ingin melihat tempat ini.
Kini Ellios dan Lovely mulai memasuki salah satu pertokoan bergengsi itu dan langsung mendapatkan sambutan dari beberapa staff toko itu.
Namun pandangan mereka terlihat sedikit aneh ketika melihat penampilan Ellios yang sebenarnya cukup biasa dan tidak memperlihatkan seperti orang kaya yang akan sanggup membeli barang-barang yang sedang mereka jual.
Ellios memang mengenakan pakaian super santai kali ini. Karena Ellios tiba-tiba saja sudah berada di Swiss ketika dia membuka matanya pagi hari tadi. Jadi tidak ada persiapan apapun untuk Ellios, sekalipun dalam urusan berpakaian.
Ellios mengenakan sebuah hodie santai berwarna abu-abu over size yang dipadankan dengan celana panjang santai motif kotak-kotak hitam putih dilengkapi dengan sepatu sport yang sudah lumayan lusuh, yang biasanya selalu Elliospakai saat pergi ke kampus.
Mendengar ucapan seperti itu sebenarnya membuat Ellios merasa super terkejut. Namun akhirnya Ellios menyadarinya, jika dirinya memang pantas mendapatkan perlakuan itu karena Ellios tak memperhatikanpenampilan dan pakaiannya sebelumnya.
"I'm sorry, miss. But I came here to buy any souvenirs. (Maaf, Nona. Tapi aku datang kesini untuk membeli beberapa oleh-oleh)." jawab Ellios memberanikan diri dan dengan memakai bahasa Internasional juga.
"Are you being serious? Can you afford to buy our stuff? But you don't look like a man who has a lot of money. (Apa anda serius? Apa anda sanggup untuk membeli barang-barang kami? Tapi kamu tak terlihat seperti orang yang memiliki banyak uang.)" tanya staff itu menatap remeh Ellios dan kembali menatap Ellios dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Lagi-lagi ucapan dari staff itu cukup terdengar sangat tidak sopan. Namun tentunya hal seperti itu tak cukup untuk membuat Ellios merasa kesal sedikitpun. Dan Ellios masih saja bersikap ramah kepada staff itu.
"Of course! I have a lot of money. And I'll pay it all in cash. (Tentu saja! Aku punya banyak uang. Dan aku akan membayar semuanya tunai)" jawab Ellios masih dengan ramah.
"Ayo segera pilih oleh-oleh dan segera pulang, Lovely!" kali ini Ellios segera melenggang melewati staff menyebalkan itu.
Ellios mulai melihat barang-barang branded yang dijual pada toko ini. Mulai dari jam tangan super mewah, tas dan sepatu wanita yang bermerk internasional, dan masih banyak lagi lainnya.
Barang mewah yang dijual seperti Riolex, Ciartier, Jimmy Chow, dan masih banyak lagi. Dan semua barang yang sudah tertata rapi dan dipajang pada meja-meja kaca di toko ini memang sangat sangat menawan.
Ellios mulai mengambil sebuah tas wanita berwarna hitam dengan desain yang cukup kalem namun masih terlihat begitu elegan. Dan kali ini Ellios mulai teringat dengan tas milik Suzuna yang sudah mulai rusak, namun Suzuna masih saja memakainya dan hanya sedikit menjahit bagian yang sudah rusak itu.
"Aku akan membelikan ibu tas ini saja." gumam Ellios tersenyum penuh binar menatap tas manis itu.
"Harga dari tas itu adalah 2.500 Franc Swiss, Tuan." ucap salah satu staff lagi seakan sedang memperingatkan Ellios jika tas yang sedang ditimang-timang oleh Ellios adalah bukan sembarang tas yang bisa dengan mudahnya ditemui di pasar.
Sebenarnya mendengar nominal itu, membuat Ellios super terkejut. Apalagi jika sampai Suzuna mengetahui harga dari tas ini sangatlah mahal. Pasti sang ibu malah akan mengomel-omeli Ellios selama berhari-hari non stop.
"Waktu yang tersisa hanya tinggal 30 menit 22 detik lagi, Tuan Ellios. Ayo segera pilih barang yang lainnya lagi untuk oleh-oleh." bisik Lovely sambil berjinjit untuk mencapai telinga Ellios.
"Ahh ... baiklah!! Aku akan membelinya. Tapi aku akan memilih beberapa barang lagi untuk temanku." ucap Ellios lalu segera melihat-lihat jam tangan dan berniat akan membelikannya untuk sahabatnya, Jullian.
Setelah membayar kedua barang itu, rupanya masih tersisa uang yang harus segera dihabiskan oleh Ellios. Jadi Ellios memutuskan untuk membeli sepatu baru untuk dirinya sendiri dan juga sebuah jam tangan wanita yang mungkin akan diberikan untuk Alisha.