To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Kericuhan Di Kedai Suzuna



SRTTT ...


CKKIITT ...


Ellios mulai berhenti dan mengatur kembali nafasnya saat tiba di depan kedai ayam krispi sang ibu setelah menggunakan kekuatan supernya untuk berlari cepat dan mencapai tempat itu.


Terlihat beberapa pelanggan mulai keluar dan meninggalkan kedai ayam krispi ini. Beberapa pria dewasa dengan setelan jas yang super rapi terlihat sedang berada di dalam kedai ayam krispi ini.


Pria-pria berjas itu terlihat seakan sudah menguasai tempat ini layaknya tempat ini adalah milik mereka saja. Sementara di dekat meja kasir Ellios melihat Suzuna sedang bersama dengan Date.


Ellios segera memasuki kedai ayam krispi ini dengan langkah cepat dan mendatangi sang ibu dan Date yang berada tak jauh dari pria-pria ber-jas itu. Dan sebenarnya dua orang dari pria ber-jas itu adalah orang yang pernah Ellios temui beberapa hari yang lalu sebelumnya.


"Ibu, Date ... sebenarnya ada apa ini?" tanya Ellios saat sudah berada di hadapan sang ibu.


"Tempat ini sudah diambil alih oleh seseorang, Ellios." ucap Suzuna dengan raut wajah yang begitu kalut.


"Bagaimana bisa, Ibu? Bukankah ibu sudah membayar sewa tahunan tempat ini?" sahut Ellios keheranan.


"Benar sekali, Ellios. Ibu sudah membayarnya. Namun rupanya tempat sudah dijual. Dan pemilik barunya akan segera memakai tempat ini. Jadi mau tak mau kita harus segera meninggalkan tempat ini. Sebenarnya nereka juga memberikan uang ganti rugi. Namun masalahnya ibu tidak tau harus pindah berjualan dimana lagi? Biaya sewa tempat lain lebih tinggi dan ibu tidak sanggup untuk membayarnya. Lagipula mencari tempat yang tepat dan cocok itu tidaklah mudah ..." ucap Suzuna yang terlihat begitu kebingungan harus berbuat apa dan bagaimana saat ini.


"Lagipula ... sudah belasan tahun ibu jualan di tempat ini. Rasanya begitu berat untuk meninggalkan tempat ini." imbuh Suzuna yang kini mulai menahan tangisnya.


"Sebentar, Ibu ... aku akan mencoba berbicara dengan mereka. Date tolong temani ibuku dulu ..." ucap Ellios beralih menatap Date.


"Hhm ... aku akan menemani bibi Suzuna." sahut Date datar.


Siapa mereka ini? Mengapa mereka menginginkan tempat sederhana seperti ini? Jika dia adalah memang orang kaya yang memiliki banyak uang, lalu mengapa memilih tempat sederhana seperti ini? Bukankah mereka akan lebih baik membuka bisnis di kawasan perkotaan atau pusat perbelanjaan saja? Hhm ...


Batin Ellios yang masih melenggang untuk menghampiri salah satu pria dewasa ber-jas itu dengan sepasang mata yang menyipit. Namun kini pandangan Ellios mulai tertuju pada aah satu pria ber-jas itu.


Namun ... bukankah dia adalah salah satu pengawal dari Oichi? Aku pernah melihatnya saat aku menghadiri pesta ulang tahun di rumahnya. Apakah ini semua adalah perbuatan dari Oichi? Lalu apa alasan dia melakukan semua ini? Mengapa dia ingin sekali mengambil dan memakai kedai tua ini? Apakah dia juga ingin berbisnis ayam krispi?


Batin Ellios kembali dan berpikir dengan sangat simpel, polos dan sederhana. Karena selama ini Ellios tak akan pernah berpikiran buruk tentang orang lain.


Kali ini Ellios sudah berdiri tepat di samping salah satu pria dewasa ber-jas itu dan mulai memberanikan diri untuk bertanya kepada pria ber-jas itu.


"Permisi. Maaf, Tuan. Tapi aku ingin menanyakan sesuatu kepada tuan." ucap Ellios dengan sangat sopan.


Pria ber-jas itu kini mulai berbalik dan menatap Ellios dengan tatapannya yang begitu dingin dan tajam. Namun sangat terlihat jika saat ini pria dewasa itu sedang memikirkan sesuati dan mulai mengamati Ellios.


"Apa kamu yang bernama Ellios?" pertanyaan dari pria berpakaian rapi itu kini sukses membuat Ellios semakin merasa terkejut.


"Darimana tuan mengetahui namaku? Dan mengapa kalian melakukan semua ini kepada ibuku? Jelas-jelas ibuku sudah membayar sewa untuk tempat ini. Dan mengapa tiba-tiba saja meminta kami untuk pergi? Siapa sebenarnya tuan?" pertanyaan bertubi itu kini mulai dilontarkan oleh Ellios namun masih dengan begitu sopan.


"Karena kamu berani menyinggung bos kami, makanya bos kami hanya ingin memberikan sedikit pelajaran untukmu, Bocah Ellios! Namun jika kamu mau menemuinya dan meminta maaf kepadanya, maka kami akan mengembalikan semua ini! Bahkan kami akan memberikan kedai ini sepenuhnya, dan kedai ini akan sepenuhnya menjadi milik dari ibumu!" ucap pria dewasa itu menatap lekat Ellios dan tersenyum miring.


Ellios masih terdiam menatap pria dewasa itu dan menerka siapa sebenarnya bos yang mereka maksud.


Apakah benar jika semua ini adalah perbuatan dari Oichi?


Batin Ellios menerka-nerka kembali.


"Siapa bos kalian? Dan aku merasa tak pernah menyinggung seseorang, Tuan." sahut Ellios masih dengan nada renda.


"Ckk ... benar-benar polos." gumam pria itu sangat pelan


Bahkan Ellios tak bisa mendengarnya dengan jelas.


"Bos kami adalah nona Oichi! Jika memang kamu ingin mendapatkan kedai ini kembali, maka temui dia dan minta maaf pada nona Oichi!" ucap pria itu menandaskan kembali.


"Nona Oichi?" gumam Ellios.


Jadi memang benar dia ya yang melakukan semua ini? Baiklah ... demi untuk ibu, maka aku harus menemui nona Oichi kembali. Tempat ini mungkin memang sangat biasa dan sederhana. Namun tempat ini pasti sangat berharga dan memiliki banyak kenangan di dalamnya. Terlebih ayah pernah membantu ibu berjualan saat itu, meskipun hanya sebentar saja ... namun semua kenangan itu pasti akan sangat berarti dan berharga untuk ibu.


Batin Ellios mantapkan dirinya.


"Baiklah, Tuan tolong antarkan aku kepada nona Oichi. Aku akan meminta maaf kepada nona Oichi." ucap Ellios memutuskan.


"Hhm. Bakklah! Ayo ikut bersama kami!!" ucap pria dewasa itu segera berbalik dan mulai melenggang untuk meninggalkan kedai ayam ini.


"Ellios! Kamu mau kemana?" tiba-tiba saja Suzuna sudah menyusul mereka dan menahan lengan Ellios.


"Ibu. Aku akan pergi sebentar. Jangan khawatir, ibu akan tetap bisa berjualan di kedai ini kok. Aku hanya akan pergi sebentar saja." ucap Ellios tersenyum samar menatap Suzuna.


"Tidak, Ellios! Ibu mohon jangan pergi. Ibu akan berjualan di tempat lain saja. Tidak masalah ... mungkin sudah waktunya kita harus segera meninggapkan tempat ini. Dan mungkin saja ada rezeki lain di tempat lain." ucap Suzuna dengan cepat karena tak ingin membuat Ellios berkaitan dengan hal ini.


Karena sebenarnya Suzuna membayangkan jika bos para pria itu adalah orang yang sangat seram, kejam dan menakutkan. Dan tentu saja Seuzuna begitu khawatir akan hal ini.


"Ibu tenang saja. Sebenarnya aku mengenal dengan bos mereka kok. Mungkin semua yang terjadi hanyalah sebuah kesalahpahaman. Aku akan menemuinya sebentar dan aku akan meluruskannya. Ibu tidak perlu khawatir." ucap Ellios tersenyum hangat dan meraih kedua jemari Suzuna lalu menciumnya.


"Baiklah. Aku pamit dulu, Ibu. Date, tolong jaga dan temani ibuku dulu. Aku akan pergi sebentar dan akan segera kembali lagi." ucap Ellios lalu segera meninggalkan tempat itu bersama dengan para pria ber-jas itu.


...⚜⚜⚜...