
Nacht yang berada di barisan paling depan bersama kedua temanya terlihat tersenyum miring dengan gaya songongnya dan menatap Ueki yang masuh duduk bersimpuh meratapi karyanya yang kini sudah hancur.
[ Apa tuan yakin ingin menggunakan itu saat ini? Apa tuan tidak ingin mencoba cara lain dulu? Tubuh tuan mungkin akan merasa syok dan sakit saat menggunakan kemampuan ini.] ucap Lovely memperingatkan Ellios kembali.
Ya!! Aku sudah tidak memiliki banyak waktu lagi, Lovely! Aktifkan sekarang juga! Aku akan menerima segala resiko dan konsekuensinya!
Batin Ellios tanpa pikir panjang lagi dan mulai memejamkan sepasang matanya.
[ Baiklah jika memang itu sudah menjadi keputusan tuan Ellios. Kemampuan spesial mata tembus pandang diaktifkan. Tuan bisa melihat apa saja yang terjadi 12 jam yang lalu di tempat ini ...]
DING ...
Ucap Lovely diiringi dengan suara notifikasi pengaktifan salah satu kemampuannya.
Kini Ellios mulai membuka sepasang matanya kembali dengan pelan. Pandangannya kini terlihat sedikit samar dan gelap. Karena saat itu adalah malam.
Terlihat 3 orang pemuda mulai memasuki ruangan praktek fakultas seni ini. Salah satu diantara mereka terlihat berjaga di pintu dan sesekali mengawasi keadaan luar.
Sementara 2 orang pemuda lainnya telihat membawa pemukul baseball besi dan mengayun-ayunkannya sambil melenggang memasuki ruangan ini.
Hingga akhirnya salah satu dari pemuda yang membawa tongkat besi itu kini mulai mengayunkan tongkat besinya dan mengenai salah satu patung yang sepertinya sudah mereka incar sejak dari tadi.
BRRAAKK ...
PRANG ...
Terlihat mereka berdua tertawa terbahak-bahak setelah melihat patung itu rusak dan hancur dengan serpihannya yang sudah berserakan di atas lantai berwarna putih itu.
Karena ruangan yang sedikit remang-remang karena lampu yang dipadamkan, membuat Ellios kesulitan untuk melihat dan mengenali wajah mereka bertiga. Karena selain gelap, mereka juga mengenakan topi.
Namun Ellios begitu mengenali suara mereka bertiga. Dan Ellios merasa sangat yakin jika mereka adalah Nacht dan kedua temannya yang sengaja melakukan semua itu untuk menjatuhkan Ueki.
"Sudah beres! Dengan begini karyamu yang akan digunakan di pameran besok!! Haha ..." celutuk salah satu dari pemuda itu mulai merangkul temannya dan menggang bersama.
Namun rupanya Ellios melihat sebuah barang dari mereka terjatuh dan masuk ke dalam patung yang mereka rusak. Dan semua itu tidak disadari oleh mereka berdua.
NGIING ...
NYUUT ...
Tiba-tiba saja telinga dan kepala Ellios terasa begitu sakit dan berdengung, sehingga membuat Ellios tiba-tiba saja terjatuh di atas lantai dan memegangi kedua tangannya.
"Arghh ... sakit sekali kepalaku." rintihnya pelan
"Ellios! Apa kamu baik-baik saja?" tiba-tiba saja seorang mahasiswa mulaj datang dan menghampiri Ellios.
Rupanya dia adalah Ken. Dengan cepat Ken segera membantu Ellios untuk bangun kembali.
"Ken ... aku tidak tau. Tapi tiba-tiba saja kepalaku sangat sakit dan pusing sekali." ucap Ellios masih memegangi kepalanya.
"Apa yang sedang kamu lakukan disini?" tanya Ken lagi.
"Aku hanya lewat dan melihat disini ada kericuhan. Jadi aku memutuskan untuk mampir." jawab Ellios dengam asal.
"Sudahlah, jangan meratapi patungmu terus! Lagipula Nacht sudah berbaik hati dan akan menggantikanmu untuk pameran besok bukan?" celutuk Isao meremehkan.
"Padahal aku sudah membuatnya dengan susah payah ..." ucap Ueki masih menatap nanar patung yang sudah rusak itu.
"Cengeng sekali sih! Kau sudah seperti anak gadis saja, Ueki!!" timpal Isao lagi semakin kesal.
Lalu Ellios mulai mendekati Ueki dengan bejalan sempoyongan, karena tubuhnya seakan sudah kehilangan cukup banyak energi. Ken juga mulai mengikutinya.
"Ellios! Kau mau apa disini?!" ucap Nacht dengan nada tak suka.
"Aku hanya ingin melihat sesuatu." jawab Ellios dengan nada rendah. "Ueki, aku akan memeriksa patungmu sebentar. Apakah kamu bisa minggir sebentar?"
"Iya ..." sahut Ueki sedikit bergeser.
"Apakah disini ada yang memiliki sarung tangan plastik atau sejenisnya?" tanya Ellios mulai menatap para mahasiswa dan mahasiswi yang masih saja mengelilinginya.
"Kami tidak memiliki benda seperti itu." sahut salah satu mahasiswi.
Karena tidak memiliki pilihan lain, akhirnya Ellios mulai mengambil sebuah butsir ( alat bantu untuk pembuatan patung yang terbuat dari kayu dan kawat).
Lalu Ellios mulai memukulkan butsir itu untuk memukul bagian lengan patung yang kebetulan pada bagian atasnya ( bahu patung )sudah rusak dan berlubang.
Dan lubang pada bahu patung itulah yang terlihat dalam pandangan Ellios sebagai tempat terjatuhnya barang dari sang pelaku perusakan patung itu dini hari.
PRANGG ...
PYARR ...
Semua yang melihat perilaku Ellios yang semakin merusak patung milik Ueki mulai membelalakkan mata mereka saking syoknya.
"Apa yang sudah kamu lakukan, Ellios? Mengapa kamu malah semakin merusak karya Ueki?" protes salah satu mahasiswa seni tak terima, dan sepertinya dia adalah teman dari Ueki.
"Bocah gila ini! Mengapa malah semakin membuat kacau semuanya?" umpat salah satu mahasiswa lainnya lagi.
"Ellios, apa yang sedang kamu lakukan? Mengapa kamu melakukan semua ini?" bisik Ken yang sudah menghampiri Ellios.
"Aku ingin memperlihatkan sesuatu kepada kalian semua! Di dalam patung ini, ada sebuah gelang. Dan gelang itu adalah milik dari sang pelaku yang sudah merusak patung Ueki!" jawab Ellios.
"Apa maksudmu, Ellios? Darimana kamu mengetahui semua itu? Atau jangan-jangan kamu adalah pelaku yang sebenarnya?" ucap Nacht memicingkan sepasang matanya menatap Ellios dengan sangat tajam.
"Hentikan omong kosongmu dan mengaku saja jika kamu yang melakukan semua ini! Salah apa Ueki kepadamu hingga kamu melakukan hal sejahat ini padanya?!" timpal Isao malah menyudutkan Ellios.
"Ken, kamu percaya padaku bukan? Aku akan membuktikan jika ucapanku adalah benar ..." ucap Ellios mulai menatap Ken yang selalu bergaya keren, stylish dan fashionable itu.
"Baiklah! Lanjutkan saja, Ellios! Aku percaya padamu!" ucap Ken begitu yakin dan percaya kepada Ellios.
"Hhm. Terima kasih, Ken!" sahut Ellios mulai menghancurkan kembali patung itu dengan menggunakan butsir itu lagi.
PRANG ...
PYARR ...
"Oh My!! Ellios benar-benar sangat berani apa bodoh!" celutuk salah satu mahasiswa syok.
"Kamu yang bodoh! Dia adalah seseorang yang sangat jenius! Kita lihat saja apa yang akan dia lakukan kali ini!" timpal salah satu mahasiswa lainnya lagi.
Setelah patung itu hancur, kini Ellios mulai mengambil sapu tangannya dan mulai mengambil sebuah gelang berwarna silver dengan ukiran nama Isao.
Nacht, Isao dan Senju mulai terlihat begitu syok melihat semua ini, terlebih ketika Ellios mulai menatap mereka bertiga dengan tatapan penuh curiga sambil menimang-nimang gelang itu.
"Isao!! Gelang ini milikmu bukan? Sekarang jelaskan pada kami semua!!" ucap Ellios menatap Isao dengan senyuman tipis.
"Tidak mungkin!! Seseorang pasti sedang berusaha untuk menjebakku!! Lagipula tak ada bukti lain yang lebih kuat!! Aku pasti dijebak dan difitnah!" elak Isao.