
Para pria ber-jas anak buah Oichi itu masih mengawal Ellios untuk menuju ke sebuah apartemen yang merupakan tempat tinggal kedua Oichi setelah rumah keluarga besarnya.
Apartemen itu terlihat tidak terlalu ramai, dan hanya ditempati dan dikunjungi oleh kalangan atas saja. Dan sebenarnya Ellios masih saja merasa tak pantas untuk bisa menginjakkan kakinya di tempat ini.
Namun lagi-lagi Ellios kembali teringat oleh sang ibu dan kedai ayam krispinya. Hingga akhirnya Ellios mulai memantapkan dirinya kembali untuk tetap menemui Oichi.
Mereka semua mulai berhenti di depan sebuah kamar apartemen di lantai 50. Salah satu pria ber-jas itu kini mulai mempersilakan Ellios untuk memasuki kamar apartemen itu.
"Silakan, Tuan Ellios. Nona Oichi sudah menunggu tuan di dalam." ucap sang pengawal itu mengulurkan tangan kanannya ke arah pintu kamar apartemen dan sedikit mundur.
"Baiklah. Terima kasih sudah mengantarku, Tuan." ucap Ellios dengan ramah.
"Hhm. Sama-sama." pria dewasa itu menyauti dan segera meninggalkan Ellios.
Sebenarnya mereka tak benar-benar meninggalkan Ellios, namun mereka masih berjaga di sekitar apartemen Oichi.
Setelah menekan sebuah bel dan menunggu selama beberapa saat, akhirnya pintu itu mulai terbuka. Terlihat seorang gadis cantik menyembul dari balik pintu dengan senyuman miringnya.
"Hallo, Nona Oichi. Selamat sore ..." sapa Ellios dengan ramah.
"Hhm. Masuklah! Kita berbicara di dalam saja!" ucap Oichi mulai berbalik dan memasuki kamar apartemennya.
Ellios juga mulai mengekori Oichi dan menatap sekitarnya. Sebenarnya Ellios merasa cukup takjub akan hal-hal yang serba mewah ini. Selama hidup, Ellios tak pernah memasuki tempat tinggal seseorang yang sangat mewah. Tempat tinggal Oichi-lah tempat tinggal paling mewah yang pernah dia kunjungi secara langsung selama ini, bajk rumahnya maupun apartemennya.
"Duduklah!" titah Oichi menunjukkan sofa berwarna cream di dalam apartemennya.
Tanpa pikir panjang, kini Ellios segera duduk di salah satu sofa itu. Dan juga Oichi juga mulai duduk di seberang Elios dengan kedua tangannya yang saling disilangkannya di bawah dada dan salah satu kakinya ditumpangkan di atas kaki yang lainnya.
Wajahnya terlihat sedang tersenyum tipis namun seakan masih ditahannya.
"Ada apa? Apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan padaku, Ellios?" tanya Oichi datar dan masih berpura-pura tak terjadi masalah apapun.
"Nona Oichi ini mengenai kedai ayam krispi ibuku. Aku mohon biarkan ibuku tetap berjualan disana. Dan ... aku datang kemari untuk meminta maaf kepada nona jika selama ini sikap ataupun segala ucapanku ada yang menyinggung nona Oichi. Aku benar-benar tidak bermaksud sedikitpun untuk menyinggung nona Oichi." ucap Ellios dengan tulus dan berharap Oichi akan merubah keputusannya.
"Hhm? Apa kau sungguh ingin meminta maaf dan berharap aku akan membiarkan ibumu untuk tetap berjualan di tempat itu?" tanya Oichi dengan senyuman yang masih penuh dengan misteri.
Ellios mengangguk pelan dan mulai menjawab ucapan dari Oichi dengan lebih baik dan lebih sopan lagi agar Oichi sedikitpun tak akan tersinggung kembali oleh ucapan maupun sikapnya.
"Iya, Nona Oichi. Tempat itu sudah cukup lama disewa oleh ibuku. Dan tempat itu juga sudah menyimpan cukup banyak kenangan untuk kami. Aku harap nona Oichi bisa membiarkan ibuku untuk tetap memakai tempat itu untuk berjualan." ucap Ellios penuh harap.
"Aku akan membiarkan ibumu tetap memakai tempat itu tapi dengan satu syarat!" ucap Oichi dengan senyuman miring.
"Baiklah. Katakan saja syaratnya padaku, Nona. Aku akanberusaha untuk melakukannya jika aku memang bisa melakukannya." ucap Ellios masih dengan nada rendah.
Oichi mulai tersenyum penuh kemenangan, karena mengira dia akan segera mendapatkan salah satu sudah menjadi keinginannya saat ini.
Namun belum sempat Oichi mengatakan syarat itu, tiba-tiba pintu kamar apartemen Oichi terdengar seperti seseorang yang sudah berusaha untuk mendobrak dan merusaknya.
BBRRAAKK ...
GUBRAKK ...
Oichi dan Ellios seketika mulaj berdiri dan menatap kelima pria sangar yang berpenampilan seperti seorang ganster itu.
"Siapa kalian? Dan bagaimana kalian bisa memasuki apartemenku?!" ucap Oichi menatap waspada kelima pria itu.
Namun tak ada satupun dari mereka yang menjawab pertayaan yang diberikan oleh Oichi. Salah satu dari mereka kini mulai memberikan instruksi kepada teman-temannya agar segera menjalankan rencana mereka.
Kedua pria kini mulai melenggang ke depan dan mendatangi Oichi begitu saja lalu mulai mencekal masing-masing tangan Oichi.
"Siapa kalian?! Beraninya kalian menyentuhku dan memperlakukan aku seperti ini?!" ujar Oichi berusaha untuk melepaskan diri dari kedua pria itu.
"Kamu tidak perlu tau siapa kami! Tugas kami hanyalah untuk melenyapkanmu saja!! Atau paling tidak untuk merusak wajahmu!" sahut pria yang memegangi tangan kanan Oichi.
"Dasar!! Pergi kalian sebelum para pengawalku datang dan memberi kalian pelajaran!!" ancam Oichi yang masih berusaha untuk melepaskan diri dari kedua pria yang sedang mencengkeramnya.
"Ckk ... semua pengawalmu sudah kami bereskan dengan sangat rapi!! Bahkan keamanan apartemen juga sudah kami lumpuhkan!" ucap pria yang memegangi tangan kiri Oichi.
"Cih!! Sebenarnya siapa yang menyuruh kalian untuk melakukan ini?!" ucap Oichi merasa sangat kesal.
"Tak perlu kamu mengetahui semua itu!!" jawab sang bos yang masih berdiri di seberang dengan lantang dan suara yang menggelegar.
[ Misi akan segera dimulai kembali. Tuan Ellios akan mendapatkan reward ganda jika bisa menyelesaikan misi kali ini sekaligus. Misi kali ini adalah menyelamatkan nona Oichi dari para preman ini. ]
Ditengah-tengah gentingnya situasi saat ini, kini tiba-tiba saja mulai terdengar suara Lovely. Ellios yang sebenarnya sudah berniat untuk membantu Oichi, kini mulai mempercepat pergerakannya.
Baiklah. Sekarang aktifkan kemampuan super cepatku, Lovely!
Batin Ellios mulai memberikan titah kepada Lovely untuk mengaktifkan salah satu kemampuannya.
[ Baik, Tuan. Kemapuan super cepat akan segera diaktifkan. ]
DING ...
Sahut Lovely kembali disertai dengan sebuah suara notifikasi seperti biasanya.
"Kalian!! Cepat lepaskan nona Oichi sekarang juga!!" kali ini Ellios memberanikan diri untuk mulai bertindak.
Suaranya juga sedikit dia perbesar agar tak terlihat seperti seorang pemuda yang sangat lemah dan tak berguna.
"Kalian berdua!! Urus lalat lemah ini!!" titah sang bos berandalan mulai memerintahkan dua orang lagi anak buahnya.
Kedua pria sangar lainnya kini mulai melenggang semakin mendekati Ellios. Sementata dua orang pria lainnya masih mencengkeram Oichi.
...⚜⚜⚜...
Hari ini bonus visual Maeda Oichi ya ... yuk kita lihat sang dewi Oichi pujaan Jullian.