To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Kolaborasi Ken Dan Ellios



Kini sebuah microphone berwarna hitam dengan kombinasi silver sudah berada di dalam genggaman tangan Ellios. Ellios mulai mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan.


Para tamu juga terlihat sedang duduk di tempat duduknya masing-masing yang berbentuk bundar sambil menikmati makan malam mereka bersama orang-orang terdekatnya.


Namun ada juga sebagian dari mereka yang berdiri di hadapan panggung dan sedang menantikan penampilan dari Blue Gazzete yang berasal dari Todai Unniversity yang sebenarnya cukup populer.


Lovely, aktifkan kemampuan bernyanyiku sekarang juga!


Batin Ellios mulai memberikan perintah untuk Lovely.


[ Baik, Tuan Ellios. Kemampuan bernyanyi akan segera diaktifkan. ]


DING ...


Lovely mulai menyauti Ellios disertai dengan sebuah bunyi yang menyatakan jika kemampuan spesial itu kini sudah diaktifkan.


Denting dari permainan piano mulai terdengar dan mengalun begitu indah dan manis. Lalu diikuti oleh permainan gitar, bass dan drum yang masih terdengar begitu pelan.


Namun lama-lama musik yang terdengar begitu manis itu mulai berubah menjadi sangat bersemangat dan energik.


Ken mulai mengeluarkan suara indahnya yang selalu sukses menyihir para gadis di kampus dan para penonton saat dirinya sedang melakukan sebuah konser.


Sedangkan Ellios hanya menyanyikan sedikit saja bagiannya. Mungkin hanya 40% saja jika dibandingkan dengan bagian nyanyian dari Ken. Mereka berdua berkolaborasi dan menyanyikan dengan sangat sebuah lagi rock milik salah satu rocker dan gitaris legendaris dari Jepang ini.


Bahkan para penonton yang didominasi oleh para gadis itu mulai mengangkat mengangkat kedua tangannya hingga melompat-lompat saking bersemangatnya.


Panggung yang dilengkapi dengan lampu sorot itu terlihat begitu semakin sempurna dengan kolaborasi dari Ellios dan Ken yang sungguh menakjubkan.


Ken!!


Blue Gazzete!!


Blue Gazzete!!


Sorakan riuh dari para gadis itu menggaung dan memenuhi ruangan di lantai 1 yang cukup luas ini.


[ Waktu yang tersisa adalah 20 menit lagi. Segera selesaikan misi ini, Tuan Elios! ]


Meskipun saat ini suara musik rock ini memenuhi seisi ruangan ini, namun suara Lovely terdengar begitu jelas dan jernih oleh Ellios. Dan hal ini membuat Ellios yang sedang kebetulan sedang tidak menyanyi mulai segera mengambil sebuah tindakan.


Yeap, mau tidak mau Ellios harus tetap memberanikan diri dan menanamkan rasa percaya diri dalam dirinya. Ellios mulai menuruni panggung menapaki tangga demi tangga.


Lalu Ellios mulai melenggang mendekati para penonton yang hampir 80% didominasi oleh para gadis. Gadis-gadis itu mulai mendekati Ellios dan mengerumuninya seolah Ellios benar-benar adalah seorang bintang.


Sebenarnya Ellios masih merasa cukup aneh karena mendapat perlakuan seperti itu. Namun Ellios tak mau menyia-nyiakan kesempatan kali ini.


Dengan cepat Ellios mulai meraih jemari salah satu dari gadis itu lalu mulai mengajaknya untuk naik ke atas panggung sambil menyanyikan beberapa lirik lagu. Karena kali ini adalah bagian Ellios untuk mulai bernyanyi kembali.


Gadis yang memiliki panjang rambut sebahu itu terlihat begitu bahagia karena bisa naik ke atas panggung saat Blue Gazzete sedang melakukan sebuah performance.


Gadis itu juga sesekali menyanyi bersama Ken dan juga Ellios. Waktu 4 menit berada di atas panggung dengan sebuah lagu itu terasa begitu cepat dan berlalu begitu saja. Hingga akhirnya mereka semua mulai menuruni panggung bersama-sama.


"Wow!! Ken kau keren sekali!!" puji gadis berambut pendek itu begitu takjub."Penampilan kalian sungguh sangat luar biasa! Siapa dia?" imbuh gadis itu sambil beralih menatap Ellios.


GREPP ...


Dengan senyum lebar Ken mulai meraih dan merangkul bahu Ellios yang semakin lebar dan kuat.


"Dia adalah Ellios. Teman di kampus!" jawab Ken memperkenalkan Ellios kepada gadis itu. "Ellios, kenalkan dia adalah Miki Fukushi. Dia adalah temanku." imbuh Ken memperkenalkan gadis itu kepada Ellios.


"Hallo. Salam kenal. Aku adalah Ellios!" Ellios memperkenalkan diri dengan gayanya yang begitu ramah.


Yaitu dengan membungkukkan sedikit badannya menghadap gadis itu. Dan hal ini sempat membuat Miki keheranan, karena berpikiran jika Ellios sedikit kolot.


Gadis cantik berambut pendek itu cukup lama menatap Ellios keheranan. Penampilannya sangat berbeda sekali dengan tingkah lakunya.


Jika anak muda yang keren dan pandai bergaul, mungkin akan melakukan perkenalan dengan berjabat tangan khusus atau bahkan dengan cium pipi kiri dan kanan. Namun Ellios sangat berbeda dan terlihat begitu kolot.


"Uhm ... Miki ... Ellios adalah anak teladan di kampus. Dan aku hanya sedang meminta bantuan dari dia karena tiba-tiba saja Sho berhalangan untuk hadir." ucap Ken menjelaskan agar tanda tanya dalam kepala Miki terjawab.


"Uhm. Baiklah. Aku harus segera pulang. Ibuku pasti sudah menungguku. Terima kasih sudah memberikan kesempatan lagi untukku, Ken." ucap Ellios dengan tulus dan mulai melepas jaket yang dia kenakan saat ini lalu mulau memberikannya untuk Ken.


"Seharusnya aku yang berterima kasih padamu, Ellios! Kapan-kapan aku akan mentraktirmu!" Ken menyauti dengan senyum lebar dan memakai kembali jaket berwarna hitam kombinasi putih itu.


"Tidak perlu, Ken. Aku melakukannya dengan tulus dan tidak meminta bayaran kok." ucap Ellios menolak dengan sopan. "Baiklah. Aku pergi dulu. Sampai jumpa." imbuh Ellios lalu mulai melenggang meninggalkan kafe besar ini.


"Temanmu sungguh unik! Padahal saat tampil di atas panggung terlihat begitu keren. Namun setelah performance kalian selesai, dia sangat berubah. Pemalu dan sangat kolot ... hhm ..." Miki bergeming pelan dan masih menatap Ellios yang sudah semakin melenggang menjauh.


Ken hanya tersenyum lebar dan tak menjawab sepatah kata apapun.


...⚜⚜⚜...


BRUGHH ...


Ellios menghempaskan tubuhnya di atas pembaringannya dan mulai memejamkan sepasang matanya.


"Ahh ... lelah sekali hari ini. Tubuhku sudah banyak melakukan aktifitas hari ini." keluh Ellios yang sudah tak berdaya.


Antara lelah secara fisik dan mengantuk sudah bercampur menjadi satu saat ini. Tentu saja Ellios merasa sangat lelah, karena selama ini Ellios lebih sering menggunakan otaknya saja dibanding dengan tubuhnya saat melakukan sesuatu.


"Lovely. Buka statusku dan bacakan untukku ..." perintah Ellios masih dengan sepasang mata yang terpejam. "Huftt ... untung saja ibu juga sudah tidur. Jadi ibu tidak akan memarahiku karena pulang terlambat lagi. Hoam ..." imbuh Ellios menguap panjang.


[ Baik, Tuan. Menampilkan status dimulai ...]


Ucap Lovely sambil menampilkan sebuah layar hologram kebiruan. Lovely juga mulai membacakannya untuk Ellios yang sudah begitu lelah dan mengantuk saat ini.


DING ...


[____To Be An Immortal Human By System____


Nama : Ellios Yoshikawa


Usia : 20 Tahun


Sisa Umur : 2 bulan, 3 hari, 23 jam, 22 menit, 19 detik


Ketampanan : 93


Kepintaran : 100


Ketangkasan : 17


Kecepatan : 15


Kekuatan : 15


Ketahanan : 17


Kharisma : 90


Kemampuan Spesial: Otak yang jenius


Poin sistem : 95


Poin kemampuan : 83


Hadiah menyelesaikan misi 15 : 5 hari, 1 jam, 20 menit perpanjangan usia


Hadiah misteri :


- kemampuan untuk memikat gadis ( non aktif )


- kemampuan berlari super ( non aktif )


- kemampuan bela diri, Level 5 ( non aktif )


- kemampuan menyanyi ( non aktif )


- badan kekar dan six pax ( sudah didapatkan )


- keahlian bermain basket ( non aktif )


Dana : 238 ribu yen ( kira-kira 25 juta rupiah )


Misi : 16 ( belum dibuka )


Sistem pemandu : Lovely ]


Lovely melaporkan status dan inventory Ellios dengan sangat detai. Namun Ellios malah menjadikannya sebagai dongeng sebelum tidur dan membuat Ellios tertidur dengan begitu cepat.


...⚜⚜⚜...